Pertemanan dua keluarga tidak menjadikan Allegri dan Allegra akrab. Sejak kecil keduanya selalu berdebat dan membuat Allegra sebagai gadis mungil yang memiliki tubuh berisi menangis karena bullying yang di lakukan Allegri.
Allegra selalu memeluk Monica, mengadu pada wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu kedua baginya setelah Giana.
Beberapa tahun berlalu keduanya telah dewasa. Kini Allegri menjadi pimpinan rumah yang di dirikan orang tuanya. Laki-laki tampan itu menjadi pemimpin yang terkenal dingin dan berdedikasi tinggi terhadap aturan yang telah ia tetapkan.
Allegra tidak bisa menolak ketika kedua orangtuanya Valentino dan Giana , meminta ia melanjutkan bekerja untuk mengabdikan diri dirumah sakit yang kini di pimpin Allegri.
Bagaimana saat keduanya menjadi rekan kerja? Apakah keduanya masih saling membenci?
Ikuti sekuel TERJEBAK CINTA MAFIA ini ya. Anak Monica-Luigi & Valentino-Giana. Semoga kalian suka.
Jangan lupa interaksi kalian di setiap bab, agar novel ini bisa berk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENGUMUMAN
"Tuts...Tuts!!"
"Ceklik..."
Ada yang membuka pintu apartemen Allegri. Sontak membuat Allegra Allegri melihat ke arah pintu itu.
Seorang wanita melihat kearah Allegra dan Allegri dengan mata melotot kaget. Wanita tersebut sepertinya sadar sedang mengganggu pasangan kekasih itu.
"Maaf tuan–"
"Carmen...Ayo masuk. Kau tidak mengganggu kami. Aku dan Alle akan pergi kerumah orangtua ku. Aku tidak tahu mungkin sampai malam akan di sana".
"Baik tuan", jawab Carmen yang bertugas membersihkan penthouse mewah itu.
"Sayang...kita pergi sekarang?", ujar Allegri menatap Alle.
Allegra menganggukkan kepalanya. Gadis itu mengambil tasnya di atas meja sofa. Tersenyum ramah pada Carmen. "Dah Carmen", ucapnya.
"Selamat bersenang-senang nona", jawab Carmen mengantar keduanya kedepan pintu.
*
"Al, apa kita perlu membawa makanan lainnya? Aku hanya membawa puding buah kesukaan paman Luigi saja", ucap Allegra ketika mobil melaju.
"Tidak perlu. Pasti mommy sudah menyiapkan banyak makanan".
"Huh..Aku rindu pasta buatan bibi Monica", ucap Allegra memeluk lengan Allegri yang tengah menyetir.
Al melirik Alle dengan senyuman, mengecup pucuk kepala kekasihnya itu. "Kenapa kau suka sekali makan pasta. Tidak pernah bosan makanan satu itu. Tidak baik menyantap pasta terus, kau harus menguranginya. Kamu sekarang sudah menjadi dokter sayang, pasti tahu dampak negatif keseringan makan pasta atau makanan sejenisnya".
"Aku tahu Al. Tapi aku memilih pasta whole grain, dipadukan dengan protein, serat, sayuran, serta saus sehat, dan porsi yang aku makan tidak banyak kok. Lihatlah...aku baik-baik saja kan. Tidak menyebabkan tubuh ku melar juga", ujar Allegra beralasan.
Al gemas melihat tingkah Alle kalau sudah berargumentasi, membenarkan pandangannya.
"Dampaknya bukan sekarang, tapi kamu tua nanti Allegra. Bahkan tidak harus tua merasakan dampaknya".
"Hm...Iya juga". Alle bergumam.
Detik berikutnya melingkarkan tangannya memeluk pinggang Allegri dengan mimik wajah menggoda laki-laki yang tengah fokus menyetir itu.
"Aku akan aman jika di dekat mu, kamu akan mengobati aku jika aku sakit. Kau dokter jantung terbaik yang aku punya sayang", ucapnya manja tersenyum manis.
"Benarkah begitu, hem?". Allegri mengusap lembut wajah cantik kekasihnya itu.
Dengan yakin Alle menganggukkan kepalanya. Gadis itu duduk di kursinya. Sesaat menunduk.
"Al... "
Alle menolehkan wajahnya, menatap intens Allegri yang juga menoleh padanya.
"Aku sudah siap menikah. Aku bersedia menikah dengan mu kapan pun. Orang tua kita, keluarga sudah saling mengenal bahkan saat kita belum di lahirkan. Aku yakin pada hubungan ini–"
"Citttt..."
Seketika Allegri menginjak rem secara tiba-tiba, beruntung jalanan yang mereka lalui terbilang sepi. Laki-laki itu menepikan mobilnya.
"Kamu serius Alle?".
"Iya sayang. Aku sangat yakin", jawab Allegra.
Mendengar pengakuan Alle tentu saja membuat Al senang, laki-laki itu memeluk erat tubuh Allegra.
"Jawaban ini sangat aku nantikan sayang. Aku mencintaimu Alle", ucap Allegri membingkai wajah calon istrinya. "Selalu mencintaimu sejak dulu, semua orang di sekitar ku tahu perasaan ku. Tapi kamu tidak merasakan itu".
"Karena kamu selalu menggangguku Al. Kamu membiarkan perasaan benci tumbuh di hatiku. Menutupi rasa suka yang mungkin aku punya sejak lama pada mu", balas Allegra sambil menyandarkan wajahnya pada bahu berotot laki-laki yang di cintainya itu.
Allegri mengusap lembut kepala Alle. Senyum kebahagiaan menghiasi bibirnya.
Selanjutnya Al kembali melajukan mobil.
