NovelToon NovelToon
Kasih Sayang

Kasih Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat
Popularitas:867
Nilai: 5
Nama Author: Fatimah Afath ( arasimah )

seorang istri yang bersabar selama dua tahun menunggu suaminya berubah tapi malah berulah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Afath ( arasimah ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

Raka yang dari tadi memperhatikan saja pun merasa senang karena Santi mau diantar ke dokter. Raka melajukan mobilnya setelah semua orang masuk ke dalam mobil.

Raka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Santi duduk di belakang bersama Surti. Sedangkan di depan ada Raka dan bu Hamidah.

Tak lama mobil akhirnya sampai di puskemas juga. Raka langsung turun dan membukaan pintu untuk Santi. Sehingga Santi bisa langsung turun. Surti yang ingin memegangi Santi langsung mengurungkan niatnya.

Lebih baik Surti Turun lewat pintu sebelah saja. Agara bisa menemani Santi. Bu Hamidah yang melihat kelakuan anaknya hanya bisa geleng - geleng kepala saja. Raka ingin memegangi Santi tapi Raka tahan karena bu Surti langsung menuntun Santi berjalan.

Raka meminta ktp Santi untuk melakukan pendaftaran. Surti yang mendengar langsung mengambil dompet Santi di dalam tas jinjingnya yang kini dia bawa.

Santi yang merasa tak enak telah merepotkan Raka berkata," Biar daftar sendiri saja mas"

" Tidak apa - apa Santi biar Raka yang mendaftarkan biar cepat ditangani." ucap bu Hamidah membela Raka.

Bu Surti pun langsung meyerahkan KTP Santi kepada Raka. Raka langsung menujuh loket pendaftaran untuk mendaftarkan Santi berobat.

Bu Surti dan bu Hamidah menuntun Santi yang jalannya goyang - goyang karena merasakan pusing. Saat sampai ditempat pendaftaran Santi didudukan di kursi tunggu. Sambil menunggu Raka yang sedang mendaftarkan Santi.

Suasana masih terasa sepi saat masih pagi. Waktu menunjukan pukul delapan pagi sehingga pasien jarang yang datang pagi.

Karena masih pagi maka dokter tidak terlalu penuh. Surti dan Santi sengaja datang lebih pagi agar tidak terlalu ramai. Setelah Raka mendaftarkan Santi maka Raka kini menghampiri ibunya yang sedang duduk bersama Santi dan bu Surti.

" Ayo kita keruang tunggu periksa " ajak Raka.

Santi, bu Surti dan bu hamidah pun mengikuti arah langkah kaki Raka. Hingga sampailah mereka di ruang tunggu pasien.

ketika Santi sedang menunggu namanya langsung dipanggil oleh perawat. Santi pun diantarkan oleh bu Surti untuk di tanya - tanya perawat serta diukur tinggi dan berat badannya.

Tinggi Santi hanya seratus enam puluh, berat badannya lima puluh empat. Santi diminta duduk untuk dilakukan tensi darah. Tensi Santi seratus tujuh per tujuh puluh.

Kata perawat masih normal itu tensinya. Dan perawat berkata," Tinggal tunggu dipanggil dokter ya ."

Santi dituntun lagi untuk duduk di tempat tunggu dokter. Raka duduk samping bu Hamidah mencuri - curi pandang terhadapnya.

Bu Hamidah yang melihatnya lalu menepuk paha Raka. Sehingga Raka yang pahanya ditepuk oleh ibunya merasa malu. Santi dan Surti yang menyadari masih ada Raka langsung berkata," Maaf bu mas sudah merepotkan, tidak apa - apa kalau kalian mau ninggalin saya masih ada ibu."

Raka yang ingin menjawab langsung ibunya yang jawab terlebih dahulu.

" Tidak apa - apa nak Santi kami akan membiayai berobat kamu karena kamu adalah tanggung jawab kami karena sudah bekerja di rumah kami."

" Kami ingin memastikan bahwa kamu baik - baik saja kok San,"

Santi jadi tidak merasa enak terhadap bu Hamidah dan Raka. Karena sudah diantar jemput untuk berobat.

" Santi ... Atas nama Santi silakan masuk ruang dokter." panggil suster.

Santi masuk ruang dokter ditemani oleh bu Surti. Santi mengucap sallam ketika masuk keruang dokter.

Dokter berkata," Ayo ibu berbaring di tempat tidur ya? "

Santi menuruti perintah dokternya dengan berbaring ditempat tidur. Dokter memeriksa suhunya menggunakan termo digital. Serta memeriksa dadanya, Santi diminta membuka mulutnya oleh dokter.

" Semua normal paru - paru masih bagus, tidak ada radang juga dimulutnya, hanya panas tubuhnya saja yang agak tinggi ya ? " tanya dokter sambil menjelaskan kondisi Santi.saat ini.

" Ya dok." jawab Santi.

" Kalau besok masih panas kita cek darah ya bu," tanya dokter.

" Baik dok." jawab Santi.

" Ini saya kasih resep obat saja ya, sama sekalian kalau besok masih panas langsung cek lab aja ya?. " jelas dokter.

" Baik dok." jawab Santi.

" cek labnya pagi - pagi ya bu seperti jam segini, nanti kalau hasilnya sudah keluar kasih saya ya." jelas dokter.

" Tapi kalau tidak panas besok berarti tidak usah cek lab ya? " jelas dokter.

" Baik dokter."

" Ya sudah semoga lekas sembuh ya ?." jelas dokter.

