NovelToon NovelToon
ROMANSA CINTA DIT AND KAI

ROMANSA CINTA DIT AND KAI

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:153.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: NinLugas

Cerita ini hanya fiktif belaka, cerita menggandung adegan +18



Lika-liku kehidupan Dita yang masih trauma akan perceraian orang tuanya, tanpa sengaja di jodohkan dengan Kai yang merupakan anak teman ibunya, ada perasaan berbeda ketika Dita dekat denga Kai.
Perasaan yang kuat antara Dita dan Kai membuat Celine begitu cemburu, dia bahkan tak yakin Kai dapat mencintai gadis yang baru beberapa hari di temui nya. Trauma yang masih melekat di ingatan Dita membuatnya bimbang dan takut dalam memutuskan jalan hidupnya, dia hanya tak ingin kejadian itu terulang kembali.
walau banyak kekurangan Kai begitu gigih menyakinkan Dita untuk menikah dengannya, Kai yang bersedia menutup semua kekurangan Dita, restu sudah pasti mereka dapat, entah apa yang selalu saja rasa tidak percaya diri menghampiri Dita.

Akankah Dita dapat meyakinkan hatinya untuk Kai dan dapatkah Dita dapat memaafkan ayahnya?


yuk mampir di karya ku, semoga bisa jadi daftar favorit kalian untuk membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Resah ku

Dalam hidup pasti pernah merasa kecewa, walau tidak sengaja tetap saja terasa sakit, sesabar apapun dia yang sedang bersama mu akan muak bila terus kalian kecewakan, Kai hanya terdiam tidak pernah menunjukkan dirinya marah walau aku tahu dia benar-benar kecewa terhadap ku.

Hari ini terakhir liburan kami, tidak ada istimewa terjadi, aku hanya terdiam rebahan dikursi yang berada dibalkon, Kai yang sibuk memindahkan koper kemobil hanya melihat aku sesekali.

Mata aku sedikit bengkak akibat terus menangis, aku tidak berani menatap wajah Kai yang begitu mencemaskan ku, wajah yang aku kecewakan kesekian kali.

“Dit...sayang”

panggil Kai yang berjalan ke arah ku.

Aku hanya menoleh menatap nya.

“Semua udah siap kita balik ya”

sahut Kai yang mengelus rambut ku, aku hanya membalas dengan mengangguk.

Perjalanan kami begitu hening, Kai bahkan tidak memutar musik player dimobilnya, kami langsung bergegas kembali ke Jakarta dan aku pula yang meminta nya untuk tidak mampir kerumah ayah.

“Kamu mau makan apa?”

tanya Kai sambil menyetir

“Mau masakan kamu”

jawab ku sambil tersenyum.

“Oke deh, aku masak spesial buat istri ku”

sahut Kai yang bersemangat.

Aku juga dapat sanksi karena cuti kuliah, tidak dapat disetujui pihak kampus, hampir satu bulan ini aku tidak masuk akademik reguler dan harus menjalankan kuliah panjang sebelum sidang skripsi.

Sementara ini kami tinggal dirumah ibunda Kai, sampai nantinya studio jadi. Rumah Kai tampak sepi, ibundanya sedang ada pekerjaan ke Sumatra untuk beberapa waktu, kamar Kai berubah ketika kami resmi berstatus suami istri, ibundanya memberikan kami doubel bad.

Tidak lupa juga ibunda Kai memberikan aku sebuah hadiah yang di tempatkan dalam sebuah kotak pink dan ternyata adalah langerie berwarna hitam dengan aksen bunga berbahan sangat tipis.

Karena malu waktu membukanya, aku menyimpannya ke dalam lemari dan akan memakainya bila aku siap.

“Mami kasih hadiah apa?”

tanya Kai yang baru masuk kedalam kamar sambil membawa koper.

“Enggak ada kok, aku mau mandi ya”

sahut ku beranjak pergi ke kamar mandi.

Dan Kai kemudian bergegas memasak makan malam.

Spaghetti sederhana dengan tambahan sosis dan keju,

Tidak ketinggalan juga Kai menyiapkan acar lobak yang biasanya di buat oleh ibunya.

