Pertemanan dua keluarga tidak menjadikan Allegri dan Allegra akrab. Sejak kecil keduanya selalu berdebat dan membuat Allegra sebagai gadis mungil yang memiliki tubuh berisi menangis karena bullying yang di lakukan Allegri.
Allegra selalu memeluk Monica, mengadu pada wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu kedua baginya setelah Giana.
Beberapa tahun berlalu keduanya telah dewasa. Kini Allegri menjadi pimpinan rumah yang di dirikan orang tuanya. Laki-laki tampan itu menjadi pemimpin yang terkenal dingin dan berdedikasi tinggi terhadap aturan yang telah ia tetapkan.
Allegra tidak bisa menolak ketika kedua orangtuanya Valentino dan Giana , meminta ia melanjutkan bekerja untuk mengabdikan diri dirumah sakit yang kini di pimpin Allegri.
Bagaimana saat keduanya menjadi rekan kerja? Apakah keduanya masih saling membenci?
Ikuti sekuel TERJEBAK CINTA MAFIA ini ya. Anak Monica-Luigi & Valentino-Giana. Semoga kalian suka.
Jangan lupa interaksi kalian di setiap bab, agar novel ini bisa berk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Allegra Allegri
Allegra terjaga dari tidurnya di saat hari masih gelap. Senyum bahagia terlukis di wajahnya.
Alle berada dalam dekapan hangat suaminya yang masih tertidur pulas. Tubuh keduanya masih sama-sama polos setelah semalaman beraktivitas tak henti mereguk kenikmatan duniawi.
Sama-sama menginginkan, sama-sama membutuhkan pada akhirnya membisikkan kata-kata cinta.
Allegra mengangkat wajahnya dengan bertumpu pada dada Al yang tak bergeming. Wanita itu menatap lekat wajah suaminya. Jemari lentik Alle perlahan menyusuri wajah Allegri.
Kening, batang hidung dan berakhir pada bibirnya. Bibir yang selalu berhasil mengawali cumbuan pada tubuh Alle. Membuat akal sehatnya hilang dalam sekejap. Ikut liar tanpa rasa malu-malu.
"Aww...
Allegra terpekik, tiba-tiba jarinya di gigit Al. "Sayang kamu sudah bangun?".
"Kau membuatnya bangun. Kau harus bertanggung jawab", balas Allegri menarik tangan Alle mengarahkan pada miliknya yang sudah mengeras.
Kedua mata Allegra melotot. Ia mengatakan bangun dalam arti membuka mata yang sebenarnya ternyata Al mengatakan istilah bangun yang lainnya. Tak lain miliknya.
Namun tetap saja Allegra melakukan yang suaminya minta. Mengusap perlahan milik Allegri, membuat laki-laki itu mengerang sambil menyugar rambutnya.
Alle senang melihat Al seperti itu, membuat jemari tangannya semakin cepat mengusap milik laki-laki itu. Ternyata perbuatannya berakibat fatal.
Allegri membalikkan tubuhnya. Kini berada di atas tubuh Alle. "Kau mau menyiksa ku, hem? Kau tahu sayang, jika kau melakukannya seperti tadi aku pastikan kau harus menyelesaikannya hingga tuntas", ucap Allegri mulai menyusuri tubuh Alle.
Hingga terjadi lagi pergumulan panas di antara keduanya. Saling tumpang tindih satu dan lainnya di atas tempat tidur yang tak berbentuk lagi. Bahkan seprai putih menjadi kusut masai, terdapat bercak merah milik Allegra yang telah mengering.
Kamar hotel mewah tempat keduanya memadu kasih, menjadi saksi bisu percintaan panas Allegra dan Allegri. Pasangan pengantin baru yang tengah berbahagia.
*
Di Kamar presidential suite room hotel berbintang yang berada di kota Roma, dua insan yang sedang di mabuk cinta berpelukan mesra. Setelah menghabiskan waktu mereguk kenikmatan duniawi bersama pasangan sah.
