Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta Mengejutkan
Sesuai perintah yang ia terima dari Soni, Kiara pun segera membawa berkas-berkas penting itu ke ruang kerja Jonathan. Namun sebelum masuk ke dalam ruangan merah itu, terdengar suara seseorang sedang berteriak, seperti sedang bertengkar. Tak ingin menganggu, Kiara pun memutuskan menunggu menjauh dari ruangan itu. Lama ia menunggu, sampai lift terbuka, tampak Soni keluar dari lift itu. Terkejut melihat keberadaan Kiara, Soni pun bertanya..
"Ada apa? kenapa nggak masuk?" tanya Soni, heran.
"Kayaknya bos lagi ada tamu," jawab Kiara, singkat.
Baru mau Soni menjawab pernyataan aneh itu, Tiba-tiba seorang wanita keluar dari ruangan itu dengan emosi yang masih terasa tinggi.
"Dasar kamu Jonathan brengsek! awas kamu!" ucap Wanita itu seraya langkah menuju lift yang ada di samping Soni dan Kiara.
"Apa kalian lihat-lihat, ga pernah lihat artis kalian ya?" tanya Wanita itu pada pada Kiara dan Soni. Tampak mereka berdua hanya menunduk.
"Dasar kalian semua gila, sama kayak bos kalian itu," ucap wanita itu lagi, lalu ia pun masuk ke dalam lift. Sedangkan Kiara da Soni, hanya saling menatap. Mereka berdua terlihat saling bertukar tanya, namun mereka berdua tak berani menyampaikan tanya itu secara nyata.
"Sudah Non, sebaiknya Non masuk deh, siapa tau emosi bos bisa reda kalo ngelihat Non," ucap Soni, lembut.
"Hah? kok bisa, emang saya psikolog?" balas Kiara bingung.
"Ya enggak, tapi Non kan pawangnya si bos!" Soni tersenyum.
"Maksudnya?" Kiara tampak bertambah bingung.
"Ah sudah jangan di pikirkan, cepat masuk, nanti bos bisa tambah marah," ucap Soni seraya masuk ke dalam ruangannya sendiri. Sedangkan Kiara segera melangkah mendekati pintu ruang kerja Jonathan. Jujur Kiara ragu, tapi ia tak punya pilihan. Mau tak mau, Kiara harus tetap menghadapi kenyataan.
"Selamat sore, Pak," sapa Kiara pada Jonathan, sesaat setelah terdengar perintah untuknya masuk ke dalam ruangan itu.
"Hemm, masuk Kiara," jawab Jonathan, lembut.
Kiara pun masuk dan segera menyerahkan berkas-berkas yang ia bawa tepat di atas meja bosnya, tak lupa Kiara juga menaruh kopi serta desert yang Jonathan pesan tadi.
"Ini berkas yang Anda minta, Pak dan ini kopi sama desert yang Anda pesan," ucap Kiara.
"Oh, oke kamu duduk dulu, kamu makan saja desert sama kopi itu, Kiara. Tunggu aku selesaikan ini baru kita bicara," ucap Jonathan seraya meminta Kiara untuk menunggunya.
Lagi-lagi disuruh nunggu, padahal ini skudah waktunya pulang, gumam batin Kiara.
Sekali lagi, Kiara tak mau menolak permintaan itu. Permintaan bosnya adalah perintah baginya. Mau bagaimana pun, Jonathan adalah atasannya.
Kali ini Kiara tidak menunggu sampai lama, hanya sekitar sepuluh menit. Setelah itu, Jonathan menutup semua map yang sudah ia baca dan tanda tangani. Lalu ia pun mengajak Kiara berbicara.
"Kiara, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Jonathan, mulai membuka obrolan.
"Ya, silakan, asal jangan masalah pribadi saja, Pak," jawab Kiara, sedikit takut.
"Memangnya kenapa kalo masalah pribadi? apa rasa ingin tahu ku menyakitimu?" balas Jonathan lagi.