Selepas makan malam, mereka asyik menonton pertunjukan bola di stasiun tv hingga larut, entah mengapa kami jadi berjarak, aku bahkan lebih pendiam dari pada sebelumnya, aku duduk terdiam menonton bersama dengan Kai, begitu pula dengan Kai yang semakin hati-hati agar aku tidak terluka lagi.

Pagi ini aku bergegas menuju kampus, banyak hal yang akan ku selesaikan, tampak Kai yang tertidur pulas di kasur, sebelum pergi ku buatkan dia sarapan hanya roti bakar dan susu hangat.

Diperjalanan ke kampus aku berpikir sekarang ini aku bukan lah istri yang baik, tidak mampu menjadi apa yang suami ku inginkan, aku harus bisa menyemangati diri ku sendiri, selalu berpikir positif tapi tidak mudah.

Di kantor pak Agus sarwono

“Bapak harap kamu kali ini kamu serius”

kata pak Sarwo atau juga di sapa Agus ini memberikan makalah laporan Dita yang harus di revisi.

“Iya pak, saya pamit dulu”

kata ku bangun dari tempat duduk di ruangan pak Agus.

"Ngomong-ngomong selamat ya, udah menempuh hidup baru, semoga samawa, sampai akhir hayat”

kata Pak Agus yang menjabat tangan ku.

"Terimakasih pak"

Sampai dikampus aku bertemu dengan Aulia, Dia tengah mengambil S2 jurusan sastra, senior ku yang menikah karena di jodohkan.

“Perjodohan sama aja dengan ta’aruf”

kata Aulia cewek agamis ini memang beda dalam berpola pikir.

“Aku korban perkosaan”

Tulis ku di secarik kertas dan ku tunjukan kepada Aulia

“Astaghfirullah Aladzim”

kata Aulia kaget membaca tulisan ku yang kemudian aku sobek kembali.

“Lalu dia bagaimana? Menerima kamu apa adanya?”

tanya Aulia kembali.

“Dia bahkan sangat baik, hanya saja aku masih trauma”

jelas ku kepadanya.

“Tapi kamu sendiri harus melawa itu”

jelas Aulia,

Dari kejauhan Gina memperhatikan Dita dan Aulia, tak biasanya Dita mau berbincang kepada Mahasiswi lain.

Ada masalah apa sih Dit?

Pikir Gina yang malah kecewa dengan Dita.

Di lain tempat Kai tengah sibuk mempersiapkan studio miliknya, beberapa hasil photography nya di pajang di studio, bertema hijau dan asap Kai menyongsong beberapa photo hutan dan gedung bertingkat yang menyebabkan efek rumah kaca.

Kai juga bekerja sama dengan temannya, pameran yang akan di gelar selama sebulan penuh, dan Kai pastinya akan sibuk. Ada sebuah potret tangan Kai yang menggenggam tangan Dita, di tambah efek bayangan menjadi dasar warna tangan tersebut dan bertuliskan “untuk istri ku tersayang” Terukir di pojok.

Belum selesai Kai membereskan dilihatnya Celine datang menghampiri, dengan wajah yang sayu dia menghampiri Kai yang sibuk merapikan photo.

“Selamat atas pernikahan kalian”

kata Celine yang mengenakan dress sabrina berwarna hitam dilengkapi denga heels hitam.

“Makasih, mau duduk?”

tanya Kai yang ingin bersikap normal kepada Celine.

Kai menyuguhkan Dalgona coffee yang dipesannya di lantai satu studio.

“Silahkan”

Kai yang mempersilahkan Celine untuk meminum.

“aku harap bisa jadi teman baik”

kata Celine berat mengucapkan nya, namun ini adalah cara nya agar bisa dekat dengan Kai lagi.

“Pasti lin, Rendi gak ikut?”

tanya Kai kembali.

“Bentar lagi juga dijemput”

Banyak hal mereka bicarakan, berharap pertemanan mereka berjalan lancar, menjadi persahabatan seperti dirinya dan Rendi.

Sebelum menuju rumah, Dita dan Aulia berbelanja bersama di sebuah market dekat kampus mereka.

“Menikah itu bukan hanya menyatukan dua hati, tapi dua keluarga, pikiran dan tujuan”

kata Aulia sambil mendorong troli belanjaan.

