NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cerai / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:263
Nilai: 5
Nama Author: VISEL

Hana dan Aldo mempunyai seorang anak laki-laki bernama Kenzo. Mereka adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama 6 tahun, Kenzo berusia 5 tahun lebih dan sangat pandai berbicara. Kehidupan Hana dan Aldo sangat terjamin secara materi, Aldo mempunyai perusahaan batu bara di kota kalimantan...kehidupan rumah tangga mereka sangat rukun dan harmonis, hingga suatu hari musibah itu menimpa dalam rumah tangga mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VISEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Untuk menghilangkan rasa sepi karena kepergian suaminya, Hana terpaksa menginap di rumah kedua orang tuanya. Hana juga memikirkan Kenzo agar tetap merasa gembira di rumah kakek dan neneknya. Malam itu, Hana kembali mencoba menghubungi Aldo. Ponsel suaminya tetap masih tidak aktif, Hana mulai gelisah dan cemas.

  Hana: "Ada apa dengan mas Aldo? Apakah terjadi sesuatu?" hati Hana mulai bertanya-tanya dengan rasa cemas. Wajahnya tampak cemberut dan murung, tante Laras menghampiri Hana di ruang keluarga.

  Tante Laras: "Ada apa, nak?" tanyanya dengan rasa ingin tahu. "Mama perhatikan, sejak tadi wajahmu kelihatan murung." ucapnya pelan.

  Hana: "Ponsel mas Aldo beberapa hari ini tidak aktif, ma. Berkali-kali aku menghubunginya sejak kemarin." ucapnya dengan rasa gelisah.

  Tante Laras: "Mungkin Aldo sudah tidur, atau ponselnya low, nak. Besok saja kamu telpon lagi." ucapnya dengan lembut. Tante Laras mencoba menenangkan hati putrinya dengan berbagai alasan. Hana terdiam sesaat mendengar pernyataan mamanya.

  Hana: "Apakah Kenzo sudah tidur, ma?" tanyanya.

  Tante Laras: "Iya, Hana. Papa telah menidurkannya." ucapnya. "Bahkan papamu ingin tidur bersamanya." ucapnya lagi sambil tersenyum lebar.

  Hana: "Astaga, hehe!" ucapnya sambil tertawa kecil. "Biarkan saja, ma. Papa memang sangat menyayangi Kenzo." ucapnya lagi dengan penuh haru.

Tante Laras: "Mama tidur dulu, nak. Kamu juga harus istirahat, ya." ucapnya pelan.

Hana: "Iya, ma. Aku akan tidur sebentar lagi." sahutnya sambil tersenyum kecil. Tante Laras berjalan pelan menuju ke ruang kamarnya, sedangkan Hana masih duduk di ruang keluarga seorang diri. Hati Hana diliputi kegelisahan yang mendalam, sudah 3 hari Aldo tidak menghubungi dirinya. Hana beranjak dari duduknya, dia berjalan pelan masuk ke dalam kamarnya. Hana mencoba memejamkan kedua matanya malam itu, walaupun hati dan pikirannya sedang gelisah karena memikirkan Aldo. Keesokan harinya, Hana berniat mengunjungi Sari di rumahnya. Setelah sarapan pagi itu, Hana memberitahu tante Laras dan om Heri untuk ke rumah Sari.

Hana: "Jangan nakal, ya, Kenzo. Mama pergi ke rumah tante Sari dulu." ucapnya dengan lembut.

Kenzo: "Iya, ma. Kenzo akan bermain lagi bersama kakek." ucapnya dengan suara agak keras. Hana menatap wajah tante Laras dan om Heri, lalu tersenyum lembut.

Hana: "Aku pergi dulu, pa, ma." ucapnya.

Tante Laras: "Iya, Hana. Hati-hati di jalan, ya." sahutnya, sedangkan om Heri hanya menganggukkan kepalanya. Hana mulai melaju dengan mobilnya di jalan raya, Hana tidak ingin menelpon Sari, karena ponsel Sari tidak bisa dihubungi. Hana ingin mengunjungi Sari secara langsung di rumahnya. Sekitar 35 menit, akhirnya Hana tiba di depan rumah sahabatnya itu. Hana keluar dari dalam mobilnya, lalu mulai melangkah dengan hati-hati sampai ke depan pintu rumah Sari.

"Tok... Tok." Hana mengetuk pintu rumah Sari dengan suara yang cukup keras. Sari mempunyai bel rumah, namun bel di rumahnya sedang rusak. Hana mengetuk pintu rumah Sari hingga beberapa kali, sampai akhirnya seorang wanita setengah tua membuka pintu rumah itu. Wanita itu adalah asisten rumah tangga Sari yang bernama Surti.

Hana: "Apakah Sari ada, bi?" tanyanya dengan suara yang lembut.

