"tolong....."
"tolong kami..."
"lepaskan rantai inii..."
"toloongg!!!!"
Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.
Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?
yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9. perjanjian iblis?
Orang tua dan kakak Nadira yang baru saja sampai, terkejut karena mendengar teriakan keras Nadira dari dalam kamar.
Mereka langsung berlari menuju kamar Nadira yang berada di lantai atas. Sesampainya mereka disana, Nadira sedang diberi minum oleh Elsa dan Bu Mutia mengusap dahi Nadira yang basah oleh keringat
"Nadira!" panggil bunda Liana
"bunda?" Nadira menoleh dan langsung memeluk ibunya dengan erat
"kamu kenapa sayang?" tanya bunda Dengan lembut
"aku bermimpi Simbah bund..simbah- hiks hiks" Nadira menangis terisak ketika mengingat tentang mimpinya
zayyan mendekati adiknya dan menyentuh bahu Nadira. Zayyan memiliki keistimewaan bisa melihat kejadian yang dialami seseorang baik nyata maupun mimpi
Zayyan memejamkan matanya dan mulai melihat apa yang di mimpikan oleh sang adik hingga membuat adiknya begitu terguncang
"Hah!!" Zayyan membuka mata dan bernafas dengan sedikit tersengal
"ada apa kak? Apa yang kamu lihat?" tanya ayah Wijaya
"Ayah, sebenarnya apa yang terjadi dengan simbah? Aku melihat Simbah putri dan Simbah Kakung dalam kondisi mengenaskan. Mereka di ikat rantai besar dan dicambuki dengan cambuk berduri!" ucap Zayyan
"Apa?!" Aksara serta Bu Mutia dan Elsa terkejut mendengar perkataan Zayyan
Bagaimana bisa seseorang yang sudah lama meninggal dunia kini masih ada dan dalam keadaan yang begitu mengerikan
"bukankah mereka sudah lama meninggal mas? Bagaimana bisa mereka masih ada?" tanya Aksara
"mereka memang meninggal dunia, yang terlihat oleh Nadira dan Zayyan adalah jiwa mereka" ucap ayah Wijaya
"maksudnya gimana om?" tanya Elsa
"jika diceritakan dari awal akan sangat panjang, namun inilah yang menjadi malapetaka untuk kita semua jika Nadira tidak mampu menghentikan kutukan dari iblis itu" ucap ayah Wijaya
"yah, semua warga disini juga tahu jika Nadira memang pilihan iblis itu, karena ia menginkan keturunan asli dari Juragan Sapto dan Mbah Saryati sendiri" sambung Bu Mutia
"iya, itu sebabnya dulu jika setiap pulang kampung kita nggak nginap disini, karena iblis itu tinggal disalah satu kamar rumah ini" lanjut ayah Wijaya
"lah terus, aku sama Nadira tinggal disini bearti iblisnya udah tau dong om?" tanya Elsa
"tidak, dulu om punya teman seorang kiyai yang berhasil merantai iblis itu di hutan ujung kampung. Tapi kiyai sendiri bilang jika rantai itu sewaktu-waktu bisa lepas jika iblis itu berhasil memangsa manusia yang masuk kedalam hutan" jelas om Wijaya
"Bearti iblis itu udah bebas yah, soalnya kata ibu-ibu yang ikut tahlilan kemarin, Hutan itu sudah jadi hutan larangan dan siapa pun yang masuk kesana pasti nggak bisa kembali lagi" ucap Nadira
"ya, kedatangan kami kesini juga karena itu, dan sebab simbok meninggal juga karena iblis itu" ucap ayah Wijaya yang membuat mereka semua terkejut
"hah? bagaimana mungkin yah?" tanya Nadira yang masih terkejut
"simbok awalnya terlibat dengan perjanjian iblis itu, namun karena rasa sayang simbok kepada Nadira, ia mengorbankan diri agar iblis itu tidak menyadari kehadiran Nadira disini"
"walaupun cepat atau lambat, iblis itu pasti mencium keberadaan mu disini. Dan tepat pada bulan purnama nanti ia akan terbebas sepenuhnya dari jerat yang dibuat oleh kiyai" ucap ayah wijaya
"sebenarnya ada perjanjian apa yah? Kenapa harus berurusan dengan iblis?" tanya Nadira yang tak percaya dengan semua ini
Apalagi kedua simbahnya merupakan orang yang terkenal baik dan taat. Sholat tak pernah tinggal. Namun mendadak punya urusan dengan iblis, rasanya kepala Nadira mau pecah memikirkan ini semua.
Aksara yang menyimak sejak tadi menatap dalam kearah Nadira. laki-laki itu merasa kasihan karena Nadira yang tak tau apa-apa justru menjadi korban karena keserakahan seseorang yang tidak tahu diri
"jika saja bisa, maka dari dulu aku sudah memb*nuhnya! Namun, kelemahan iblis itu hanya pada Nadira seorang, dan aku yang ditakdirkan sebagai pelindung tidak bisa berbuat apa-apa" batin Aksara
"ayah akan menceritakan asal mula kejadian dua puluh tahun silam. Dan ayah harap kalian nanti bisa melindungi satu sama lain" ucap ayah Wijaya