"Ahhh..." Teriak seorang gadis cantik bernama Naomi Fathia kala mahkota yang dijaga selama 18 tahun harus hilang diambil paksa oleh seorang pria yang dia panggil guru di tempatnya menuntut ilmu.
"Ini enak sekali, sempit dan legit padahal aku pikir gadis panggilan sepertimu pasti sudah longgar." Ucapnya sambil terus mencari kenikmatan.
Dia adalah Damian Lorenzo berumur 28 tahun yang berprofesi sebagai Guru Matematika di Sekolahan Swasta.
Malam itu Damian sedang mabuk, dia tidak melihat jelas siapa wanita yang ada di hadapannya. Dia pikir Naomi salah satu wanita malam yang mencari mangsa. Sehingga tanpa banyak bicara, Damian menyeretnya masuk ke dalam mobil.
Satu bulan setelah malam kelam, Naomi harus menelan pil pahit ketika dia mendapati dirinya hamil. Susah payah Naomi harus terus menyembunyikan kehamilannya dari semua orang. Hingga setelah kehamilannya berusia 3 bulan, rahasia itu akhirnya terbongkar.
Ikuti kelanjutan kisah Naomi hanya di Noveltoon.
UPDATE SETIAP HARI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada Apa Dengan Jantungku?
"Syukurlah kamu gak pakai parfum." Ucap Damian di sela kunyahannya.
"Memang kenapa? Aku kehabisan parfum. Niatnya mau numpang makan sekalian minta satu botol parfum mahalmu." Ucap Jatmiko hanya mengambil nasi uduk, bihun goreng dan telor balado. Yang lain dia skip. Bukan belagu, tapi rasanya susah menyendok jika semua di piring.
"Karena aku mual bau parfum, bawalah semua parfum mahal milikku. Aku gak tahu sampai kapan aku mengalami ngidam seperti ini. Sepertinya gadis itu balas dendam, dengan aku yang tersiksa begini artinya dia hidup tanpa ngidam. Gak apa sih, setidaknya aku sedikit mengurangi rasa bersalahku padanya." Ucap Damian menghabiskan semangkok jengkol.
"Oh... Ya aku ke sini juga mau beri informasi penting. Sudah ada titik terang siapa gadis yang kamu nodai itu. Dia bukan kupu-kupu malam, ada rekaman CCTV yang memperlihatkan wajahnya dari samping." Ucap Jatmiko, merogoh kantong celananya dan mengambil ponsel lalu membuka simbol galeri.
Dengan tangan gemetar dan mata tak lekang dari ponsel Jatmiko, Damian mulai mereplay video itu.
Deg
"Wajah ini, postur tubuh ini sangat mirip dengan Naomi." Ucap Damian lirih, tapi Jatmiko masih bisa mendengar suara Damian.
"Siapa Naomi? Jadi kamu mengenalnya?" Tanya Jatmiko semakin dibuat penasaran.
"Serius kamu tanyakan padaku, Jatmiko? Kamu ini detektif gadungan ya?"
"Sembarangan ngatain aku gadungan, aku punya sertifikasi pekerjaanku sejak 10 tahun yang lalu." Ucap Jatmiko.
"Tapi, kenapa kamu tidak langsung menyeledikinya, kenapa tidak langsung diidentifikasi saja profilnya dengan kemampuanmu itu. Ini sudah satu bulan Jatmiko!" Teriak Damian mengalami mood swing.
"Astaga, gak usah teriak Damian. Telingaku masih berfungsi dengan baik."
"Lagian... Aku belum selesai bicara. Kamu sudah memotong omonganku seenaknya."
"Katakan, aku kenyang pingin tidur. Jadi sebelum mata ini tertutup ayo cepat sampaikan informasi pentingnya." Ucap Damian sambil menguap lebar. Bau jengkol menjadi pengharum ruangan. Rasanya Jatmiko ingin buru-buru pulang dari tempat yang membuat kepalanya sangat pusing pagi ini.
"Dia ada di Club malam itu karena dijual oleh Pamannya untuk membayar hutang 500 juta.
Intinya dia lari dari buaya ganas, malah diterkam kadal buntung." Ucap Jatmiko mendapat tatapan sengit dari Damian yang tidak terima disamakan dengan binatang melata itu.
"Siapa namanya?" Damian tidak sabaran.
"Namanya... Orang club tidak kenal."
Braaakkk...
"Serius sedikit dong Jatmiko!" Urat leher Damian terlihat mengeras.
Hahaha...
"Gak sabaran amat ya? Apa mungkin kamu mencurigai seseorang? Bisa jadi kecurigaanku memang benar. Namanya Naomi Fathia umurnya 18 tahun, dia murid di tempat kamu mengajar." Ucap Jatmiko serius.
"Dan kamu sudah menghancurkan masa depan remaja kelas XII SMA."
Kedua bahu Damian seketika luruh, wajahnya pucat dan kepalanya ditekuk. Gadis yang sebulan lalu dia hukum karena tidak mengerjakan PR, dan mungkin alasannya karena hidupnya hancur jadi dia tidak konsentrasi dalam belajar atau memikirkan sekolahnya.
"Kamu tahu di mana rumahnya? Aku harus segera menemui dia?" Ucap Damian kehilangan rasa kantuknya.
"Informasi yang aku dapatkan tentangnya, dia adalah pewaris tunggal yang ditelantarkan oleh orang tidak benar. Perusahaan, rumah dan seluruh aset miliknya dikuasai oleh Paman angkatnya. Tapi karena perusahaan hampir bangkrut, Pamannya berhutang uang pada rentenir. Dan Naomi dijadikan pelunas hutang. Berita terakhir, Perusahaan itu ditutup. Dan rumahnya dikosongkan." Ucap Jatmiko.
