Apakah kamu percaya cerita Cinderella?
Amina Arafat hanyalah seorang gadis yatim piatu, imigran dari Palestina dan tinggal bersama paman bibinya serta sepupunya di Brussels Belgia. Amina memiliki wajah cantik yang khas, membuat Akira Léopold, putra mahkota kerajaan Belgia, jatuh cinta pada pandangan pertama.
Amina yang merasa tidak pantas bersanding dengan seorang pangeran dan putra mahkota, mencoba menjauh dari Akira tapi dia salah. Akira adalah keturunan Léopold yang tidak akan menyerah begitu saja demi mendapatkan wanita yang sudah mencuri hatinya sejak bangku sekolah.
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akira Léopold
High School Private di Brussels, sepuluh tahun lalu
"Murid baru?" tanya Akira Léopold ke temannya, Jake Hamm.
"Iya, masuk dengan beasiswa dari yayasan keluarga kamu."
Akira Léopold hanya mengangguk. "Cowok cewek?"
"Katanya cewek."
"Di tahun terakhir kita sekolah?" Akira tampak terkejut. "Yang benar saja."
"Tapi aku dengar begitu," jawab Jake.
Akira pun berjalan masuk ke dalam ruang kelasnya bersama Jake dan mereka pun duduk di kursi masing-masing. Tak lama guru mereka masuk bersama seorang gadis remaja cantik dengan wajah menunduk.
Akira menatap wajah gadis itu, dan dadanya berdesir. Cantik! Belum pernah Akira merasakan hal ini sebelumnya. Banyak teman perempuannya yang bermain dan kerja kelompok di sekolah tapi baru kali ini di usianya yang ke 15 tahun, merasakan cupid nyasar.
"Anak-anak, hari ini kita akan punya teman baru bernama Amina Arafat. Dia pindahan dari Antwerp dan sekarang tinggal di Brussels. Bersikap baik ya?" ucap guru itu. "Kamu bisa duduk di sebelah Akira."
Gadis remaja itu mendongak wajahnya dengan raut terkejut saat mendengar nama Akira.
"Soll ich neben Akira sitzen ( saya harus duduk bersama Akira )?" tanya Amina dan Akira terkejut mendengar suaranya yang merdu serta lembut.
"Iya. Akira memang pangeran tapi disini semua sama," jawab gurunya.
"Baik Sir." Amina pun berjalan menuju kursi kosong sebelah Akira dengan kepala menunduk.
Akira melihat bagaimana sikap Amina yang takut-takut, merasa gemas karena sikapnya yang menurutnya lucu.
"Hai. Aku Akira," ucap Akira sambil mengulurkan tangannya sesaat setelah Amina duduk.
Amina mengulurkan tangannya dengan takut-takut. "Senang bertemu dengan anda ...my prince."
Akira tersenyum manis.
Sejak saat itu, Akira dekat dengan Amina, apalagi gadis itu kalem dan tidak cari perhatian, tapi memang ada kelemahan. Amina hanya fasih berbahasa Inggris dan Jerman. Padahal di Brussels, bahasa resmi adalah Belanda dan Perancis. Belgia memang memiliki tiga bahasa resmi Belanda, Perancis dan Jerman.
Akira pernah bertanya pada Amina yang tampak sendu saat tidak bisa menjawab dengan bahasa Belanda.
"Kenapa kamu tidak fasih bahasa Belanda dan Perancis?" tanya Akira saat jam istirahat. Akira memakai tiga bahasa ke Amina agar gadis itu belajar.
"Saya paham my prince. Tapi saya kesulitan dalam berbicara di dua bahasa itu. Saya sudah berusaha tapi tetap saja lidah ini kembali ke Jerman dan Inggris ... Ini memang kelemahan saya." Amina semakin menunduk karena merasa bodoh di depan Akira.
"Kalau kamu ada kesulitan, aku akan membantu kamu," ucap Akira santai.
"Maafkan saya," bisik Amina.
Kedekatan Akira dan Amina pun membuat banyak gadis yang sudah naksir putra mahkota Belgia itu pun merasa kesal. Mereka merasa bahwa Amina adalah tipe gadis menjual kesedihan dan pick me.
Amina pun menjadi sasaran bullying disaat Akira tidak masuk sekolah karena urusan kerajaan. Amina yang sedang membuat tugas bersama Jake, tiba-tiba dijegal oleh Ferina, yang merupakan putri bangsawan yang selalu ingin menjadi bagian keluarga Léopold.
Amina terjatuh dari kursinya membuat patpatnya merasa sakit.
"Apa yang kamu lakukan, Ferina!" bentak Jake sambil membantu Amina berdiri. "Bagaimana jika tulang ekornya patah!"
