Seorang wanita bernama Eun Chae hampir memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang membosankan setelah mendapatkan diagnosa mengidap penyakit linglung atau amnesia di usianya yang baru 30 tahun. Terlebih parahnya, Eun Chae tidak ingat bagaimana dirinya telah kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu, dalam sebuah kecelakaan saat berlibur ke luar negeri. Siapa sangka pria yang menolongnya ternyata seorang chef terkenal di media sosial?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon originalbychani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 16 : Hukum Sebab & Akibat
(*Alur cerita mundur; recap*)
Beberapa jam setelah Chef Do meninggalkan lokasi kompetisi, berbicara dengan Chef Ik Jun, hingga mendengar berita mengejutkan di rumah sakit.
"Jadi, kamu dan Chef Do akan saling berhubungan?" tanya Chef Jang.
"Saat dia pergi dengan tergesa-gesa, kita sempat bertukar kontak. Awalnya, kupikir dia hanya peduli dengan hasil kompetisi. Ternyata aku salah, dia memang peduli pada gadis itu," ucap Chef Ik Jun.
"Walau begitu, sekarang ketenaran dan reputasi Chef Do benar-benar runtuh," ulas Chef Jang.
"Belum tentu, jika penjahat aslinya belum beraksi."
Mendengar kalimat eksentrik dari Chef Ik Jun, lagi-lagi Chef Jang menghela nafas dan bermaksud menegurnya.
"Penjahat apaan?" tanya Chef Jang tegas.
"Hmm, ceritanya panjang. Aku akan bercerita kalau Chef Jang mau mendengarkan," sanggah Ik Jun.
"Ya sudah, ceritakan. Aku sudah terlanjur ikut campur dalam urusan ini," kata Chef Jang, tidak sabar menghadapi teka-teki.
"Kumulai dari masa laluku secara singkat. Sejujurnya, aku sering mendengar tentang Lee Seong Woon sewaktu bersekolah hingga kuliah. Walau aku sekarang sebaik ini, saat remaja aku sangat bandel dan pandai berkelahi," tutur Chef Ik Jun.
"Sampai sekarang kau masih seperti itu, hanya berwujud pria dewasa," ralat Chef Jang.
"Chef Jang! Cerita ini bukan tentang aku, melainkan tentang Chef Do dan seorang lain yang perlu diwaspadai," protes Chef Ik Jun.
"Iya, iya. Memangnya, Lee Seong Woon itu seperti apa?" desak Chef Jang.
"Dia itu-- serba bisa dan sangat menyebalkan," balas Chef Ik Jun.
"Hah? Bagian mananya yang perlu diwaspadai?" tegur Chef Jang.
"Hmm, itu karena dia seorang perundung," jelas Chef Ik Jun.
"Benarkah? Lalu, siapa yang pernah menjadi korbannya?" tanya Chef Jang lagi.
"Seorang bernama Yun Seok dan banyak yang lainnya," ujar Chef Ik Jun.
"Yun Seok ini siapa? Teman sekelasnya?" ulang Chef Jang penasaran.
"Lee Seong Woon lebih tua setahun dariku, jadi dia sudah hampir lulus SMA. Sedangkan, anak bernama Yun Seok saat itu masih SMP. Awal mula perkaranya disebabkan oleh Lee Seong Jun, adiknya yang seusia dengan korban."
Kalimat Chef Ik Jun mulai mendapatkan respon serius dari Chef Jang.
"Apa yang dilakukan mereka terhadap anak itu? Masa anak itu dipukuli atau dipermalukan?" nalar Chef Jang.
"Benar, bahkan lebih dari itu. Hanya karena dia lemah dan kutu buku, Seong Jun menyerangnya. Yun Seok melawan, lalu Seong Jun kalah dan akhirnya mengadukan semuanya pada kakaknya. Setelah ditangani oleh Seong Woon, hidup Yun Seok benar-benar hancur. Jika dia masih hidup, pasti sedang bersembunyi dalam trauma dan kepahitan di luar sana," jawab Chef Ik Jun.
Chef Jang nampak sedikit terkejut, walau tidak berpendapat lagi.
"Jika Seong Woon masih seperti yang kukenali dulu, dia pasti akan mengincar Chef Do," tambah Chef Ik Jun.
"Apa maksudmu?" lontar Chef Jang spontan.
"Kurasa, tuduhan di media sosial itu memang direncanakan. Aku sudah lama memperhatikan cara orang licik menargetkan seseorang. Selain bersikap acuh tak acuh, Chef Do tidak pernah bertindak kasar dan kejam," ringkas Chef Ik Jun.
"Menurutmu, asisten Chef Do yang ternyata chaebol itu ada kaitannya dengan keluarga Lee?" tebak Chef Jang.
"Tepat sekali. Aku yakin ada sesuatu di antara kedua pihak keluarga kaya raya itu. Aku hanya khawatir karena Chef Do terlibat, padahal dunia mereka berbeda."
Mendengar penggambaran situasi dari Chef Ik Jun, pendengar setianya kini paham.
