NovelToon NovelToon
Cinta Mahal Untuk Hati Yang Mahal

Cinta Mahal Untuk Hati Yang Mahal

Status: sedang berlangsung
Genre:MLBB / Cinta pada Pandangan Pertama / Trauma masa lalu / Diam-Diam Cinta / Game
Popularitas:700
Nilai: 5
Nama Author: DUOELFA

Xeline pergi hanya meninggalkan sebuah pesan di WA

Bhima
Terimalah perjodohan dari orang tuamu.
Benar kata ibuku
aku tidak se worth it itu untuk dimiliki oleh seseorang
Semoga selalu bahagia bersama seseorang yang mencintaimu.
by Xeline NH

Trauma masa lalu Xeline membuat ia begitu yakin hal itu akan menarik Bhima pada kehidupan yang begitu gelap dan berantakan. Xeline memutuskan menjauh dari Bhima sejauh mungkin dari segala kenangan yang pernah membuatnya merasa hidup sekaligus hancur.

Bhima tetap disana. Menunggu dalam diam. Bertahun-tahun. Ia mencintai Xeline bukan dalam waktu sebentar. Ia juga tidak memberikan setengah. Cintanya utuh, meski ia ditinggalkan karena keinsecuran Xeline.

"Aku butuh kamu Xeline. Bukan kamu yang sempurna. Tapi kamu yang beserta pecahanmu yang berantakan. Aku hanya ingin kamu tetap disisiku. Itu saja. Itu janjiku padamu."

Akankah takdir bisa menyatukan kembali cinta mereka?

Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DUOELFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Keesokan harinya, saat istirahat, Dhani menemui Bhima di ruang kelasnya yaitu kelas XII IPA1. Ia menghampiri Bhima yang tengah asik mengobrol dengan Arga, Ryan dan Haydar.

"Bhima, kita bisa bicara sebentar?" izin Dhani.

"Kamu serius amat Dhan. Mau bicara tentang apa?"balas Bhima.

"Tentang Xeline," sahut Dhani.

Bhima menoleh ke arah tiga sahabatnya.

"Kita keluar. Kita bicara di depan kelas saja," kata Bhima beranjak dari duduknya.

Sesampainya di teras, mereka duduk di depan taman kecil yang berada di depan kelas Bhima.

"Mau bicara apa tentang Xeline?" tanya Bhima mengawali percakapan mereka berdua.

Ketiga temannya terlihat mengawasi mereka berdua dari kisi jendela karena takut terjadi sesuatu diantara mereka berdua.

"Aku boleh tanya sesuatu sama kamu?" Tanya Dhani meminta izin.

"Boleh. Santai saja Dhan."

"Bhim, kamu masih pacaran sama Xeline?"

"Aku masih pacaran lah sama Xeline. Emang kenapa?"

"Aku cuma mau ngomong sama kamu?

"Apa Dhan?"

"Apa kamu sudah tahu kalau dulu Xeline pernah suka sama aku?"

Bhima terdiam sesaat.

"Aku sudah tahu tentang hal itu."

"Kamu tahu kabar tentang itu dari siapa?" Tanya Dhani penasaran.

"Adalah pokoknya. Memang kenapa?" Tanya balik Bhima

"Nggak papa."

"Kamu siapa yang ngasih tahu kalau Xeline pernah suka sama kamu?" Penasaran Bhima.

"Clara. Bhim, aku ingin menjelaskan sesuatu sama kamu. Sebenarnya aku malas main ML sama Xeline. Tapi aku dipaksa olehnya. Akhirnya aku menuruti semua keinginan Xeline," Jelas Dhani.

Kemarin Xeline WA kalau dipaksa mabar sama Dhani. Sekarang malah Dhani yang mengaku dipaksa. Bhima bingung dengan pengakuan mereka berdua. Xeline tidak pernah bohong selama ini. Dhani juga sahabat karibnya yang nggak mungkin berbohong juga bukan? Tapi mengingat ia begitu friendly pada semua perempuan. Ah ...entahlah. Bhima sedikit bingung dengan semua ini.

"Oh gitu. Ya udah nggak apa-apa tho?" balas Bhima dengan santai.

