NovelToon NovelToon
Shen Luo : Murid Dua Dewa

Shen Luo : Murid Dua Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.

Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.

Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.

Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Langkah Pertama Seorang Sampah

Satu bulan telah berlalu sejak lima belas anggota Penegak Hukum dilumpuhkan di bawah badai.

Selama sebulan itu, Sekte Bintang Jatuh tampak tenang. Namun di balik ketenangan tersebut, berbagai faksi terus bergerak dalam diam.

Hari ini, semuanya akhirnya meledak di permukaan.

Ujian Tahunan Sekte Luar resmi dimulai.

Di alun-alun utama Pelataran Luar berdiri sebuah arena besar berbentuk segi delapan. Lantainya terbuat dari Batu Besi Hitam yang mampu menahan benturan para kultivator Pembentukan Fondasi.

Puluhan ribu murid memenuhi alun-alun. Suara mereka bergemuruh memenuhi langit.

Di atas arena, sebuah panggung batu giok melayang. Para tetua Pelataran Dalam duduk di sana dan mengawasi jalannya ujian.

Tetua Su Yuhan duduk dengan wajah tenang. Di sampingnya, Mu Qingxue terus memandang pintu masuk para peserta. Kegelisahan samar terlihat di balik matanya.

Tidak jauh dari mereka, Jian Chen duduk sambil memegang cangkir teh.

Wajahnya tersenyum tenang.

Namun sorot matanya dipenuhi niat membunuh.

Hari ini adalah hari yang telah ia tunggu.

Deng! Deng! Deng!

Tiga dentangan lonceng perunggu menggema ke seluruh alun-alun.

Para peserta mulai memasuki arena.

Di antara ribuan murid yang mengenakan pakaian rapi dan membawa senjata pusaka, seorang pemuda berjubah abu-abu tambalan berjalan dengan santai.

Shen Luo.

Jubahnya tampak semakin usang dibandingkan sebulan lalu. Di pinggangnya hanya tergantung sebilah pedang kayu sederhana.

Kemunculannya segera menarik perhatian.

Sebagian murid yang belum mengetahui kejadian di Puncak Hantu Kesunyian langsung tertawa mengejek.

Namun para murid yang mengetahui nasib lima belas anggota Penegak Hukum segera terdiam.

Mereka tidak berani memandang Shen Luo terlalu lama.

Pemuda yang dulu mereka sebut sampah kini membuat mereka merasa ngeri.

Di atas arena, seorang tetua yang bertugas sebagai juri melangkah maju.

"Ujian ini menggunakan sistem gugur. Kalian boleh menggunakan senjata dan teknik selama tidak menyimpang dari ajaran sekte."

Tatapan tetua itu menyapu seluruh peserta.

"Di atas arena, hidup dan mati ditentukan oleh kemampuan kalian sendiri. Jika terjadi kecelakaan, sekte tidak akan ikut campur."

Saat mengatakan itu, pandangannya berhenti sesaat pada Shen Luo.

"Ujian dimulai!"

Shen Luo hanya tersenyum tipis.

Jadi ini alasan kalian memaksaku datang. Ia sudah memahami maksud mereka.

Pengundian dilakukan melalui formasi batu giok.

Nama-nama peserta muncul satu demi satu hingga akhirnya dua nama berhenti di udara.

Shen Luo melawan Lin Kuang.

Senyum Jian Chen semakin lebar. Seorang pemuda bertubuh kekar melompat ke arena.

Tubuhnya dipenuhi bekas luka. Pedang besar tergantung di punggungnya.

Lin Kuang.

Ia adalah ahli Pengumpulan Qi Tingkat Sembilan dan dikenal sebagai Pedang Pemutus. Selama ini, ia menjadi salah satu tangan kanan Jian Chen di pelataran luar yang digunakan untuk menyingkirkan orang-orang yang menghalangi jalannya.

Lin Kuang mencabut pedangnya.

"Siap siap Tukang Sapu." Ia tertawa mengejek. "Sampah Sembilan Akar ternyata masih berani datang."

Tatapannya berubah dingin.

"Aku tidak tahu bagaimana kau melumpuhkan Zhao Feng. Tapi hari ini, aku akan menghancurkan tulangmu di depan seluruh sekte."

Shen Luo tidak menjawab.

Ia bahkan tidak menyentuh pedang kayunya.

Sikap itu membuat wajah Lin Kuang semakin muram.

Wasit mengangkat tangannya.

"Mulai!"

"Mati Kau!"

Lin Kuang langsung menerjang.

Qi biru meledak dari tubuhnya. Angin kencang berputar di sekitar arena ketika pedang besarnya terayun.

"Seni Pedang Badai Pemutus Tulang!"

