NovelToon NovelToon
Menantu Kaisar Agung

Menantu Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao Ling'er

Ling Chen, pemuda cacat yang mati dalam kesepian, terbangun di dunia kultivasi sebagai pengawal rendahan di Kekaisaran Api Agung. Namun sebelum memahami takdir barunya, seorang putri kekaisaran tiba-tiba memilihnya sebagai suami di hadapan seluruh istana.

Di balik tubuh barunya tersembunyi Api Hitam kuno, kekuatan terlarang yang mampu mengguncang kekaisaran dan membakar langit. Terjebak dalam intrik politik, perebutan takhta, dan ambisi para pangeran, Ling Chen harus bangkit dari menantu yang diremehkan, menjadi penguasa yang ditakuti seluruh dunia.

Di dunia di mana kekuatan adalah hukum, ia akan membuktikan, yang hina hari ini, bisa menjadi Kaisar Agung esok hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao Ling'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Kembali ke Istana Api Agung setelah kemenangan di Lembah Api Hitam, suasana istana dipenuhi sorak-sorai dan pesta kemenangan. Bendera merah berkibar di setiap menara, lentera api mengapung membentuk kata-kata “Kemenangan Abadi”, dan aroma masakan phoenix panggang serta anggur api suci memenuhi udara. Pasukan elit yang selamat dielu-elukan sebagai pahlawan, tapi sorotan utama tertuju pada Ling Chen dan Yue Yan.

Di Aula Utama Kerajaan, upacara penghargaan digelar secara megah. Kaisar Huo Tian duduk di singgasana emas, Ibu Suri Huo Lian di sampingnya dengan ekspresi bangga yang jarang terlihat. Para elder, jenderal, dan pejabat tinggi berbaris rapi di kedua sisi aula.

Ling Chen dan Yue Yan berlutut di depan singgasana, jubah mereka masih berlumur debu dan darah kering dari pertempuran, tapi aura mereka bersinar lebih terang dari sebelumnya. Qi jingga abadi yang mereka ciptakan bersama kini menjadi legenda di kalangan kultivator kekaisaran.

Kaisar berdiri, suaranya bergema penuh wibawa. “Ling Chen, menantu Kaisar Api Agung. Kau, yang dulunya hanyalah pengawal rendahan, telah membuktikan dirimu sebagai pahlawan sejati. Dengan keberanianmu menghancurkan Artefak Bayangan Abadi dan mengalahkan Pangeran Tian Hao, kau telah menyelamatkan kekaisaran dari perang besar. Sebagai penghargaan, aku memberikanmu gelar **Pangeran Api Baru**, akses penuh ke Gudang Rahasia Leluhur, dan satu pil **Inti Api Abadi** yang akan membantumu menembus Realm Inti Emas dalam waktu singkat.”

Sorak sorai menggema. Yue Yan memandang Ling Chen dengan mata berbinar, tangannya meremas tangan suaminya erat di bawah lengan jubah.

Kaisar melanjutkan, “Mulai hari ini, kau resmi menjadi bagian dari keluarga kekaisaran. Tidak ada lagi status rendah. Kau adalah darah daging kami.”

Ling Chen membungkuk dalam-dalam. “Terima kasih atas kebesaran hati Yang Mulia. Semua ini karena dukungan Putri Yue Yan dan restu keluarga kekaisaran. Aku bersumpah akan terus melindungi kekaisaran dengan nyawa.”

Tepuk tangan semakin meriah. Semua orang tampak puas—kecuali satu orang.

Jenderal Huo Zhan, seorang kultivator Realm Inti Emas puncak yang sudah bertahun-tahun memimpin pasukan utara kekaisaran, berdiri di barisan depan. Wajahnya keras, bekas luka melintang di pipi kirinya, dan auranya penuh amarah yang tertahan. Huo Zhan adalah sepupu jauh Kaisar, dan selama ini dia menganggap dirinya calon menantu ideal untuk Yue Yan sebelum Ling Chen muncul.

Saat tepuk tangan mereda, Huo Zhan melangkah maju tanpa diizinkan. Suaranya keras, memotong keheningan aula.

“Yang Mulia! Tunggu dulu!” serunya, mata melotot ke arah Ling Chen. “Apakah ini adil? Seorang pengawal yang baru muncul tiba-tiba, jiwa asing yang tak jelas asalnya, tiba-tiba diberi gelar Pangeran Api Baru? Dia bahkan belum mencapai Realm Inti Emas! Kemenangan di Lembah Api Hitam itu karena Putri Yue Yan yang memimpin dual kultivasi dengannya. Tanpa Putri, dia hanyalah sampah yang bergantung pada kekuatan istri!”

Aula langsung hening. Beberapa elder berbisik, yang lain mengerutkan kening. Yue Yan langsung berdiri, auranya meledak marah. “Jenderal Huo Zhan! Kau berani memfitnah suamiku di depan ayah dan ibu?!”