"Sekarang sudah jam setengah delapan, aku harus berangkat ke sekolah." Ucap Damian membersihkan meja makannya.
"Setidaknya gosok gigi lagi Damian, jangan sampai calon istrimu ilfill."
Hahaha...
Ucap Jatmiko lari keluar dari apartemen, tapi sedetik kemudian berbalik sambil cengengesan teriak-teriak.
"Damian, aku ambil dua botol parfum mahalmu ya. Jangan marah!"
Damian di kamar mandi kembali gosok gigi dan mencuci mukanya. Rasanya ada antusias yang tersembunyi. Ada keinginan bertemu dengan Naomi, padahal belum tentu Naomi mau bertatap muka lagi dengan pria yang sudah memberi kehancuran padanya.
Seorang Guru yang tidak layak dihormati, karena kesalahan satu malamnya. Tanpa disadari itulah takdir Tuhan.
Jalan menuju pada cinta sejati, dua insan yang ditakdirkan bersama. Meskipun harus menempuh jalan berliku. Kesalah pahaman yang harua diluruskan.
Setelah merasa bau jengkol hilang, Damian langsung berangkat ke Sekolahan. Karena hari ini jadwalnya siang, jadi Damian sedikit lebih santai.
Sementara Naomi mengikuti pelajaran seperti biasa tanpa perasaan was-was.
Rasa lega karena di masa kehamilannya ada yang membersamai dirinya. Meskipun hanya orang tua angkat, setidaknya Naomi tidak merasa sendirian. Tidak peduli dengan pemilik benih, Naomi tidak akan datang menemuinya. Apalagi jika harus merendah menuntut pertanggung jawaban dari Gurunya itu.
"Tidak... Jika dia diam saja, maka aku juga akan diam."
Tapi baru sedetik Naomi bergumam, sesorang ketua kelas memberitahukan padanya. Jika dia diminta menemui Damian ke ruang guru sekarang juga.
"Naomi, kamu disuruh ke ruang Pak Damian." Ucap Andra temannya.
Deg
Jantung Naomi berdetak kencang, baru saja dia membicarakan Damian. Kenapa bisa tiba-tiba dipanggil.
"Kok malah bengong, ayo cepetan!"
Andra menyeret paksa tangan Naomi, membuat gadis cantik itu berjingkat.
"Jangan pegang-pegang juga Ndra." Kesel Naomi karena ketua kelasnya itu suka sekali ambil kesempatan dalam kesempitan setiap dekat dengannya.
Bukannya tidak tahu maksudnya, bahkan Andre pernah mengajak Naomi pacaran tapi langsung ditolak mentah-mentah. Tapi Andra tidak pernah menyerah.
"Sensi amat, udah sana cepetan." Akhirnya Andra membiarkan Naomi pergi sendirian untuk menemui Pak Damian.
Saat dalam perjalanan dari kelas menuju ke ruang guru, Naomi dihadang oleh Anggun dan pengikutnya.
"Berhenti dulu Naomi." Ucap Anggun.
"Maaf Anggun, aku sedang terburu-buru karena Pak Damian menyuruhku datang ke ruangannya." Ucap Naomi.
"Sebentar saja, aku cuma mau bilang maaf karena sudah membullymu. Sekarang aku tahu jika apa yang dikatakan Yovita semuanya bohong. Dialah yang benalu dalam hidupmu, dan kedua orang tuanya yang seorang pencuri di dalam keluargamu. Maaf, lain kali aku akan lebih selektif dan teliti sebelum percaya omongan orang." Ucap Anggun.
"Bagus kalau begitu." Ucap Naomi kemudian melanjutkan langkahnya dengan tenang.
Sementara di belakang pilar Yovita yang menguping langsung mengepelkan tangannya. Sekarang dia tidak punya pendukung, satu-satunya teman yang berpengaruh sudah membelot menjadi membenci dirinya.
"Aku harus minta tolong pada Bang Yongki untuk membantu menghancurkan Naomi sekali lagi" Gumam Yovita.
Tok
Tok
Tok
"Apa Bapak memanggil saya?" Tanya Naomi pelan.
"Ehhmmm... Silahkan masuk." Ucap Damian dengan detak jantung yang menggila.
Damian mendorong kursinya ke belakang, berjalan menuju pintu dan menguncinya.
Bukan hanya jantung yang tidak sehat, bahkan Naomi bermandikan keringat. Bayangan buruk malam itu terlintas.
"Naomi...?" Suara berat Damian menggema.
ceritanya bagus,,sat set lgsg tamat 🤗
Mau gk mau ya harus bersyukur dan ikhlas menerima takdir sang AUTHOR.
TERIMA KASIH BANYAK THOR...🙏🥰
Istilah ini menggabungkan konsep karma (hukum sebab-akibat) dengan "dibayar kontan" (pembayaran langsung tunai) untuk menekankan kesegeraan dan kejelasan balasan tersebut...😥😭
iy bener thor skg byk yg kurang bersyukur, di ucapkan gampang tapi melakukan nya itu sulit loh
Maka ketika dihadapkan oleh musibah, yakinkan bahwa musibah ini adalah sebuah ujian untuk menguji keimanan kita, kesabaran kita.
Ketika seorang hamba dapat memahami sebuah kebaikan di dalam sebuah musibah, ia akan menganggapnya sebagai rahmat. Banyak hikmah yang dapat dipetik darinya dan menjadikannya sebagai pembelajaran...🤧😥💪
Hidup telah memberimu tantangan tak terduga, semoga kamu memiliki kekuatan untuk menghadapinya.
Semoga Allah angkat penyakitmu dan ganti dengan keberkahan.
Semoga diberi kekuatan dan kesembuhan selekasnya...😰😭