NovelToon NovelToon
TANPA RESTU

TANPA RESTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Dendam Kesumat
Popularitas:49.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

Aku memang perempuan bodoh soal cinta, pacaran 5 tahun tapi menikah hanya 8 bulan. Tak pernah mendengar nasehat dari orang tua dan sahabatku, perkara pacarku itu. Aku nekad saja menikah dengannya. dalihku karena sudah lama kenal dengannya aku yakin dia akan berubah saat menikah nanti.


Ternyata aku salah, aku serasa teman tidur saja, bahkan aku tak diberi nafkah lahir, ditinggal dikontrakan sendiri, keluarganya tidak pernah baik padaku, tapi aku masih bodoh menerima dan sabar menghadapi tingkahnya. Bahkan cicilan dan biaya rumah sakit aku yang meng-cover. Gila gak? bodoh banget otakku, hingga aku di KDRT, dan itulah titik balikku berpisah dengannya, hingga menemukan kebahagiaan bersama seseorang yang sama sekali tak kukenal, tapi bisa mewujudkan impian pernimahan yang aku inginkan, hanya karena apa? restu orang tua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SALING MENCARI

Seperti biasa, Fabian akan bertamu pada ibuku, dan aku menceritakan bahwasannya Akbar masih menerorku, beruntung ada Fabian yang menolong. Ibu dan Bapak pun lega.

"Kamu memang gak mau sama Fabian, Mbak?" tanya ibu, beliau memang sudah cocok dengan Fabian. Setiap mampir begitu, Fabian selalu disambut ramah, dan memang beda cara memperlakukan Fabian dengan Akbar.

"Aku masih mau sendiri, Bu!" ujarku masih denial pada Fabian. Aku terlalu takut mencoba hubungan dengannya, terlebih karakter dan gaya hidupnya sangat berbeda denganku. Lebih baik enggak sejak awal daripada memaksakan dan berharap berubah setelah menikah, ah sama aja dong kondisinya dengan Akbar dulu. Malas ah.

Aku kembali di antar jemput bapak, beliau tak mau kejadian seperti tempo hari terjadi lagi. Bapak sampai ke orang pintar menanyakan soal Akbar, yang katanya masih tak terima dicerai. Bapak semakin yakin dong kalau Akbar bisa saja melakukan hal ekstrem kepadaku, sehingga beliau akan menjagaku sampai kapan pun. Memang tempat ternyaman bila kita menghadapi masalah adalah dalam pelukan keluarga. Aku merasa lebih aman bila aku diantar jemput begini. Rasanya tak ada kekhawatiran kalau dikuntit.

Selama beberapa hari ini, aku tak mendengar kabar dari Fabian. Kalau Bu Ratna sih always setiap pagi menanyakan kabar, dan aku tahu kalau Fabian sedang keluar kota dari Bu Ratna. Beliau juga masih berusaha mendekatkanku dengan Fabian, mungkin Fabian juga bilang mau lanjut sehingga niat Fabian dibantu juga oleh sang mama.

Sedang asyik makan siang bersama rekan kerja lain, chat Fabian masuk, mengirim sebuah foto di sebuah acara. Tampak Akbar bergandengan dengan seorang perempuan, aku pun memperbesar foto tersebut, ingin tahu saja siapa perempuan tak beruntung ini. Aku tersenyum sinis, ternyata Aruni.

"Katanya sih sepupu Akbar," ujarku menjawab chat Fabian yang menanyakan apakah aku kenal dengan perempuan ini. Foto ini diambil Fabian tadi malam saat menghadiri acara pernikahan koleganya.

Dan dia bertemu dengan Akbar sembari menggandeng Aruni. Fabian tersenyum sinis saja saat mereka bertatapan. Kemarin Septi sekarang Aruni, sebutan cowok setia versiku untuk Akbar mendadak sirna. Wah, dia juga bisa jalan dengan perempuan lain, batinku.

Sedangkan Fabian sengaja mencari tahu sosok Akbar dan perempuan ini pada temannya. "Dia dokter, namanya Aruni. Kenapa? Mau kamu embat juga?" tanya teman Fabian memberi informasi tentang perempuan cantik itu. Lebih lanjut lagi, Aruni ternyata sudah lama jomblo dan baru sekarang membawa gandengan, katanya sih pria ini lebih muda usianya, dan juga masih kerabat dekat. Mereka dijodohkan oleh orang tua masing-masing.

"Cowoknya kerja di mana?" tanya Fabian lagi. Serasa kepo sekali dengan kehidupan Aruni, padahal Fabian ingin tahu saja Akbar kerja di mana, siapa tahu Fabian bisa sedikit mengusik kenyamanan Akbar.

