NovelToon NovelToon
BALAS DENDAM

BALAS DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bullying dan Balas Dendam / Dendam Kesumat
Popularitas:23.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Darren adalah anak yatim piatu yang diangkat anak oleh Jhon Meyer, Owner XpostOne. Prestasinya sangat gemilang sehingga dia sering di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk bertugas di daerah konflik.

Umurnya sudah dua puluh delapan tahun dan belum menikah. Ia berjanji sebelum bisa membalaskan sakit hatinya kepada keluarga Blossom, ia tak mau menikah. Dulu saat berumur sepuluh tahun orang tua dan kakaknya di bakar hidup-hidup oleh keluarga Blossom.

Suatu hari ia di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk menyelamatkan tiga orang gadis yang terperangkap didesa Beduwi. Dengan berat hati ia pergi ke Bali, tapi apa yang dia temukan di desa itu? Ilmu hitam atau Le-ak. Sangat mengerikan dan hampir saja ia menjadi tumbal.

Saat mengetahui salah satu dari ke tiga gadis itu adalah putri keluarga Blossom, ia pun membuat rencana jahat untuk menyiksa gadis itu.

Apakah yang direncanakan oleh Darren? silahkan baca sampai tamat.

Trimakasih, jangan lupa like, coment***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB.29.ALUNA HA-MIL

Sore ini Aluna menunggu mamanya pulang dari kerja, ia sangat gelisah kala memikirkan pertunangannya dengan Yudi. Kenapa dulu ia tidak bertanya siapa calon suaminya? Ia begitu saja berpikir kalau calon suaminya adalah Darren

Ia yakin seratus persen kalau semua ini rekayasa dari Intan, Ini masalah serius dimana Intan dan mama, memaksanya bertunangan dengan Yudi orang yang tidak dicintainya.

Teman menusuknya dari belakang dan Intan terang-terangan memamerkan hubungannya dengan Darren. Pantas Intan memusuhinya, rupanya ada udang dibalik batu. Mungkin Intan sudah lama kenal dengan Darren dan dia jatuh cinta atau mereka telah saling cinta.

Hatinya tambah sakit saat melihat status Intan dan vidio kebersamaan mereka di Restoran. Malah Intan mengirim beberapa fotonya dan Darren. Ia harus mencari Darren dan mempertanyakan kelanjutan hubungan mereka.

Akhirnya mamanya pulang di temani Yudi. Aluna buru-buru turun menemui mama dan Yudi. Saat mamanya mau masuk kamar Aluna memanggilnya.

"Mamaa...tunggu."

"Ada apa sayank?"

"Aku mau bicara tentang pertunangan ku besok pagi, sepertinya ada yang salah."

"Luna, jangan ganggu tante, diabetnya kumat gula darahnya naik, kamu ingin mama struck."

Tiba-tiba Intan datang dan mendorong Aluna ke samping, untung Yudi cepat menangkap tubuh Aluna, kalau gak, Aluna pasti jatuh.

"Aduuhhh...." teriak Aluna kaget.

"Tante masuk ke kamar dan istirahat. Jaga kesehatan lepaskan pikiran yang mengganggu kesehatan tante. Saya yang akan mengurus Luna."

"Terimakasih sayank, kamu anak yang baik selalu mengerti keadaan tante." ucap nyonya Yunita sambil melirik Luna.

"Mamaa..dengarkan aku..."

"Luna mengerti gak sih, tante lagi sakit dasar anak durhaka. Tiap hari kerjamu makan tidur saja, jadi tidak tau bagaimana tante bekerja supaya kita bisa makan."

"Intan, aku ingin menjelaskan kalau aku sudah pinya pacar, Yudi bukan pacarku ini kesalahan fatal."

"Kenapa kamu baru ngomong, dulu kamu ngapain saja, mengkhayal? Kondisi tante tidak baik, diabet dan kolestrol komplikasi dia punya sakit jantung, harus pasang Ring. Kalau kamu terus bertingkah begini berarti kamu menyuruh tante m*ti."

