NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dylan Semakin Di Luar Batas

"BRENGSEK!"

Dylan berteriak memaki anak buahnya, ia baru mendapat kabar jika Arabella sudah kembali pulang ke rumah orang tuanya bersama Dariush. Kesempatannya untuk mendapatkan cinta Arabella semakin sulit.

Pria single ini menyambar kunci mobilnya lalu bergegas menuju rumah orang tua Bella. Di jalan ia mencengkram setir mobilnya hingga kukunya putih.

"Bell, aku yang mencintaimu! Bukan lelaki b*ngsat itu! Aku akan mendapatkan mu, Bella! Kamu hanya milikku!" Teriak Dylan dengan dada yang bergemuruh.

Mobil jeep warna hitam pekat milik Dylan sampai di depan rumah Arabella. Dengan langkah cepat ia segera menggedor pintu rumah itu.

Pelayan di kediaman orang tua Arabella segera membuka pintu rumah itu. Bahkan Dave dan Lorraine pun ikut keluar kamar melihat siapa yang menggedor rumahnya.

"Dylan, ada apa? Kenapa kamu_"

"Dimana Arabella, om? Saya harus bertemu dengannya." Ucap Dylan dengan mata memohon.

Baik Dave dan Lorraine saling menatap. Mereka meminta pelayan tersebut untuk memanggil Arabella.

Tak lama Bella dan suaminya turun dari kamarnya. "Bel, kita harus bicara." Dylan memegang lengan Bella.

Namun Dariush menghempaskan tangan Dylan. "Bicara saja di sini. Bella sudah bersuami." Ucap Dariush dengan penuh penekanan.

Dengan pelan dan tanpa banyak bicara, Bella memijat tangannya yang di pegang Dylan. Rupanya Dylan memegangnya cukup kencang hingga Bella merasa sedikit kesakitan.

"Maksudmu apa brengsek? Aku yang lebih mengenal Bella! Dia terpaksa menikah denganmu karena kau mengancamnya!" Ucap Dylan dengan murka.

DEG

Dave mencoba menahan Dylan. Ia tidak ingin ada keributan di rumahnya pagi pagi buta seperti ini. "Yah! Itu benar awalnya! Tapi sekarang aku mencintai suami ku ini." Jawab Bella dengan lantang.

"Wow...hebat sekali aktingmu Arabella. Ancaman apalagi yang sudah dia berikan untuk mu hah? Apa pria b*djingan ini mengancam akan membun*hmu..? Atau dia akan menyiksa mu hah?" Teriak Dylan dengan penuh emosi.

"Aku tidak mengancam apapun! Arabella tidak bisa menolak pesona ku. Yang kau sebut pria b*djingan ini, sudah berhasil mengambil hati Arabella." Seringai Dariush dengan smirk-nya.

BUGH Hantaman dari tangan Dylan mengenai wajah tampan Dariush. Sontak Bella dan orang tuanya sangat terkejut akan tindakan Dylan yang sudah di luar batas.

"Kamu udah gila hah? Bibi, tolong panggil security. Bawa dia keluar!" Teriak Bella dengan isak tangisnya.

Bella segera memeriksa keadaan suaminya. Sungguh tak menyangka jika Dylan akan memukul Dariush. "Bel, dia hanya memanfaatkan mu! Sadar Arabella, aku yang mencintai mu!" Dylan semakin membentak Bella dengan dada yang bergemuruh.

"Dylan, lebih baik kamu pulang. Lagipula Bella sekarang sudah menikah, bulan ini mereka akan menggelar resepsi pernikahan." Sahut Lorraine pada Dylan.

Bella sama sekali tidak menjawab Dylan. Ia segera membawa suaminya dari sana. Saat Dylan akan menyusulnya, Dave menahannya dengan keras. Jay yang baru datang segera membawa Dylan keluar atas arahan Dave.

"Om harus percaya sama saya! Pria itu akan membun*h Bella!" Dylan masih berteriak saat di seret oleh Jay juga security disana keluar rumah.

BRAK Anak buah Dave yang lainnya sudah menutup pintu rumah itu rapat rapat. Sedangkan Dylan masih mengoceh di luar sana dengan murka.

Dave dan Lorraine terduduk lemas akan kejadian pagi hari ini. "Bibi, tolong panggilkan dokter untuk menantu ku." Ucap Dave sambil menghela nafasnya.

"Baik tuan."

"Dylan benar benar keterlaluan, honey! Untung saja kita belum menikahkan Bella dengannya. Jika sampai mereka menikah, pasti Bella tersiksa mempunyai suami yang tempramental seperti Dylan." Lirih Lorraine.