"Bukannya begitu Bhim. Tapi Xeline kan pacar kamu. Kok main ML nya sama aku? Dia juga maksa. Jujur saja, saat ini aku nggak enak sekali sama kamu," jelas Dhani.

"Biasa aja kali Dhan.Toh Xeline juga mau nge game sama kamu. Takutnya dia juga bosen bilang selalu push rank terus sama aku."

"Bhim, aku minta maaf atas semua ini. Jujur aku juga nggak tahu kalau Xeline itu pacar kamu."

"Iya nggak apa-apa. Santai saja."

"Kamu kelihatan biasa saja sama Xeline saat di sekolah. Jadi aku nggak tahu kalau kalian berdua sebenarnya sudah jadian. Kalian juga nggak terlihat bucin kayak pasangan yang lain."

"Sekolah ya sekolah Dhan. Sekolah itu saatnya fokus ke pelajaran. Kalau mau bucin, ya nggak usah sekolah. Di rumah saja. Bucin nggak usah dibawa ke sekolah. Males kali aku ke ruang BP hanya karena masalah bucin."

"Bhim, aku janji sama kamu nggak akan mengulangi mabar bareng lagi sama Xeline," janji Dhani pada sahabatnya.

"Jangan begitu. Kalau Xeline mau mabar sama kamu, aku nggak apa-apa kok. Tapi kalau dia nggak mau, ya nggak usah dipaksa. Kasihan. Dia harus istirahat kalau malam hari. Tugasnya juga banyak selain tugas dari sekolah."

Dhani terdiam sesaat seakan merenungi sesuatu.

"Iya Bhim. Makasih ya sudah maafin aku."

"Biasa aja. Nggak ada yang perlu dimaafkan juga. Kalian kan cuma temenan bukan? Rasanya aku juga nggak pantas kalau aku marah atau cemburu hanya karena pertemanan bukan?"

"Iya juga."

"Aku juga nggak pernah menyangka kalau Xeline pernah suka sama kamu. Soalnya gosip yang beredar di sekolah selama dua tahun ini, dia suka sama Reza. Ternyata kita salah besar. Seorang perempuan ternyata bisa begitu rapi menyimpan seseorang yang dia sukai dalam hatinya," ucap Bhima sambil menatap ke arah langit biru.

Kemudian Bhima melihat ke arah Dhani, sahabatnya.

"Dhan, seandainya Xeline menjadi pacar kamu, sikapmu bagaimana ke dia?" tanya Bhima.

Pertanyaan Bhima membuat Dhani terkesiap.

"Aku tetap akan seperti dulu Bhim. Aku tidak akan peka dan tidak peduli pada Xeline."

"Bukankah perempuan seperri Xeline juga tipemu?"

"Bhim, jangan memancing sesuatu yang tidak kusukai. Meski Xeline adalah tipeku, aku tahu diri juga kali. Ini pacar sahabatku. Pacar sahabat adalah musuh bagiku. Nggak mungkin juga aku mengambil atau merebut pacar sahabatku sendiri. Kamu tahu aku seperti apa bukan?" ucap Dhani dengan nada penuh ketegasan.

"Aku tahu pasti kamu seperti apa Dhan. Aku juga nggak akan pernah melepaskan Xeline begitu saja. Apapun yang terjadi nanti."

"Aku tahu semua itu Bhim. Aku tahu hal itu saat Clara menceritakan semua dan aku membayangkan semua sikapmu saat berada di dekat Xeline."

Mereka berdua terdiam sesaat.

"Betewe, kenapa kamu sangat berubah sekarang Dhan? Menurutku, kamu semakin menjauh dari kami dan menjadi friendly sama semua perempuan di sekolah. Apa kamu masih patah hati sama Citra? Apa kamu belum move on darinya? Pesanku cuma satu. Jangan pernah memberikan harapan pada seorang perempuan sekecil apapun harapan itu. Kasihan. Maaf ya waktu itu aku membuatmu emosi saat mengira kamu dan Clara pacaran," nasihat Bhima pada sahabatnya.

"Iya Bhim. Santai saja. Makasih sarannya."

