NovelToon NovelToon
The Horn Land

The Horn Land

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sutrisno Ungko

fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Strategi

Keesokan harinya, keduanya baru menyadari. Sepertinya mereka sudah menghabiskan banyak waktu disini. Alexander dengan wanita itu, sementara William dengan Adrac dan Otto dengan pembahasan yang hangat soal konsep pemerintahan. tuan rumah memang punya keinginan untuk mempengaruhi keduanya untuk berbalik mendukung mereka. Dan pertarungan bukan jalan terbaik menurut Adrac, namun dengan rayuan dan negosiasi. Sehingga saat keduanya meminta untuk kembali, Adrac bahkan mengantarkan mereka sampai di pintu gerbang.

“Semoga anda berdua bisa kembali ditempat ini, sebagai sahabat seperjuangan kami.”

Pagi telah menyingsing di ufuk timur. Keduanya pergi.

***

Mereka berniat kembali ke kastel. namun di tengah jalan, mereka bertemu dengan Theon. pemuda yang menjadi pembantu Master Sorush.

“Syukurlah aku bisa segera menemukan tuan berdua.” kata Theon. Wajahnya terlihat cemas dan lelah. Ada rasa syukur setelah bertemu keduanya.

"Mengapa kamu ada disini Theon? Tidak seperti biasa kamu meninggalkan Kastel.” tanya William.

“Aku sudah mencari tuan berdua sejak kemarin. Ada masalah di Kastel.” kata Theon.

“Masalah apa?” Alexander cemas.

“Kembalilah ke kastel, disana akan tuan-tuan tahu apa yang terjadi. ” kata Theon kemudian berbalik. Ia menunggang kuda milik Master Sorush. Kecepatannya diatas rata-rata. Sehingga kuda kedua kesatria itu berada dibelakangnya. Mereka mempercepat langkah kaki kuda untuk segera sampai ditujuan.

Sesampainya di Kastel, William dan Alexader kemudian tahu apa yang terjadi. Lewat Master Sorush.

“Tiga malam lalu. Ada 8 orang penyusup datang di tempat ini. melumpuhkan para penjaga. sepertinya mereka simpatisan Kekaisaran yang tersisa di Kaiatai. rencana mereka ingin menyerang leader Jhuma, tapi bisa dicegah. meskipun beberapa prajurit kita juga terbunuh" Kata Sorush.

William dan Alexander merasa bersalah. saat serangan terjadi keduanya tak berasa ditempat. keduanya terdiam.

"Untunglah leader selamat. dan kini kita sudah tahu posisi para penyerangan itu. " kata Sorush.

"Serahkan pada kami untuk mencari mereka tuan" kata Alexander.

"Karena karena itulah kalian dicari kemarin. untuk mencari posisi persembunyian para simpatisan itu. kita akan lakukan pembersihan. namun sebelumnya kita akan menggelar pertemuan dengan yang lain. " kata Sorush.

***

Awal tahun 114,.

Pertemuan yang dimaksud dilaksanakan di Aula. dipimpin langsung oleh Leader Jhuma. dan diikuti Master Sorush., Alexander Turnbull, William Meredith, Arius Mandon, Olga Darvo dan Uon Bloodstone yang juga masih dalam fase pemulihan. Juga ada Ayla, ia menjadi pelayan Leader saat ini.

Baginda tersenyum melihat dua kesatria Iblis Merah sudah berada di kastel.

“Aku senang kalian sudah kembali...” kata Jhuma.

“Kami menunggu perintah yang mulia, selanjutnya. ” kata William.

“Kami tahu dimana tempat para penyerang itu yang mulia. Ijinkan kami menuju tempat itu.” kata Alexander. geram.

“Baik lakukan pembersihan di wilayah itu. Alexander, Kamu akan ditemani Olga Darvo dan Arius Mandon, bawa prajurit secukupnya. Aku mengira kekuatan gerombolan itu tak sampai 50 orang. Pagi ini aku mendapatkan kabar perang Whangarei akan segera berakhir. Dan sepertinya kemenangan akan memihak kita…”

Para kesatria diruangan itu terlihat bahagia.

“Namun Regen dan yang lain belum bisa langsung pulang. Masih di lakukan operasi pembersihan di wilayah itu. juga masih ada kantong-kantong perlawanan oleh sisa prajurit kekaisaran, kita juga membuka pos perbatasan dengan wilayah Adora dan Dargaville lewat Whangarei. Agar posisi semakin baik. Sehingga aku berniat akan menuju Whangarei..” Kata Jhuma.

Hadirin kaget Leader berencana ke medan perang. Usianya tak muda lagi.

“Apa tidak sebaiknya tuan tetap di Kastil?“ tanya Sorush. Ia menatap Leader. namun Jhuma mengabaikannya.

“Perkuat posisi di kastel. Atur pasukan kita disini. Jangan sampai ada serangan lanjutan dari para gerombolan itu.” kata Jhuma. Ia sepertinya memantapkan diri menuju Whangarei.

“Baik yang mulia.” Serentak mereka mengikuti arahan.

Tiba-tiba pintu diketuk dari luar,

Theon masuk, memberi hormat.

“Maaf yang mulia. Ada kabar dari Rugina dari keluarga Loaun di dermaga. Ada kapal besar merapat. Sepertinya membawa pasukan dari Lemuria.” kata Theon.

Semua dalam ruangan terdiam. Situasi kembali menghawatirkan. Kapal dari Lemuria? membawa tentara? Habislah kini fikir William. Kekuatan Kaitaia sedang dalam keadaan genting. Pasukan inti belum kembali, pos perbatasan selatan dengan Dargaville sangat lemah, dan kini ada sekelompok prajurit dengan kapal besar dari Lemuria.

“Kapal dengan pasukan?” tanya Jhuma.

“Benar tuan. para prajurit di dermaga panik. Karena posisi mereka tidak siap untuk menahan serangan jika itu musuh.” kata Theon lagi.

“Kita harus memeriksanya…. William bisakah kamu ke sana? “ tanya Jhuma.

“Siap Tuan.apakah aku perlu membawa prajurit?” tanya William.

“Tak perlu. Pusatkan semua kekuatan kita disini. Kamu hanya perlu memeriksanya apakah itu kawan atau lawan. Jika lawan. Segeralah mundur bersama pasukan di dermaga. Ajak mereka memperkuat Kastel.”

“Semoga mereka kawan yang mulia.” kata Alexander. berharap.

William akhirnya menuju dermaga, ia ditemani Arius Mandon.

Pertaruhan kembali. jika pasukan Lemuria. Kaitaia akan jatuh. Dan Union yang baru seumur jagung akan tamat.

1
Widiarto Andu
👍
Widiarto Andu
𝐭𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐬𝐢𝐡..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!