NovelToon NovelToon
Merebut Tunangan Orang

Merebut Tunangan Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual
Popularitas:208
Nilai: 5
Nama Author: uwakmu

Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi. Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya. Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, memukul pantatnya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara. Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Ayam panggang

......................

Sejak berita Viral di Jepang, banyak orang segera memburu ya, karena tergiur tentang hadiahnya.

Hanya saja Tio Satrio, tidak tahu keberadaannya, meskipun sudah mencari seluruh Kota Tokyo, tetap aja tidak dapat di temukan.

"Orang itu pergi kemana? Apakah dia tidak berada di sini lagi?" "Ucapan Hunter peringkat S.

"Kenapa kamu pula yang sibuk? Biar Hunter peringkat D ke atas, yang akan mencarinya, cepat atau lambat, orang itu akan segera ditemukan." Ucapan Hunter lain, dengan energi Sihir peringkat S, dan dia terlalu santai, sehingga dirinya punya waktu makan paha Ayam pagang, yang begitu lezat, yang baru saja dia beli.

Sehingga seseorang tergiur karena itu. "Boleh minta satu, Paha Ayam mu itu, dari pagi aku tidak makan." Ucapan orang itu, yang begitu misterius.

Hal inilah, orang yang sedang makan Paha Ayam, terkejut setengah mati, hingga dia terjatuh, karena menyadari ada energi Sihir gelap di tubuhnya, dan sudah di pastikan, orang yang minta Paha Ayam itu, adalah Iblis.

Siapakah dia? Siapa lagi kalau bukan Tio Satrio. "Aduh... Jangan dibuang dong, kan sayang, kalau tidak suka, kasih aku aja." Ucapan Tio, sambil pungut Paha Ayam terjatuh, meskipun kotor, dia tetap memakannya, seolah-olah Paha Ayam itu, sangat berharga baginya, dan Tio menghargai makanan.

Setelah tidak ada tersisa lagi, Tio menjulurkan tangan, sambil berkata. "Masih ada kah, aku belum kenyang."

Karena ucapan itu, pakaian yang seperti Shinobi, dari keluarga Matahari, dan rambutnya seperti ekor kuda, dan tampang ya, yang begitu garang, padahal badannya kurus, mau gimana pun juga, dia memiliki energi Sihir peringkat S yang sombong, dia pun berkata. "Kamu kah, yang telah lenyapkan Master Suke."

Tio tentu sangat terkejut, tapi dia kembali tenang, sambil berkata. "Maksudmu... Orang yang berpakaian ninja warna merah, dan ada bekas luka gores di alisnya, di tambah lagi dia berambut warna merah kan, tenang saja, dia masih hidup kok, kalau kangen, kamu bisa jumpai dia dengannya." Dengan maksud berbuat baik.

Hanya saja padangan orang berpakaian ninja itu, berpikir sebaliknya. "Kamu ingin diriku lenyap! Kamu sungguh Iblis!" Ucapan anggota keluarga Matahari, sampai sekarang tidak tahu, siapa namanya? Karena dia tidak kasih tahu pada kita.

"Luki! Jangan banyak bicara padanya, habisin dia segera!" Teriakkan orang satu yang lagi, dan dia juga salah satu anggota keluarga Matahari, dengan pakaian ninja warna hitam pekat.

Dan dia sudah siap, menggunakan not jutsu Sihir, yang akan dia gunakan, dengan bom asap sekitarnya, dan berusaha menebasnya dengan pakai pedangnya.

Tentu Tio bisa menghindari ya, dan dia ingin balas serangan, segera melingkir tangannya, dan menendang ya, itupun sudah tertangkap oleh Tio, yang begitu gesit. "Asula! Keterlaluan! Beraninya menyakiti Asula!" Teriakkan Luki, dengan no jutsu Sihir, seperti duplikat dirinya, sama-sama berusaha menyerang Tio berbagi arah.

Saat Tio ingin balas serangannya, dia hanya memukul udara kosong, dan menyadari, apa yang dia pukul, merupakan duplikat Luki.

Dan yang asli, berhasil menusuk Tio, hingga Tio tidak berdaya dibuatnya. "No jutsu ilusi sungguh hebat, berhasil menusuk ku di arah belakang." Puji Tio.

Padahal Tio memuntahkan cairan darah, di sela bibirnya, tapi dia masih sempat untuk bicara. "Diam kau Iblis! Aku tidak butuh pujian mu, dan matilah dengan tenang." Ucapan Luki, sambil mencabut pedangnya yang begitu kasar.

Tapi... Ada hal aneh, Tio Satrio tidak kunjung tumbang, bahkan luka dalam pada dirinya, perlahan-lahan sembuh. "Aku tidak ingin mati, yang aku inginkan hidup dengan tenang, kenapa kamu berniat membunuhku." Ujar Tio Satrio, yang merasa heran.

