NovelToon NovelToon
NISKALA

NISKALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Action / Persahabatan / Light Novel / Sci-Fi
Popularitas:90
Nilai: 5
Nama Author: Kazennn

Bercerita tentang mahasiswa yang melakukan KKN disebuah desa dengan banyak keanehan. Banyak hal yang terjadi sampai membuat kami mendapatkan banyak masalah yang tidak masuk akal. Namun perlahan kami beradaptasi dan nantinya membongkar misteri dari desa tersebut. Kira-kira misteri apa saja itu. Ini adalah cerita fantasy persahabatan yang menakjukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazennn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekuatan Pikiran

Beberapa saat kemudian pagi pun datang, kami dibangunkan oleh Putra karena ada yang harus dilakukan

“Dani, bangun” ujarnya lalu Dani pun bangun

“Kalian mau kemana?” tanya ku

“Kebalai desa” jawab Putra

“Ngapain?”

“Nanti aku jelasin, sini bantu bawa Dani kesana” kata Putra lalu kami pun membawa Dani pergi bersama menuju balai desa. Namun karena aku harus pergi kesekolah sehingga setelah mengantar Dani langsung kembali lagi ke posko. Saat itu dibalai Rupanya Putra melakukan semacam persembahan begitu disana lalu dia berdoa. Saat itu tiba-tiba keadaan sekitarnya berubah menjadi suatu tempat yang berkabut lalu tak lama kami melihat Dani yang sedang berdiri

“Danii” panggil Fatin

“Itu Dani kan, sini” bicara juga Aisyah memanggil teman mereka itu namun Dani sama sekali gak merespon lalu tiba-tiba disampingnya berdiri sesosok makhluk aneh dimana seluruh tubuhnya menyerupai manusia kecuali kepalanya yang menyerupai hewan anjing. Mereka semua pun terdiam dan ketakutan saat makhluk tersebut menatap kearah mereka. Setelah itu Putra pun mencoba mengajak makhluk setengah anjing itu dengan menggunakan bahasa yang tak dimengerti oleh teman-temanya. Putra seperti sedang melakukan negosiasi untuk menukarkan roh Dani agar bisa kembali ketubuhnya namun manusia anjing itu menolak kecuali dengan syarat-syarat tertentu

“Apa itu” tanya Putra lalu manusia anjing itu menjelaskanya dan setelah itu Putra pun memberikan persembahannya pada makhluk tersebut lalu mereka pun kembali kedunia yang semula.

“Makluk apa itu tadi?” tanya Ruka yang juga ada dibalai bersama Zee, Sri, Fatin, Dila, Eni, dan Anwar

“Penjaga balai ini” jawab Putra lalu menjelaskan bahwa karena Dani telah mengganggu ketenangan dibalai sehingga membuat makhluk tersebut marah hingga akhirnya mengambil ruh Dani.

“Terus bagaimana dengan Dani?” tanya Sri

“Tenang saja, dia akan baik-baik saja” jawab Putra pelan

“Syukurlah kalau begitu” kata Ruka lalu mereka pun berjalan kembali ke posko

“Tunggu, a-apa yang terjadi barusan” bicara Anwar

“Kali ini jawab aku dengan jujur”lanjutnya

“Yang lain kenapa biasa saja, Fatin...Zee...kalian juga melihatnya kan tadi” lalu Eni segera menarik Dani dari Zee dan Sri

“Dani sadar lah, kamu nggak apa-apa kan” tanyanya namun Dani masih diam saja

“Kalian menyembunyikan sesuatu dari kami yah, jawab dengan jujur” ucap lagi Anwar

“Apa jangan-jangan semua keanehan yang terjadi selama ini kalian tau. Apa yang dibahas oleh Enal itu benar terjadi” Anwar serius memperhatikan teman-temanya itu

“Aa-apa, kamu ini bicara apa sih” balas Putra

“Jangan pura-pura, aku bukan anak kecil yang bisa dibodohi” tukas Anwar lalu Ruka berjalan mendekatinya. Dia mengangkat tanganya tepat diwajah Anwar sambil menggerakanya pelan

“Ehh, a-apa yang kamu laku-ka—” Anwar seketika langsung diam, tatapanya jadi kosong.