Amina menggenggam tangan Jake dengan wajah mengernyit kesakitan.
"Halah, dianya saja yang sok pick me!" ejek Ferina.
"Lalu? Apa bedanya sama kamu?" balas Jake. "Kamu baik-baik saja?"
"Tidak Jake ... Rasanya sakit sekali!" bisik Amina dengan wajah memucat dan bulir-bulir keringat muncul di keningnya sebesar jagung.
"Ya Tuhan! Ayo ke klinik!" Jake memapah Amina dan guru mereka pun menatap tajam ke Ferina yang panik karena sepertinya Amina benar-benar sakit.
***
Royal Hospital Brussels Belgia
"Dimana kamar Amina Arafat?" tanya Akira yang datang bersama dengan pengawalnya.
"Yang mulia ...." Suster itu lalu menyebutkan kamar Amina dan Akira mengucapkan terima kasih.
Sesampainya disana, Akira melihat Jake sedang berbicara dengan seorang pria paruh baya.
"Akira, perkenalkan ini Paman Jalil Arafat, paman Amina. Beliau datang baru saja setelah menyelesaikan pekerjaannya sebagai masinis trem," ucap Jake.
"My prince ...." Jalil Arafat membungkuk hormat ke Akira.
"Paman Jalil," senyum Akira sambil bersalaman dan mengangguk sopan. "Apakah Amina baik-baik saja?"
"Tulang ekornya cidera gara-gara kena bully Ferina. Kamu tahu kan cewek itu naksir kamu?" jawab Jake.
"Apa yang terjadi?" tanya Akira.
"Aku dan Amina kan sedang membuat tugas akhir kimia kita bertiga, tiba-tiba Ferina menendang kursi Amina hingga terjatuh," jawab Jake.
Akira mengernyitkan dahinya. "Kursi lab kimia kan model bar dan tinggi itu."
"Itulah! Makanya Amina kesakitan!"
Akira menoleh ke Jalil. "Siapapun pelakunya, dia tetap akan dihukum! Kami tidak mentolerir pembullyan!"
"My prince, sepertinya Amina tidak cocok di sekolah yang baru ini karena kami dari distrik kecil di Antwerp ... Kami hanya orang biasa ... Imigran dari Palestina dan banyak ...."
"Pembullyan adalah kejahatan! Tidak perduli kamu siapa, paman Jalil. Saya dan keluarga juga sering mendapatkan pembullyan secara verbal dari netizen tapi jika sudah masuk fisik, ini sudah kriminal!" potong Akira.
Tak lama pintu rawat inap Amina terbuka dan tampak seorang wanita berhijab serta anak perempuan yang mungkin berusia sepuluh tahun, keluar dari sana.
"My prince, ini istri saya Fatiyah dan putri kami Hikmah. Sayang, ini teman sekolah Amina yang ternyata pangeran Akira."
Ibu dan anak itu lalu bersalaman dengan Akira.
"Bagaimana kondisi Amina, bibi?" tanya Akira.
"Masih kesakitan tapi kata dokter, cederanya tidak terlalu parah. Hanya memar dan tidak sampai ... Amit-amit saraf terjepit," jawab Fatiyah.
"Alhamdulillah," jawab Akira membuat ketiga orang itu terkejut. "Saya muslim, by the way."
***
Amina terkejut saat melihat Akira datang membesuknya karena tidak menyangka remaja ganteng itu mau ke rumah sakit.
"My prince ...." senyum Amina.
"Bagaimana keadaanmu?" Akira mengambil kursi dan duduk di sebelah Amina.
"Baik-baik saja, Akira."
"Bohong! Aku sudah lihat hasil Rontgen nya! Itu sakit Amina!" hardik Akira.
"My prince ... Akira ... tidak apa-apa. Aku baik-baik saja," senyum Amina.
Akira menggelengkan kepalanya. "Bagaimana bisa kamu masih tersenyum begitu?"
"Karena dengan senyuman, jiwa positif akan muncul, Akira."
***
Note
Jika tulang ekor patah, Anda akan mengalami nyeri hebat di punggung bawah/bokong, bengkak, dan sulit duduk, yang bisa memburuk saat aktivitas seperti berjalan atau buang air besar, bahkan menjalar hingga kesemutan atau mati rasa di kaki. Meskipun jarang menyebabkan kelumpuhan, cedera parah bisa memicu saraf kejepit, gangguan buang air/BAB, dan membutuhkan penanganan medis seperti obat, fisioterapi, atau operasi jika tidak membaik.
Sumber Google
***
Visual Amina Dewasa
***
Yuhuuu up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
The sableng family, yg nyuruh turun genteng aja, mama Rarasati bawa prince Akira 😂😂😂😂😂