NovelToon NovelToon
Ternyata Anak Sultan

Ternyata Anak Sultan

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Suami Tak Berguna
Popularitas:184.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deanpanca

Sabila. seorang menantu yang acap kali menerima kekerasan dan penghinaan dari keluarga suaminya.
Selalu dihina miskin dan kampungan. mereka tidak tau, selama ini Sabila menutupi jati dirinya.

Hingga Sabila menjadi korban pelecehan karena adik iparnya, bahkan suaminya pun menyalahkannya karena tidak bisa menjaga diri. Hingga keluar kara talak dari mulut Hendra suami sabila.

yuk,, simak lanjutan ceritanya.
dukungan kalian adalah pemacu semangat author dalam berkarya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deanpanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21.

"Maaf!" Ucap Ervan.

Sabila yang saat itu duduk di lantai, bersandar pada sebuah lemari mengangkat kepalanya, menatap Ervan.

"Aku minta maaf, karena telah melakukan hal yang tak pantas padamu." Ucap Ervan tulus.

"Malam itu seseorang telah memberi obat pada minumanku. Saat kau datang, aku pikir kamu adalah salah satu dari mereka yang ikut serta menjebak ku.

"Mungkin ucapan maaf tidaklah cukup, tapi setelah kejadian itu aku sangat merasa bersalah. Aku mempunyai seorang Ibu dan adik perempuan yang sangat ku sayangi, itulah sebabnya selama ini aku tidak pernah kasar dengan perempuan manapun. Kecuali malam itu." Ervan bersungguh-sungguh ingin meminta maaf pada Sabila.

Sabila kini mengerti, dan mulai sedikit mengurangi tingkat kewaspadaannya. Tapi rasa trauma itu tetap saja ada, butuh waktu untuk menghilangkannya. Bukan hanya dengan sebuah ucapan maaf, kan?!

Setelah terdiam cukup lama, Sabila akhirnya angkat bicara. "A ku mengerti!" Ucap sabila.

"Tapi bisakah anda keluar, Tuan? Kita bukan muhrim, tidak dibenarkan untuk kita berada dalam satu ruangan seperti ini. Apalagi tidak ada orang lain yang menemani kita."

Tiba-tiba suara deheman terdengar dari arah pintu.

"Ekhem..!" Suaranya cukup ramai, ternyata ada Reyhan, Nico, Mbok Jum, dan Laras yang sedang duduk lesehan di ambang pintu.

Sabila dan Ervan menoleh, saat melihat siapa pelakunya wajah keduanya menjadi merah karena malu.

"Apa sudah proses meminta maafnya? Kami sudah lapar!" Kata Reyhan yang memang sejak tadi kerjanya hanya mengeluh lapar.

Nico langsung menyenggol tangan Reyhan dan membulatkan matanya. "Kau ini kerjanya hanya mengganggu saja!" Ucapan Nico diangguki oleh mbok Jum dan Laras.

"Ya sudah kita makan malam dulu." Ajak ervan pada Sabila.

Sabila hendak berdiri, tapi dia kehilangan keseimbangan membuatnya hampir saja terjatuh kalau bukan Ervan yang langsung menyambutnya.

Aahh...

Grep...

"Apa kau tidak pa apa?" Tanya Ervan yang masih memeluk Sabila.

Sabila merasakan kenyamanan, tapi segera dia sadar dengan siapa dia berpelukan. Walaupun itu bukan kesengajaan. "Tuan, tolong lepaskan!" Kata Sabila.

Ervan yang baru menyadari kesalahannya, segera menarik tangannya dari pinggang Sabila.

"Dasar bodoh! Baru juga minta maaf, kenapa aku melakukan kesalahan lagi?" Gumam Ervan dalam hati.

"Maafkan aku, Bila. Tadi itu refleks!" Ucapnya dan segera keluar dari kamar Sabila.

Melihat ke empat orang yang diambang pintu menutup mata mereka dengan tangan, Ervan semakin merasa malu.

"Apa yang kalian lakukan? Menutup mata tapi membiarkan jari-jari kalian renggang, sekalian saja melihat dengan mata terbuka lebar." Ervan berusaha membuang rasa gugup dan malunya.

