NovelToon NovelToon
Kembalinya Kaisar Dunia Bawah

Kembalinya Kaisar Dunia Bawah

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Romansa
Popularitas:323
Nilai: 5
Nama Author: blueberrys

Dunia ini bukanlah tempat bagi mereka yang lemah si kaya terbang membelah awan layaknya naga, sementara si miskin terinjak sebagai debu di bawah kaki sang penguasa. Di tengah kejamnya takdir, hiduplah Zhou Yu, bocah laki-laki yang jiwanya jauh lebih dewasa dibanding usianya yang baru delapan tahun. Sejak kecil, ia adalah pelita bagi orang tuanya, sosok anak berbakti yang rela menghabiskan masa bermainnya di pasar demi menyambung hidup keluarga.

Namun, langit seolah runtuh saat Zhou Yu pulang membawa harapan kecil di tangannya. Aroma darah dan keputusasaan menyambutnya di ambang pintu. Ia menemukan sang ayah pria yang selama tiga bulan terakhir berjuang melawan sakit tergeletak mengenaskan dalam napas terakhirnya. Di sudut lain, ibunya terkulai lemas, tak berdaya, bersimbah darah dan dengan kondisi yang mengenas. Di detik itulah, kepolosan Zhou Yu mati. Dalam tangis yang tertahan, sebuah dendam dan ambisi membara ia tidak akan lagi mengubah nya menjadi sosok yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dewasa dalam kegelapan

Lembah Tambang Azure tidak pernah berubah. Ia tetaplah raksasa batu yang menelan keringat dan memuntahkan debu hitam yang mematikan. Namun, di dalam kehidupan penindasan itu, sebuah tatanan sosial baru telah lahir secara rahasia. Zhou Yu, yang kini lebih sering dipanggil dengan nama aslinya daripada nomor budaknya, telah menjadi urat nadi informasi di antara para pekerja.

Kehidupan mereka sehari-hari adalah sebuah tarian di atas mata pisau. Zhou Yu dan Da Ge menghabiskan dua belas jam sehari di kedalaman tanah, menggali mineral kristal yang digunakan untuk memperkuat baju zirah tentara kerajaan. Namun, setiap bongkahan yang mereka gali kini memiliki tujuan ganda.

"Yu, lihat ini," bisik Da Ge suatu sore di lorong Sektor Barat yang redup. Ia menunjukkan sebuah celah kecil di balik dinding penyangga kayu yang rapuh. Di sana, mereka menyembunyikan beberapa perkakas logam yang telah diasah menjadi tajam bukan untuk menggali, tapi untuk memotong.

Zhou Yu mengangguk samar, matanya terus waspada memperhatikan bayangan pengawal di ujung terowongan. "Simpan dengan baik, Da Ge. Waktunya belum tiba. Kita butuh lebih banyak sekutu di Sektor Timur."

Di usia empat belas tahun itu, Zhou Yu mulai memahami bahwa kekuatan otot Da Ge dan kecerdikannya sendiri tidaklah cukup. Mereka mulai membangun jaringan. Mereka berbagi jatah ubi dengan orang tua yang sakit, membantu beban kerja anak-anak yang kelelahan, dan memberikan harapan melalui cerita-cerita tentang dunia di luar tebing. Zhou Yu menjadi sosok yang dituakan meski usianya masih remaja. Penduduk gubuk-gubuk kumuh itu menyebutnya "Si Pembawa Embun," sebuah penghormatan atas keberaniannya menyelamatkan Ling'er.

Ling'er sendiri telah tumbuh menjadi asisten kepercayaan Nyonya Liu. Ia belajar mengenali setiap akar, setiap jamur yang tumbuh di sela batu, dan bagaimana membedakan debu mineral yang beracun dari debu tanah biasa. Ia adalah jantung dari komunitas itu, yang mengobati luka-luka ringan para budak agar mereka tidak dibawa ke "Barak Pembuangan" tempat di mana mereka yang sakit dibiarkan mati agar tidak membebani jatah makanan.

