NovelToon NovelToon
Menikahi Perempuan Gila?

Menikahi Perempuan Gila?

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kyky Pamella

"menikah, atau kamu kami coret dari daftar pewaris?"
"tapi dia gila mah,"
.........
Narendra meradang saat jalinan kasihnya selama bertahun-tahun harus kandas dan berakhir dengan menikah dengan perempuan pilihan orang tuanya.
Reyna, putri konglomerat yang beberapa tahun belakangan di isukan mengidap gangguan jiwa karena gagal menikah adalah perempuan yang menjadi istri Narendra.
tak ada kata indah dalam pernikahan keduanya, Naren yang belum bisa melepas masa lalunya dan Rayna yang ingin membahagiakan keluarga nya di tengah kondisi jiwanya, saling beradu antara menghancurkan atau mempertahankan pernikahan.
apakah Naren akhirnya luluh?
apakah Rayna akhirnya menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyky Pamella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MPG_23

POV AUTHOR

"apa-apaan coba, bisa-bisanya dia muji laki-laki lain di depan suaminya" gerutu Narendra di sepanjang jalan menuju lobby.

Ajeng nampak sedang duduk di kursi depan meja resepsionis

"Sayang kok lama banget sih?" pekik Ajeng saat melihat Narendra datang

"iya maaf" jawab Narendra dengan nada datar

Ajeng meraih tangan Naren untuk di gandeng namun Naren langsung menepisnya

"jangan di sini, ini tempat umum"

Naren langsung mengambil langkah di depan Ajeng dan Ajeng mengekor dibelakangnya.

sampai si parkiran Naren langsung membuka pintu mobil dan duduk di kursi kemudi, tidak seperti biasanya yang wajib membukakan pintu untuk Ajeng dahulu baru ia masuk ke mobil

"Ren, kamu kenapa sih?" tanya Ajeng

"kenapa apanya sih?" Naren balik bertanya

"kamu aneh banget tau gak, uring-uringan gak jelas, judes, jutek, malesin banget deh"

'Apa iya gue uring-uringan, tapi kenapa gue uring-uringan'  bukanya menjawab pertanyaan Ajeng, Naren malah sibuk dengan pikirannya sendiri

"Narendra, ihhh sekarang malah bengong" Ajeng semakin merajuk

"kita jalan sekarang" Narendra segera memacu mobilnya.

hampir lima belas menit mereka hanya saling diam, hal ini membuat Ajeng semakin dongkol saja, untung hari ini adalah hari spesial kalau tidak pasti Ajeng udah ngamuk sedari di apart tadi.

"kita putar balik aja, aku mau pulang" ucap Ajeng tiba-tiba

"kok gitu" Naren spontan mengurangi kecepatan laju mobilnya

"Kamu terlihat kayak gak ikhlas banget beliin aku"

"kamu kok bisa ngomong kayak gitu?" tanya Naren

"Ren, biasanya kalau kita lagi mau beli-beli kayak gini kamu yang paling semangat tapi lihat sekarang?! aku bener-bener muak lihat wajah lesu kamu. Ohh..atau jangan-jangan pelet dari perempuan gila itu udah mulai bekerja ya?" Ajeng memicingkan mata

"Ajeng cukup, gak usah bawa-bawa Rayna"  ada rasa tidak terima di hati Narendra saat Ajeng meyebut Rayna perempuan gila

"sebentar lagi kita sampek di Apartemennya"

"Ka-kamu udah dapat?" seperti di sulap oleh simerah, mata Ajeng langsung berubah menjadi berbinar

"sudah"

"Kapan kamu carinya, bukanya yang kemarin kata kamu gak jadi?"

"Kemarin aku nyuruh anak-anak buat nyariin panthouse dengan kriteria seperti yang kamu mau, trus malamnya mereka laporan udah dapet setelah aku cek di website nya aku juga cocok makanya aku minta mereka untuk mengdeal kan kemarin juga" jawab Naren masih dengan nada datar

"Sayang makasih" Ajeng langsung memeluk dari samping dan mencium i lengan kokoh Narendra

"Jeng, aku lagi nyetir ini lepasin tangannya"

mood Narendra bener-bener hancur hari ini, Ajeng benar setiap ia membelikan sesuatu untuk Ajeng ialah yang paling bersemangat, tapi kali ini entah mengapa ia merasa ada yang salah, Ajeng mode manja adalah bagian terfavorit bagi Narendra tapi kali ini rasanya ia sangat risih jika Ajeng bergelayut di tubuhnya.