"Engga sih, Pak. Hanya saja kita sama-sama tahu kalo kita pernah punya hubungan seperti itu. Saya harap kita sama-sama tidak perlu tahu urusan pribadi masing-masing, saya hanya ga mau terjadi kesalahpahaman pada hati kita masing-masing, Pak. Apa lagi kita sudah punya pasangan masing-masing kan," jawab Kiara terus terang.
"Pasangan masing-masing apa, Kiara, aku sama wanita itu ga ada hubungan apa-apa, kami hanya berteman," jawab Jonathan, serius.
"Masak, bukankah alasan kita cerai hari itu karena cinta pertama Bapak datang kan?" jawab Kiara, tak kalah serius.
"Maafkan aku, Kiara, waktu itu aku berbohong. Oiya, kok kamu ga lanjut kuliah, katanya mah jadi dokter. Apa karena uang kompensasi yang aku kasih ga cukup buat biaya kuliah?" tanya Jonathan, berusaha mengalihkan perhatian Kiara.
Kiara diam sekilas, Ia ingin menjawab jujur pertanyaan itu, tetapi ia takut. Karena jika dia sampai jujur, maka itu artinya ia terbuka akan keberadaan Kevin.
"Waktu itu saya sakit, Pak. Saya harus istirahat total, fisik saya ga bisa di ajak beraktivitas berat," jawab Kiara, berbohong. Padahal ia sakit karena ngidam dan memang keluar rumah sakit, tapi sekali lagi dia tidak bisa berkata jujur.
"Sakit? sakit apa Kiara? kenapa ga telpon aku? Kenapa ga kasih tau aku?" tanya Jonathan, tampak khawatir.
"Waktu itu kita sudah bercerai kan, Pak. Mana mungkin saya berani ganggu Bapak," jawab Kiara dengan senyum manisnya.
"Ya nggak gitu, kamu tetap boleh kok nyari aku. Memangnya kamu sakit apa?" tanya Jonathan lagi. Lagi-lagi dengan ekspresi khawatir.
"Radang usus, Pak. Tapi sekarang sudah baik, ga pernah kambuh lagi. Bapak ga usah khawatir," jawab Kiara, kembali berbohong.
Jonathan menatap sang mantan istri dengan tatapan kasihan. Ya, Jonathan yang sedikit tahu masa lalu Kiara, tentu saja merasa sangat sedih mendengar hal itu.
"Mulai sekarang kalo kamu kesulitan, dalam hal apapun, kasih tau aku ya, Ra. Anggap aku sebagai kakakmu," ucap Jonathan, meminta.
"In Syaa Allah, Pak," jawab Kiara singkat.
Tak ada perbincangan lagi. Jonathan pun mengizinkan Kiara untuk kembali ke lantai bawah. Sedang Jonathan sendiri juga harus bersiap-siap menerima tamunya yang sebenar lagi akan datang.
Benar saja, saat Kiara membuka pintu hendak keluar, segerombolan orang datang, yang ternyata adalah tamu yang Jonathan tunggu untuk membahas bisnis mereka.
"Silakan masuk semua," ucap Jonathan dengan senyum ramahnya.
"Terima kasih, Pak Jo. Emm, Pak, itu tadi sekertaris anda?" tanya salah satu dari mereka.
"Ya, dia sekertaris saya," jawab Jonathan, singkat.
"Ohh, aku ingat sekali wanita itu, semoga saya ga salah. Dulu, ia melahirkan bareng sama istri saya, karena suaminya ga dateng-dateng jadi saya yang adzanin anaknya, wahh dulu dramatis sekali waktu beliau melahirkan, mana ga ada keluarga yang nungguin, jadi saya dan mama mertua saya yang jagain. Sampai tiga hari di rumah sakit, suaminya ga dateng-dateng, entah kerja di mana suaminya sampai istrinya melahirkan dia ga bisa datang!" ucap pria tinggi besar itu.
Sedangkan semua orang yang ada di ruangan itu tampan shock, tanpa terkecuali Jonathan. Jonathan langsung lemas sesaat telah mendengar penuturan itu, sampai tak bisa berkata apa apa.
Bersambung...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat