seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 33
Flash back on
Dua puluh lima tahun lalu
Disebuah rumah sakit Inggrid dan Hartawan sedang menanti kelahiran anak pertama mereka
Inggrid kini berada di ruang bersalin di temani oleh suaminya dan dokter yang sedang menangani nya waktu itu.
Tepat di ruang sebelah Inggrid juga terjadi ada seorang ibu yang juga akan melahirkan.
Inggrid kini sedang berjuang untuk melahirkan bayinya..
Saat sedang berjuang tiba tiba saja Hartawan menerima telepon dari seseorang yang entah siapa.
Tanpa perduli dengan keadaan Istrinya, hartawan bergegas keluar dari ruang bersalin.
Inggrid tidak peduli akan hal itu karena baginya keselamatan bayinya begitu penting.
Tepat saat akan melahirkan, Inggrid tidak sadarkan diri.
Karena darurat.. tim dokter pun melakukan tindakan operasi..
Saat melahirkan, nyonya Yasmin berada diluar kota , sehingga nyonya Yasmin tidak mendampingi anaknya tersebut.
Entah apa yang terjadi,, setelah sadar Inggrid malah dikagetkan dengan kabar duka.. anak yang di lahirkan tidak selamat.
Namun tiba tiba Hartawan membawa bayi perempuan. Bayi yang dilahirkan oleh wanita berada disebelah ruangan Inggrid.
" anak siapa ini Wan ?" Tanya Inggrid
" anak ibu yang disebelah.. dia meninggal setelah melahirkan nya. Sedangkan dia tidak memiliki keluarga lain lagi. Jadi saya membawa nya kemari. " sambil menciumi bayi tersebut dengan penuh kasih sayang
" tapi Wan,,, apa ini tidak akan menjadi masalah nantinya. Siapa ayah nya nanti akan mencari nya Wan?" Tanyanya lagi.
" kamu tenang saja Inggrid,, bayi ini tidak memiliki keluarga lagi. Ibunya dari panti asuhan. Sedangkan ayahnya entah kemana, karena menurut dokter, wanita itu hamil diluar nikah. " ucap Hartawan meyakinkan istrinya.
" baiklah,, berikan padaku bayi itu. Sepertinya dia kehausan. "
Hartawan menyerahkan bayi tersebut pada Inggrid, lalu Inggrid memeluknya dan juga menyusuinya dengan lebih kasih sayang..
Bayi tersebut diberi nama Serly Hartawan..
Setelah usia Serly satu tahun. Tiba tiba datang seorang wanita mengaku ibu dari bayi tersebut serta istri Hartawan,,
Inggrid jadi syok dan sakit hati.
Tapi anehnya wanita itu tidak meminta Serly kembali. Dia hanya meminta sejumlah uang .
Sebelum pergi dia berpesan agar mencari anak kandungnya. Dan memberikan sebuah alamat panti asuhan.
" carilah anak kandung mu Inggrid,, sesungguhnya Hartawan menukarkan bayimu dangan bayiku saat itu. " ucap wanita yang mengaku ibu kandung Serly. " anakmu masih hidup dan dia pasti laki laki. Entah apa rencana Hartawan menukarkan bayi kita,
Sesungguhnya saya datang kemari Hartawan tidak tau .. jika dia mengetahui itu makan dia bisa saja melenyapkan aku. " ucapnya lalu berdiri setelah wanita itu menerima uang dari Inggrid.
Inggrid makin syok..
Lalu diam diam Inggrid mengunjungi alamat tersebut. Dan menanyakan tentang bayi laki laki yang di maksud wanita itu.
Setelah menemukan nya, Inggrid melakukan tes DNA. Dan benar saja Serly bukanlah anak kandungnya. Sedangkan bayi itu adalah anak kandung nya.
Lalu diam diam Inggrid merawat bayi itu melalui orang lain tanpa sepengetahuan Hartawan suaminya.
Flash back end
"******
Inggrid menangis tersedu-sedu setelah menceritakan tentang masa lalunya.
Lalu nyonya Yasmin memeluk Inggrid dengan penuh kasih sayang.
" ibu sebenarnya sudah tahu semua itu Inggrid. Ibu hanya ingin kamu jujur pada ibu . Bahkan ibu tau siapa itu. Ibu juga tau sekarang dia berada dimana, " ucap nyonya Yasmin tenang
Inggrid pun menoleh kearah ibunya dengan tatapan bingung.
" jadi maksud ibu.. ? " Inggrid menggantung pertanyaan nya.
Nyonya Yasmin seakan tau apa yang akan dikatakan oleh Inggrid.
" bahkan sebelum usia anakmu satu tahun, ibu sudah tau. Tapi sengaja tidak mengatakan apa-apa, karena Hartawan tidak menginginkan anakmu itu. Dan yang dikatakan wanita itu semua benar. Bahkan wanita itu telah dibunuhnya," ucap nyonya Yasmin .
Inggrid lagi-lagi syok.. ternyata selama ini dia telah ditipu mentah-mentah oleh suaminya sendiri.
"Tapi untuk apa Bu dia melakukan itu ?"
" Itu yang belum ini tau. Jadi kamu harus hati-hati dengan suami mu itu. Ingat dia orang yang sangat licik. Tapi masih ada lagi yang lebih berbahaya dari suamimu. Jadi untuk saat ini tetap lah diam, tunggu kabar dari ibu. Soal Nadila mungkin sekarang akan jadi sasaran empuk untuk musuh musuh kita."
