" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 2
masih di hari yang sama ...
"Jangan ngarep dah, aku masih bahagia menjadi jomblo ,".
"Ya tuhan ,itu artinya kamu menolak ku sebelum aku tembak door"!
"Menurutmu"; sahut Alea sambil menaikan satu alisnya.
"Ya tuhan bukankah dia orang terzolimi itu pasti terkabul, jadi hamba mohon bukanlah hati Alea untuk hambamu ini"! Dia marcel sambil mengangkat tanganya ke udara.
Alexa memberikan sepotong kue donat yang tadi sempat di jomotnya dari warung sang ibu, sebelum berangkat kesekolah, lalu dia letakan begitu saja ke atas tangan Marcel yang sedang mengangkat tanganya berdoa.
"Tu doa lu sudah terkabul"! Sahut Alea ,dan mampu membuat sarline meledakan tawanya.
"Kalian ini bener bener ya"! Marchel kesal sambil membuka donat tersebut dan memasukanya ke dalam mulutnya ,disela sela candaan mereka guru biologi pun datang memasuki ruang kelas tersebut, dan pelajaran pun di mulai.
**
Disisih lain,tepatnya di kantor Aditama grub.
Saka dan asisten Dika kini sedang berada di ruang meeting. Ada beberapa Klain dari perusahaan lain yang saat ini sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan yang saka pimpin saat ini.
"Tuan saka, bagaimana dengan tawaran saya"! Tanya seorang laki laki sambil menyerahkan map kepada saka untuk di periksa.
"Saya akan memberikan kabar secepatnya "! Kata saka kepada laki laki paruh baya di hadapnya ini,.
"Baik tuan, saya juga mengundang anda pada pesta ulang tahun pernikahan saya besok Minggu malam,tuan"!Saka terlihat menganggukan kepalanya singkat.
Setalah meeting yang menguras pikiran ,saka pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ruang CEO di ikuti asisten Dika di belakangnya.
Saka terlihat tenang duduk di kursi kebesaran nya,mata menatap ke sebuah foto wanita yang sejak dulu di sukainya dalam diam.
"Boss,apa ada perintah"! Tanya asisten Dika yang masih banyak pekerjaan numpuk di ruang kerjanya.
"Kembalilah ke ruangan mu"! Kata saka dengan wajah yang masih menatap ke arah bingkai foto tersebut.
"Baik,boss"! Asisten Dika pun berjalan keluar menuju ruanganya dan menyelesaikan pekerjaan nya yang masih menumpuk.
"Siska"!!.Dalam diamnya saka menyebut nama wanita 9 tahun yang lalu, berada satu sekolahan dan satu kelas denganya. Namun sikap dingin saka membuat nyat tidak bisa mengatakan kejujuran akan perasaanya,apalagi waktu itu tuan bhara sudah mengamanahkan perusahaan untuk di pimpin setelah lulus sekolah. Sejak saat itu saka memilik mengabaikan perasaan,membiarkannya mengalir seperti air,dirinya percaya jika memang siska jodohnya ,maka dalam keadaan apapun pasti keduanya akan di pertemukan dan disatukan lagi, itu sebabnya hingga saat ini saka memilik jadi jomblo happy mengurus perusahaan dari pada memikirkan nasib jodohnya.
**
Waktu terus berjalan hingga jam pulang kerja pun telah tiba, saka sudah bersiap memakai jas yang sedari tadi di gantung di gantungan baju diruangan CEO ,tak berselang lama asisten Dika mengetuk pintu ruang CEO tersebut.
Tok.tok.tok.
"Masuk"!! Kata saka dari dalam ruangan tersebut.
"Boss, apa kita pulang sekarang"! Tanya asisten Dika yang kini sudah berada di hadapan saka.
Hemmm "! Sahut saka lalu melangkah keluar ruang CEO di ikuti asisten Dika yang berjalan mengekor di belakangnya.
" Mampir beli martabak"! Celetuk saka dari belakang kursi kemudi.
"Haah"!! Sahut asisten Dika sambil melirik sekilas ke arah boss nya yang ada di belakang kursi kemudi.
"Mama memintaku beli martabak telur"! Sahut saka yang sepertinya tahu tentang tatapan asisten nya itu.
"Baik boss"! Jawab asisten Dika ,sebelum melajukan mobil ke mansion kediaman Aditama , asisten Dika mencari penjual martabak yang sudah buka dan tak jauh dari komplek perumahan elit Milik Aditama tersebut .Tak berselang lama mobil mewah tersebut berhenti di pinggir jalan tak jauh dari penjual martabak. Asisten Dika pun segera keluar dan berjalan mendekat untuk membeli martabak telur kesukaan nyonya besarnya .
"Mas martabak telur spesial jumbo 2 "!
"Baik tuan, mohon di tunggu"! Kata penjualan martabak tersebut yang masih menyiapkan beberapa barang dagangan nya karena memang baru buka.
15 menit menunggu masih juga belum siap martabak tersebut . Saka yang notabennya tidak sabaran berniat keluar dan memberikan sumpah serapahnya kepada penjual martabak sekaligus asisten nya itu.
Namun baru saja membuka pintu.
"Prak"!!
Sesuatu terjatuh saka segera menatap benda yang terjatuh disamping mobilnya itu. Beberapa butir telur yang masih terbungkus plastik pecah seketika karena terjatuh.
Saka mengernyitkan keningnya menatap telur tersebut tanpa mengetahui seorang gadis sudah keluar asap telinga dan ubun ubun nya.
