semua wanita pasti menginginkan kebahagiaan menjalani rumah tangga nya
begitupun dengan rara, dia menikah dengan pujaan hatinya yang sudah berpacaran selama tiga tahun dan akhirnya Rio menikahinya pesta begitu ramai , namun sangat disayangkan di malam pertama nya rasa harus menjadi janda, dua memilih menjadi janda daripada harus mempertahankan runah tangga nya yang masih seumur satu hari itu, rasa tak sengaja menemukan suaminya sedang bersama seorang wanita dan berapa hancur seketika perasaan rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SENYUMAN KECIL RARA
"aduh.maaf mbak! "
rara menatap ke arah suara tersebut
"iya.. "
"kamu gak apa apa?? "
"iya gak papa kok"
"rara!! "
rara menatap pria itu dan sempat terdiam sebentar lalu membulatkan mata
"pak dokter"
"panggil jon aja"
"eh iy.. maaf"
"kamu gak apa apa kan.. aku minta maaf "
"sudah.. gak apa apa kok dok.. eh jon" keduanya pun tersenyum
"kamu sendiri ke sini?? " tanya jon lagi
"iya.. kamu sendiri?? "
*"sama.kami baru mau belanja?? * tanya jon lagi*
"iya.. baru mau masuk"
"yaudah.. bareng aja! "
"bukan nya pak... eh kak jon sudah mau keluar"
"tadinya sih iya. " rara mengerutkan kening
"yaudah yok.. " ucap jon lagi, lalu keduanya pun masuk berkeliling untuk berbelanja
"gimana kabar kamu selama ini?? " tanya jon
"alhamdulillah baik.. kamu sendiri?? "
"sama.. hehe" keduanya kembali terdiam sambil melangkah setelah selesai belanja jon menuju meja kasir untuk membawa belanjan rara yang dia bawa
Saat kasir menyebutkan nominal belanjaan rara sebelum rara mengeluarkan uang jon lebih dulu mengeluarkan kartu ATM nya
"biar ku aja kak"
"gak apa apa.. aku aja.. anggap saja lagi ditraktir " ada rasa tak enak dihati rara
"mobilnya dimana?? " tanya jon setelah keluar sambil membawa barang belanjaan rara
"aku gak bawa mobil, tadi naik taksi, "
"yaudah.. bawa ke mobilku saja nanti biar aku yang antar!! "
"eeh.. gak usah.... aku terlalu merepotin kak jon" tolak rara
"gak apa apa.. aku gak merasa direpotin kok"
Rara menyelipkan rambutnya kebelakang telinganya lalu melangkah mengikuti jon ke arah mobil
Setelah semua barang dimasukkan ke bagasi mobil jon pun masuk kedalam mobil nya, di kursi samping kemudi sudah ada rara yang duduk sedikit canggung, tiba tiba jon memasangkan seatbelt pada rara, rara reflek memundurkan kepalanya namun terhalang kursi wajahnya begitu dekat dengan pipi jon detak jantung nya berdebar tak karuan setelah selesai jon menatap rara, kini keduanya saling bertatapan dengan posisi wajah keduanya sangat dekat, tiba tiba ponsel jon berbunyi suara tersebut menyadarkan keduanya jon langsung mundur dan kembali duduk di kursi nya, rara berusaha menetralkan perasaannya sedangkan jon menerima panggilan telepon diluar mobil, setelah beberapa menit jon kembali masuk kemobil
"mau pulang, atau mau ke suatu tempat dulu?? " tanya jon pura pura seperti tidak terjadi apa apa barusan namun jauh di dalam hatinya dia mengutuk dirinya
"langsung pulang aja" jawab rara sedikit malu
Saat diperjalanan jon kembali membuka suara
"emm.. besok.. emmm.. besok kamu ada kegiatan gak?? " tanya jon terbata
rara menoleh
"besok... kayaknya gak kemana mana.. emang kenapa?? "
"boleh aku minta waktunya nya sehari aja.. emm itu eee kalau kamu gak sempat gak apa apa"
"emang nya mau kemana"
"aku diundang mama makan malam, dan maaf,,, apa kamu bisa bantu aku untuk pura pura jadi pacar aku,,, keluarga ku selalu mencarikan aku jodoh tapi aku gak mau... maaf ya kalau aku menyeret kamu dalam masalah keluargaku" rara diam beberapa saat setelah mendengar permintaan lelaki di samping nya itu
"nanti aku pikirkan dulu ya.. aku takut kalau aku gagal dan kamu dalam masalah "
"oh kalau itu kamu gak perlu khawatir.. nanti biar aku yang jawab pertanyaan keluarga ku.. "
"nanti aku pikirkan ya!! "
"iya.. maaf yaa sudah merepotin kamu" rara mengangguk
"makasi ya kak sudah bantuin aku dan nganterin " ucao rara setelah sampai dirumah nya
"iya sama sama.. aku pulang dulu ya" pamit jon lalu melajukan mobilnya
"khem khem" bu hasna berdehem terdengar seperti ejekan pada putrinya yang baru masuk
"mamah.. "
"pacar kamu ya?? " goda sang ibu
"pacar.. yang mana mah!! "
"yang barusan anterin kamu? "
"mah ah.. sembarangan " ucap rara malu malu
"gak perlu malu malu begitu.. mama lihat juga dia orang nya baik kok , orang mana? goda sang ibu lagi
"dia.. dia dokter mah.. namanya jon dia yang pernah menangani mama waktu kecelakaan" bu hasna seketika terdiam
"serius kamu nak"
"iya mah"
"waaah.. jangan jangaan!! "
"jangan jangan apa mah" ucap suaminya yang tiba tiba memotong pembicaraan nya dari belakang
"aku keatas dulu mah,pah"pamit rara pada kedua orang tuanya ia tidak mau jika orang tuanya bertanya lebih banyak lagi tentang lelaki yang baru mengantar nya
" ada apa sih mah?? "
"papa kepo banget deh" ucap bu hasna tersenyum lalu melangkah masuk ke ruang TV
Setelah makan malam rara duduk di balkon kamarnya matanya menikmati pemandangan malam tiba tiba ponselnya berbunyi
"halo assalamu'alaikum"
"waalaikumsalam salam bidadariku" mata rara melotot
"hehe bercanda.. lagi belajar " sambungnya lagi dan rara pun tersenyum tanpa sadar
"lagi apa dek?? "
Tanya jon menyiarkan rara dari senyuman nya itu
"gak lagi ngapa ngapain.. cuma lagi duduk saja"
"oooh.. sudah makan malam"
"sudah"
HENING,,,