"Sungguh Iblis, seharusnya kamu sudah mati, tidak ku sangka kamu mampu sembuhkan diri, Asula bantu aku!" Ungkapan Luki tak percaya, apa yang barusan dia lihat?

Tapi tidak ada jawaban dari Asula, seolah-olah dia itu tidak ada. "Asula! Aku tidak bisa membunuh sendirian, tolong bantu aku, Asula..." Teriakkan Luki sekali lagi, tapi tidak ada jawaban dari temannya.

"Biar aku kasih tahu kemampuan ku, sebenarnya aku tidak mampu menyembuhkan diri, kecuali aku mampu menyerap energi Sihir lawan, dan menggunakan pada diriku, agar diriku sembuh, efeknya orang yang aku serap energi Sihirnya, tidak akan bisa keluarkan energi Sihirnya, apalagi untuk bisa bertarung, dia sekarang sudah lumpuh total." Terang Tio yang begitu wibawa.

Membuat Luki terkejut, setelah di terangkan oleh Tio kepadanya. "Kekuatan Sihir macam apa itu?" Tanyanya, sungguh tak percaya, ada kemampuan seperti itu.

"Luki! Lari! Dia sungguh kuat, kamu tidak akan bisa kalahkan ya!" Ucapan Asula yang begitu serak, dia tidak mengerti, tubuhnya tidak bisa di gerakan, setelah diterangkan, akhirnya dia paham, kenapa tubuhnya nggak bisa gerak.

"Kamu takut kematiannya." Ucapan Tio yang begitu datar, karena dia tahu, tubuh Luki bergetar, seolah-olah ada yang dia takutkan. "Aku ampuni nyawamu, setelah berikan Paha Ayam lezat itu, aku lapar." Sambungnya, dan berikan kesempatan Luki dan Asula untuk hidup.

Sayangnya Luki menolaknya, secara babi-buta, dia menyerangnya, dengan Sihir duplikat dirinya, bahkan lebih banyak.

Membuat Tio Satrio berhela napas. "Padahal aku berikan kesempatan hidup, tapi niat menbunuhmu tidak hilang." Ucapan Tio, sambil ancang-ancang untuk menyerang.

"Emosi Amarah, Tinju api amarah!" Teriakkan Tio, dengan kepalan tinju yang kuat, sehingga ada kobaran api hitam pekat, dan segera menghatam pukulan.

Membuat No jutsu duplikat Luki, telah di patahkan, dan hangus terbakar. "Dia sungguh Monster." Batin Asula, yang tidak berdaya di tanah, dan melihat Luki kebakar tubuhnya, setelah padam, Luki tumbang, dengan pedang lepas dari genggaman ya.

Dengan cepat, Tio berkata kepada Asula. "Berikan Paha Ayam ya, aku masih lapar."

Dengan rasa takut, Asula cepat balas berkata. "Akan aku berikan, apa yang kamu mau?! Sayangnya aku tidak bisa bergerak."

"Jangan pakai alasan dong." Balas Tio, dengan sikap merajuk.

"Aku kan nggak bisa gerak! Gimana aku belikan Ayam panggang padamu?! Coba pikirkan!" Ucapan Asula, karena dia takut, dia akan dibunuh olehnya.

......................

......................

Sedangkan Panji Yousef, dia terbangun dan segera melangkah keluar dari kamarnya. "Pelayan!! Kemana adik Agoda? Kok tidak keliatan batang hidungnya." Tanya Yousef, karena biasanya, dia yang paling ribut di rumah ini, tanpa kehadirannya, rumah ini keliatan sepi.

"Tuan muda, anda tidak dapat kabar, berita terkini." Ucapan Pelayan rumah, ingin coba jelaskan, mau gimana juga, Panji Yousef begitu sayang pada adiknya.

"Emangnya dia dapat prestasi lagi, sehingga dia masuk berita, aku yakin hari ini, dia lagi sombong, iya kan Pelayan." Ucapan senang Panji Yousef.

"Bukan begitu Tuan mudah, Panji Agoda lenyap bersama dengan Menara Penjara." Terang Pelayan laki-laki tulen, dengan pakaian seorang pelayan.

"Apakah ada Dungeon muncul disana, membuat adikku lenyap!" Tanggapan Panji Yousef, tak percaya, bahwa adiknya lenyap karena itu.

"Bukan Dungeon, melainkan Iblis muncul di Menara Penjara Tuan mudah, lagipula Menara Penjara itu, sudah diberikan Kekai Sihir, sangat mustahil ada Dungeon muncul di sana." Terang Pelayan rumah.

"Apa kamu bilang?! Iblis! Brengsek! Beraninya berkeliaran di dunia Umat Manusia!" Ucapan Panji Yousef, yang begitu marah, semakin marahnya, dia tinju dinding rumahnya, hingga mengalami getaran hebat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!