Kehidupan Nana berubah total saat sang ibu tiada. Nana terpaksa tinggal bersama ayah dan ibu tiri yang memiliki dua anak perempuan. Perlakuan saudara tiri dan ibu tiri membuatnya menderita. Bahkan saat dirinya akan menikah, terpaksa gagal karena fitnah sang ibu tiri.
Setelah semua kegetiran itu, Nana memilih untuk bangkit. Dia bersumpah akan membalas semua perbuatan jahat yang dilakukan oleh ibu dan saudara tirinya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kumi Kimut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 - Ternyata
“Kamu kenal orangnya, Na?” tanya Tasya kaget dengan ekspresi wajah sang sahabat.
“Ini mirip dengan dokter yang merawatku.” Nana memperhatikan dengan detail wajah tampan dengan senyum manis yang mempesona.
“Ha? Kok bisa? Kenapa kita gak kenal cowok ini ya? Apa dulu culun?”
_____
Rumah Nenek Rita…
Jordan menuruti permintaan sang nenek untuk beristirahat tapi bukan untuk berlibur. Khusus hari ini, Dokter Jordan mengurung diri di kamar masa kecilnya.
“Huh, tak kusangka sejak bayi aku tidur disini,” ucap Jordan seraya menatap sekeliling yang terpajang banyak foto dirinya.
Drt!
Getaran ponsel terus menerus terdengar membuat Jordan kesal. Dia membuka pesan WA yang menumpuk dan tampak ada satu grup yang menambahkannya menjadi anggota.
“SMA Brillian Young? Bukannya ini SMA ku sebelum pindah ke Belanda?” gumamnya merasa ada yang aneh karena Jordan Cuma sekolah selama 1 tahun lalu harus ikut ayah dan ibunya dinas di negeri kincir angin itu.
Jordan iseng membuka grup itu. Dia melihat percakapan demi percakapan dan muncul nama Tasya.” Tasya? Dia cewek yang dulu pernah suka sama aku tapi karena aku gak ngrespon. Dia pacaran sama kakak kelas itu kah?” ucap Jordan sambil melihat foto profil Tasya.
Dan…
“Tasya dan … Nana? Apa benar ini Nana yang sama dengan wanita itu?” ucapnya masih tidak percaya. Jordan meletakkan ponselnya lalu menutup mata mencoba mengingat wajah Nana yang pergi begitu saja.
“Benar! Dia Nana yang itu!” ucapnya tanpa basa-basi langsung menelepon kontak Tasya.
Drt.
Ponsel terus berdering tanpa ada jawabannya. Jordan mulai gelisah. Akan tetapi setelah mendengar suara seorang wanita, ia mulai happy.
“Halo apa benar ini Tasya?” Suaranya begitu bersemangat. Senyum sumringah kembali lagi.
“Iya, ini siapa ya?”
“Aku Jordan, aku cowok pendiam yang dulu pernah sekolah di SMA yang sama denganmu terus pindah ke Belanda.”
“Ya ampun! Kamu kah? Kamu…yang menolakku waktu itu?”
“Sorry… aku memang salah waktu itu. Maafin aku… Tasya.”
“Huh, ya ya sudahlah. Aku juga sudah melupakannya. Karena kamu aku bisa jadi seorang dokter yang hebat. Penolakanmu membuatku berkembang dengan cepat.”
“Kamu maafin aku kan?”
“Iya iya aku maafin terus… ngapain kamu telepon aku? Ada yang penting?”
“Makasih Tasya. Hm iya… aku pengen konfirmasi soal cewek yang foto bareng kamu di profil WAmu. Apa benar dia Nana?”
“Loh… kamu kenal dia? Maksudku, dulu kalian bahkan tidak saling sapa. Aku juga belum terlalu dekat dengannya waktu SMA. Kami bersahabat sejak lulus kuliah sampai sekarang.”
“Aku pengen ketemu Nana.”
“Ha?”
“Mungkin kamu merasa aneh denganku tapi percayalah aku mulai menyukainya.”
“Whats? Apa ini masuk akal?”
Jordan menghela nafasnya.”Masuk akal. Aku yang menjadi dokter di rumah sakit pusat rehabilitasi. Aku merawat Nana, aku tahu semua masa lalunya. Aku juga bertemu Dimas… huh, percayalah Tasya. Dia pergi gitu aja tanpa pamit langsung sama aku, rasanya sangat tersiksa. Mungkin terlalu cepat untukku mengatakan cinta padanya. Setidaknya aku ingin melindungi Nana. Wanita itu tidak bersalah,dia hanya korban. Tasya, kamu bisa berikan ponselmu pada Nana? Aku pengen ngomong sama dia.
“Hubungan kalian cukup rumit ya? Okelah, kalian bicaralah.”
Beberapa detik berlalu dan suara itu terdengar lagi ditelinga Jordan…
“Apa benar ini dokter Jordan?”
Jordan hampir meneteskan air matanya karena rasa haru. Dia terisak.
“Dokter? Kamu kenapa? Kok kayak nangis?”
***
Bersambung…