“War...Anwar, kamu kenapa” panggil Eni tapi temannya itu gak menjawab lalu dia melihat kearah Ruka

“A-apa yang kamu lakukan pada Anwar” tanya nya

“Tenang aja, dia baik-baik aja kok. Palingan cuman lupa sedikit” jawab Ruka

“Maaf yah Eni” bicara Dila

“M-maksudnya?” Eni tidak mengerti lalu Ruka juga berjalan menghampirinya dan kembali mengangkat tanganya didekat perempuan itu.

“Teman-teman, apa nggak apa-apa seperti ini terus” ujar Sri

“Kita beritahu aja lah yang sebenarnya pada mereka” lanjutnya

“Belum saatnya” balas Zee lalu mereka pun lanjut berjalan menuju posko.

...

Sementara itu ditempat lain tepatnya disekolah, aku yang sedang berada dalam kelas tiba-tiba saja sudah berada dalam dunia imajinasi milik anak-anak. Namun kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Dunia imajinasi yang ini terpisah-pisah menjadi delapan bagian yang berbeda-beda.

“A-apa yang sebenarnya terjadi?Dimana ini?” tanya ku sedikit terkejut lalu tiba-tiba muncul raksasa besar yang hampir saja menginjak ku

“J-juna?” celetuk ku melihat Juna yang menjadi raksasa lalu datang juga anak-anak lain dengan keanehan mereka masing-masing seperti mainan rusak, boneka ceria, gumpalan awan dan lain-lain. Aku pun mundur kebelakang sampai terjatuh karena merasa ketakutan lalu tiba-tiba seseorang muncul dan menahan anak-anak tersebut.

“Kamu baik-baik aja” tanya orang tersebut lalu mengulurkan tanganya padaku

“Umm” balas ku lalu terkejut kembali melihat wajah orang tersebut yang sangat familiar.

“Ini namanya dunia imajinasi,dunia yang terbentuk karena pikiran anak-anak” ucap orang tersebut lalu dia menjelaskan semuanya padaku tentang banyak hal baru padaku.

“Tenang aja, semuanya baik-baik aja kok. Walau aneh tapi nggak usah mikir berlebihan” tuturnya. Dia juga memberitahu kalau ingatan ku pernah dihapus lalu langsung mengembalikanya.

“S-siapa kamu sebenarnya?” tanya ku lalu orang tersebut hanya tersenyum dan setelah itu menyebutkan namanya dengan jelas.

“Nikmatilah dunia imajinasi ini, bermainlah bersama anak-anak. Sama satu hal lagi, jangan keliatan murung didepan mereka, nanti kamu gak disukai” katanya terakhir sebelum akhirnya menghilang.

“Ha?A-apa yang sebenarnya baru saja terjadi” gumam ku seperti masih belum percaya namun keadaan yang aku alami saat itu benar-benar sangat nyata hanya saja aku gak bisa menjelaskanya secara masuk akal.

“Huff” aku menghela nafas terlebih dahulu lalu mulai bicara

“Adik-adik tolong perhatiannya dulu” ucap ku. Untuk sesaat suaraku berhasil membuat mereka diam tapi tak lama mereka langsung ribut lagi. Aku pun bingung harus berbuat apa lalu teringat ucapan diriku yang sebelumnya.

“Untuk mendapatkan hati anak kecil, kamu harus menjadi teman mereka. Coba lah untuk masuk kedunia mereka dan pahami apa yang mereka inginkan”

Setelah itu aku pun mencoba untuk mendekati mereka satu persatu dengan masuk ke dunia mereka. Dan berhasil, mereka jadi sedikit mendengarku dan akhirnya kami bisa saling berkomunikasi.