"Intan, mengertilah...aku tidak cinta sama Yudi, aku cinta Darren, kami saling cinta."

"Nona, kalau tidak sudi bertunangan dengan ku, tidak apa boleh dibatalkan. Aku tidak spa-apa, semua rencana ini Ibu nona yang merencanakan, aku hanya menurut." ucap Yudi sedih.

"Jangan mengada-ada, kalau Darren cinta kamu kenapa dia tidak datang menjemput mu. Dia dapat undangan pertunanganmu dan tidak peduli, malah dia mengajak aku makan di Restoran. Kalau dia cinta pasti ngamuk lah."

Aluna menangis, semua ucapan Intan benar adanya. Berarti Darren sudah tidak suka dengannya. Dasar bajingan. Gerutu Aluna dalam hati.

Hancur sudah hidupnya, tumben dia jatuh cinta dengan serius, tapi kelanjutannya begini. Dia mulai gemetar dan linglung. Aluna jatuh pingsan.

"Yudi angkat dia ke sofa...bi Atun panggil dokter...aku tidak sudi merawatnya nanti aku dibilang ini itu, sudah capek dituduh terus-menerus, mendingan jadi penonton." ucap Intan duduk di sofa.

"Baik nona..."

Bibi lalu memanggil dokter, Yudi memijat kaki Aluna dengan minyak kayu putih.

Untung dokter cepat datang, dia segera memeriksa Aluna.

"Lebih baik nona di ajak ke kamar supaya sekalian istirahat."

"Kamarnya di atas, siapa yang kuat mengangkat." ucap Intan berdiri.

"Aku yang mengangkat."

Yudi mengangkat calon tunangannya dengan kasih sayang, ia merasa sudah menjadi suami siaga. Dan beharap itu menjadi kenyataan.

Sementara Luna di atas di periksa oleh dokter, Intan memerintah pelayan untuk membawa makanan untuk nyonya Yunita. Ia menambahkan obat tidur untuk nyonya Yunita supaya langsung tertidur dan tidak bisa mengurus Aluna.

Rencananya sempurna, Aluna pasti.akan bertunangan, mumpung om Cahya di luar negeri, pesta berlanjut. Tidak ada yang akan menolong dan membela Luna. Kalau batal, undangan sudah tersebar dan ia yakin nyonya Yunita lebih mementingkan prestise daripada penderitaan Aluna.

"Darren..aku mencintaimu, kita telat bertemu. Aku akan membiayai hidupmu asal kau jadi suamiku." bisik Intan dalam hati. Ia tergila-gila dengan Darren.

Dokter turun dan menghampiri Intan dan Yudi. Ia duduk dan menyampaikan hasil pemeriksaannya.

"Nona Intan, kesehatan nona Aluna bagus tapi agak kurang asupan, dalam artian kurang makan. Mungkin juga pengaruh ke hamilannya."

"Apa Aluna hamil?" Intan kaget.

"Ia nona, kandungannya sehat, hanya nona Aluna kurang makan. Saya sudah memberi vitamin."

"Dokter, apakah dia tau kalau durinya hamil?"

"Saya sudah memberitahukannya dan dia terlihat suka cita."

"Ya ampun, apakah bisa digugurkan soalnya besok Aluna akan bertunangan dengan pria lain."

"Tidak bisa nona, sekarang ada peraturan dan bisa di hukum."

"Silahkan minum dulu dokter." ucap Yudi menyodorkan air mineral.

"Gimana Yud, Aluna bawa masalah saja." ucap Intan menatap Yudi.

"Aku mau berkorban dan bertanggung jawab asalkan nona Aluna bersedia menerimaku."

"Yud, tidak segampang itu. Kita harus pikirkan sikap nyonya Yunita kalau tahu putrinya hamil."

