[ SEDENG REVISI ]
Jika cantik, molek dan berpenampilan sexy, membuat kalian berpikir yang tidak tidak tentang diriku dan sahabat sahabatku! Dengan bangga aku katakan.
~ 🍁Jangan pernah menilai sesuatu hanya dari sampulnya saja, karna sesuatu yang di lihat mata belum tentu sesuai dengan isinya! 🍁~
Penampilan kami memang menggoda di tapi kami bukan wanita penggoda.
~~🍁Devina Aldira🍁~~
Penasaran seperti apa isi ceritanya yuk mampir, jangan sungkan ya bagi 👍💖⛥
.
Jangan lupa komentarnya biar aku lebih baik lagi dalam menulis.
Maaf ya jika banyak typo maklum aja baru belajar 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab20
" Tante tolong Devi, Tante!" pinta Devi, saat ini dia berada di bawah tubuh Aksel.
Aksel mengecup😗 jidatnya Devi" berhenti berpikir licik, untuk terlepas dari ku, atau aku akan membuatmu merasakan enaknya di per**sa sayang😄" ucap Aksel menatap kedua manik Devi!.
Tangan Aksel menggenggam kedua lengan Devi, ia letakan kedua lengan Devi di atas kepalanya.
Tubuh kekarnya terus menindih tubuh Devi, dia sadar wanita yang berada di bawahnya ini sungguh licik, jika di beri celah sedikit saja dia dengan mudah akan terlepas dari genggamnya.
" Aku tidak selicik itu, satu hal yang harus kamu tau, semua yang terjadi padamu itu karena tuhan yang sayang padaku, jadi aku dengan mudah lepas dari genggaman mu, begitu juga sekarang ini" ucap Devi dengan senyum mengejeknya.
" Maksud kamu apa" tanya Aksel, jari jarinya mengelus pipi Devi.
Bibir Devi melengkung dengan sempurna, seraya berkata," lihatlah ke belakang dan kamu akan tau maksud dari ucapan ku barusan" .
" Aku tau ini pasti rencana kamu untuk lepas dari genggamanku kan? tapi semuanya tidak segampang itu sayang" ucap Aksel tersenyum penuh kemenangan.
" Kalau kamu tidak melepaskannya, terus mau kamu apa kan dia"? pertanyaan itu sukses membuat tubuh Aksel terperanjat dan langsung melepaskan genggamnya dari pergelangan Devi, secepat kilat Aksel turun dari tubuh Devi.
" Mama ko bisa masuk" tanya Aksel sedikit gugup.
" Ternyata ini kelakuan kamu ya! Mama jagain Arya sama Gilang biar nggak ke colongan, ternyata anak Mama yang penurut, nggak neko-neko dan lugu ini yang buat ulah , kenapa Aksel kenapa" ucap Mama Aisya geram, bukanya menjawab pertanyaan Aksel, Mama Aisya malah menjewer kuping anaknya sembari mengeluarkan unek-uneknya.
" Maaf Tante Devi boleh tanya, maksud Tante apa ya, ngomong dia ini lugu" tanya Devi tanpa memikirkan tempat dan suasana saat ini,!
" Iya dia ini emang anak Tante yang paling baik dan lugu" jawab Mama Aisya.
" Lugu Tante? hhhmmm lugu lugu ba**sat sih iya" gumam Devi yang masih bisa di dengar mama aisya dan aksel.
Mama Aisya di buat geleng geleng kepala mendengar kata kata Devi." kamu punya hubungan sama anak Tante?" tanya Mama Aisya, menatap Devi dengan satu tangan nya tak lepas dari telinga Aksel.
" Nggak ada Tante, aku nggak kenal sama anak Tante" jawab Devi
" Kalau nggak kenal kenapa mau aja di ajak ke kamar" tanya Mama Aisya lagi
" Anak Tante tuh yang nggak ada sopan santunnya sama tamu, aku di seret sama dia, mulut aku di bekap segala,! udah di culik di lecehkan pula" ucap Devi mengeluarkan air mata kepalsuannya.
" Jadi maksudnya, kamu di paksa sama dia?" tanya Mama Aisya .
" Nggak ma, Aksel nggak maksa dia, dia sendiri yang mau Aksel bawah ke kamar" ucap Aksel membulak-balikkan fakta.
" Enak saja, siapa juga yang sudi ngajak lelaki lemah sepertimu" ucap Devi
" Apa kamu bilang lemah, " ucap Aksel.
" Iya lelaki lemah, le ma di tambah h jadinya lemah puas" ucap Devi
" Kalau sampai aku mendapatkan kamu, aku akan benar benar memper**sa kamu agar kamu tau apa itu lemah" ucap Aksel semakin geram dengan tingkah Devi.
" Apa tadi di per**sa, mau Bang, Ade mau dong Bang di per**sa " ucap Devi memajukan, memajukan wajahnya kehadapan Aksel dengan sedikit menggoyangkan pundaknya.
" Kaaammuuu" teriak Aksel
" Sudah cukup, apa kalian mengganggap Mama ini patung" ucap Mama Aisya menghentikan perdebatan di antara keduanya.
" Mama tidak mau tau besok Mama nikahkan kalian berdua, sekarang kita turun untuk makan malam bersama yang lainnya" ucap Mama Aisya menarik kuping Aksel untuk turun keruang makan.
