NovelToon NovelToon
Terjerat Obsesi Tuan Muda

Terjerat Obsesi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir / CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Be___Mei

Sepucuk surat mengundang Syaheera untuk kembali ke kota kelahirannya. Dalam perjalanan ke kota tersebut, dia bertemu Gulzar Xavier, pria baik hati yang menolongnya dari pria mesum di kereta.

Kedatangan Syaheera disambut baik oleh ayahnya dan keluarga barunya. Namun, siapa sangka, ternyata sang ayah berniat menjodohkan dirinya dengan Kivandra Alistair, Tuan Muda lumpuh dari keluarga Alistair.

Cinta Syaheera pada ayahnya membuat gadis ini tak ingin membuatnya kecewa. Namun, pada malam pertemuannya dengan Kivandra, takdir kembali mempertemukan dirinya dengan Xavier, dan sejak itu benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.

Xavier yang hangat, atau Kivandra yang dingin, akan kepada siapa Syaheera menjatuhkan pilihan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Be___Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syaheera part 20

...🍀Ternyata Kita Cinta🍀...

..._Kau adalah manusia rapuh, dan aku adalah pasangan yang teguh_...

...***...

"Kiv meminta pernikahan kalian dipercepat."

Album merah jambu di tangan Syaheera terjatuh ke lantai. Lembar demi lembar foto yang akan dia tata ke dalam album berserakan.

"Tante ... ke-kenapa dia ingin pernikahan dipercepat?"

Celia mengabaikan foto-foto yang mengabadi kemesraan Syaheera dan Xavier. Dia lebih tertarik pada kertas putih dengan catatan rencana kencan Syaheera dan Xavier selanjutnya.

"Melihat bintang di bukit Awan kota Ludo. Berlibur di pulau Lavender."

Celia menatap remeh pada Syaheera, "Kau ingin berlibur dengan Xavier ke pulau Lavender? Apa kalian berencana menginap di resort yang telah Kiv berikan sebagai mahar pernikahan padamu?"

"Bukit Awan di Ludo? Oh, aku tahu, Villa keluarga Xavier berada di sana."

Syaheera seperti tercekik, dia tak bisa berkata-kata.

"Syaheera, kau berniat selingkuh bahkan sebelum menikah?"

Syaheera melangkah mundur sementara Celia melangkah maju. "Sudah banyak waktu terbuang selama ini, akhiri kisah cintamu dan Xavier. Kalian tidak akan bisa bersama."

"Tante ...." Syaheera terduduk di sofa.

"Syaheera, kau tahu betapa besar harapan ayahmu pada pernikahan kau dan Kiv? Dia membicarakan pernikahan kau dan Kiv hampir setiap malam sebelum tidur. Keluarga Kiv yang kokoh akan memberikan keamanan padamu. Masa depanmu akan terjamin begitu juga dengan ketenangan hati ayahmu ... juga hatiku," ujar Celia penuh penekanan.

Berbinar seperti cahaya mentari menerpa ombak di tepi pantai, dua bola mata Syaheera siap menumpahkan duka.

Kedua tangannya mencengkeram sofa, dia harus bersuara. Ini hidupnya! Dia tahu apa yang dia butuhkan dan dia inginkan!

"Aku tidak mencintai Kiv."

"Kau akan jatuh cinta padanya nanti." Bukan Celia, tapi Peter yang bicara.

Sudut bibir Celia terangkat naik, dia tersenyum samar. Memberikan waktu dan tempat pada Peter, Celia menepi dan akan menjadi penonton saja.

"Ayah ...."

"Syaheera, Kiv adalah pria terbaik untukmu. Bukankah kau telah bersedia menikah dengannya? Apa kau menipu Ayah tempo hari?"

Gurat kesedihan menghiasi wajah tua Peter. Syaheera merasa sesak di dada, dia seperti pelaku kejahatan yang menyakiti seluruh hati manusia di dunia.

Peter menyeka air mata di wajah Syaheera, "Besok Kiv akan menjemputmu. Kalian akan fitting baju pengantin."