"Apakah pacar nona Aluna kabur dan tidak bertanggung jawab?" tanya dokter Aldi sopan.

"Ya dokter dan besok dia bertunangan dengan Yudi." Intan menunjuk Yudi. Dokter Aldi kaget.

"Astaga...terus bagaimana?"

"Ayo kita naik menemui Aluna." ajak Intan.

Mereka naik bertiga, bibi Atun ikut naik sambil membawa hape. Ia curiga kepada tindak tanduk Intan. Lebih baik ďia rekam apa yang mereka rencanakan.

"Tookkk...Tookkk...Tookkk"

Intan mengetuk pintu, Aluna menyeret kakinya dan membukakan pintu. Ia sudah tau kalau Intan pasti akan menemuinya.

"Ada apa ini?"

"Aku mau masuk..."

Intan masuk dengan Yudi, tadinya dokter ragu-ragu masuk, tapi tangannya di tarik oleh Intan. Aluna duduk di sisi ranjang dan Intan bertiga berdiri.

"Aluna, aku dengar dari dokter kamu lagi hamil. Aku heran sekali dengan tingkah lakumu selama ini. Ada saja masalah yang kamu ciptakan dan membuat kita malu."

"Intan, stop mengurusi kehidupanku. Aku hamil ada lakinya. Urus saja dirimu sendiri." ketur suara Aluna.

"Enak sekali kamu bicara, semua urusan orang disini adalah tanggung jawabku. Baik buruk kelakuanmu membawa nama baik keluarga Blossom, jalan satu-satunya kamu harus menggugurkan kandungan."

"Tidak, ini anakku walaupun ayahnya tidak mengakui tapi aku akan mempertahankan sampai dia lahir ke dunia ini. Berhentilah memprovokasi orang tuaku, biarkan kami hidup dengan tenang."

"Siapa yang menghasut, aku kasihan melihat orang tuamu, terutama mama mu yang sangat butuh perhatian dan perawat. Aku disini hanya membantu dengan tulus ikhlas tanpa imbalan." ucap Intan emosi.

"Terus kemewahan yang kamu nikmati darimana asalnya, itu imbalan fantastis. Jangan munafik, biasakan bersyukur dan berterimakasih atas segala pemberian orang tuaku."

"Aluna kamu banyak bicara, aku akan adukan prihal kehamilanmu kepada mamamu, tunggu saja..kamu pasti di usir dari rumah." ancam Intan lalu turun bersama Yudi dan dokter Aldi.

*****

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
liat saja intan.. karma pasti tak salah jalan pulang...
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
bisa JD mereka berdua pelaku nya yg membuat nyonya kecanduan nrkba
VicSel 1996
takut juga kan Darren makanya jngn menyakiti Aluna terus...
VicSel 1996
serba salah nya jdi Luna...
VicSel 1996
sakit bnget jdi Luna, entah sampai kapan Darren menyiksa batin nya...
VicSel 1996
Darren ih jnganlah pedas2 kata2nya kasihan Aluna...
VicSel 1996
buat apa menumbuhkan dendam toh kamu juga cinta mati sma Aluna...
mending buang ego masing2 kalian harus bersatu untuk mengalahkan Intan...
VicSel 1996
jangan mudah tepancing Aluna tahan emosi apalgi sedang hamil...
D⁵¹
yuhu hadir
D5⁰
jangan sedih lun
D⁴9
sabar ya lun
D⁴⁸
bu lurahnya gak tau tentang intan
D⁴⁷
menyeramkan
D⁴⁶
hm deg"an bacanya
D⁴⁵
kasian aluna. orang tuanya gak sayang lagi
D⁴⁴
intan ditolong malah ada maunya
D⁴³
wah misi baru
D4²
jangan khawatir lun
D⁴¹
kalian harus baikan
D⁴⁰
ada yang gak jujur kayaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!