Naren segera menepis semua yang ada di pikirannya

'gak, aku sayang sama Ajeng seperti biasa kebahagiaan dia harus diatas kebahagiaanku' batin Narendra

"Kita udah sampek" Narendra membelokan mobilnya ke gedung Apartemen Panorama Regency

"woo...sayang, ini bagus banget view nya"

"suka?" tanya Narendra sambil mengulum senyum

"kamu emang selalu yang terbaik" puji Ajeng dan segera beranjak membuka pintu dan turun dari mobil

"Jeng, nanti di dalam kita bersikap selayaknya partner ya, ingat!"

"iya-iya" Ajeng mencebikan bibirmya

Mereka berdua langsung disambut oleh salah satu staff marketing di lobby, setelah berbasi-basi sebentar mereka bertiga langsung berjalan menuju Panthouse

Ajeng mengekori petugas Marketing mengelilingi seluruh ruangan yang ada di sana, sementara Narendra memilih duduk di sofa ruang tamu. ia sama sekali tidak selera untuk berkeliling, Pikiranya malah berulang-ulang memutar kejadian tadi pagi dimana Rayna terang-terangan memuji Ardi

ponsel Narendra bergetar, dan Naren segera membukanya entah bagaimana jluntrungannya tapi ia berharap Rayna lah yang mengirim pesan.

Namun harapanya segera pupus, manakala yang mengirim pesan adalah nomor baru

+62... : Siang pak, kami sudah mengantar mobil pesanan bapak dan sudah diterima langsung oleh istri bapak

selang beberapa detik, nomor tersebut mengirim sebuah foto, di foto tersebut nampak Rayna dengan memakai gamis berwarna maroon dengan hijab coklat susu sedang berdiri di samping mobil lamborghini Aventador yang kelirnya telah di ubah menjadi berwarna pink strawberry milkshake

tanpa Narendra sadari, bibirnya menyunggingkan senyuman saat melihat senyum merekah Rayna di foto tersebut, Naren memang sudah memesan mobil itu sejak lama, tentu saja atas perintah mamahnya tapi ia selalu menolak saat pihak dealer ingin mengantarnya ke Apart. Menurutnya ia tidak perlu membelikan apapun untuk Rayna karena ia pasti bisa membeli segalanya dengan uang nya sendiri

"Ren" suara Ajeng memudarkan senyum memabukan milik Narendra

"Sudah?" tanya Naren

"Udah, aku suka aku mau ini aja" jawab Ajeng dengan suara manja yang biasanya akan langsung membuat adik kecil Narendra bereaksi

"Saya permisi dulu pak, buk tugas saya sudah selesai" petugas tersebut bergegas meninggalkan unit

"Loh, kok dia malah pergi gimana sih, bukanya bantuin ngurus proses administrasinya" Ajeng hendak mengejar tapi Naren segera mencegahnya

"Jeng, aku udah nyuruh orang juga buat ngurus entar kalau berkas nya udah lengkap akan langsung di antar ke rumah kamu nanti kamu tinggal takken aja abis itu resmi panthouse ini jadi milik kamu"

mendengar jawaban Narendra, Ajeng langsung berteriak girang sambil berlari kecil dengan gerakan memutar khas balerina sedangkan Narendra hanya tersenyum kecut menyaksikan wanita di depannya ini.

"gimana ya reaksinya kalau sampai dia tau aku beli ini bukan atas nama dia?" Narendra bertanya pada diri sendiri

"Jeng, kamu pulang nya naik taxi gakpapa kan?, aku harus segera ke kantor ada meeting" dusta Narendra.

hari ini ia benar aneh, selama tiga tahun Narendra menjalin kasih dengan Ajeng tak pernah sekalipun Narendra absen mengantar jemput Ajeng kecuali jika benar ada hal-hal yang urgent, tapi kali ini ia justru berbohong hanya demi agar tidak mengantar Ajeng pulang

"iya, aku pulang pakek taxi aja. kamu kerja yang bener ya supaya uang kamu tambah banyak" Ucap Ajeng sambil menepuk-nepuk pipi Narendra

setelah berpamitan Naren memacu mobilnya, bahkan ia tidak menunggu sampai taxi Ajeng datang terlebih dahulu

"arrggg...gue kenapa sih" Narendra mengacak acak kasar rambutnya dengan kasar

setelah kurang lebih dua puluh menit perjalanan Narendra sudah sampai di kantor Tunggal Jaya Grup.

