NovelToon NovelToon
Sajadah Untuk Sang Kupu-kupu

Sajadah Untuk Sang Kupu-kupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

​Sebuah jam tangan tua milik sang ibu menghilang, membawa Ustadz Adnan pada sebuah nazar yang menguji keimanannya di mata manusia. Ia berjanji: jika pria yang menemukannya, akan ia beri sawah; jika wanita, akan ia jadikan istri.
​Namun, semesta seolah sedang menguji nuraninya saat jam tersebut kembali melalui tangan Kinan—seorang wanita penghibur yang merasa dirinya telah ternoda oleh pekatnya dunia malam.
​"Saya ini bukan bidadari surga, Ustadz. Mana mungkin saya bisa bersanding dengan Anda?"
​Bagi Adnan, Kinan bukanlah sebuah kesalahan, melainkan pintu dakwah yang paling nyata. Namun, keputusan Adnan melamar Kinan memicu badai penolakan. Keluarga, santri, hingga masyarakat mengecam sang Ustadz karena dianggap mencoreng martabat gelarnya demi seorang "pendosa."
​Di antara cibiran dunia dan upaya Kinan untuk lari dari masa lalunya, Adnan tetap teguh pada prinsipnya: "Saya mencari teman menuju surga, bukan seseorang yang merasa sudah memilikinya."


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Kinan berdiri mematung di tengah kerumunan pasar yang mulai berbisik-bisik.

Tatapan orang-orang di sekitarnya terasa seperti ribuan jarum yang menusuk kulitnya.

Kejadian tadi—pelukan kasar mantan pelanggannya dan amarah Adnan—seolah menariknya kembali ke kubangan lumpur yang ingin ia lupakan.

"Lepaskan aku, Mas..." bisik Kinan serak, suaranya nyaris hilang ditelan kebisingan pasar.

Ia mencoba menarik tangannya dari genggaman Adnan.

"Tolong, ikhlaskan aku pergi. Lihat sendiri, kan? Sampah akan tetap menjadi sampah. Aku hanya akan mengotori nama baikmu, merusak martabatmu sebagai Ustadz."

Air mata Kinan luruh lebih deras. Ia merasa dunia malam akan selalu membuntutinya, tak peduli sejauh mana ia berlari.

Ia tidak sanggup melihat tangan Adnan yang biasanya memegang kitab, kini harus mengepal dan memukul orang demi wanita hina seperti dirinya.

"Aku tidak pantas untukmu, Mas. Pulanglah sendiri. Biarkan aku hilang saja," isak Kinan lagi, tubuhnya lemas hingga ia nyaris bersimpuh di aspal.

Namun, Adnan tidak melepaskannya. Alih-alih menjauh karena malu, Adnan justru mempererat genggamannya.

Ia menarik Kinan ke dalam pelukannya dan menghalangi pandangan orang-orang yang menonton mereka.

"Kinan, tatap Mas," ucap Adnan dengan nada rendah namun sangat tegas.

"Mas tidak pernah menyesali apa pun yang terjadi hari ini. Kamu bukan sampah. Kamu adalah amanah yang Allah titipkan padaku."

Adnan menyeka air mata di pipi Kinan dengan ibu jarinya, mengabaikan bisikan orang-orang di sekitar mereka yang mulai mengenali Adnan sebagai putra Kyai Mansyur.

"Kita bicara di rumah saja ya, Sayang. Di sini bukan tempat yang tepat," bisik Adnan lembut, namun penuh penekanan.

Kata 'Sayang' itu meluncur begitu tulus, seolah ingin menegaskan status Kinan di hidupnya.

Sepanjang perjalanan pulang, Kinan hanya terdiam, memeluk pinggang Adnan dengan sangat erat, menyembunyikan wajahnya di punggung suaminya.

Ia merasa takut, namun di saat yang sama, ia merasakan kehangatan yang luar biasa dari punggung kokoh yang baru saja bertarung demi kehormatannya.

Sesampainya di gerbang pesantren, hari sudah mulai gelap.

Adnan memarkirkan motornya dengan tenang, lalu menuntun Kinan masuk ke dalam kamar mereka, melewati tatapan penuh tanya dari para santri yang masih terjaga.

Pintu kamar tertutup rapat, mengunci segala kebisingan dan tatapan menghakimi dari dunia luar.

Di dalam ruangan yang hanya diterangi lampu kuning temaram itu, suasana terasa begitu berat.

Kinan langsung duduk di sudut ranjang, menyembunyikan wajahnya di balik telapak tangan.

Bahunya berguncang hebat karena tangisan yang tertahan sejak di pasar tadi.

"Kenapa Mas tidak biarkan aku pergi saja?" suara Kinan pecah, serak karena air mata.

"Mas lihat tadi? Dia memperlakukanku seperti barang. Dan selamanya akan begitu, Mas. Ke mana pun aku pergi, bayang-bayang itu akan selalu ada. Mas adalah Ustadz yang terhormat, tidak seharusnya tangan Mas berdarah karena membela wanita seperti aku!"

Adnan tidak langsung menjawab. Ia berjalan perlahan menuju meja, meletakkan bungkusan mukena dan baju koko baru mereka dengan sangat hati-hati.