Entah sudah berapa kali mengulang kembali keintiman itu, bahkan Alle yang untuk pertama kali bercinta dan baru saja melepaskan mahkota yang sangat ia jaga selama ini tidak bisa menolak belaian lembut suaminya.
Saat ini keduanya sedang bersenda gurau dan saling mengoda masih dalam keadaan nude, hanya selimut tebal berwarna putih yang menutupi sebagian tubuh keduanya. Allegri menyandarkan punggungnya pada ujung tempat tidur sambil memeluk leher Alle dari belakang. Sementara Allegra menyadarkan punggungnya pada dada bidang Allegri.
Keduanya sedang berpelukan sambil menikmati sepiring buah strawberry yang disebelahnya terdapat semangkuk coklat meleleh. Alle mengambil sebiji buah strawberry dan menyuapkan nya pada mulut Allegri. Laki-laki itu memang menyukai buah segar berasa asam.
Sementara Al mencelupkan buah strawberry kedalam lumeran coklat cair dan menyuapkan nya pada istrinya yang bersandar pada dadanya.
Sesekali Allegri mengusap wajah mulus istrinya. Dan mengecup pucuk kepala Alle. Sementara Allegra membalasnya dengan melingkarkan tangan kebelakang leher Al dan menengadahkan kepalanya untuk memberikan bibirnya agar di cium suaminya itu.
"Apa rasanya masih sakit sekali, hm?", tanya Allegri sambil mengusap lembut kedua puncak kenikmatan Alle yang kembali menegang karena udara dingin di dalam kamar mewah tersebut.
"Iya, masih terasa perih dan kau membuatku kelelahan. Tubuh ku terasa remuk", jawab Allegra polos dan melayangkan protes nya.
Allegri tertawa mendengar ucapan istrinya itu. "Iya, selanjutnya aku akan melakukannya dengan lebih pelan-pelan lagi".
"Sebaiknya kau berendam air hangat dengan essentials aromaterapi akan mengembalikan tenaga mu. Aku sangat menyukai aroma tubuh mu, sayang", bisik Allegri dengan suara terdengar mengoda dan seksi di telinga Allegra.
"Ahh... suamiku benar-benar tampan dan buaiannya selalu membuat tubuh ku bergetar begini", batin Allegra.
"Ternyata begini rasanya bercinta. Wajar saja teman-teman ku tidak ada yang perawan lagi, ternyata rasanya begitu nagih", seloroh Allegra.
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut istrinya itu langsung membuat Allegri bereaksi melumat bibir Allegra, membuat Alle berhenti bicara.
"Jangan coba-coba memancing ku sayang. Maksud mu kau menyesal tidak bercinta sebelum dengan suami mu?".
Allegra melebarkan kedua matanya. "Bukan begitu sayang.."
"Jangan berpikir yang tidak-tidak Allegra. Aku tidak akan membiarkan kau berpikir begitu", tegas Allegri sedikit kesal.
Al menaruh piring buah strawberry ke atas nakas. Dengan tiba-tiba mengangkat tubuh istrinya ala bridal style.
Tentu saja tindakan spontan Al itu membuat Allegra menjerit pelan "Sayang aku bisa berjalan sendiri", ucapnya.
Allegri kembali mencium bibir itu, agar tidak banyak protes.
Saat sudah berada di dalam kamar mandi super mewah, Al mengisi air hangat dan meneteskan aromaterapi kedalam bathtub yang bisa menampung dua orang itu.
Sementara Allegra menatap kondisi nya saat ini didepan cermin besar yang ada di kamar mandi, begitu kacau. Rambut kusut bahkan setelah ia mandi sore kemarin belum sempat di sisir sama sekali. Sementara sekujur tubuhnya di penuhi tanda kepemilikan akibat ulah suaminya.