Surti: "Non Sari tidak ada, nyonya." ucapnya sambil menatap wajah cantik Hana. Surti juga mengenal Hana sebagai sahabat Sari, karena Hana sering ke rumah Sari sebelum menikah dengan Aldo.

Hana: "Aku akan menunggu di dalam saja, ya, bi. Sari pasti akan kembali." ucapnya dengan yakin. Hana menduga Sari hanya pergi berbelanja di luar rumah.

Surti: "Maaf, nyonya. Non Sari keluar kota." sahutnya. Hana tertegun mendengar pernyataan bi Surti, Hana menatap wajah bi Surti dalam-dalam.

Hana: "Ke luar kota, bi? Kapan? Di kota mana?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

Surti: "Saya tidak tahu di kota mana, nyonya. Non Sari tidak mengatakan apapun pada saya." ucapnya pelan. "Non Sari hanya mengatakan akan ke luar kota." ucapnya lagi.

Hana: "Kapan Sari pergi, bi?" tanyanya lagi dengan rasa ingin tahu.

Surti: "4 hari yang lalu, nyonya. Non Sari pergi sendiri." ucapnya dengan penuh keyakinan. Hana kembali tertegun, dia mengingat jika kepergian Sari sama dengan kepergian Aldo, yaitu, 4 hari yang lalu.

Hana: "Kenapa bisa bersamaan, ya?" tanyanya sambil memegang dagunya, lalu menatap tajam pada bi Surti. "Ponsel mereka juga sama-sama tidak aktif." ucapnya pelan.

Surti: "Maaf, nyonya." ucapnya pelan. Surti menatap wajah Hana dengan penuh keheranan, lalu berkata: "Apanya yang bersamaan, nyonya?" tanyanya dengan rasa penasaran. Hana tidak menjawab pertanyaan bi Surti, Hana sibuk memikirkan kepergian Sari dan Aldo secara mendadak.

Hana: "Kapan Sari pulang, bi?" tanyanya lagi.

Surti: "Saya tidak tahu, nyonya. Non Sari tidak memberitahukan pada saya." ucapnya.

Hana: "Terima kasih informasinya, bi. Aku pergi dulu, ya." ucapnya.

surti: "Iya, nyonya." sahutnya. Bi surti menatap kepergian Hana dengan berbagai pertanyaan dalam hatinya, dia mencoba mengerti maksud perkataan Hana, namun bi Surti tetap tidak mengerti dengan perkataan Hana. Di dalam mobilnya, Hana masih memikirkan kepergian Sari yang menurutnya secara tiba-tiba itu.

Hana: "Mengapa Sari tidak memberitahuku tentang kepergiannya ke luar kota?" hatinya diliputi tanda tanya tentang kepergian Sari dan Aldo secara bersamaan. "Mas Aldo ke kota Bandung untuk urusan bisnis. Sari juga pasti punya urusan mendadak di kota lain." gumannya. "Mungkin Sari ke kota kelahirannya, yaitu Bogor." ucapnya lirih. Hana mencoba berpikir positif terhadap Aldo dan Sari yang pergi secara bersamaan. Hana tidak ingin meracuni pikirannya sendiri dengan berbagai prasangka yang buruk terhadap sahabat dan suaminya sendiri. Hana terus melaju dengan mobilnya di jalan raya, di tengah perjalanan Hana melewati beberapa toko buah di pinggir jalan, Hana teringat untuk membeli buah kesukaan putranya, yaitu buah anggur. Hana memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dengan pelan dan hati-hati, dia keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam toko buah itu. Di dalam toko buah itu, Hana mulai memilih beberapa buah anggur kesukaan Kenzo. Saat Hana mulai memilih dan mengambil beberapa tangkai buah anggur, seorang pria muda juga hendak mengambil buah anggur yang sedang berada dalam genggaman tangan Hana.

Hana: "Maaf, mas. Saya duluan yang memilih buah anggur ini." ucapnya lembut namun tegas.

Pria muda: "Oh, maaf." sahutnya sambil tersenyum ramah. "Apakah mbak menyukai buah anggur itu?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

Hana: "Putra saya sangat menyukainya. Saya membelinya untuk putra saya." ucapnya dengan wajah datar.

Pria muda: "Untuk mbak saja, deh." ucapnya sambil tersenyum lebar. "Saya mengalah pada wanita cantik." ucapnya lagi.

Hana: "Memang saya yang duluan, mas." ucapnya dengan ketus.

************************************

1
tia
dunia nyata dunia novel sama istri pertama pasti ada ruang khusus 😁😁
tia
tambah lg updatenya thor
tia
karma di bayar lunas ,, kehilangan bayi kakiny lumpuh ,,, syukurin
tia
kasihan hana 😭😭,,moga kenzo cepat sembuh.
tia
lanjut Thor,,buktikan hana bahwa qmu hebat
tia
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!