Waktu mengalir seperti air lumpur yang lambat namun pasti. tiga tahun telah berlalu.Kini, Zhou Yu telah menginjak usia tujuh belas tahun. ia tumbuh menjadi pria yang tampan dan tubuhnya tidak lagi sekadar padat ia tinggi, ramping, dan memiliki tatapan mata yang setajam elang. Garis-garis keras di wajahnya menceritakan kisah tentang ribuan ton batu yang telah ia hancurkan. Di sampingnya, Da Ge telah menjadi raksasa berusia dua puluh tahun yang kekuatannya ditakuti bahkan oleh beberapa pengawal tingkat rendah.

Ling'er kini berusia enam belas tahun. Kecantikannya mulai merekah, namun ia menyembunyikannya di balik lapisan debu dan arang agar tidak menarik perhatian para petinggi tambang. Ia bukan lagi gadis kecil yang harus dilindungi setiap saat ia adalah sosok yang tenang, cerdas, dan memiliki kedudukan tersendiri di antara para wanita di pemukiman.

Meskipun mereka telah memiliki segalanya untuk mencoba melarikan diri, mereka tetap bertahan. Mengapa? Karena mereka tidak ingin keluar sendirian. Zhou Yu telah memutuskan bahwa pelarian mereka haruslah sebuah penyelamatan massal bagi ratusan jiwa yang telah menjadi keluarganya.

"Tiga tahun, Yu. Kita sudah menunggu tiga tahun," ucap Da Ge saat mereka duduk di atap gubuk Nyonya Liu, menatap ribuan obor yang menyala di sepanjang dinding tambang. "Persediaan sudah cukup. Peta sudah lengkap. Kenapa kita masih menggali di sini?"

Zhou Yu memutar sebuah koin tembaga tua di jarinya satu-satunya barang yang ia curi dari saku seorang mandor yang mabuk setahun lalu. "Karena musim dingin akan segera tiba, Da Ge. Jika kita keluar sekarang, anak-anak dan orang tua tidak akan selamat menyeberangi pegunungan salju di luar sana. Kita harus menunggu sampai musim semi, saat aliran sungai mencair. Kita butuh jalan air itu untuk membawa mereka yang lemah."

Persahabatan mereka telah berevolusi menjadi persaudaraan strategis. Da Ge adalah perisainya, sementara Zhou Yu adalah otaknya. Mereka telah menyuap beberapa penjaga korup dengan butiran mineral kecil yang mereka sembunyikan selama bertahun-tahun sebuah tindakan yang jika ketahuan akan membuat mereka digantung seketika.

Kehidupan di dalam tambang menjadi semakin keras. Pihak kerajaan menuntut kuota mineral dua kali lipat lebih banyak karena sedang terjadi perang di perbatasan jauh. Hal ini berarti jam kerja bertambah, dan jatah makanan semakin menipis.

Suatu malam, ketegangan memuncak. Seorang pengawal baru yang terkenal kejam mencoba merampas jatah obat yang sedang diracik Ling'er untuk seorang pekerja tua yang sekarat.

"Berikan itu, budak! Segala sesuatu di sini adalah milik Raja!" teriak pengawal itu sembari mengayunkan cambuknya.

Sebelum cambuk itu menyentuh tanah, sebuah tangan besar menangkap ujungnya. Da Ge berdiri di sana, matanya merah padam oleh kemarahan. Tekanan atmosfer di dalam ruangan itu seketika menjadi berat. Para pekerja lain mulai berdiri, menggenggam cangkul mereka dengan erat.

"Tuan," suara Zhou Yu terdengar dari kegelapan sudut gubuk. Ia melangkah maju dengan tenang, namun ada aura mengintimidasi yang memancar darinya. "Obat itu hanya berisi rumput liar pahit. Jika Anda mengambilnya, pekerja tua itu akan mati besok, dan kuota mineral di Sektor Barat akan turun karena kekurangan tenaga. Apakah Anda ingin menjelaskan hal itu kepada Komandan?"

Pengawal itu tertegun. Ia melihat ke sekeliling puluhan pasang mata menatapnya dengan kebencian yang murni. Ia merasakan getaran pemberontakan yang tinggal menunggu percikan api. Dengan dengusan kesal, ia menarik cambuknya dan pergi, namun ia meninggalkan ancaman melalui tatapannya.