Sabila dan ke empat orang yang ditegur Ervan hanya tersenyum sembari membuang muka, melihat ke arah lain.

Singkatnya mereka semua sudah selesai makan malam, Reyhan Dan Nico sedang asik bercengkrama di luar sambil menikmati gorengan yang dibuat oleh mbok Jum dan Laras.

Sedangkan Ervan dan Sabila sedang berbicara serius di ruang tamu.

"Jadi apa yang akan kau lakukan Sekarang, Bila?" Tanya Ervan.

Bila, meneguk segelas jus yang dia buat sendiri. Menghembuskan nafas dan menatap Ervan yakin.

"Aku ingin kembali bekerja. Tadi aku bertanya pada Tuan Nico, tapi dia belum memberikan jawaban." Tanya Sabila.

Ervan merasa luka Sabila belum sembuh benar, kenapa tidak bisa menunggu beberapa hari lagi?

"Apa tidak menunggu luka di punggung mu sembuh dulu? Aku sedang membutuhkan beberapa staf di kantorku, mungkin kau bisa mencoba melamar."

"Sungguh! Apa itu tidak masalah? Maksud ku, apa tidak masalah aku bekerja di tempat mu?" Sabila merasa senang sekali, tapi juga merasa tidak enak karena terkesan memanfaatkan kebaikan Ervan.

Ervan tersenyum melihat tingkah Sabila, sangat menggemaskan. "Tentu saja tidak masalah. Aku hanya merekomendasikan saja, setelahnya semua tergantung usaha mu." Ucap Ervan.

Sabila percaya dia pasti bisa. Dia tidak ingin berada di bawah bayang-bayang Hendra dan keluarganya, dimana setiap saat dihina miskin dan tak berguna. Dua bulan usia pernikahannya, hanya dua bulan tidak mungkin bisa menghancurkan semangat kerjanya yang sudah digembleng sejak dia berusia dini.

Tanpa sadar Sabila meneteskan air mata. Bukan air mata kesedihan atau penyesalan, tapi air mata awal dari kesuksesannya.

Ervan melihat Sabila kembali meneteskan airmata, seketika merasa panik. "Astaga! Aku membuatnya menangis lagi. Laki-laki macam apa aku ini?" Ervan memaki dirinya sendiri, yang tidak peka pada perasaan wanita, yang tidak peka dengan setiap ucapannya.

"Sabila! Maafkan aku! Aku harusnya lebih peka terhadap perasaan mu." Kata Ervan sembari mengulurkan tisu.

Sabila tersipu, dia menerima tisu dari Ervan dan menghapus air matanya.

"Anda terlalu sensitif Sepertinya, Tuan Ervan. Aku hanya merasa bahagia, karena rekomendasi pekerjaan dari anda. Mm dan juga kata-kata anda telah memotivasi saya. Saya akan mengerahkan seluruh kemampuan terbaik saya saat bekerja di perusahaan anda." Ucapnya dengan Kekehan kecil, yang membuat Ervan ikut tertawa.

"Jadi kapan saya bisa membawa surat lamaran saya?" Tanya Sabila.

"Setelah luka mu sembuh. Nico akan membantu mu mengurus semuanya." Ucap Ervan.

Sedangkan diluar Nico dan Reyhan penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan Tuan dan calon Nyonya nya. Apalagi saat mendengar gelak tawa Ervan, sepertinya lelaki itu benar-benar telah menemukan pawangnya.

"Apa tidak sebaiknya kita menguping pembicaraan mereka, Nico? Aku khawatir Ervan akan berubah menjadi kucing penurut karena Calon kakak ipar ku itu!" Reyhan berusaha menggoda Nico yang sebenarnya sejak tadi juga penasaran dengan apa yang dilakukan kedua orang berbeda jenis kelamin di dalam.

Nico melirik Reyhan sinis. "Katakan saja kalau kau sangat penasaran, jangan bawa-bawa aku." Ucapnya.