" baik Bu,,, " Inggrid lalu menghela nafas panjang. " sebenarnya waktu kejadian Zahra kecelakaan itu, saya hanya menyerempet mereka, namun tiba tiba dari arah berlawanan ada sebuah mobil melaju kencang langsung menabrak mereka, membuat Zahra meninggal ditempat juga Bastian bernasib sama. "
" ibu sudah tau. Dan ibu juga perbuatan suami mu, jika saja ibu bukan pemimpin perusahaan dan juga memiliki saham tujuh puluh persen. Mungkin ibu juga akan dibunuh nya. Namun jika ibu meninggal dunia sebelum Nadila cukup umur, maka semua aset kita di hibahkan pada instansi terkait. Sesuai dengan surat wasiat ayahmu. Jadi dia membiarkan ibu hidup sampai saat ini . begitu juga dirmu. "
" jadi,,,," lagi lagi Inggrid kaget .
Sungguh ini semua diluar dugaan..
" berhati-hatilah.. "
" baik Bu. Aku akan berhati-hati. "
Lalu Inggrid dan nyonya Yasmin membahas tentang Nadila.. setelah itu Inggrid pun pulang
Sedangkan nyonya Yasmin melanjutkan pekerjaan yang tertunda.
********
Dikediaman utama tuan Wirya.
" siapa yang menyuruhmu untuk memata matai kami?" Tanya tuan Wirya.
" tidak ada tuan. " ucap wanita tersebut.
Ternyata pelayanan dirumahnya itu adalah mata mata atas perintah seseorang.
Plak plak
Bug bug
" katakan,," bentaknya
Wanita muda itu tetap bungkam. Walau kini tubunya benar benar Hancur.
Terdengar suara langkah kaki menuju ketempat mereka yang tidak lain adalah nyonya Masayu.
" bagaimana Pi,? " Tanya nyonya Masayu sambil tersenyum menyeringai.
" dia tidak mengatakan apa-apa. Dia tetep memilih bungkam walaupun anak buah kita sudah menyiksanya.. " ucap tuan Wirya sangat frustasi.
" ohhh, serahkan saja sama mami kebetulan mami mau main dandan dandanan. Hummm sepertinya Asyik.. " serunya.
Anak buah tuan Wirya hanya bergidik ngeri mengingat bagaimana nyonya Masayu menyiksa targetnya.
Wanita tersebut hanya tersenyum sinis melihat itu.
' apa yang bisa dilakukan oleh wanita tua ini ' pikir nya.
" hmmm papi , mami ingin melukis hari ini.. " ucap nyonya Masayu dengan mata berbinar,,,
Tuan Wirya melirik anak buahnya.
Anak buahnya pun mengerti dengan kode yang diberikan oleh bosnya.
Tak lama kemudian anak buah tuan Wirya Mauk kembali dengan membawa beberapa alat yang tak lazim.
Kuas dari besi. Dan beberapa zat kimia.
Serta gambar absurd.
Nyonya Masayu berdiri lau berbisik pada pelayan itu.
" wajah mu terlalu cantik jika dibiarkan polosss
Aku akan melukis dengan cantik hingga kamu tidak pernah lupa kecantikan itu. " Ucap tajam sambil menjambak rambut nya dengan kasar.
Si pelayan pun menjerit..
Ahkkkk
Melihat itu tuan Wirya pun berkata pada istrinya.
" mami lanjutkan saja melukis nya. Papi ada urusan. Ardhana sudah menunggu di depan. " ucapnya.
" baiklah papi. Mami akan bersenang senang. Setelah sekian lama tidak melukis seperti ini " ucapnya santai.
Tuan Wirya pun pergi dari sana.
Nyonya Masayu melanjutkan kegiatan nya.
" Sebelum saya melukis wajah'mu kuharap kamu akan mengatakan siapa yang menyuruhmu." Tanyanya dengan nada lembut.
Cuih,,
Pelayan itu meludahi wajah nyonya Masayu lalu tersenyum sinis dan berkata dengan nada mengejek
" wanita tua seperti kamu tidak akan bisa melakukan apapun padaku. "
Hahahaha
Nyonya Masayu tertawa terbahak-bahak mendengar itu.
" baiklah,mari kita lihat apa yang akan dilakukan oleh wanita tua ini. " lalu nyonya Masayu memakai kos Tangan
Setelah itu dia mempersiapkan semua yang dibutuhkan oleh nyonya Masayu
Dengan perlahan mulai melangkah mendekati pelayan itu.
Lalu nyonya Masayu mengoleskan sesuatu pada wajahnya.
Ahkkkk
Ahkkkk
Ahkkkkkkm
Pelayan itu histeris..
Ternyata nyonya Masayu mengoleskan cairan kimia yang bisa membakar wajah nya.
" hentikan,,, ahkkkkk,, panas.. " dia menjerit keras..
Sungguh ini di luar dugaan..
" bagaimana sayang.. apakah lukisan ku bagus.. ?" Sambil memberi cermin pas di depannya.
Wanita itu jadi syok.
" Apa yang kamu lakukan pada wajah ku.. ahhkkk Tidakkk tidak.. ,,,arrghhkkkkk .. "
" jawab pertanyaan ku sekarang dengan jujur. Jika tidak maka saya akan melakukan hal yang lebih gila dari ini. Setelah wajahmu, lalu di sini. " Tunjuknya pada dada wanita itu.
" baik , baik saya akan mengantarkan semuanya,, tapi saya mohon setelah ini tolong obati lukaku nyonya. " ucapnya dengan nada memohon.
" cihhhhh, dasar tidak tau malu, tapi baiklah kalau itu maumu. Sekarang cerita kan semuanya." Ucapnya lalu duduk di depannya sambil melipat ke dua tangan di dada.
" Dia sebenarnya,,,,,,,,,,