perpisahan kedua orang tuanya itu,membuat seorang gadis bernama Adira Amna (21) sulit untuk menjalin sebuah hubungan serius dengan laki-laki.
hingga dengan tiba-tiba, Amna dilamar oleh seorang pria yang baru dikenal nya selama beberapa minggu! lalu,apakah Amna akan menerima lamaran dari pria tersebut?
penasaran sama kelanjutan ceritanya? yuk baca👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adira amna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21
Hari demi hari sudah terlewati, tak terasa sudah 3 bulan usia pernikahan Radit dan Amna. Dan di pagi yang cerah ini ada yang berbeda dari Amna, sedari subuh tadi wanita itu terus mengalami muntah dan tubuh nya terasa lemah.
"Sayang, kita ke dokter ya. Ade pucat banget loh itu muka nya" ujar Radit khawatir.
"Mas Amna gapapa kok. Mas berangkat kerja aja ya" jawab Amna pelan.
"Mas mana bisa kerja dan ninggalin Ade di rumah sendiri dalam keadaan kaya gini" ucap Radit, sedikit kesal karna sedari tadi Amna terus meminta nya untuk ke kantor.
"Ya tapi kan kerjaan mas lagi banyak" ujar Amna dengan tatapan yang terlihat sayu.
"Ga ada yang lebih penting dari ngejaga istri sendiri sayang" jawab Radit dengan menekan nada bicara nya.
Amna hanya bisa menghela napas panjang, suami nya itu tak akan bisa di bantah kalau nada bicara nya sudah seperti itu. Tiba-tiba Amna merasa perut nya kembali bergejolak mual, ia pun langsung turun dari kasur dan berlari kecil menuju kamar mandi dan di ikuti oleh Radit dari belakang.
"Mas..." panggil Amna lirih.
Radit langsung memeluk Amna yang terlihat lemas, "Kita ke dokter sekarang ya sayang, tolong nurut sama mas..." ucap nya lirih.
"Amna udah telat datang bulan 3 Minggu mas" ucap Amna, yang membuat Radit tersentak kaget.
"De... Kenapa baru bilang sama mas?" Radit menatap dalam mata istri nya.
"Amna juga baru sadar mas" jawab Amna, Karna belakangan ini ia memang di sibukan oleh kegiatan sosial bersama ibu-ibu sekitar rumah nya.
Radit memejamkan mata nya, merutuki kebodohan nya karna ia sendiri pun tak sadar, jika hampir sebulan ini istri nya itu selalu bisa melayani nya.
"Kita langsung ke rumah sakit ya sayang, kita cek?" ujar Radit, dengan senyum lebar yang sudah tercetak dibibir nya.
"Amna mau coba cek pake testpack dulu mas" jawab Amna.
akhirnya Radit pun memutuskan untuk langsung ke apotek, untuk membeli testpack. Dan di sepanjang perjalanan menuju apotek, bibir nya terus menyunggingkan senyuman.
"Ada yang bisa di bantu pak?" tanya penjaga apotek.
"Hem mba, saya mau beli testpack untuk istri saya" jawab Radit sedikit gugup, karna ini pertama kali nya ia membeli barang seperti itu.
"Boleh pak, silakan di pilih mau merk yang mana?" tanya penjaga itu, dengan memberi beberapa contoh merk ke depan Radit.
Seketika Radit pun langsung bingung, karna melihat ada berbagai jenis macam testpack. "Tolong pilihkan yang paling bagus mba".
Dan penjaga apotek itu pun, langsung memberikan merk yang menurut nya paling akurat. Setelah mendapatkan barang yang di butuhkan, Radit pun langsung kembali melajukan motor nya kembali ke rumah.
"Assalamualaikum sayang" ucap nya saat membuka pintu kamar.
Radit tak melihat istri nya di atas kasur. Namun Radit mendengar suara Amna, yang sedang muntah-muntah dari dalam kamar mandi. Saat ia ingin membuka pintu itu, Amna sudah lebih dulu keluar dari sana.
"Sayang" Radit langsung peluk amna dengan erat. Sungguh, ia merasa tak tega melihat istri nya yang terus-terusan merasa mual.
"Amna gapapa mas" kata Amna tersenyum, "Mas udah dapat, testpack nya?" tanya nya.
Amna menerima 2 buah testpack dari tangan Radit dan ia langsung memutar tubuh nya kembali memasuki kamar mandi. Sementara Radit menunggu di depan pintu, tadi ia di larang oleh Amna ketika ingin ikut ke dalam. Dan Radit yang sedang bersandar di tembok pun, langsung menegakkan tubuh nya saat pintu kamar mandi kembali terbuka.
Tapi ia di buat terkejut, saat melihat Amna keluar dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya.