Huo Zhan tak gentar. Dia menunjuk Ling Chen. “Fitnah? Ini fakta! Semua orang tahu dia bukan orang asli kekaisaran. Jiwa asing dari dunia lain—siapa yang bisa jamin dia bukan mata-mata? Mungkin dia sengaja membiarkan Pangeran Tian Hao mendekat agar bisa jadi pahlawan! Aku sudah bertahun-tahun berjuang untuk kekaisaran, darahku tumpah di medan perang, tapi dia? Hanya beberapa bulan dan langsung dapat gelar pangeran? Ini penghinaan bagi semua jenderal dan prajurit yang setia!”

Kata-katanya seperti racun yang menyebar cepat. Beberapa jenderal lain yang dekat dengan Huo Zhan mengangguk pelan, meski tak berani bicara langsung.

Kaisar Huo Tian mengerutkan kening dalam. Matanya beralih dari Huo Zhan ke Ling Chen, lalu ke Yue Yan yang sudah siap membela suaminya mati-matian.

Ibu Suri Huo Lian berbicara dingin. “Jenderal Huo Zhan, kau melewati batas. Ini upacara penghargaan, bukan pengadilan.”

Tapi Huo Zhan tak mundur. “Yang Mulia, jika Yang Mulia tetap memberikan gelar itu, maka moral pasukan akan runtuh. Banyak prajurit yang merasa tidak dihargai. Izinkan setidaknya penundaan, atau uji dia lagi di depan semua orang!”

Suasana semakin tegang. Kaisar diam lama, auranya menekan seluruh aula hingga sulit bernapas.

Akhirnya, Kaisar menghela napas panjang. Suaranya berat, tapi tegas.

“Ling Chen… untuk menjaga harmoni di antara para jenderal dan pasukan, aku harus menunda pemberian gelar Pangeran Api Baru dan hadiah pil Inti Api Abadi. Kau dan Yue Yan… tinggalkan aula ini sekarang. Kembalilah ke paviliunmu. Aku akan pertimbangkan ulang setelah investigasi lebih lanjut.”

Yue Yan terkejut, matanya melebar. “Ayah?!”

Kaisar mengangkat tangan. “Ini bukan hukuman. Ini kehati-hatian. Pergilah.”

Ling Chen membungkuk dalam-dalam, wajahnya tenang meski hatinya terluka. “Aku mengerti, Yang Mulia. Terima kasih atas kebijaksanaannya.”

Dia menarik tangan Yue Yan yang masih gemetar marah, dan mereka berdua berjalan keluar aula di bawah tatapan ratusan pasang mata. Beberapa tatapan penuh simpati, yang lain penuh ejekan.

Di koridor panjang menuju paviliun, Yue Yan berhenti tiba-tiba, air mata mengalir di pipinya. “Chen’er… maafkan ayahku. Ini tidak adil. Huo Zhan itu… dia iri sejak dulu!”

Ling Chen memeluknya erat, menyeka air matanya. “Tidak apa-apa, Yan’er. Aku tahu posisiku. Aku tak butuh gelar untuk membuktikan diri. Yang penting kita bersama, dan kekaisaran aman.”

Tapi di dalam hatinya, api kecil mulai membara lebih ganas. Fitnah Huo Zhan bukan akhir—ini adalah tantangan baru. Dan Ling Chen tahu, untuk membungkam mulut-mulut seperti itu, dia harus menjadi lebih kuat lagi. Lebih kuat dari yang pernah dibayangkan siapa pun.

Di aula, Huo Zhan tersenyum tipis, tapi Kaisar menatapnya dengan mata dingin. “Kau boleh puas sekarang, Jenderal. Tapi ingat—jika fitnahmu terbukti salah, hukumannya akan berat.”

Malam itu, di paviliun mereka, Ling Chen dan Yue Yan duduk berdampingan di tepi ranjang. Yue Yan bersandar di bahunya.

“Chen’er… apa kita akan baik-baik saja?” tanyanya pelan.

Ling Chen mencium keningnya. “Lebih dari baik-baik saja. Ini hanya batu sandungan. Besok, kita mulai kultivasi lebih keras. Aku akan capai Realm Inti Emas sendiri, tanpa pil dari siapa pun. Dan saat itu tiba… tak ada yang bisa merendahkanku lagi.”

Yue Yan tersenyum tipis, meski matanya masih basah. “Aku percaya padamu. Selalu.”

Di luar paviliun, angin malam bertiup kencang, membawa bisikan perubahan yang lebih besar. Api di dada Ling Chen tak padam—malah semakin membara.

1
Nanik S
Cukup menarik diawal
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ: hehehe, terimakasih 🙏
total 1 replies
Akagami
mantap
Akagami
Lanjit
Akagami
ok
Akagami
seru
Akagami
mantap
Akagami
Awal yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!