seorang wanita dari Negara Asia, memutuskan untuk berlibur ke Negara terpencil di bagian timur tengah, hanya untuk bisa melupakan Mantan pacarnya yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.
Yang dia pikir hanya akan mendapatkan pengalaman baru, tapi ternyata malah menemukan pasangan hidupnya, seorang pria pemilik kafe.
Walau begitu, wanita dari Asia itu tidak mengetahui bahwa pria tersebut, merupakan seorang penerus atau Pangeran mahkota di negara itu.
bisa dikatakan, di buang batu jalanan, malah dapat pengganti batu zamrud di negara asing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sayida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10
Kembali di kota Tiffany tinggal, sekarang ibu dan ayahnya mulai khawatir dengan putrinya itu, Tiffany sudah memberitahukan mereka bahwa ia akan kembali kemarin namun kabar Tiffany sampai sekarang belum mereka dapatkan.
"sayang? Bagaimana ini? apa putri kita sedang marah dengan kita akibat dia sudah tidak menjadi anak satu-satunya lagi?"lirih Zahra di ruang keluarga, ia sedang duduk di atas sofa, sedangkan suaminya Damon sedang mencoba menghubungi Tiffany pada malam itu.
"itu tidak mungkin, aku takut dia dalam masalah sekarang, aku sudah hubungi keluarga di kota A, tapi mereka mengatakan bahwa Tiffany tidak pernah sampai di kediaman mereka, sepertinya ia telah membohongi kita berdua"ujar Damon sambil mengurut penipisnya karena merasa pusing dengan tingkah putrinya itu.
"ah, hubungi Alfero, semoga ia tau keberadaan Tiffany"saran Zahra.
Dan dengan cepat Damon menyetujui saran tersebut, dan menghubungi Alfero pada sore itu juga.
...----------------...
Di istana Al-Khansa, kini Tiffany memutuskan untuk kembali ke kamar yang menahanya itu, para pelayan yang tadinya hampir di hukum Ashan karena mengetahui Tiffany menghilang, langsung membatalkan keputusannya saat ia melihat Tiffany masuk kembali ke dalam kamar.
"nona Tiffany?"seru Ashan berlari mendekati Tiffany.
Saat itu Tiffany melihat semua pelayan sedang berlutut dan menundukan kepala mereka ketakutan.
"ada apa ini Ashan? Kenapa mereka semua berlutut?"
"saya tidak tau, hey! Berdiri semua kalian! Pergi dari sini, dan jangan melakukan kesalahan yang sama"tutur Ashan.
Mereka semua yang mendengar itu, pun langsung buru-buru pergi dari sana. Tapi sebelum itu, mereka meminta maaf dan memberikan rasa hormat.
"ada apa ini Ashan?_"
"_kamu dari mana nona Tiffany? saya mencarimu sedari tadi?"tanya Ashan dengan wajah memelas.
"hm? Aku... Aku hanya sedang berjalan-jalan"ucap Tiffany berbohong, karena jika ia jujur, takutnya Ashan akan mengurungnya di kamar dan tidak akan membiarkannya keluar walau hanya sekali.
"begitu kah? Lain kali, kamu harus menunggu saya. Saya yang akan memperkenalkanmu dengan istana saya,"ucap Ashan dengan senyum, membuat congkak di kedua pipinya terlihat.
Melihat senyuman Ashan, membuat Tiffany teringat akan ucapan sang Ratu, bahwa ia tidak pernah melihat putranya tertawa dan tersenyum lagi. Tapi Tiffany merasakan keheranan, kenapa Ashan bisa dengan mudah tersenyum dan tertawa di hadapanya, ia memikirkan apa senyuman dan tertawa ini semuanya palsu?.
"Ashan?"panggil Tiffany menatap kedua bola mata Ashan yang berwarna emas kegelapan itu.
"hm?"
"itu... Apakah malam ini kita bisa makan bersama dengan Ratu juga Putri kakakmu?"
"apa? Makan malam bersama Ratu? Apa kamu bertemu dengan ibuku?"tanya Ashan kaget dengan permintaan Tiffany.
