Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Gajian Pertama
“Rezeki itu seperti hujan, datangnya tidak terduga tapi selalu ada untuk mereka yang sabar”
\_ Ayu Purnama\_
Tak terasa sudah 1 bulan, Ayu bekerja di toko milik Nazmi. Ayu kadang iri melihat teman-teman kampusnya, yang memiliki orang tua yang sangat sayang dan peduli pada anaknya. Berbeda dengan dia yang memiliki orang tua yang tidak peduli padanya, ibunya yang selalu marah-marah dan membeda-bedakannya hanya bapaknya yang sayang kepadanya.
Pagi hari itu seperti biasa, Ayu setelah sholat subuh pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan. Meski pun Evi dan orang tuanya selalu melarang Ayu untuk tidak memasak, tetapi karena sudah biasa di rumah Ayu selalu bekerja seperti di rumah sendiri menski pun sudah ada asisten rumah tangga.
“Non Ayu gak usah kerja, biar saya saja yang mengerjakan ini semua. Non Ayu diam saja dan duduk manis” Ucap Surti saat melihat Ayu akan mencuci piring
“Gak papa bi, saya sudah biasa bekerja seperti ini di rumah. Jadi selama di sini, saya merasa bosan karena jarang melakukan pekerjaan rumah” Jawab Ayu
“Tadi non Ayu sudah menanak nasi sama masak karena saya kesiangan datang ke sini, masa non Ayu harus cuci piring lagi” Ujar Surti
“Gak papa kok bi, tenang saja” Jawab Ayu
Mendengar pembicaraan dari luar, Evi keluar dari kamarnya untuk melihat siapa yang sedang berbincang itu.
“Oh… ternyata kalian, aku kita siapa” Ucap Evi
“Memangnya kenapa Vi ?” Tanya Ayu
“Suara kalian terdengar sampai ke kamar aku” Jawab Evi
“Maafkan saya non, karena mengganggu istirahat non Evi” Ujar Surti takut kena marah anak majikannya
“Gak papa kok bi, kok kamu pagi-pagi begini sudah ada di dapur sih Yu ?” Ucap Evi
“Aku bosan Vi, saja aku ke dapur aja karena sudah biasa kan kalau di rumah suka begini” Jawab Ayu
“Ya terserah kamu Yu, asal kamu enjoy dan jangan terlalu cape. Kamu kan nanti sore kerja di kakaknya teman kamu, kalau aku jadi kamu aku ogah harus kerja di rumah terus berangkat ke kampus lalu sorenya pergi bekerja ke toko orang lain” Ucap Evi
“Ini sudah menjadi keputusan aku Vi, aku di sini juga hanya numpang sama kamu tidak di perbolehkan untuk membantu membayar biaya listrik dan makan. Jadi aku mau bantu-bantu beres-beres sama siapin makan saja sambil menghilangkan rasa bosan aku” Ujar Ayu
“Kamu jangan bilang seperti itu, aku sama mama dan ayah juga ikhlas membantu kamu jadi kamu jangan berbicara seperti itu lagi ya. karena aku gak suka, ayo kita makan bersama, aku sudah lapar karena mencium wangi masakan kamu” Ajak Evi
“Ayo, ayo bi kita makan bersama” Ujar Ayu
“Kalian berdua saja non, bibi nanti saja” Tolak Surti
“Gak papa bi, kita makan bersama-sama” Ujar Evi
Lalu mereka makan bersama di meja makan, meski Surti agak sungkan untuk makan bersama dengan anak majikannya. Setelah selesai semuanya, Ayu berangkat bersama Evi ke kampus bersama-sama.
*****
Sepulang kuliah, karena tidak akan kegiatan lain Ayu langsung pergi ke toko milik Nazmi.
“Kok tumben jam segini sudah sampai di toko Yu ?” Tanya Nazmi
“Iya kak, karena kalau ke rumah dulu boros ongkos angkotnya jadi aku langsung saja pergi ke sini” Jawab Ayu
“Oh iya Yu, kakak hampir lupa” Ujar Nazmi
“Apa kak ?” Tanya Ayu
Ayu melihat Nazmi membuka tasnya, lalu mengeluarkan amplop putih dan memberikannya kepada Ayu.
“Ini gaji kamu bulan ini Yu, semoga bermanfaat” Ucap Nazmi
“Terima kasih kak” Ujar Ayu
“Sama-sama” Jawab Nazmi
Namun saat Ayu menghitungnya, uangnya lebih dan Ayu mengembalikannya.
“Kak, ini uangnya lebih kan harusnya 1 juta 5 ratus tapi pas saya hitung uangnya ada 1 juta 8 ratus” Ujar Ayu
“Kamu orangnya jujur yah Yu, itu bonus kamu karena kamu kan sudah beberapa kali COD an apalagi seringnya malam-malam” Jawab Nazmi
“Terima kasih ya kak, semoga rezekinya makin lancar” Ucap Ayu
“Amin…” Jawab Nazmi
Tak lama Ayu kepikiran untuk memasarkan dagangan Nazmi ke toko online, lalu Ayu meminta izin kepada Nazmi terlebih dahulu.