Lantas Radit pun langsung memeluk Amna, "Gapapa sayang, mungkin belum rezeki kita" lirih nya.
"Mas... Amna hamil" Ucap Amna dengan sesenggukan, Sontak Radit pun langsung melepaskan pelukan nya. Ia melongo tak percaya, Saat sadar ia pun langsung menertawakan kebodohan nya.
Radit memeluk amna dengan erat dan terus mengucap syukur pada yang maha kuasa, karna telah di beri kepercayaan sebesar ini.
"Kita ke rumah sakit sekarang ya sayang?" ajak Radit dengan antusias. Dan Amna pun mengangguk.
Radit membantu Amna mengganti pakaian nya, tak lupa ia juga mengoles kan lip serum ke bibir istri nya yang terlihat kering itu.
Radit langsung memarkirkan mobil nya ketika sampai di rumah sakit ibu dan anak, mereka masuk dan langsung menuju ke loket pendaftaran. Dan saat sudah mendapat nomer antrian, radit mengajak Amna duduk di kursi dekat ruang pemeriksaan.
"Masih mual gak sayang?" tanya Radit, sambil mengusap pelan perut Amna yang masih terlihat datar.
"Mual sedikit mas, tapi Amna gapapa" jawab Amna, tersenyum tipis.
Kini giliran nama Amna yang di panggil masuk, Radit menggandeng tangan istri nya itu dan memasuki ruang pemeriksaan.
"Selamat pagi menjelang siang bapak ibu" sapa dokter yang bernama Fitri itu ramah.
"Pagi dok" jawab Amna tersenyum, sementara Radit hanya mengangguk pelan.
"Sudah di testpack belum Bu?" tanya dokter Fitri.
"Sudah dok" jawab Amna, sambil menyerahkan testpack tersebut pada dokter.
"Wah ini sih udah jelas ya garis nya" ujar dokter Fitri Dengan senyum lebar, "Langsung kita periksa saja ya".
"Nah ini dia kantung nya, keliatan ya pak Bu? Usia nya sekarang sudah hampir memasuki 8 Minggu" ujar dokter Fitri.
"Ada keluhan gak ibu nya?" tanya dokter Fitri, setelah selesai pemeriksaan.
"Baru tadi pagi sih dok kerasa mual, terus sedikit pusing juga" jawab Amna.
Dokter Fitri mengangguk paham, "Ini saya kasih resep obat pereda mual ya sama pusing juga dan ini resep vitamin nya" ujar nya ramah.
"Di jaga ya Bu pola makan nya, gak sudah di pantang-pantang selagi ibu nya masih bisa nerima makanan" lanjut dokter Fitri.
Setelah semua selesai, Radit dan Amna pun keluar dari ruangan itu. Lalu Radit meminta Amna untuk menunggu karna ia akan menebus obat terlebih dulu.
*****
Radit terus tersenyum lebar dengan foto USG di tangan nya. "Anak papah" gumam nya lirih.
"Sayang, capek ga?" tanya Radit, ketika mobil sudah meninggalkan parkiran rumah sakit.
"Enggak mas, kenapa?" tanya Amna dengan menoleh ke arah suami nya.
"Kita mampir beli susu ibu hamil dulu ya?" tanya Radit, yang melihat ke arah istri nya dan jalan bergantian.
Amna mengangguk antusias, "Boleh mas".
Kini Radit sudah menghentikan mobil nya, di depan minimarket. "Mau tunggu di mobil aja apa mau ikut masuk sayang?".
"Mau ikut mas" jawab Amna.
Saat sudah berada di dalam minimarket, Radit pun langsung menuju ke bagian persusuan. Ia mengambil beberapa kardus susu khusus ibu hamil atas persetujuan istri nya.
"Mau beli apa lagi sayang?" tanya Radit pada Amna.
"Beli eskrim ya mas, boleh kan?" tanya Amna dengan ekspresi lucu.
Radit terkekeh dan mengusap pelan kepala Amna, "Boleh sayang, ayo" ajaknya.
Amna mengambil beberapa eskrim dengan rasa yang berbeda, dan menaruh nya di dalam keranjang yang di bawa oleh Radit.
Saat kedua nya sudah berada di dalam mobil, Amna pun langsung membuka 1 bungkus eskrim dan memakan nya.
"Mas mau coba?" Amna menyodorkan eskrim itu, ke depan mulut Radit yang langsung di terima oleh si empunya.
Dan selama perjalanan pun, Radit terus mengusap pelan perut Amna. ia bersenandung lirih membacakan sholawat untuk calon anak nya. Dan Amna yang mendengar suara merdu suami nya pun, ikut merasa nyaman.
Happy Reading 💜
Jangan lupa like, komen, dan vote ya guys 🥰
paket lengkap banget si Radit Radit itu Tuhan