" Terima kasih dok." jawab Santi.

Santi langsung keluar ruangan dokter.

" Tinggal tunggu obat ya di apotik ?" suster menjelaskan kepada Santi sebelum pergi.

Santi dan Surti pun langsung menujuh apotik disana sudah ada Raka yang sedang duduk. Entah dimana bu Hamidah berada. Raka langsung bangun mempersilahkan Santi dan bu Surti untuk duduk.

Raka bertanya," Bagaimana kata dokter ?. "

" Hanya demam biasa jika besok masih demam maka harus cek darah katanya." Surti menjelaskan kepada Raka karena Santi tak menjawab.

" mudah - mudahan hanya demam biasa ya? " harap Raka.

" Iya semoga"jawab bu Surti.

Tak lama bu Hamidah datang dengan membawa air mineral empat botol dan sebuah roti untuk dimakan bersama.

Karena Santi tidak mempunyai bpjs maka Santi bayar tunai. Saat nama Santi dipanggil Raka langsung maju bu Hamidah menghalangi Surti dan Santi yang akan berdiri. Bu Hamidah meminta Raka saja yang mengambil obat. Santi dan bu Surti pun duduk lagi.

Raka membayar biaya obat Santi. apotekernya menjelaskan obat apa saja yang diminum dan sehari berapa kali. Susternya juga berkata " Semoga istrinya cepat sembuh ya mas."

Raka langsung tersipu malu dan mengaminkan kata - kata suster tersebut. Raka langsung memberikan obat itu kepada Santi dan menjelaskan seperti yang dijelaskan oleh apoteker tadi.

Raka kemudian mengajak Santi, ibunya dan bu Surti untuk kembali pulang. Mereka naik mobil lagi untuk sampai di rumah Surti dan Parman.

Tak lama mobil yang mereka tumpangi sampai dihalaman rumah Surti dan parman. Santi dan Surti langsung turun. Namun tidak dengan bu Hamidah dan Raka karena Raka harus bekerja maka Raka menghantarkan ibunya ke rumahnya terlebih dahulu.

Raka pamit terlebih dahulu bersama bu Hamidah. Surti dan Santi mengucapkan terima kasih karena sudah mau antar jemput dan sudah dibiayai pengobatannya. Mobil Raka pun langsung melaju meninggalkan Surti dan Santi yang masih berdiri di depan rumahnya.

Santi dan Surti langsung masuk kedalam rumahnya. Langsung disambut oleh Pak Parman yang sedang duduk menonton tv. Surti dan Santi langsung salim kepada Parman.

Parman pun bertanya tentang kondisi Santi yang dijelaskan oleh Surti. Parman berharap jika Santi hanya demam biasa saja. Parman juga menyuruh Santi untuk segera istirahat ke kamarnya.

Santi pun beranjak dari tempat duduknya untuk kembali ke kamarnya. Sedangkan Parman dan Surti bicara berdua. Parman menjelaskan jika tadi sempat mendengar ada suara Raka dan bu Hamidah. Surti menjawab benar tadi memang ada bu Hamidah dan Raka yang mengantar jemput dan membiayai obat Santi.

" Baik sekali ya bu bu Hamidah dan Raka ? " puji Parman.

Surti pun bertanya mengenai kondisi suaminya bagaimana apa sudah enakan atau belum. Soalnya masjid membutuhkannya. Parman juga menyetujui pendapat Surti tapi kaki Parman masih terasa sakit saat dibuat berjalan jauh.

Surti dan Parman berharap bahwa kaki parman cepat sembuh. Agar bisa menjalankan tugasnya sebagai marbot lagi. Apalagi sebagi marbot itu sudah di amanahkan kepadanya. Maka mau tak mau harus di jalani.

Surti izin pamit ke kamarnya untuk rebahan. Tinggal Parman sendiri yang sedang menonton tv.

Raka mengantar Ibunya sampai depan rumah Raka pamit pada ibunya untuk langsung berangkat kerja. Bu Hamidah mengucapkan " hati - hati kerjanya jangan mikirin Santi terus."

Raka yang ketahuan oleh ibunya pun merasa malu karenanya. Raka langsung pergi meninggalkan ibunya yang masih di depan gerbang. Raka melajukan mobilnya dijalanan yang mulai padat merayap.

Benar kata ibu kenapa aku terus mikirin Santi ya. Apakah ini jawaban istikharahnya. Mudah - mudahan benar maka aku akan segera melamarnya setelah nanti Santi sembuh biar ku jaga sendiri. Akan ku bahagiakan dirinya selalu.

Raka akhirnya sampai di tempat kerjanya sehingga orang - orang melihatnya ketika Raka datang. Raka adalah seorang ceo di perusahaan yang di dirikan oleh ayahnya. Bergerak dibidang makanan.

Raka bisa datang siang jika Raka mau tapi jarang datang siang Raka selalu datang pagi jika kerja. Raka tidak membeda - bedakan mana atasan dan mana bawahan jika sedang duduk dengannya makan bersama.

Ya, Raka sering makan di kantin bersama karyawan yang lain. Maka bawahan Raka pun merasa segan padanya.

1
Fatimah Afath
baik
Fatimah Afath
/Cry/
Edgar
Seru banget, thor harus cepat update lagi dong!
Fatimah Afath: maaf ya soalnya lagi sibuk kmerin 2 anak sakit ganti - gantian
Fatimah Afath: terima kasih atas semangatnya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!