NovelToon NovelToon
Ayah Mertua Mafia Menginginkanku

Ayah Mertua Mafia Menginginkanku

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Mafia / Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Dark Romance / Tamat
Popularitas:354
Nilai: 5
Nama Author: Larissa Marcelle

Dijodohkan dengan putra seorang bos mafia? Fiorella Ferraz, delapan belas tahun, sudah bertekad menolak. Dia diseret dari Berlin ke Sydney untuk pesta pertunangan yang tidak pernah dia inginkan, dan di depan semua orang dia berani berkata: aku tidak mau menikah.

Satu orang tidak terima dibantah. Argo Romanov, bos mafia Australia sekaligus calon mertuanya, pria dingin yang tak pernah ditentang siapa pun. Gadis keras kepala itu langsung dia tahan di rumahnya, "sampai tahu aturan".

Namun semakin sering mereka bertengkar, semakin sulit Fiorella menjelaskan kenapa tubuhnya bereaksi setiap kali pria itu mendekat. Dan semakin keras Argo berusaha menjauh, semakin ia kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Di tengah peperangan antar mafia, kontrak pernikahan yang membelenggu dua keluarga, dan rahasia yang menunggu terbongkar, siapa yang sebenarnya sedang menaklukkan siapa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Larissa Marcelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21 - Penyelamatan

Kusimpan ponsel ke dalam tas dan kembali menemui Andrew. Dia sedang minum dan menungguku di tempat yang sama.

"Kukira kamu kabur, Nona."

Aku duduk di sebelahnya dengan senyum lebar. Harusnya aku takut pada Argo, dia tahu aku di sini, tapi adrenalin ini malah membuatku riang.

Baru saja kugenggam tangan cowok tampan itu, terdengar dentuman keras di seluruh klub. Andrew menarikku ke bawah dan kami merunduk di lantai. Klub jadi gaduh sekali, musik berhenti dan yang terdengar hanya jeritan panik.

"Sial! Kita dirampok."

"Apa?" Aku mengikuti arah mata Andrew. Di pintu masuk ada 3 laki-laki. Semuanya berpakaian hitam, bersarung tangan hitam, bertopeng badut, tubuh mereka tertutup rapat.

"Apa-apaan ini?" Aku ketakutan, meski dalam hati menduga ini ulah Argo Romanov, pasti ini perbuatannya.

Salah satunya menembak ke atas dan teriakan pun terhenti. Hening, hanya diselingi isak tertahan beberapa orang.

"Tenang semuanya, kami hanya mencari satu orang." Suara berat yang menyeramkan dan teredam alat pengubah suara itu terdengar. "Fiorella, mana gadis itu?" teriaknya.

Aku tidak akan pernah memaafkannya untuk ini.

"Fiorella?" bisik Andrew sambil menahanku.

"Fiorella, kamu punya 5 detik untuk muncul." Seorang gadis bangkit ketakutan. "Bukan kamu, sialan!"

Gadis itu kembali merunduk. Aku mulai takut, ternyata aku sama sekali tidak mengenal Argo Romanov. Tak pernah kusangka dia bisa sejauh ini.

"Lima... empat... tiga..."

"Siapa orang-orang itu? Kamu dalam masalah?"

"Satu..." Pria paling depan, yang tampaknya pemimpin mereka, menembak dada seorang penjaga yang sudah dilumpuhkan dua orang lainnya.

Penjaga itu roboh ke lantai dan jeritan pecah lagi. Satu tembakan ke langit-langit klub membuat serpihan plafon berjatuhan, dan semua kembali diam. Pria itu mengokang senjatanya dan mengarahkannya lagi ke orang yang menggeliat kesakitan di lantai.

"Berterima kasihlah pada Fiorella kalau sudah sampai di neraka." Suara menyeramkan itu berkata.

"BERHENTI!" Aku berdiri dengan tubuh gemetar. Air mataku mulai mengalir. Aku memeluk tubuhku sendiri, terguncang melihat pemandangan itu.

Semua orang menoleh kepadaku dengan ngeri. Pria di tengah menunjuk ke arahku. Dua orang di belakangnya melangkahi orang-orang yang tiarap dan menghampiriku. Rasanya aku akan diseret sekawanan iblis. Sungguh menakutkan, apalagi dengan suara dan topeng itu.

Mereka mencengkeram lenganku tanpa sedikit pun kelembutan. Mereka mengangkatku dari lantai dan membawaku ke pintu keluar.

"Silakan lanjutkan bersenang-senang." Pria itu masih sempat mengejek sebelum keluar.

Aku dilempar ke dalam mobil, pria bermantel hitam duduk di sampingku. Mobil melesat tiba-tiba, dan di kejauhan terdengar sirene polisi.

"Perlu sampai begini?" Mereka tidak menjawab pertanyaanku.

Aku memejamkan mata dan membenamkan kepala di lututku, teringat tembakan di dada penjaga itu gara-gara aku. Dan kalimat itu: berterima kasihlah pada Fiorella kalau sudah sampai di neraka. Ini benar-benar sakit jiwa.

Mereka masih bertopeng dan tidak mengucapkan sepatah kata pun. Aku begitu murka sampai ikut diam. Beberapa menit kemudian, mobil masuk ke tempat bawah tanah. Begitu mobil berhenti, pintunya dibuka.

"Keluar." Mereka menyuruhku turun dan menjauh dariku.

Mereka mulai berbincang sementara tenagaku terkuras pelan-pelan. Kulihat mereka melepas topeng, dan benar saja, pria bermantel hitam itu Argo. Dialah yang menembak penjaga itu.

Sebuah mobil masuk ke tempat parkir dengan raungan keras. Ferrari hitam, cantik sekali. Argo menatapku dan menghampiriku bersama dua orang lainnya.

"Ikut aku!" Kedua anak buahnya masuk ke mobil yang tadi kami tumpangi dan meninggalkan tempat parkir. Aku mengikuti Argo ke Ferrari hitam itu.

Dia mendudukkanku di kursi depan, memutari mobil, lalu masuk.

"Kamu sakit jiwa, tahu tidak?"

"Tahu," jawabnya. "Ngapain kamu di sana?"

"Hidup, sesuatu yang belum pernah kulakukan."

"Hidup? Jangan bercanda!" Satu tangannya memegang setir, tangan satunya mencengkeram wajahku. "Ada yang menciummu?"

"Maunya sih begitu."

"Dicium atau tidak, sialan!"

"Kami keburu diganggu kalian, para bandit."

"Memangnya kamu mau apa?" Dia melepas wajahku.

"Aku mau mencium, mungkin lebih."

Argo menatapku murka dan menginjak gas.

"Kita mau ke mana?"

"Tutup mulutmu dan pasang sabuk pengaman."

Aku menurut. Argo memacu mobil seperti sedang mengejar seseorang. Aku berpegangan pada apa saja yang bisa kuraih supaya tubuhku tidak terlempar.

"Kita bisa mati begini," kataku.

"Tidak sebelum aku menidurimu."

"Apa? Apa maksudmu 'menidurimu'?"

"Bukannya itu yang kamu mau, Fiorella? Kamu ke sana bukannya untuk membuka kaki? Biar kuentot kamu!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!