Menceritakan kisah gadis desa bernama Aida Saputri yang merantau ke Ibukota dan pada akhirnya menjadi seorang bodyguard dari Raisa Aditama putri pengusaha terkenal Wira Aditama dan Lisa Aditama. Saat dirasa telah mampu memegang perusahaan, Raisa diangkat menjadi CEO di perusahaan orangtuanya. Yang akhirnya mempertemukannya dengan CEO perusahaan lain bernama Arman Raharja.
Kisah cinta di mulai, terjadilah cinta segitiga. Raisa mencintai Arman, sedangkan Arman malah mencintai Aida. Sementara Aida sudah memiliki calon suami yang ia cintai. Lantas apa Arman akan berpindah ke Raisa yang jelas-jelas mencintainya. Atau bertahan dengan cintanya yang tak terbalas.
Selain Arman sang CEO ada sosok Aji yang berprofesi sebagai Bodyguard yang juga mencintai Aida. Di saat menanti hari H pernikahan calon suami Aida kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia. Di akhir kisahnya siapa yang akan menjadi pendamping hidup Aida?
* Arman sang CEO yang angkuh,dingin, serta melakukan segala hal demi merebut hati Aida
Ataukah
*Aji sang bodyguard yang tulus mencintai tanpa pamrih justru rela mengorbankan nyawanya demi orang tercinta
Ikuti kisah Aida hingga berakhir indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurjanah Sity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Siapa Dia
Arman membenarkan posisinya. Ia mencari posisi ternyaman untuknya duduk. Perlahan ia membuka lipatan kertas itu dan membaca isinya. Ia mengernyitkan dahi terkejut.
Assalamu alaikum
Bapak...
*saya m*inta maaf sebelumnya.
mungkin saya lancang telah berani membuka dompet anda.
Tapi... Bapak harus tahu ini keadaannya darurat. Saya harus segera membayar atau bapak tidak ditangani. Sebenarnya saya mau bayar, tapi dompet saya ketinggalan. Jadi ya.. terpaksa saya ambil kartu bapak yang warna gold buat bayar.
Semoga Bapak cepat sembuh. Dan untuk penjahatnya sudah diamankan pihak berwajib.
Satu lagi ya Pak... setelah ini jangan cari saya. Saya tidak mau kalau harus di panggil polisi walau hanya sebagai saksi.
Dan masalah pembayaran jangan marah. Toh saya pake uang bapak buat bapak sendiri. Disitu juga ada bukti pembayarannya. Kalo masih gak percaya tanya langsung ke administrasinya saya tidak memakainya untuk yang lain.
Wassalamu alaikum.
Kembali di lipatnya tulisan itu. Bukan hanya tulisan, lebih tepatnya surat yang panjang. Ia fokus ke kata Bapak.Ia berpikir apa dia setua itu sampai di panggil bapak. Menikah saja belum, umur baru 30 kenapa mereka lihat sudah bapak-bapak.
Tunggu.... Bapak...
Hanya ada satu orang yang selalu memanggilnya Bapak...
Aida.... apa kamu yang menolongku. Aish... rasanya tidak mungkin. Yang menolongku tadi pandai bela diri. Sedangkan Aida ia nampak kalem kayak gitu.
Apa mungkin aku begitu merindukannya ya. Ternyata benar kata Dilan, rindu itu berat. Selalu ada dia saat dimanapun dan saat apapun.
Gara-gara cecunguk sial*n itu aku gagal menemukan Aida.
Aku benar-benar merindukanmu. Membuatmu berhenti dari Aditama Group justru membuatku semakin sulit melihatmu. Aku hanya ingin kamu jauh dari lelaki buaya itu. Aku tak suka dia mendekatimu.
Aku belum bisa mendapatkanmu, maka tidak ada yang boleh mendekatimu dan menginginkanmu selain aku.
"Nak....", terdengar teriakan seseorang yang membuyarkan lamunannya tentang Aida.
"Mama", ucap Arman terkejut melihat Mamanya ada disana.
"Kamu kenapa nak? Apa yang sakit? kamu kenapa bisa masuk rumah sakit?", Tanyanya bertubi-tubi.
"Arman gak papa kok. Mama kenapa tahu aku disini",
"Tadi pas Mama telfon kamu yang ngangkat cewek. Terus dia bilang kamu kena musibah dan di rumah sakit ini",
"Cewek",
Mama hanya mengangguk mengiyakan. Wajahnya masih diliputi rasa cemas melihat keadaan putra tunggalnya memar di seluruh wajahnya.
cewek... ah mungkin hanya suster disini.
Atau jangan-jangan itu beneran Aida.
Astaga kenapa selalu Aida yang aku pikirkan.
Mamanya pun memintanya menjelaskan kronologinya sampai ia masuk rumah sakit. Ia menjelaskan saat ia pulang meeting dengan klien ia merasa lapar dan hendak berhenti di warung makan. Karena yang ia lewati hanya terdapat warung makan. Namun tiba-tiba saat turun dari mobil ia di keroyok 5 orang berpenutup wajah. Karena kalah jumlah ia kuwalahan, terlebih dalam kondisi lapar ia tak ada tenaga untuk melawan.
Maafkan Arman Ma, belum bisa jujur tentang Aida. Aku akan cerita saat ia sudah kumiliki.
"Kamu tahu siapa yang menyerangmu",
"Belum tahu Ma. Sepertinya ada sesuatu yang mereka cari di mobilku",
"oh... iya. Masalah cewek yang angkat telfon tadi siapa ya",
"Mana aku tahu Ma", ucap Arman sambil mengangkat bahunya.
"Sepertinya mama kenal suara itu tapi dimana ya",
"Mungkin hanya perawat disini Ma. Gak usah di pikirin",
"Mama ingat. Itu suara gadis itu. Itu lho yang Mama ceritain. Yang 2 kali nolong Mama. Bener gak salah lagi pasti dia orangnya. Dia benar-benar baik", ucap Mamanya berbinar.
"Tahu nggak kamu nak. Mama selalu berdo'a agar gadis itu jadi jodohmu. Dan sepertinya itu benar jodohmu",
"Sudahlah Ma. Lagian Mama belum tahu tadi suara siapa? Mama juga gak tahu siapa dia? gadis yang mama maksud itu",
"Iya sih. Tetep aja Mama harap dia jodoh kamu nantinya",
Arman tersenyum kecut mendengarnya. Ia semakin penasaran dengan orang yang menolongnya. Siapa dia itu?
Maaf Ma... yang Arman mau jadi jodohku cuma Aida. Meski dia bukan jodohku aku tetap akan membuatnya jadi jodohku. Siapa pun Dia yang menolongku. Entah mengapa hatiku mengatakan bahwa ia Aida yang aku cintai.
***
kasihan aida gara-gara metode PDKT Arman yg wow!!
\(°o°)/
bersikap galak dan sering ngebentak......😂😂😂
OB KERUDUNG BIRU