"Move on guys. Bukankah kamu sendiri yang mengabaikan dan tidak peka sama Citra? Jangan menyesal. Atau kamu mau CLBK?"

Xeline terlihat melintas di dekat mereka menuju ke kelad sebelah, mereka diam sesaat.

"Sttt, Ada Xeline," ujar Bhima.

Setelah dirasa Xeline tidak mendengarkan percakapan, mereka meneruskan percakapan mereka.

"Gak tau lah. Lihat skenario Tuhan saja. Makasih ya Bhim sudah memberiku kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Aku harap kamu mengerti dan memahamiku. Aku masih ingin tetap menjadi sahabatmu Bhim."

"Kamu akan tetap menjadi sahabatku Dhan. Tenang saja. Nggak usah khawatir"

"Makasih Bhim."

"Nggak usah bilang makasih. Toh kalian berdua cuma teman kan? Nggak aneh-aneh kan?"

Mereka berdua tersenyum.

Pulang sekolah, Bila tidak ada hal yang mendesak, Dhani tidak pernah absen lagi nongkrong bersama Bhima The Geng. Mereka berlima kembali akrab seperti biasa.

Sepulang nongkrong, entah mengapa pikiran Bhima terasa tidak tenang. Hingga jarum jam menunjukkan pukul setengah dua belas malam, ia tetap saja belum bisa memejamkan mata.

Bhima melihat ponsel dan membuka aplikasi hijau. Tertera disana status Xeline sedang online.

Bhima mengirim sebuah pesan.

Xel, kamu masih online jam segini?

Xeline membalas

Ini saya ya yang online ibunya Xeline. Ada apa mas Bhima? Xeline baru saja bisa tidur.

Entah mengapa sebenarnya Bhima sedikit agak gimana saat dipanggil dengan sebutan Mas Bhima seakan ia hanya lelaki asing yang masuk dalam kehidupan Xeline. Tapi Bukankah kata Mas menunjukkan tanda penghormatan pada seorang lelaki? Memikirkan hal itu, membuat Bhima sedikit senang

Bhima : Ibu belum tidur malam ini? Xeline baru bisa tidur? Xeline kenapa Bu?

Bhima begitu khawatir dengan keadaan Xeline.

Mara : Belum bisa tidur Mas Bhima. Ini Xeline baru saja tidur karena mimpi buruk dan sesak napas.

Bhima : Sesak napas? Kok bisa Bu?

Mara : Setelah kejadian bullying dua tahun yang lalu, Xeline sering sekali sesak nafas saat malam hari bila ia tidak segera tidur. Sekarang malah ada kemajuan. Badan Xeline sering lemas dan kadang hampir pingsan saat di sekolah. Makanya saat di kelas, saat ada jam kosong, aku sering menasehati dia agar tidur di kelas dan tidak banyak terlalu aktif bergerak. Entah mengapa daya tahan tubuhnya semakin menurun setiap tahun

"Xeline, ternyata engkau tidur di kelas untuk menghemat tenagamu sebelum pulang sekolah. Senyummu, canda tawamu bersama para temanmu dan apa yang kamu lakukan di kelas seakan sebagai topeng untuk menutupi duka di pikiran dan hatimu. Tuhan, semakin aku dekat dengan Xeline, semakin aku merasa tidak mengenali Xeline sama sekali orang yang kucintai tersebut," gumam Bhima dengan lirih.

Bhima : Semoga Xeline segera sehat kembali ya bu. Semoga ia tidak sesak nafas malam ini dan bisa tidur dengan nyenyak. Semoga dia Besok tetap bisa masuk sekolah seperti biasanya. Ibu juga jangan lupa jaga kesehatan ya saat menjaga anak-anak

Mara : Iya Mas Bhima.

Bhima : Makasih infonya tentang Xeline

Mara : Iya

Bhima : Selamat malam Ibu

Mara : Selamat malam juga

"Xel, sungguh, aku tak ingin kehilangan kamu," rintih Bhima malam itu mengingat Xeline.

1
MIROI
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
MIROI
keren
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
MIROI
lanjut
Fatur
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
Fatur
keren
Fatur: luar biasa
total 1 replies
Fatur
lanjut
MIROI
suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!