"Kau juga berbeda dengan orang-orang seperti mereka, meski margamu mirip. Lebih baik jangan terlalu peduli," nasihat Chef Jang.
"Meski terus bertahan, menghadapi serangan Lee bersaudara tidak akan mudah. Hahaha, tentu saja aku berbeda. Marga Lee di Korea tidak terhitung banyaknya," kata Chef Ik Jun setuju.
Di sisi lain, ketika kegaduhan terjadi, terdengar respon dari Lee Seong Woon melalui panggilan telepon.
"Kapan kau akan kembali?" tanya Bapak Lee.
"Kenapa? Apa Seong Jun membuat masalah lagi?" balas putranya.
"Huh. Adikmu memang tidak berguna. Sudah seharusnya sebagai anak bungsu untuk menirukan kakaknya, tapi dia selalu gagal," rutuk Bapak Lee.
"Aku mengerti. Tunggu saja, abeoji. Aku akan segera mengabari setelah mengatur waktu," ujar Seong Woon.
"Apa kau sudah dikabari oleh sekretarismu? Kali ini, tugasmu adalah menjatuhkan seorang chef terkenal bernama Chef Do, serta membereskan urusan dengan putri sundal keluarga Kim itu," kata Bapak Lee garang.
"Ok, itu mudah. Tidak perlu dipikirkan, abeoji," tutur Seong Woon, hingga ayahnya percaya.
Dan, sesuai ucapan Chef Ik Jun, seorang bernama Kang Yun Seok masih hidup di sebuah pedalaman dan selalu berharap dapat membalas dendam.
"Akhirnya, kau memunculkan diri. Tunggu saja, kau pasti akan membayar seluruh perbuatanmu padaku," ucapnya penuh kebencian, sambil menonton berita di televisi.
Selain tujuan brutalnya, Yun Seok memendam rasa terhadap Eun Chae, yang dianggapnya sebagai dewi penyelamat dari langit.
"Tunggulah, Eun Chae-ya. Aku pasti akan membebaskanmu dari lingkaran setan ini," kata Yun Seok, sembari membayangkan skenario yang sesuai dengan harapannya.
Bagaimana tidak? Dulunya, hanya seorang Kim Eun Chae yang berstatus tinggi, namun seringkali mempedulikan orang-orang tertindas dan kehilangan.
Semenjak mendengar kabar bahwa Eun Chae dijodohkan dengan Lee Seong Jun, pria itu sempat patah hati, namun belum menyerah.
Kini, Yun Seok sangat berbeda dengan sosoknya di masa lampau. Dia tidak lagi menggunakan kacamata tebal, tutur katanya percaya diri dan tidak meracau, tubuhnya yang ramping sekarang sedikit berotot karena berolahraga, hingga keberhasilan yang diraihnya dengan susah payah selama bekerja.
Apakah hubungan Chef Do dan Eun Chae adalah suatu kebetulan?
(*Alur kembali ke suasana terkini*)
"Eun Chae-ya, kenapa melamun?" panggil Chef Do, saat keduanya sedang bersiap memasak.
"Ah, maaf. Aku hanya teringat akan sup kentang buatan kita. Padahal, rasanya pasti sangat lezat. Kalau para juri tidak mencobanya, merekalah yang rugi. Seharusnya, kita bawa pulang saja bersama pancinya sekaligus," desah Eun Chae, lelah menyembunyikan rasa kecewanya.
Chef Do tersenyum, lalu mengelus kepala Eun Chae yang tinggi tubuhnya sekitar 20 cm di bawah pria itu.
"Benar. Apa kau mau membuatnya lagi bersamaku?" usul Chef Do.
"Tentu saja! Ayo, aku sudah kelaparan, Chef," balas Eun Chae, seraya menampilkan senyuman cerianya.
"Akhirnya kamu bersemangat lagi. Kamu paling imut di saat seperti ini," kekeh Chef Do.
"Aih, kenapa menggodaku lagi! Sudah kubilang, aku ini pemalu," gerutu Eun Chae, dengan wajah bersemu.
"Eun Chae-ya," panggil Chef Do lagi.
"Apa?" respon wanita itu.
"Apa kau ingin tahu namaku?"
Mendengar pertanyaan Chef Do kali ini, kedua mata Eun Chae yang bulat semakin membesar dan kedua tangannya terlipat memohon.
"Iya, tentu saja! Beritahu aku, please," pintanya, mirip anak kecil yang disuguhi mainan atau permen.
Chef Do menahan tawa, lalu membisikan jawaban singkatnya.
Do Yu Hyeon.
Saking senangnya, Eun Chae berulang kali mengucapkan nama itu.
"Ingatlah, aku tidak suka mempublikasikan nama lengkap maupun informasi pribadiku," peringat Chef Do.
"Tentu saja. Aku akan menjaga rahasiamu-- Yu Hyeon oppa," ujar Eun Chae mantap, semakin intim dengan pria yang mencuri hatinya.
- Bersambung -