“Perkenalkan nama kakak Enal” ucap ku dengan lantang. Anak-anak yang mendengarnya diam lalu tak lama salah satu anak bicara

“Aku namaku Andika” seorang anak yang paling aktif lalu teman-temanya pun ikut memperkenalkan diri. Juna yang sangat nakal, Rara yang ceria, Kais yang konyol, Athala yang pendiam, Ulfa dan Nisa yang bersahabat lalu terakhir Azizah. Saat itu mereka semua tersenyum kepadaku sehingga membuatku malah jadi canggung.

“Kakak malu-malu, ciee” bicara Andika lalu mereka mengejek ku lalu tiba-tiba Juna menjadi raksasa dan mengganggu teman-temannya

“Issh Juna, jangan nakal” ucap Rara lalu Athala menciptakan pelindung yang melindungi kami. Setelah itu Andika berteriak “ Kecil” lalu seketika ukuran tubuh Juna mengecil sampai seukuran semut dan selanjutnya mereka meniup Juna sampai terbang tapi tak lama anak itu kembali pada ukuran tubuhnya yang semula. Dia terlihat kesal pada teman-temanya, “Awas kamu yah Andika” katanya

“Ayo kakak juga berimajinasi” ujar Rara

“Iyah kak, caranya gampang kok. Pikirkan apa pun maka itu akan langsung muncul” kata Ulfa mencoba untuk mengajariku

“Gini kak” Kais memikirkan sebuah es krim lalu tiba-tiba es krim muncul ditanganya namun hanya sepotong saja sehingga teman-temannya pun menertawainya

“Eh kenapa ini, siapa yang makan” Kais bingung tapi setelah itu dia cengir. Sementara itu Juna memukuli pelindung yang dibuat oleh Athala

“Ayo kak, sebelum Juna menghancurkan pelindungnya” ucap Andika lalu aku mulai memikirkan sesuatu

“Huff” aku sambil menutup mata memikirkan sesuatu yang tenang lalu munculah angin yang sejuk, suasana berubah jadi malam dan dingin. Anak-anak pun merasa nyaman dengan hal tersebut bahkan Juna jadi lebih tenang.

“Ini pikiran kak Zen yah, nyaman banget” kata Andika

“Umm, sejuk juga” sambung Kais lalu aku pun membuka mataku untuk melihat hasil dari imajinasiku itu tapi tiba-tiba muncul awan gelap lalu hujan turun dan angin bertiup jadi kencang. Anak-anak pun jadi ketakutan, Athala mencoba untuk melindungi dengan pelindungnya tapi tak kuat.

“A-apa ini” gumam ku

“Kak tenang kak...cukupp” anak-anak memeluk ku karena ketakutan

“Aku gak bisa menghentikanya” keluh ku

“Berhentiii” teriak Andika lalu semuanya bencana buruk tadi langsung hilang.

“Huh hah huff” nafas ku jadi tak beraturan

“Kakak nggak apa-apa” tanya anak-anak melihat ku yang keringatan

“Enggak apa-apa” balas ku.

Saat itu aku memikirkan kembali mengenai apa yang terjadi, kenapa bencana seperti tadi tiba-tiba muncul. Padahal aku hanya memikirkan sesuatu yang tenang tapi yang muncul malah sesuatu yang lebih buruk. Aku pun minta maaf kepada anak-anak karena sudah membuat mereka ketakutan. Suasana pun jadi sedikit canggung karena hal tersebut lalu Rara berusaha untuk mencarikan suasana kembali dengan mengajak untuk bermain. Awalnya aku menolak namun anak-anak lain ikutan ingin bermain juga hingga akhirnya kami pun bermain—masuk kedalam kedalam dunia imajinasi bermain mengikuti imajinasi mereka yang unik dan merepotkan.

 

 

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!