*
"Ayo kita umumkan pernikahan kita akan di adakan dalam waktu dekat. Mommy dan daddy pasti sangat senang mendengar kabar baik dari kita sayang", ucap Allegri ketika mobil yang ia kendarai berhenti di carport mansion mewah orang tuanya.
Nampak mobil Gabriel sudah berada di carport, menandakan ia dan Maura sudah ada di dalam.
Rona bahagia terpancar dari wajah Allegra dan Allegri. Jemari Al, menggenggam erat tangan kekasihnya masuk ke dalam rumah yang di dominasi warna putih itu.
Seorang pelayan menyambut kehadiran keduanya. "Selamat siang tuan Allegri, nona Allegra", sapanya dengan hormat.
"Selamat siang Lena", balas Alle hangat.
"Dimana orang tua ku?"
"Nona Maura dan nyonya besar ada di pantry, menyiapkan hidangan. Tuan Gabriel bermain catur di gazebo", jawab Lena menjelaskan.
Dari kejauhan terlihat Monica diikuti Maura keluar pantry yang diikuti dua orang pelayan membawa makanan.
"Sayang kalian sudah datang?", ucap Monica tersenyum melihat putranya yang datang bersama Allegra.
Allegra memeluk Monica. "Bibi, aku hanya membawa puding kesukaan paman", ujar Allegra.
"Sayang kenapa harus repot-repot. Tapi paman Lui pasti sangat senang menikmati puding kesukaannya", jawab Monica tersenyum.
"Ayo kita ke belakang, sekarang sudah waktunya makan siang", ujar Monica. "Lena, hidangkan puding kesukaan suamiku", perintah Monica.
"Baik nyonya", jawab Lena berlalu membawa kotak kue yang sudah ada di tangannya.
Monica memeluk lengan Allegra dan Maura. Kedua gadis itulah di cintai putranya Allegri dan Gabriel. Dan hanya mereka berdua juga yang di kenalkan Al dan Gabby pada ia dan Luigi.
"Sayang...sudah waktunya makan siang, ayo kemari. Al dan Alle juga sudah datang membawa puding buah kesukaan mu", ucap Monica dengan suara lembut memanggil Luigi dan Gabriel yang tengah fokus bermain catur di gazebo.
Sementara Allegri melihat permainan ayahnya dan adiknya, Alle dan Maura menyusun piring di atas meja.
Beberapa saat kemudian terdengar teriakan senang Gabriel. "Aku menang.."
Spontan Gabriel berdiri dengan tawa bahagia. Laki-laki itu berkacak pinggang dengan mimik wajah puas. "Akhirnya aku mengalahkan mu dad", ucapnya sambil girang seperti anak kecil yang akan mendapatkan piala kemenangan.
Tingkah lucu pemilik netra hitam yang mirip yang dimiliki Allegri itu membuat Monica menggelengkan kepalanya. Sebagai wanita yang melahirkan Gabriel telah banyak melewati ujian ketika mengetahui kejahatan Silvio suami pertamanya dulu yang merupakan ayah Gabriel, di lanjutkan pertemuan dengan Luigi yang menyimpan dendam membara pada Silvio seakan tidak percaya kini keluarga mereka begitu harmonis dan bahagia.
Cinta Monica dan Luigi pun tak padam oleh waktu. Hingga kini pasangan awet itu kerap menghabisi waktu berdua dengan romantis. Atau sekedar mengunjungi putri satu-satunya yaitu Claudia yang kini berada di London menyelesaikan kuliahnya.
Ting..
Ting..
Terdengar dentingan gelas. Membuat semua melihat ke sana. Ternyata Allegri yang melakukannya.
"Aku akan mengumumkan hal penting", ucapnya lantang.
Monica, Luigi, Gabriel dan Maura menatap kearah Allegri.
"Sayang kemari lah". Al mengulurkan tangannya yang segera di sambut Alle dengan senyuman.
"Aku dan Alle akan segera menikah dalam waktu dekat. Kami berdua telah sepakat akan menikah, Alle sudah menyatakan kesiapannya", ucap Allegri sambil memeluk pinggang Allegra yang menatapnya dengan mesra di hadapan keluarga Allegri.
Mendengar pengumuman Al, sontak membuat semua bersorak riuh.
"Kita rayakan kabar baik ini. Daddy dan mommy sangat bahagia mendengarnya Al. Apa Valen dan Giana sudah kalian beritahu berita baik ini?".
"Belum paman. Setelah ini aku akan memberi tahu orangtua ku", jawab Alle.
Luigi menganggukkan kepalanya. "Daddy ingin pernikahan kalian mewah, mengundang semua keluarga dan kolega. Pernikahan kalian besok harus segera di umumkan media. Orang-orang harus tahu betapa bahagianya keluarga Luigi Stefano Salvatore-Monica Dimitrov beserta Valentino Matthew -Giana semakin erat karena pernikahan anak-anaknya", ucap Luigi antusias sambil mengangkat gelas berisi minuman.
Di ikuti yang lainnya juga dengan wajah diliputi kebahagiaan.
Allegri semakin mengeratkan pelukannya ke pinggang Alle. "Kita harus mewujudkan impiannya. Karena pernikahan hanya satu kali", bisik Allegri sambil mengecup pelipis Allegra yang tersenyum.
"Iya", jawab Allegra sepakat. Tentu saja Allegra tidak akan merusak kebahagiaan. Walaupun sebenarnya ia hanya menginginkan pernikahan sederhana saja. Tapi melihat Luigi begitu bersemangat dan mengingat ia juga sebagai anak tunggal, keinginannya akan sulit di kabulkan. Pasti orangtuanya pun akan setuju dengan Luigi.
...***...
To be continue