" Terima kasih ya ma, Aksel sayang sama Mama, tapi lepas dulu ini, telinga aku udah panas ma" ucap Aksel memohon
" Tapi Tante___" ucap Devi terhenti karena ucapan Mama Aisya, " tidak ada tapi tapi, dan nggak boleh ngebantah, ini demi kebaikan kalian " ucap Mama Aisya.
Mereka pun turun kebawah untuk makan malam bersama.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Aksel menyantap makanannya dengan senyum yang tak pernah luntur , sekaligus ejekan untuk Devi.
Dalam hati Aksel begitu suka cita, karena besok, kucing liar yang ada di hadapannya ini akan menjadi miliknya, " andai aku tau segampang ini mendapatkan mu sudah dari kemarin aku melakukan cara ini" Aksel membatin sendiri.
Jika Aksel nampak senang dengan keputusan Mamanya,! Devi justru begitu kesal melihat senyuman lelaki ya ada di hadapannya saat ini rasanya ingin sekali dia menggores wajah itu, biar sama seperti boneka jail yang terlihat mengemaskan di luar tetapi penuh kejahatan di dalam.
" Teruslah tersenyum, aku pastikan setelah ini kamu tak akan tersenyum lagi,hmmm bersikap lugu di depan Mamamu, maka akan aku tunjukan kepada Mamamu, seperti apa itu wajah lugu lugu ban**at mu itu" batin Devi geram dengan senyum di wajah Aksel, bagaikan ejekannya untuk Devi😂😂😂
🍁🍁🍁🍁
Selepas makan bersama semuanya berkumpul di ruangan keluarga atas permintaan Mama Aisya.
" Semua dengarkan kata Mama baik baik,! besok Mama akan menikahkan Aksel sama Devi, setelah itu Mama akan berbicara dengan orangtuanya sekaligus orang tua Nana untuk rencana pernikahan mereka." ucap Mama Aisya menatap semua orang yang ada di ruangan itu, dan terlihat jelas di wajah semua orang yang begitu terkejut dengan ucapan Mama Aisya
" Mama jangan ambil keputusan, tanpa mendengar penjelasan mereka, Ma " ucap Papa Bastian.
" Tidak pa, mata dan telinga Mama, sudah bisa menjelaskan apa yang terjadi saat itu" ucap Mama Aisya tetap kekeh pada pendiriannya
" Maaf Tante tapi , Mak bukanlah orang yang gampang melakukan hal hal yang tidak bermoral," ucap Lee mencoba membela Devi, dia sangat menginginkan sahabatnya itu untuk menikah, tetapi bukan karena imej jelek seperti ini.
" Iya mam ,mom nggak mungkin kaya gitu" ucap Dede dan diangguki Nana dan Lee.
" Mama tau kalian membelahnya karena dia saudara kalian, tetapi Mama tidak mau mendengar apapun dari mulut kalian, apa yang Mama lihat itu sudah cukup jelas" ucap Mama aisya tegas
" Mama tidak ingin kejadian seperti ini terdengar sampai di luar rumah, apalagi semua ini terjadi di rumah Mama, dan keputusan Mama sudah bulat, tidak bisa di ganggu gugat oleh siapapun" ucapnya lagi.
Tes tes
Butiran bening lolos dari kedua mata Devi, iya meremas jari jarinya, dadanya begitu sesak mendengar keputusan, Mamanya Aksel, ia melangkah dengan perlahan , membawa tubuhnya mendekat kehadapan Mama Aisya.
Brruuuukkk
Devi menjatuhkan tubuhnya, terduduk di hadapan Mama Aisya." hiks..hiks maaf Tante hiks..hiks Devi tau Devi salah, hiks..hiks tidak se harus Devi sekamar dengan anak Tante hiks,, hiks ,,hiks, tapi benar tidak terjadi apa apa di antara kita Tante, hiks,, hiks,,! ucapan Devi di iringi tangisan dan tarikan air hidungnya itu.
Reza memberi tissu untuk Devi, sesungguhnya reza kasian melihat Devi yang seperti ini tetapi, dia tidak bisa berbuat apa apa, dengan keputusan Mamanya.
" Tante tau, kalian tidak melakukan apapun, tetapi Tante tidak ingin kalian di nilai tidak baik di luar sana, percayalah Tante cuma ingin yang terbaik untuk kalian berdua dan anak anak Tante, Aksel bukanlah anak tunggal sayang, di mempunyai adik, jika Tante tidak tegas kepada kalian, Tante takut adik adiknya juga akan melakukan hal yang sama, ini sebagai contoh ke depan untuk kalian, jika tidak siap untuk bertanggung jawab maka jangan melakukan sesuatu yang melewati batas" ucap Mama Aisya tegas, menatap satu persatu anaknya itu.
" Baik jika ini sudah menjadi keputusan Tante, Devi terima dengan ikhlas, tetapi sebelum itu Devi ingin menceritakan rahasia Devi, untuk Om, Tante, Aksel dan Gilang agar tidak ada dusta di antara kita" ucap Devi tersenyum.
.
.
.
.
**Bersambung.
🍁 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍
terimakasih ya kak , mewek aku bacanya 😫😫😫😫
ktimbang devina