Isak tangis tidak bisa Syaheera sembunyikan. Sekadar mengatakan kata 'tidak' pun dia sudah tidak sanggup. Gelengan kepala nan lemah, Peter mengabaikan penolakan darinya.

"Kasih dan sayang Ayah tidak akan membuatmu celaka. Lupakan Xavier. Kivandra adalah pria yang sejak awal kau setujui untuk menjadi suamimu."

Peter memungut foto Syaheera dan Xavier, "Ayah akan membuang barang ini. Akan berbahaya jika sampai ke tangan orang tidak bertanggung jawab."

Bibir Syaheera bergetar, tangisnya tidak bersuara.

Kecupan singkat pada pucuk kepalanya menjadi akhir obrolan bersama Peter. "Tidurlah. Jangan sampai ada kantung mata di hari pertemuanmu dengan Kiv besok."

Runa diam di tempat. Setelah Tuan dan Nyonya di kediaman itu pergi dari kamar Syaheera, barulah dia menenangkan sang nona.

Usapan lembut Runa pada pundaknya membuat tangis Syaheera pecah. Cintanya dipaksa kandas. Hatinya baru saja berbunga namun udara berubah dingin.

"Runa ... tolong ambilkan ponselku."

"Ponsel Anda dibawa Tuan, Nona."

Syaheera kesulitan menelan ludah, lagi-lagi ponselnya disita. Ini bukan kali pertama, dan Syaheera yakin besok benda itu akan kembali padanya, seperti hari-hari yang lalu.

Tapi ternyata Syaheera salah. Ketika pagi datang ponsel itu tak jua kembali. Dia memberanikan diri bertanya pada Peter saat mereka sarapan.

"Rhea, ambilkan ponsel baru Kakakmu."

Rhea yang biasanya bersikap kasar pada Syaheera, pagi ini terlihat manis sekali.

"Aku sudah menyimpan nomorku di ponsel ini, juga nomor ayah, ibu dan Luke. Kalau kau memerlukanku, langsung saja hubungi aku." Sebuah ponsel keluaran terbaru Rhea letakkan di samping Syaheera.

Ponsel baru?

"Ayah, ponselku mana? Aku tidak membutuhkan ponsel baru." Ucapan Rhea seperti angin lalu, Syaheera mengabaikannya.

"Oh, aku juga sudah menyimpan nomor Kiv dan nenek," ujar Rhea lagi, dia telah duduk kembali di kursinya.

Syaheera menoleh pada Rhea. "Aku tidak perlu ponsel baru!"

Kenaikan nada bicara Syaheera menarik atensi Celia yang sejak tadi diam saja.

"Syaheera, sayang."

"Aku mau ponselku!"

Syaheera tidak bisa menahannya lagi. Dia mulai berontak, kedatangannya ke Lumina bukan untuk menikah atau hidup dalam tekanan.

"Nenekmu sedang sakit dan butuh biaya besar untuk berobat."

Syaheera terdiam. Apakah Peter sedang mengancamnya?

Ruang makan perlahan sepi, tidak ada lagi suara protes Syaheera di sana. Untuk beberapa saat hanya terdengar denting sendok dan garpu yang beradu.

"Aku sudah selesai sarapan." Luke, dia berdiri dan bersiap pergi.

"Dan kau," ujar Peter menahan langkah Luke, "Lusa ikut Ayah ke pertemuan penting."

"Lusa? Aku ada jadwal, Ayah."

"Jadwal membuat patung yang tidak ada harganya itu!"

Wajah Luke seketika pucat. Sepandai-pandainya tupai melompat pada akhirnya akan jatuh juga. Apakah dia ketahuan kali ini?

"Jika tidak mau dosen jurusan seni menghilang, jadilah putraku yang patuh."

Luke mengigit bibir, beberapa detik kemudian dia berucap. "Lusa aku akan pergi bersama Ayah."

Peter berdiri, dia juga menyudahi sarapannya. "Ingat, jika kau patuh tidak akan ada orang lain yang terluka," ucap Peter seraya berlalu dari hadapan Luke.