“Kak aku mau minta izin” Ucap Ayu
“Minta izin apa Yu ?” Tanya Nazmi
“Aku mau memasarkan dagangan di sini ke toko online, biar cepat laku karena aku lihat ada sebagian barang ada yang mendekati tanggal ekpire. Boleh kan kak ?” Ujar Ayu
“Boleh Yu, kalau itu menguntungkan buat toko. Aku serahkan semuanya sama kamu saja, asal toko untung” Jawab Nazmi sambil terkekeh
“Oke, kak” Ujar Ayu
“Tapi kamu sudah bisa mengendarai motorkan ?” Tanya Nazmi
“Udah kak, kan aku di ajari sama Risma” Jawab Ayu
“Bagus itu, kakak punya motor yang gak di pakai biar kamu yang pakai untuk mengirim dagangan dan kamu juga boleh pakai ke kampus biar gak naik angkot terus” Ujar Nazmi
“Terima kasih kak” Jawab Ayu
Tak lama pembeli berdatangan, karena Ayu sedang mendaftarkan online toko itu jadi yang melayani hanya Nazmi.
“Sudah kak selesai buat akunnya dan aku juga sudah memasarkan semua produk yang ada di sini, tinggal tunggu yang memesannya” Ujar Nazmi
Selang 1 jam, pesanan masuk ke nomor Ayu dan Nazmi dan Ayu bergegas untuk mengirimkan barangnya ke pembeli. Saat Ayu akan pergi, Asti istrinya Nazmi datang ke toko itu.
“Mau kemana kamu ?” Tanya Asti jutek
“Saya mau mengirimkan pesanan mbak ke tempatnya, permisi ya mbak” Jawab Ayu
Sepeninggalan Ayu …
“Mas kamu izinin dia pergi membawa motor kita ?” Tanya Asti
“Gak papa sayang, asal di pakai untuk toko kita dan dia juga sudah membantu kita untuk memasarkan dagangan di toko ini ke online jadi kita harus banyak stok barang yang tersedia” Jawab Nazmi
“Awas saja kamu kepincut sama dia, aku akan buat kamu menjadi ayam geprek” Ujar Asti sambil mengulek tangannya dengan tangannya sendiri
“Serem amat, istriku yang cantik ini. Kamu tenang saja, cintaku hanya untuk kamu seorang sayang” Jawab Nazmi sambil merangkul Pundak istrinya
“Janji ya mas ?” Tanya Asti
“Iya sayangku, pujaan hati aku” Jawab Nazmi
“Aku hanya mau minta doa kamu saja, semoga toko kita semakin ramai pembelinya dan kamu harus baik-baik sama Ayu karena dia sudah membantu kita untuk memasarkan toko kota” Lanjut Nazmi
Ting … Ting …
“Sebentar sayang, ada pesan masuk” Ucap Nazmi
Ayu [Kak tolong siapkan 3 kilo telur ayam, 1 kilo tepung terigu, setengah kilo tepung maizena, mentega 5 pak, susu full krim 8 kaleng rasa vanilla, air mineral dalam dus 3 dus. Sudah itu dulu kak]
Nazmi [Oke Yu, akan aku siapkan]
“Lihat nih, ada banyak pesanan. Ayo kita siapkan, nanti Ayu yang akan membawanya” Ujar Nazmi sambil melihatkan layar ponselnya
“Iya mas, ayo kita siapkan” Jawab Asti
Setelah semua di siapkan, tak lama Ayu datang sambil menyerahkan uang penjualannya kepada Nazmi.
“Assalamu,alaikum kak, ini uangnya” Ucap Ayu
“Wa’alaikumsalam, ini kakak terima ya dan ini pesanan yang kamu pesan tadi. Apa kamu bisa membawanya ?” Ujar Nazmi
“Paling dua kali berangkat kak, karena aku belum bisa membawanya sekaligus” Jawab Ayu
“Biar kakak bantu, biar cepat sampainya” Ujar Nazmi
“Kalau kakak ikut mengirimnya, toko gimana kak ?” Tanya Ayu karena tidak enak dengan Asti
“Tenang ada Asti yang akan menunggunya” Jawab Ayu
“Iya Yu, biar aku yang tunggu di sini dan kalau ada pesanan yang mendadak kamu bisa kirim pesan sama aku biar aku yang nyiapin” Ujar Asti
“Siap kalau gitu kak, aku mau minta nomor kak Asti biar nanti kalau ada pesanan aku kirim pesan ke kak Asti” Jawab Ayu
“Nomonya 085xxxxx, itu nomor aku” Ujar Asti
“Aku ping kak ya” Kata Ayu
Ting …
“Udah masuk” Ucap Asti
“Kalau gitu aku langsung berangkat takut di tunggu sama pelanggan, assalamu’alaikum” Pamit Ayu
“Wa’alaikumsalam” Jawab Asti
Setelah kesibukan kirim mengirim pesanan, akhirnya Ayu, Nazmi dan Asti bisa istirahat sejenak.
“Alhamdulillah yah, hari ini pesanan banyak” Ucap Nazmi
“Iya rezeki hari ini, semoga besok lebih dari ini” Jawab Ayu
“Kak toko online tutup dulu atau masih buka aja ?” Tanya Ayu
“Tutup aja Yu, takut kita kecapean nanti sakit. Ini juga udah alhamdulillah, kita jangan serakah akan materi. Sebentar lagi adzan magrib, kamu pulang duluan saja sayang. Istirahat di rumah, toko sebentar lagi juga akan pulang. Kita tutup sesudah adzan magrib saja ya” Ujar Nazmi