Tiffany pun mengangguk sekali dan tersenyum di hadapan Ashan "hm.. Aku bertemu dengan Ratu, dan ia memintaku, mengajak mu makan malam bersama mereka"serunya.
Ashan terdiam sejenak saat mendengar permintaan Tiffany. Tiffany juga merasa gugup, ia tidak menyangka bahwa ia akan bersikap manja di hadapan Ashan seperti seorang kekasih meminta sesuatu kepada pasanganya.
Tapi itu sudah terjadi, ia hanya bisa meneruskan melanjutkan aktingnya di hadapan Ashan, demi bisa menghubungi ibunya. karena Ratu menjanjikan jika ia bisa membuat hubungan mereka menjadi akrab, maka ia akan mendapatkan ponselnya kembali.
"tidak, apa ia memarahimu!?"tanya Ashan dengan wajah khawatir.
"tidak tidak, Ratu sangat baik terhadapku, Ashan... Aku sangat lapar, dan tepat sekali, Ratu mengajak ku makan bersamanya malam ini. Apakah kita bisa makan malam bersama Ratu?"tanya Tiffany lagi, ia tidak tau apakah bujukan ini berhasil atau tidak. Tapi dia akan selalu mencoba agar ia bisa keluar dari istana tersebut.
"baiklah.., jika itu mau mu nona Tiffany, akan saya kabulkan, malam ini saya akan makan bersama Ratu, bersiaplah, saya akan datang lagi dan menjemputmu makan malam. Kita akan pergi bersama"ucap Ashan dengan nada rendah, sambil mengusap kepala Tiffany dengan lembut.
Tiffany yang diperlakukan secara spesial tanpa sebab itu, tentu merasa tidak nyaman, ia hanya bisa membalas Ashan dengan senyum tipis. Usai Ashan mengatakan hal tersebut dan memastikan Tiffany aman, ia langsung pergi dari sana, membiarkan Tiffany untuk bersiap-siap.
...----------------...
"ibu bertemu dengan wanita yang di bawa Ashan?"tanya Putri Nagia, Kakak Pangeran Ashan.
"yah, ibu bertemu dengan anak itu, ia terlihat sangat imut dan cantik, pantas saja Ashan begitu tergila-gila dan membawanya ke istana kita"ucap Ratu sambil memakan buah anggur dengan angkuh di kursi panjang, mereka berdua berbicara di atas balkon istana.
"lalu apa yang ibu katakan kepasa anak itu?"tanya Nagia sambil menunjukan wajah penasaran.
"ibu memintanya mengajak Ashan makan malam bersama kami, hahaha dia begitu polos dan mudah di tipu. Ia mau menetap disini hanya sekali ku bujuk. Dengan adanya dia, kita bisa mengandalkan Ashan, dia yang bekerja dan kita bisa menikmati semua kekayaan ini dengan tenang"ucap Ratu.
"ck! Kenapa sih harus Ashan! Aku kan bisa ibu... Aku bisa jadi Ratu! Kenapa harus anak kecil itu"ketus Nagia masih belum terima dan selalu iri dengan adik laki-lakinya.
"berhentilah menginginkan tahta itu bod*h! Nikmatilah kekayaan ini, bukankah anak itu tidak membutuhkan tahta Al-Khansa, suatu saat nanti kamu akan menikah, dan suamimu akan mendapatkan tahta ini, dan kita akan terus hidup dengan harta yang berlimpah!"ucap sang Ratu kembali menikmati anggur dan arak di sampingnya itu.
Walau begitu Nagia yanh bermimpi bisa menjadi Ratu di masa depan, tidak mendengar ibunya, dan di hatinya ia semakin iri dengan adiknya.
...********BERSAMBUNG********...
kan memank begitu status kalian Fany...
Ashan sudah memintamu pada keluarga mu di telpon tempo hari...
jangan kasi peluang untuk mereka mengganggu Tiffany...
apalagi Cindy untuk mendekati mu...
jadi ingat pelakor aku kk 😆😆😆🙏🙏🙏
lanjut up lagi thor
Tiffany aja manggil Ashan tanpa embel2 pangeran,masa kamu masih panggil Nona...panggil nama aja lebih akrab nya
udah pangeran,brondong pula 😍😍😍