“Hanya takut dia tidak bisa bersabar akan sikap ku”

sahut ku yang mengambil beberapa daging segar.

“Allah saja percaya kenapa kamu tidak?”

balas lagi Aulia, yang mengenakan style Niqab.

“Aku akan berusaha, makasih ya”

jelas ku sambil tersenyum.

“Sama-sama, kapan-kapan kita ngobrolnya dirumah aja lebih enak”

Aulia yang sudah selesai berbelanja dan sedang menunggu jemputan suaminya.

Tidak lama mobil mini bus hitam menghampiri kami yang berdiri di lobby, tidak bukan adalah suami Aulia, Dafa cowok yang terlihat matang ini tangannya di penuhi sebuah tatto.

“Kamu yakin enggak mau aku anter?”

tanya Aulia sebelum masuk kedalam mobil.

“Makasih ya sebelumnya, aku mau mampir dulu”

kata ku beralasan.

“Ya udah, kamu hati-hati ya”

sahut Aulia yang masuk kedalam mobil.

Kadang memang benar kata pepatah, rumput tetangga lebih menarik, padahal yang sebenarnya aja kita tidak tahu. Malam ini aku masakin Kai sop iga sapi, gorengan bakwan dengan sambal kecap kesukaan ku.

Entah apa Kai juga selera dengan masakan ku, hampir satu jam aku menunggu Kai pulang, bahkan aku terlelap di ruang tengah.

Kai tiba dengan perasaan lelah, dilihatnya Dita tertidur di sofa sambil menunggu Kai.

Muaccchhhh

Kai mengecup kening Dita yang tertidur namun hal itu membuat Dita terbangun.

“Kamu baru balik”

kata ku yang kemudian bangun dan duduk di sofa.

“Iya, agak capek sih”

kata Kai yang kemudia memeluk ku.

“Aku panasin sayurnya lagi ya, kamu siap-siap mandi”

kata ku yang hendak beranjak dari sofa, mataku tertuju pada bingkisan yang dibawa Kai.

Ini apa?”

taanya ku yang penasaran

“Buka lah”

Kemudian aku membuka kertas pembungkus berwarna coklat, dan tertegun ku memandang potret tangan Kai yang menggenggam tangan ku setelah ijab kabul.

“Makasih ya”

kata ku sambil memeluk Kai.

Setelah makan malam Kai memajang potret tersebut di kamarnya tepat di dinding atas ranjang nya. Dita yang tiba-tiba saja menjadi tukang tidur, tidak perlu lama Dita terlelap di pelukan Kai. Begitu pula sebaliknya mereka pun tertidur pulas.

1
nobita
aku mampir kak
Angkasabiru
manis banget kai 😌
Angkasabiru
Dita keren. semangat terus gina 🤗
Angkasabiru
Saling suport ya kak. Aku nyicil dulu bacanya hehe☺
Ika Mbkdyva
😊😊😊
Lestari 23
juan nekat..karena diberi kesempatan
Lestari 23
jablay...janda kurang belaian.
Lestari 23
pengalaman... wwlaupun bertahan ttp aja ibarat kaca retak, kepercayaan itu jd menipis
Lestari 23
aku suka cewe pemberani.. jarang yg meng explor cewe pemberani.
Qiana
Semangat dan sukses selalu
7in1
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Qiana
Mencoba hadir, walaupun jaringan payah
7in1
💕💕💕💕💕💕
Qiana
kami 7in1 hadir
Like 👍👍👍👍👍
Qiana
karena Author sudah hadir di karya Firmo, maka kami akan hadir juga, 7in1

Favorit ♥️♥️♥️♥️♥️
Qiana
Salam 7in1
Rate ⭐⭐⭐⭐
Ayu Arthamobilindo
up thor
Ayu Arthamobilindo
up Thor smgt
Ayu Arthamobilindo
up SMG bs LBH dr 100 episod y Thor smgt 🥰🥰🥰😘😘😘
Ayu Arthamobilindo
Juan THN dikit napa
Ayu Arthamobilindo
duh Dita knp JD bgn ya smgt thor
Ayu Arthamobilindo
autohor nya lucu smgt ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!