"Kamu benar, honey! Takdir membawa Bella menikah dengan Dariush, anak sahabat ku! Seandainya Damian masih hidup, aku yakin dia akan merayakan pesta pernikahan Bella dan Dariush besar besaran." Sahut Dave dengan tatapan nanarnya.

-

-

-

Di dalam kamar, tangan Bella mengobati luka di wajah suaminya akibat pukulan dari Dylan. "Apa...perlu ku eksekusi sahabat mu, sayang?" Celetuk Dariush dengan tatapan mautnya.

"Tidak perlu! Aku yang akan turun tangan menghadapinya. Lagipula aku kecewa padanya, aku tidak menyangka Dylan akan seperti itu." Lirih Bella dengan wajah sendu seperti ada gurat kekecewaan mendalam.

Tatapan mata keduanya terkunci, daging kenyal itu saling memagut meski pipi Dariush lebam namun ia sangat menikmati pagutannya.

Bella melepaskan pagutannya dan menyatukan keningnya dengan suaminya. "I love you, honey." Ucap Dariush dengan suara paraunya.

"Hmm, I know." Sahut Bella dengan santai.

"Cckk... Begitukah jawaban mu? Sangat tidak romantis." Sindir Dariush dengan menggelengkan kepalanya.

"Ayo kita sarapan dulu, perut ku lapar babe." Rengek Bella dengan manja.

Dengan sedikit malas karena kejadian tadi, Dariush menuruti keinginan istrinya untuk sarapan bersama mertuanya di bawah. Ia menautkan jemarinya ke tangan istrinya dan mengecupnya.

Saat di ruang makan baik Bella dan suaminya juga orang tuanya sarapan pagi dengan tenang. Sesekali Dariush bertanya tentang jenis makanan yang ia makan. Karena ini sangat berbeda dengan di negaranya.

"Wow, pagi pagi seperti ini kalian sarapan ayam goreng? Aneh sekali." Celetuk Dariush dengan polosnya.

"Ini di Indonesia, Dariush. Kamu harus membiasakan dirimu karena istrimu sekarang orang Asia." Sahut Lorraine dengan memberikan pengertian.

"Baiklah! Demi Arabella-ku." Jawab Dariush dengan tersenyum manis dan mengecup pipi istrinya.

Seketika Bella merasa malu pasalnya ini di depan orang tuanya. Meskipun mereka sudah menikah, namun Bella belum terbiasa. Bahkan Dave sampai berdeham kencang.

Padahal Dariush sendiri hanya mencium pipinya, bagaimana jika mafia tampan ini sampai mencium bibir Bella. Mungkin ia akan di lempar piring oleh mertuanya sendiri.

"Di negaraku sudah biasa, kalian juga harus membiasakan diri melihat ku mencium Arabella." Ucap Dariush.

"Hmm."

Sesudah sarapan pagi dokter yang di panggil Dave untuk menantu barunya datang. Yaitu dokter Hendrik. "Ck, aku kuat itu seperti pukulan kelinci." Gerutu Dariush dengan berdecak sebal.

"Sebaiknya kau di periksa, aku tidak ingin tiba tiba kamu membawa pasukan mu menyerang kami karena wajahmu lebam." Sindir Dave dengan mendelik tajam.

"Sudah sudah, ayo dok segera periksa suamiku." Ucap Arabella.

"Oke nona cantik, kau menikah tapi tidak memberitahu ku." Sahut dokter Hendrik yang mendapat tatapan tajam dari Dariush karena menyebut Bella cantik.

Sudut mata Arabella melirik raut wajah suaminya yang masam. Ia mencium pipi suaminya dan tersenyum hangat. Ia tahu saat ini suaminya sedang cemburu. Bella membisikkan sesuatu ke telinga suaminya. Hingga Dariush kembali tersenyum.

Dave dan Lorraine sangat jengkel sekali melihat sikap Dariush pada Bella. Tangan dokter Hendrik mulai memeriksa dan mengobati wajah Dariush hingga selesai tanpa bicara lagi.

"Terima kasih ya dok."

"Sama sama, sebaiknya obatnya di minum untuk meredakan demam." Jawab dokter Hendrik.

"Tidak perlu! Aku bukan anak kecil." Celetuk Dariush dengan wajah cueknya.

Baik Dave dan Lorraine juga Arabella, merasa tak enak pada dokter Hendrik. Namun dokter pribadi keluarga mereka ini tak masalah sama sekali. Ia pun pamit dari sana.

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!