" Hei, apa kau tidak lihat orang jalan,buka pintu mobil seenaknya, kau lihat itu telur telurku pecah karena ulah mu,kalau sudah kayak gini siapa yang akan tanggung jawab"! Teriak gadis berusia 18 tahun tersebut yang sudah mengeluarkan sumpah serapahnya.
Saka turun dari mobil dan menatap gadis tersebut yang tak lain adalah Alea .
Deg"!!
Mata Alea membulat sempurna saat melihat laki laki tampan penuh karismatik berdiri dihadapanya, meskipun wajahnya datar dan sedingin beruang di kutub Utara ,tapi tidak bisa di pungkiri jika laki laki di hadapannya sungguh tampan dan mempesona.
"Cantik"!! Gumam saka singkat ,dengan tatapan sedingin kulkas 7 pintu.
"Hemmm"!! Kata saka mencoba membuyarkan lamunan gadis tersebut yang masih menatapnya tanpa kedip.Alea mengerjapkan matanya kembali menatap telur yang sudah pecah dan tergeletak di tanah.
"Cepat tanggung jawab ,ganti telur telurku,atau dua telur mu itu sebagai gantinya"! Kata Alea yang sudah berwajah garang saat ini.
Glek"!!Saka kesusahan menelan ludahnya, dengan tengkuk yang sudah meremang hebat saat dua telurnya akan menjadi ganti telur yang pecah tersebut.
"Kenapa diam, atau jangan jangan kau mau lari dari tanggung jawab "! Pekik alea lagi. Tak sedikit pasang mata menatap ke arah saka dan Alea .
"Sialan, beraninya menyamakan dua telurku dengan telur telur itu "! Gumam saka dalam hati tatapanya semakin tajam menatap ke arah Alea.
"Mau aku colok nya matamu,kenapa menatapku seperti itu bukanya cepat ganti rugi"! Oceh Alea yang masih mencari keadilan.
"Boss"!!Pekik asisten Dika saat melihat bosa nya sedang mendapatkan sumpah serapah dari seorang gadis yang tidak tahu siapa. Asisten Dika segera membayar martabak yang sudah jadi dan langsung mendekat ke arah saka.
"Boss, ada apa ini"! Tanya asisten Dika dengan wajah panik.
"Urus gadis gila ini". Kata saka lalu kembali masuk kedalam mobil hitam di hadapanya.
"Sialan, beraninya kau mengatai ku gila, dasar laki laki tidak berperi kelakian"! Umpat Alea sambil menunjuk ke arah saka yang sudah hilang di balik pintu mobil .Saka menghela nafas kasar sambil memegangi kepalanya yang sudah berdenyut denyut.
"Mimpi apa aku semalam"! Gumanya lirih dengan mata terpejam.
"Nona ,ada apa sebenarnya"!? Tanya asisten Dika kepada Alea yang masih menatap ke arah mobil hitam dimana saka ada di dalamnya.
"Laki laki itu,sudah membuat telurku pecah semuanya, ganti telurku atau telur nya yang aku pecahkan"! Kata Alea sambil menunjuk telur yang masih tergeletak di atas tanah.
Glek"!Asisten Dika pun juga kesusahan menelan ludahnya.
"Yang benar saja , berani dia memecahkan telur tuan saka"? Gumam asisten Dika yang malah sibuk dengan isi otaknya saat ini.
"Hei"!! Panggil Alea saat tidak ada jawaban Dari asisten Dika sedari tadi.
"Saya akan ganti nona, asal bukan telur boss saya yang jadi ganti"! Sahut asisten Dika sambil mengambil dompet yang ada di saki celananya.
"Sialan, bisa bisanya dia mau menjadikan telurku sebagian ganti"! Pekik saka salah hati kekesalannya sudah di ujung ubun ubun nya saat ini, mana lelah bekerja sekarang ditambah lagi menghadapi gadis bar bar yang tidak dia kenal, bahkan ini lebih mengesalkan dibandingkan sarline adik nya.
"Ini nona, anda bisa membelinya lagi kan"! Kata Asisten Dika sambil menyerahkan satu lembar uang seratus ribuan.
"Coba dari tadi ,kan mulut ku tidak sampai berbusa mengumpati nya", sahut Alea sambil menyambar uang seratus ribuan tersebut dari tangan asisten Dika.
"Thanks ya, oiya bilang kepada dia, biasakan senyum biar wajah tampan nya tidak mengalahkan beruang di kutup Utara"! Celetuk Alea sambil berlalu begitu saja dan bersenandung ria.
"Sialan, "!! Lagi lagi saka hanya bisa mengumpat menahan kesal karena ulah Alea yang sudah berani menyamakan dengan beruang kutub.Alea berjalan sambil senyum senyum sendiri, Setidaknya dirinya kehilangan sepulu butir telur ,tapi dapat ganti seratus ribu.
"Lumayan,sisanya bisa buat beli nasi goreng nanti malam di kang Ujang" celetuk Alea.
"Boss,apa anda baik baik saja "! Tanya asisten Dika saat sudah masuk kedalam mobil.
"Menurutmu" .Asisten Dika bungkam seribu bahasa saat melihat raut wajah merah padam dari boss nya itu.
"Pantas saja di maki maki gadis ingusan, orang wajahnya saja memang seperti beruang kutub dingin dan menyeramkan"! Gumam asisten Dika dalam hati sambil kembali menjalankan mobilnya menuju mansion kediaman Aditama.