Setelah pengawal itu pergi, Ling'er mendekati Zhou Yu. Ia menyeka keringat di dahi kakaknya. "Kak, mereka mulai takut pada kita. Itu berbahaya."

Zhou Yu menghela napas panjang, menggenggam tangan adiknya. "Aku tahu. Ketakutan mereka adalah tanda bahwa kekuasaan mereka mulai retak. Tapi kita harus tetap tenang. Kita masih di sini, di bawah tanah ini, untuk beberapa bulan lagi."

Meskipun menderita, ada momen-momen keindahan yang tak terduga. Di tengah debu yang menyesakkan, Ling'er berhasil menanam tanaman obat kecil di sebuah pot retak yang ia sembunyikan di bawah sinar matahari yang masuk dari celah ventilasi alami.

"Lihat, Kak," bisik Ling'er pada suatu sore yang langka di mana mereka bisa beristirahat. "Bunga ini tetap tumbuh meski tidak pernah melihat langit secara utuh. Ia seperti kita."

Zhou Yu menatap bunga kecil itu, lalu beralih menatap wajah adiknya yang kini dewasa. "Kita bukan bunga itu, Ling'er. Kita adalah akar yang sedang menghancurkan batu dari dalam. Bunga itu hanya hiasan, tapi akar... akar akan meruntuhkan gunung ini suatu hari nanti."

Malam itu, mereka berkumpul di gubuk Nyonya Liu. Nyonya Liu, yang kini semakin bungkuk dan berambut perak, menatap ketiga anak muda itu dengan bangga. Ia telah melihat Zhou Yu berubah dari bocah yang menangis menjadi pemimpin yang tabah. Ia melihat Da Ge menjadi pelindung yang tangguh, dan Ling'er menjadi penyembuh yang bijaksana.

"Kalian telah membangun sebuah desa di dalam neraka," ujar Nyonya Liu lirih. "Kalian berbagi apa yang kalian miliki, kalian menjaga satu sama lain. Tambang ini tidak lagi memiliki kalian, meski raga kalian masih di sini."

Zhou Yu berdiri di depan jendela, menatap ke arah puncak tebing tempat ia pernah mengambil Sari Embun Langit. Bayangan bunga biru itu masih terpatri di ingatannya. Ia ingat rasa sakit saat memanjat, darah di jemarinya, dan oksigen murni yang memenuhi paru-parunya.

Mereka masih berada di tambang. Mereka masih menghirup debu kristal setiap hari. Mereka masih harus membungkuk di hadapan para pengawal. Namun, ada perbedaan besar dibanding empat tahun lalu kini mereka tidak lagi merasa sebagai korban. Setiap batu yang mereka gali adalah latihan kekuatan. Setiap lapar yang mereka tahan adalah latihan ketabahan.

Di usia tujuh belas tahun, Zhou Yu menyadari bahwa perjuangan sesungguhnya bukanlah tentang berlari keluar dari gerbang, melainkan tentang mempersiapkan semua orang agar saat mereka keluar nanti, tidak ada satu pun yang tertinggal di belakang.

Cahaya di dalam gubuk itu tetap menyala, kecil namun tak tergoyahkan. Di luar sana, angin musim dingin mulai melolong, namun di dalam hati Zhou Yu, Da Ge, dan Ling'er, musim semi sudah mulai bersemi. Mereka akan tetap berada di sana, di jantung kegelapan, sebagai api yang perlahan-lahan memanaskan seluruh lembah, hingga saatnya tiba bagi seluruh gunung itu untuk runtuh dan membiarkan mereka berjalan menuju fajar yang sesungguhnya.

"Satu musim lagi, Ling'er," bisik Zhou Yu sebelum memejamkan mata. "Hanya satu musim lagi."

Ling'er tersenyum, menyandarkan kepalanya di bahu kakaknya, sementara Da Ge berjaga di pintu dengan kapak tambang yang siap di tangan. Mereka adalah keluarga yang ditempa oleh api dan batu, dan tidak ada satu pun kekuatan di dunia ini yang bisa memadamkan cahaya yang telah mereka bangun bersama.

Bersambung....

1
Ada badaknya
baru 1 bab udah cerita sedih/Sweat/
pinguin: author kejam👍
total 1 replies
Butet Kon77
💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!