"Huh! Awas saja kalau kau ingin tahu nanti, akan kubiarkan kau mati penasaran." Reyhan beranjak dari duduknya, mulai melangkah pelan mendekati pintu utama.

Dia sampai tengkurap demi tidak ketahuan kakak sepupunya, kalau dia tengah menguping.

Reyhan menahan tawa, saat keduanya juga tertawa lepas di dalam sana. Tanpa disadari Nico sudah berada disampingnya dan ikut tertawa terbahak-bahak.

Ervan dan Sabila terkejut mendengar gelak tawa yang sepertinya tidak jauh dari mereka. Ervan beranjak dari duduknya, hendak keluar.

"Oh, kalian berdua! Sejak kapan kalian menguping?" Ervan membulatkan matanya saat melihat Nico dan Reyhan saling tumpang tindih di ambang pintu.

Sabila dibuat melongo saat melihat keduanya, seperti anak kecil tiduran di lantai.

Segera keduanya berdiri dan masih saling dorong mendorong.

"Sejak kapan kalian disini? Apa yang kalian lakukan, huh?" Ervan tidak ingin marah, tapi dia sangat malu kepada dua orang itu.

"Maaf, Tuan! Ini semua ide Pak Reyhan." Reyhan yang disebut namanya, menoleh pada Nico.

"Nico..! Aku hanya mengajakmu menguping, bukan tertawa keras. Kau yang membuat kita ketahuan!" Tanpa sadar Reyhan mengakui perbuatannya sendiri.

Ervan yang mendengar pengakuan Reyhan, membulatkan matanya. Serasa ingin menelan sepupunya hidup-hidup.

"Sudah! Lagipula tadi kita hanya bersenda gurau, untuk apa marah-marah." Ucapan Sabila seperti angin segar untuk Nico dan Reyhan, karena apa...

Karena Ervan tidak jadi memarahi mereka.

1
Yurniati
double update thorr
tetap semangat terus
Yurniati
terus semangat update nya thorr
Maizuki Bintang
mario mana ni
DeanPanca: sabar ya kak, kisah para tetua nya tetap ada kok.
total 1 replies
Rai
mana juga hilang papa kandung mereka ni thor
DeanPanca: sabar ya kak, semua para tetua tetap ada dalam cerita.
total 1 replies
Ejan Din
WA WA WA seru ni.. walaupun kisah papa n mama mereka gantung . tp kisah askar sama nikan seru ni...
DeanPanca: kisah papa mama nya tetap ada kok kak, terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Yurniati
terus lanjut update nya thorr
Yurniati
double update thorr
tetap semangat terus
Elisabeth Ratna Susanti
makin keren nih
Maizuki Bintang
bgs
Ejan Din
lo... apa ervan Hilang ingatan.. 16 Tahun jangan sampai ervan nikah sama org lain... Dan 1 lg Mario apa yg berlaku, reyhan juga... terus2 anak2 ervan sma... flashback...
DeanPanca: iya kk, semua akan hadir kembali di season ini
total 1 replies
Ejan Din
ibu yg bego
Yurniati
tetap semangat terus thorr
Yurniati
terus lanjut update nya thorr
Ejan Din
Benar kata Rista.. sungguh ibunya Hendra ini mmg Gini ya sikap ngak Tau malu..
Ejan Din
Salah mu juga Edward menyurun teman2 mu memjajah tubuh risma.. sadar Edward Kay yg kejam bukan risma menjebak mu tp kmu yg jahat sebenarnya klu di fikir2 risma juga korban digilir.. kasian risma juga..
Aiko T. T.
kok episode yang terakhir membingungkan ya. semangat author buat cerita yang lebih baik lagi /Good/
Ejan Din
benar2 cari mati 2 wanita ini.. suda baik ditarik balik sidangnya.. malah jd parah lg ni
Cakrawala
/Facepalm//Facepalm/
Ejan Din
padan muka mu Hendra.. keluarga parasit.. penyesalan malah ingin kembalik pun ngak akan dapat dengan mudah
Ejan Din
ya ya.. klu suda Tau Gini.. harus hati2 bila..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!