Kemudian, ia berlutut di lantai, tepat di depan Kinan yang sedang menunduk.

Ia tidak duduk di atas ranjang, melainkan merendahkan dirinya agar bisa menatap mata istrinya.

"Kinan, angkat wajahmu. Lihat Mas," ucap Adnan, suaranya rendah namun penuh wibawa yang menenangkan.

Kinan perlahan membuka tangannya, menatap Adnan dengan mata yang merah dan bengkak.

"Tangan Mas tidak kotor karena melindungi istrinya. Justru tangan Mas akan berdosa jika membiarkanmu dihina saat kamu sudah berada dalam lindunganku," Adnan meraih kedua tangan Kinan, menggenggamnya erat.

"Dengarkan Mas baik-baik. Masa lalumu itu seperti baju yang sudah koyak dan kotor. Semalam, saat kita menikah dan kamu berniat pulang, kamu sudah melepas baju itu. Kamu sudah membuangnya."

"Tapi orang-orang masih melihatku memakainya, Mas!" potong Kinan histeris.

"Itu karena mereka buta, Kinan. Mereka hanya melihat apa yang ingin mereka lihat. Tapi Allah melihat hatimu yang sekarang. Mas juga melihatmu yang sekarang," Adnan tersenyum tipis, jemarinya mengusap air mata yang kembali luruh di pipi Kinan.

"Masa lalumu sudah selesai. Lembarannya sudah tertutup dan disegel oleh rahmat Tuhan. Jika ada orang dari masa lalumu datang lagi, mereka bukan datang untuk menarikmu kembali, tapi mereka adalah ujian untuk melihat seberapa kuat kamu memegang tangan Mas."

Adnan mengambil bungkusan plastik hitam berisi baju koko seharga tiga puluh lima ribu yang dibelikan Kinan tadi. Ia mengangkatnya tinggi-tinggi.

"Kamu lihat baju ini? Bagi orang lain, ini mungkin baju murah. Tapi bagiku, ini adalah bukti bahwa kamu ingin menjadi orang baru. Kamu memberikan harta terakhirmu untuk menyenangkan suamimu. Apakah wanita 'kotor' punya hati selembut ini? Tidak, Kinan. Kamu adalah Kinan ku yang baru."

Kinan terdiam, napasnya mulai teratur. Kata-kata Adnan meresap ke dalam dadanya seperti air dingin yang memadamkan api.

"Mas benar-benar tidak malu memilikiku?" tanya Kinan ragu.

"Malu?" Adnan terkekeh pelan sambil menggeleng.

"Aku justru bangga. Aku bangga memiliki istri yang berani melawan dunianya demi mencari Tuhannya. Sekarang, hapus air matamu. Mas mau pakai baju koko pemberianmu ini, lalu kita belajar gerakan sholat pertama kita. Mau?"

Kinan perlahan menganggukkan kepalanya, sebuah senyum haru mulai merekah di tengah sisa tangisnya.

Adnan membimbing Kinan bangkit dari tempat tidur.

Langkah Kinan masih sedikit goyah, namun pegangan tangan Adnan di lengannya memberikan kekuatan yang lebih dari sekadar tumpuan fisik.

Mereka melangkah menuju kamar mandi di sudut ruangan.

"Kinan, sebelum kita memulai sujud pertama, bersihkanlah dirimu sebersih mungkin. Kamu harus mandi besar dan berwudhu agar hatimu juga merasa lapang," ucap Adnan lembut.

Di dalam kamar mandi yang sederhana namun resik itu, Adnan mulai mengajari Kinan cara mengambil air wudhu.

Ia memandu setiap gerakan dengan sabar—mulai dari membasuh telapak tangan, berkumur, hingga membasuh kaki.

Kinan mengikuti setiap instruksi dengan khidmat, merasakan dinginnya air meresap ke pori-porinya, seolah setiap tetesan itu melunturkan beban dosa yang selama ini menghimpitnya.

Setelah wudhu selesai, Adnan menyiapkan air hangat di dalam bak kayu.

Dengan penuh kasih sayang dan tanpa sedikit pun tatapan rendah, ia membantu istrinya membersihkan diri secara menyeluruh.

Adnan meraih gayung, lalu perlahan menyiramkan air ke bahu Kinan.

Ia mengusap rambut hitam istrinya yang panjang, membersihkannya dari sisa-sisa debu pasar dan kepedihan masa lalu.

Air mengalir membasahi seluruh tubuh Kinan, menciptakan suasana sunyi yang sakral.

Namun, saat air membasahi punggung dan pundak itu, gerakan tangan Adnan mendadak melambat. Matanya terpaku pada sosok di depannya.

Adnan menatap tubuh istrinya yang sangat kurus.

Tulang selangkanya menonjol tajam, dan tulang rusuknya terlihat jelas di balik kulit yang pucat.

Ia bisa merasakan betapa rapuhnya raga wanita ini.

Tubuh itu menceritakan kisah yang tidak pernah terucap: kisah tentang kelaparan, tekanan batin, dan betapa kerasnya hidup di jalanan yang telah menggerogoti kesehatannya.