"Katanya sih kerja di perusahaan X. Kerja sebagai operator mesin pabrik," lanjut teman Fabian memberikan informasi.

"Oh pabrik milik Restu?" Fabian senang sekali, ternyata si Akbar kerja pada pabrik milik temannya juga. "Dokter mau ya dapat cowok yang penghasilannya lebih kecil dari dia begitu?" sindir Fabian sedikit mengejek pada Akbar.

"Ya usianya udah tidak muda, jadi mau saja kali!" Fabian tersenyum meremehkan. Ternyata dokter juga mau saja sama cowok mokondo seperti Akbar.

Sedangkan Akbar sendiri bertanya pada Aruni tentang Fabian, jelas saja Aruni tak kenal, dan yang mana orangnya Aruni juga tak tahu. Akbar pun meminta bantuan Aruni untuk mencari seluk beluk siapa Fabian pada teman Aruni, dan Akbar dibuat terkejut dengan latar belakang Fabian.

Sialan. Ternyata dia lebih kaya dari aku. Namira kenal di mana sama Fabian ini. Pantas saja baru pacaran begitu Namira mau saja dilahap bibirnya. Pasti karena uang. Brengsek. Jangan-jangan mereka sudah punya hubungan sebelum cerai. Awas saja kamu, Mir. Gak bakal aku biarkan kamu hidup bahagia bersamanya.

Akbar sepertinya membeli nomor baru, mulai menerorku, karena mungkin dia sudah tak bisa mengintaiku lagi. Bapak always stand by beside me gitu loh.

Ngaku. Kamu sudah pacaran sama si Fabian sebelum kita cerai kan. Munafik banget kamu.

Aku mendapat pesan itu,hanya tersenyum saja, tak perlu dibalas, langsung blokir saja. Hidup tetap berjalan tak perlu memusingkan Akbar lagi.

Si Fabian juga masih sering chat dan aku tak berniat memblokirnya, karena ternyata nih cowok lucu juga, meski mulutnya enak ditabok. Kadang lucu, kadang bercanda mesyum. Bikin otak janda seperti aku traveling saja.

Weekend jalan, yuk. Kalau bisa kasih kiss lagi dong. Kangen bibirmu nih.

Dih. Nyosor tanpa izin.

Halah bilang aja suka. Emang gak kangen bercumbu begitu.

Sinting.

Apa aku lamar aja ke ibu bapak kamu ya. Biar bisa aku apa-apain.

Dalam rangka apa melamar. Cinta aja gak.

Demi kelancaran penyaluran hasrat lah. Sepertinya main sama kamu bikin otak melayang.

Bisa gak omongan kamu dijaga.

Kalau cowok sampai ngobrol intim begini sama cewek, tandanya dia sudah nyaman sama si cewek. Yuk, gak usah resepsi juga gak pa-pa deh, yang penting sah.

Yakin? Aku suka jajan loh.

Ritelku full stok kalau mau.

Aku tertawa mendengarnya. Nih cowok gak ada romantis-romantisnya sih, PDKT sama cewek kok urusan hasrat terus.

Gimana Mir?

Apanya?

Nikah.

Sama?

Kamu lah. Masa' Pak Lurah.

Apaan sih. Kamu gak cinta.

Halah. Cinta ujung-ujungnya nyakitin ya buat apa. Mending nikah, kita membangun cinta seiring berjalannya waktu.

Masih pengen sendiri.

Aduh, aku yang gak tahan nih.

Banyak cewek yang mau.

Masalahnya si 'imut' maunya sama kamu. Gak mau berdiri sama cewek lain.

Aku membaca chat Fabian di tengah malam ini langsung tertawa ngakak. Bisa-bisanya sevulgar ini, dan aku kayaknya sudah konslet deh, mau saja menimpalinya. Kalau aku gak tertarik sama Fabian jelas aku marahkan, sama saja dia melecehkan lewat kata. Hufh, apa mungkin aku secara tidak langsung aku menerimanya ya.

Weekend pagi, setelah shubuh aku melanjutkan acara hibernasiku. Namun gedoran dan suara ibuku membangunkan acara bobok cantik pagi ini. "Ya Allah, kamu ini gimana sih, Mbak. Ada Fabian tuh di depan!" omel Ibu sembari membangunkan aku.

"Ngapain sih!"

"Katanya kamu mau pergi sama dia, sudah janjian!"

"Enggak ada!"

"Halah jangan bohong, udah samperin sana. Ibu mau berangkat ke pasar. Bapak udah berangkat kerja sejak tadi loh, gak enak kalau dia gak ada yang menyambut."