"Apa yang kau lihat, hem?", ucap Allegri mengecup leher istrinya yang penuh dengan tanda merah. Tanda kepemilikan yang ia berikan. Al memeluk tubuh istrinya itu dari belakang dan meremas lembut gundukan kenyal milik Allegra yang sangat ia sukai tidak terlalu besar namun tidak kecil juga. Tempat itu menjadi tempat favorit Allegra saat menggoda istrinya.
Sesaat tindakan Allegri itu menghilangkan konsentrasi Alle, otak nya mau menjawab apa tapi yang keluar dari bibirnya malah suara lenguhan tertahan.
"H-entikan sayang, kata mu aku harus berendam untuk menghilangkan sakit di tubuh ku".
"Hem iya tentu saja. Kita berendam bersama", bisiknya sambil mengigit lembut telinga Allegra.
Alle melebarkan mata.
"Iya, aku akan menemanimu berendam", jawab Al sambil mengangkat tubuh istrinya masuk kedalam bathtub berukuran besar yang telah terisi air hangat dengan essentials aromaterapi.
Setelah satu jam lebih berada di kamar mandi, keduanya keluar menggunakan bathrobe.
Benar saja ritual berendam berakhir dengan percintaan panas. Nyatanya Allegri selalu berhasil membuai tubuh istrinya yang tidak bisa menolak sentuhannya.
*
"Sayang ada apa daddy Luigi meminta kita datang kerumah mu?".
"Kita akan segera tahu, mommy tidak memberi tahu apa-apa tadi", jawab Allegri. "Ayo kita turun".
"Iya".
Allegri menggenggam erat tangan istrinya. Rona bahagia sebagai pasangan baru nampak jelas di raut wajah keduanya.
"Selamat sore tuan Allegri nona Allegra", sapa salah satu pelayan yang bekerja di mansion mewah Monica dan Luigi.
"Di mana daddy dan mommy?".
Tuan besar dan nyonya bersama tuan Gabriel juga nona Maura di dekat kolam renang tuan", jawab pelayan itu dengan hormat.
Allegri menganggukkan kepala, lalu mengajak Alle menemui keluarganya.
Melihat kehadiran Allegri dan Allegra Monica langsung menyambut keduanya. "Sayang kalian sudah datang? Ayo kemari".
Allegra memeluk mertuanya itu. Monica menatap pasat tampilan menantunya. Senyum menghiasi bibirnya kala memastikan keadaan Alle nampak bahagia.
"Sayang kau melihat pada menantu kita? Apa kau mau memastikan malam pertama mereka lancar? Pasti lancar, kau tahu putra mu seperti apa", seloroh Luigi yang langsung membuat Allegra tersipu.
"Aku dan istriku baik-baik saja", ujar Allegri seakan menjawab pertanyaan terpendam Monica.
"Mommy masih meragukan anak mommy? Lihat saja wajah kakak ku dan istrinya berseri-seri seperti itu. Artinya semuanya lancar dan sebentar lagian akan memberi cucu untuk mommy dan daddy", ujar Gabriel yang sengaja menggoda Allegri dan Allegra.
"Baiknya kalian berdua segera menyusul kami, untuk apa lama-lama berpacaran seperti kalian ini", balas Allegri yang di anggukan kepala Luigi.
"Daddy setuju dengan kakak mu Gabby, kapan kau dan Maura menikah?".
Kali ini wajah Maura yang memerah seperti tomat.
Gabby menggenggam tangan kekasihnya itu. "Doakan saja secepatnya, iya kan sayang?".
Maura menganggukkan kepalanya dengan senyuman di wajahnya.
Monica mengusap lembut lengan suaminya.
"Daddy dan mommy punya hadiah pernikahan untuk kalian. Lihatlah, semoga kalian suka", ucap Luigi.
Luigi memberikan amplop putih kehadapan Allegri dan Allegra.
"Buka lah.."
...***...
To be continue
Sengaja up-nya malam karena konten 21+ semoga kalian tetap baca. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 🙏