***

ia bergegas menuju ruangannya.

Mata Naren terbelalak saat mesasuki ruang kerjanya, bagaimana tidak disana sudah ada Ardi dan Bayu yang tengah asyik mengobrol

"kalian berdua ngapain diruangan saya, Bay lo juga ngapain di kantor gue?"

"sellow bos, satu-satu tanya nya. minimal ucap salam dulu lah" jawab Bayu

"Assalamu'alaikum" ucap Naren sambil masuk dan duduk di kursi kebesarannya

"Wa'alaikum salam" jawab Bayu dan Ardi serempak

"jawab pertanyaan gue tadi"

"Jadi begini pak, saya yang meminta pak Bayu untuk datang kesini" Ardi membuka pembicaraan

"saya bingung pak, bagaimana cara mengcancel pertemuan dengan PT. Indraja Sejahtera saya takut kalau saya salah kasih alasan mereka malah mengundurkan diri dari proyek kerja sama kita. Akhirnya saya meminta pak Bayu untuk mengantikan bapak jadi pemimpin rapat karena pak Bayu kan CEO perusahaan kontraktor yang menangani proyek kita dan kebetulan sub bahasan hari ini adalah masalah progres pembangunan jadi menurut saya pas jika pak Bayu yang menghandle" jawab Ardi panjang lebar

"Trus hasilnya?"

"pihak Indraja merasa puas dengan penjelasan pak Bayu dan hasil pekerjaan kita pak"

Narendra hanya memangguk, soal loyalitas dalam bekerja Ardi memang tidak usah di ragukan lagi.

"holla semuanya, Assalamu'alaikum" Bagas tiba-tiba menyembul dari pintu dan masuk begitu saja

"ada apa, kenapa wajahnya pada tegang banget?"

diantara mereka bertiga tidak ada yang menjawab pertanyaan Bagas dan sukses membuat Bagas mendengus kesal

"kamu boleh kembali ke ruangan kamu" titah Naren pada Ardi

"baik pak"

"Gimana dapet panthouse nya?" tanya Bayu setelah Ardi menutup pintu

Naren memicingkan matanya, "Ardi cerita apa aja ke kamu?"

"jangan su'udzon sama Ardi, dia kan pengabdi setia lo mana mungkin dia jelek-jelekin lo lagian dia mana tau rencana kita"

'iya juga' pikir Naren

brakk... Ardi membuka pintu ruangan Naren dengan kasar dan langsung membuat semua yang ada di dalam ruangan melotot menatap Ardi

"Pak, ponsel bapak apa mati?" tanya Ardi dengan tergopoh gopoh

"lo kenapa sih" pekik Narendra

"Bu Rayna, telfon saya beliau bilang ponsel pak Naren gak bisa di hubungi"

"cih...trus lo mau pamer, tadi pagi di kasih sarapan trus sekarang dia lebih milih telfon lo dari oada gue?" seisi ruangan menjadi bau gosong akibat hati Naren yang terbakar cemburu

"Pak, bu Rayna sepertinya sedang ketakutan suara beliau terdengan bergetar seperti tengah menangis" lanjut Ardi

1
lovina
kirain cwenya hebat taunya luluh jg bego...pasaran ceritanya..kirain beda..bkn hasil dari otak author haisl baca2 novel lain🤣, dan ini semua para author lakukan..
PanggilsajaKanjengRatu: coba baca punya aku kak, Siapa tau gak pasaran🤭 judulnya “Cinta Yang Tergadai ” ada juga soal cinta virtual yang berhasil ke pelaminan “Akara Rindu dalam Penantian”
total 1 replies
Nurhartiningsih
baru awal baca udah nyesek
Wina Yuliani
seru.... ceritanya ringan tp bikin gereget, penasaran, ada sedih tp ada manis manisnya juga, gaskeun lah pokonya mah 👍👍👍👍
Wina Yuliani
rayna yg di kasih kartu aku yg ikut kelepek2 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!