Hati Adnan berdenyut nyeri. Ia merasa bersalah karena tidak menemukan Kinan lebih awal.

Di balik kecantikan wajahnya, tubuh Kinan adalah saksi bisu betapa ia telah berjuang mati-matian hanya untuk bertahan hidup.

"Kinan, mulai hari ini, tidak akan ada lagi yang menyakitimu. Mas akan memastikan kamu kembali sehat, kembali kuat."

Kinan hanya bisa memejamkan mata, membiarkan suaminya merawatnya.

Untuk pertama kalinya, ia merasa tubuhnya bukan lagi objek untuk dipamerkan atau dijual, melainkan sebuah amanah yang dijaga dengan penuh kehormatan oleh seorang lelaki yang benar-benar mencintainya karena Allah.

1
falea sezi
kapok laki. kok gampang bgt esmosi
falea sezi
cerai aja beres athar ini ttep blooonn
Rosmazita Imah
macam tu la. kena bertegas
Dar Pin
haduh kenapa Adnan terus yg salah sebagai seorang istri meskipun atas nama keselamatan dan mendesak harusnya tetap membangunkan suaminya beda KL suaminya nggak dirumah sebenernya ini mau dibuat pisah apa gimana ya Thor maaf bukanya membela Adnan dan seharusnya pamannya menghubungi Adnan dulu bukan Kinan bagaimanapun itu tengah malam aku rasa bukan hanya Adnan yg marah semua suami jg akan emosi 😄
Dar Pin
semoga cepat hamil biar nggak kesepian ya Thor 👍
Dar Pin
kadang kita hanya mengingat kesalahan seseorang tapi lupa kebaikannya ayo Kinan lapangkan hatimu kasihan Adnan dia jg banyak berkorban buat kamu diusir dr pondok dilempari batu semua demi kamu jg rela meninggalkan pondo jg keluarga bahkan ayahnya semua demi kamu 💪
Dar Pin
bagus kak ceritanya setiap masalah harus diselesaikan dengan kepala dingin komunikasi dan bicara dr hati kehati lebih baik dari kata perceraian 👍
Mrs. Ketawang
Adakalanya seorg yg pintar memberi tausiah atopun nasehat kpd org lain tp lupa akan hidupnya yg trkadang tdk sesuai dg lisannya🙏🏻
ustadz jg manusia bysa😁
Rosmazita Imah
kenapa up 2 kali benda part yang sama
my name is pho: maaf kak ada kesalahan tekhis.
🙏🙏
yang bab 31 ketinggalan 🤭🙏
total 1 replies
Astrid Kucrit
lah, di ulang kak?
my name is pho: maaf kak ada kesalahan tekhis.
bab 31 ketinggalan
total 1 replies
falea sezi
Kinan jangan2 masih perawan
Dar Pin
begitu dong Adnan turunkan ego masing masing untuk menyelesaikan masalah yg terpenting komunikasi 💪
Mrs. Ketawang
gongnya ... nanti saat MP trnyata Kinan masih mnjaga satu"nya kesuciannya mski Kinan bkerja d club mlm...
Syok berat tuh pak ustadz Adnan😅
Dar Pin
jangan kasih cobaan yg lebih LG dong Thor Adnan udah berusaha menyembuhkan luka istrinya tidak ada manusia yg sempurna beri kesempatan yg kedua buat adnan
tiara
Athar membuat Kinan berusaha menerima Adnan kembali,semoga tidak ada lagi yang mengganggu kehidupan mereka
gaby
Maaf sekedar masukan, ga di terima jg gapapa. Masa sih Adnan ga dapet hukuman apa2?? Kesalahannya fatal loh, menuduh istri berbuat zina & mengabaikan istri demi wanita lain. Kalo di telaah bukankah Adnan yg berbuat Zina dgn Fauziah. Zina itu ga mesti berhubungan intim, lewat mata & sentuhan aja bisa di bilang zina. Bukankah Adnan merangkul Faiziah wkt tersiram kuah panas, bukankah Adnan menerima ajakan Wanita lain lalu meninggalkan istri. Ko enak bgt jadi Adnan, setelah kesalahan fatal yg membuat istrinya luka secara fisik & mental tp di lupakan aja kesalahannya yg di sengaja. Jujur aq jd kehilangan minat bacanya kalo Adnan ga di hukum. Ga mesti cerai, seenggaknya menjauhlah dr adnan sementara. Biar sama2 introspeksi diri. Rendah bgt harga diri wanita, di fitnah & di lukai secara fisik tp cm bisa diem aja.
my name is pho: sabar kak nanti ada hukumannya
total 1 replies
Rosmazita Imah
adnan jangan sia2kan lagi peluang yang di berikan
Rosmazita Imah
semoga athar akan menjadi penghubung hubungan kinan dan adnan ke arah yg lebih baik.
gaby
Yah, kirain ibunya Athar doang yg meninggal, ternyata ayahnya jg. Coba kalo ayahnya duda, siapa tau cocok sm Kinan😄😄
my name is pho: 🤭 hehe
total 1 replies
Rosmazita Imah
so sad for both of u
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!