Aku berdecak sebal saja, terpaksa bangun dan tak berniat mandi dulu, bakal aku omeli dan mungkin aku usir sekalian. Aku hanya memakai cardigan untuk melapisi daster tanpa lenganku, malas banget sih, pikirku.

"Ngapain ke sini?"

"Cantik banget!" ujar Fabian menatapku intens.

"Namanya cewek juga!" ujar kesal kemudian duduk di sofa tunggal.

"Rumah sepi ya, Mir?" tanyanya sembari celingak-celinguk.

"Ck, kenapa?"

"Boleh dong kasih salam di sini," ujar Fabian sembari menunjuk bibirnya dan mendekat ke arah sofa tempat aku duduk. Jelas saja wajahnya langsung aku tutup dengan tanganku.

Tetot salah besar ternyata tindakanku, tanganku langsung ditahan dan ditarik hingga aku duduk di pangkuannya, sedangkan pintu rumah terbuka. Mati aku.

1
yhochi
mampus enak kn kena timah betisnya🤭
yhochi: 🤭🤭biar aja😉 gak mempan sma dia itu mah...
total 2 replies
Yuliana Tunru
msh z nekat akbar panjang jg umurmu jg otak mu.sempat kabur knp cm betis dada x z sekalian biat mati ndk nyusahi orang
Lel: gak seru langsung mati🤣🤣
total 1 replies
Septyana Kartika
Bar....Akbar kamu jadi ikut ayahmu kan....ki aku ws sedia jajan pasar buat tahlilan mu
Lel: 🤣🤣🤣 gak mau dia
total 1 replies
Hendri Yani
Luar biasa
Ica Rissaharyono
koid ya c akbar 🤭
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
segera binasa aja deh akbar kemudian menyusul ibunya...ayem kl sdh bgini
tp nnti selesai dong y🤭
Lel: 🤣🤣🤣🤣 benar banget
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
lah org jahat ky akbat pula ada kuasa hukum nya? mmng sp yg bayar y
Lel: dari pihak pengadilan biasanya memberikan tawaran kak
total 1 replies
Yuliana Tunru
bisa2 sdh almaŕhum tuh akbar gmn ibu x ya
Lel: belum ada kabar
total 1 replies
Septyana Kartika
Sik Sik...
mau gelar tikar buat tahlilan
Lel: sudah siap???🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
betul tuh..mndg memulai khdpj baru udh tinggalkan saja akbar dan ibu kalian yg sama2 g waras...biarkan saja smpai ajal menjemput
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒: boleh banget..krn buang2 waktu percuma dan bkl syok kl ttp stay d dkt mereka..mkn ksni yg ada mkn dendam sama mira..aneh kan yg hrse dendam y org yg d jahati ya mira dendam k akbar..kok mlh dendam sm org tnpa alasan..konslet mmng
lbh baik bapak nya akbar meninggal drpd menderita mnghdpi istri n anak yg agak lain..2 yg waras mndg mnjauh krn kl ttp drmh lama bkl g nyaman sm tetangga
total 2 replies
Yuliana Tunru
benar2 hati busuk akbar dan.ibu x kecuali kematian yg bisa buat semua berakhir
Lel: pastinya
total 1 replies
yhochi
udah di penjara dan trsiksa kyak gtu msh ngeyel utk mendapatkan Namira Oalah parah nich org🤦‍♀️
yhochi: Oalah....🤭🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
total 4 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
polisi nganggu aja🤭
Lel: ngakak 🤣🤣🤣 jadi patung polisinya
total 1 replies
Sri Wahyuni Abuzar
subhanallah...semiga namira dan kelyarga besar nya baik² saja...
Lel: aamiin ..doa banyak2
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
lanjut..makin mer3sahkan tu mnsia tnpa iman
Lel: menakutkan ya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
sekali up bkn gregetan...mau nambah lagi thor bab nya🤭
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ini ya yg nmne NPD / narsistik...bisa nge lag otak nya🤣 masih cinta sm laki2 mokondo yg sdh byk mrugikan...cm wnta sprti ibu mu bar yg layak mendampingi org sakit sprti kamu cocok
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
oh kurus tho kirain keren badane atletis🤭 apa dl ganteng stlh patah hati jd kurus krg keronta
Yuliana Tunru
kegilaan akbar sama dhn.ibu x tau x nyalahkan namira lupa gmn jahat x dia dan akbar dulu ..ayo febian bawa istri dan ankmu.pergi sampe tahunan agar mrk.lupa dan hidup kakian baik2 lagi
Lel: beres
total 1 replies
Sri Wahyuni Abuzar
weeew sekali akbar dan ibu nya ini...menunjukan manusia yg g punya iman
Lel: sudah terlalu benci
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!