Celia mengekor langkah Peter, mengantarkan suaminya berangkat bekerja dengan senyum manis. Dia memuji penampilan Peter hari ini, dia mengatakan Peter terlihat tampan dan terlihat lebih muda dari usianya.

Di mata Syaheera, Celia tak ayal seperti anjing yang sedang menjilat tuannya.

.........

Kabar dari Luke tentang ponsel Syaheera dan pernikahan yang dipercepat, membuat awal hari Xavier seketika buruk.

Jadwal hari ini dia dan beberapa rekan arsitek akan bertemu, tapi kepalanya yang semula baik-baik saja mendadak mau pecah.

Beruntung, dia masih bisa menghadiri pertemuan itu via online. Sungguh, hatinya kembali hancur tapi dirinya harus berusaha bangkit.

"Aku tidak akan menyerah!" Tulis Xavier pada secarik kertas di depannya.

Fokus! Dia harus fokus. Tapi ucapan Peter tentang Kiv yang mapan dan mampu memberikan kehidupan yang baik pada Syaheera, menyerap habis semangat yang mati-matian dia bangun berkali-kali hari ini.

Dia hanya tidak bisa memetik bintang untuk Syaheera. Jika kau memang mencintai putriku, lepaskan dia. Tidak ada pria yang lebih pantas untuknya selain Kiv.

Xavier mengacak rambutnya, kata-kata Peter seperti belati yang menghujam jantung.

Sementara itu di ruangan kerja Kiv, dia menatap gusar pada foto yang diambil Millo kemarin, saat Syaheera dan Xavier bermain layang-layang.

"Berani-beraninya kau tersenyum pada pria lain! Syaheera, kau punya banyak hukuman tertunda. Setelah kita menikah, kau harus menerima semua hukuman atas keramahanmu pada pria lain!"

...To be continued ......

1
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
ZasNov
Gimana keadaan Oza.. Duh semua kena.. 😭
ZasNov
Ah sediiihh.. Kasian Luke.. 😭😭😭
ZasNov
Tuh kan bener, Luke jadi tumbal.. 😭
Mana Xavier sama Syaheera juga belum tentu berhasil kabur..
ZasNov
Wah kepo nih..
ZasNov
Wah Jack udah beneran insyaf nih? tapi baku hantam masih ga bang? 😆
ZasNov
Hmm, ternyata target Kiv itu Zeter property, karena tujuan utamanya Syaheera..
ZasNov
Kiv berusaha menyelesaikan masalah setenang dan sesantai mungkin, tp kayaknya hatinya ga baik2 aja..
ZasNov
Coba nanti Xavier bilang didepan Kiv.. 😂🤣
ZasNov
Iya bener.. 🥺 Aku jd inget Luke. Dia pasti dapet hukuman..
ZasNov
Aduh Syaheera, kalian lg melarikan diri bukan piknik.. 😂🤣
ZasNov
Apa Xavier dan Syaheera berhasil kabur ya? Kiv kayaknya ga bakalan tinggal diam..
ZasNov
Xavier sama Syaheera udah mulai nekad nih.. Apa bisa Xavier bawa Syaheera pergi ya? Kalau iya, Luke bisa2 kena hukuman berat.. 😖
ZasNov
Aduh Luke, cari perkara aja nih. Aku khawatir Luke yang kena.. Meskipun Syaheera bisa bersama Xavier..
ZasNov
Mukbang kersen ternyata hanya mengalihkan kesedihan Syaheera sebentar saja.. 🥺 dia bneran kangen Vier..
ZasNov
Waduh Luke, berani banget.. Kalau sampe kedengeran Peter, Celia atau Rhea bisa kena hukuman itu.. 😖
ZasNov
Semua orang yang terlibat kena imbasnya.. 😖
ZasNov
Luke dan Syaheera memiliki keinginan yg sama, karena itulah mereka bisa saling mengerti.. 🥺
ZasNov
Astaga Kiv.. benar2 alasan yang sangat masuk akal untuk mempercepat pernikahan.. 😑
ZasNov
Sedih.. maunya mencintai dan memiliki.. 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!