Pedang itu membelah udara dan mengarah tepat ke kepala Shen Luo.

Di tribun, Mu Qingxue tanpa sadar menahan napas.

Serangan itu terlalu cepat.

Namun bagi Shen Luo, gerakan tersebut tidak lebih dari tebasan lambat.

Saat pedang hampir menyentuh dahinya, tubuhnya bergeser sedikit.

Langkah Hantu Darah.

Gerakannya begitu cepat hingga meninggalkan bayangan di tempat semula.

Pedang Lin Kuang hanya membelah udara.

"Apa?"

Lin Kuang terkejut.

Sebelum sempat berbalik, ia merasakan hawa dingin di belakang lehernya.

Shen Luo sudah berdiri di belakangnya.

Wajah pemuda itu tetap tenang.

Ia mengangkat telapak tangannya.

Qi Suci keemasan mengalir dari tubuhnya dan berkumpul di telapak tangan. Kekuatan yang terkandung di dalamnya begitu berat hingga udara di sekitarnya bergetar.

Shen Luo kemudian menepukkan telapak tangannya ke punggung Lin Kuang.

Boom!

Tubuh Lin Kuang terlempar ke depan.

Pelindung Qi di tubuhnya hancur seketika. Tulang belakangnya remuk dan Dantiannya ikut dihantam oleh kekuatan yang menembus tubuh.

Krraakk!

Tubuhnya menghantam lantai arena.

Batu Besi Hitam di bawahnya retak membentuk pola seperti jaring laba-laba.

Darah menyembur dari mulut Lin Kuang.

Tubuhnya tergeletak tak bergerak. Dan pertarungan pun berakhir.

Hanya dalam satu serangan.

Seluruh alun-alun mendadak sunyi.

Puluhan ribu murid menatap arena dengan mata terbelalak.

Tidak ada yang menyangka pertarungan akan berakhir secepat itu.

Lin Kuang adalah ahli Pengumpulan Qi Tingkat Sembilan. Namun di hadapan Shen Luo, ia bahkan tidak mampu menerima satu serangan.

Di atas panggung batu giok, Su Yuhan perlahan berdiri.

Matanya bersinar penuh kepuasan.

Mu Qingxue menutup mulutnya di balik cadar. Jantungnya berdegup kencang.

Ia kembali teringat kejadian di Puncak Hantu Kesunyian.

Pemuda ini... benar-benar monster.

Di sisi lain, wajah Jian Chen berubah pucat.

Prang!

Cangkir teh di tangannya hancur.

Pecahan nya menusuk telapak tangannya dan darah mengalir di sela jarinya.

Namun Jian Chen tidak memedulikannya.

Matanya hanya tertuju pada Lin Kuang yang tergeletak di arena.

Pion yang ia siapkan dengan susah payah telah dikalahkan hanya dengan satu telapak tangan.

Di tengah arena, Shen Luo menarik kembali tangannya.

Ia bahkan tidak melihat Lin Kuang.

Baginya, pertarungan itu sudah selesai.

Ia kemudian mengangkat kepala.

Tatapannya menembus kerumunan dan langsung jatuh kepada Jian Chen.

Keduanya saling berpandangan dari kejauhan.

Shen Luo tidak mengatakan apa-apa. Namun tatapan dinginnya sudah cukup untuk menyampaikan maksudnya.

Jika kau ingin membunuhku, kirimkan mereka semua.

Senyum tipis muncul di wajah Shen Luo.

Semakin banyak yang datang, semakin banyak pula yang akan jatuh.

Untuk pertama kalinya, Jian Chen merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Ketakutan.

Bukan karena Shen Luo telah mengalahkan Lin Kuang.

Melainkan karena pemuda itu tampak sama sekali tidak menganggap semua ini sebagai pertarungan.

Baginya, arena tersebut hanyalah tempat untuk menunjukkan kepada seluruh Sekte Bintang Jatuh bahwa sang Sampah Sembilan Akar telah berubah menjadi sesuatu yang tidak mampu mereka kendalikan.

1
Aman Wijaya
tambah lagi updatenya Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos pooolll lanjut terus Thor
Celestial Quill
Hallo Pembaca, Jangan jadi silent reader ya!

Dukung cerita ini dengan cara Like, Rating, Vote, dan gift ya. Semakin banyak dukungan, semakin banyak updatenya.

Terimakasih👍
kute
keren abis enak d bacanya
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Aman Wijaya
menarik trik apa yang akan digunakan Jin Yuyan untuk memikattt...,
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus Thor
jhoni
lanjut smpai tuntas thor
Celestial Quill: Siap👍
total 1 replies
Armoire
Bagus sampai chapter 35
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
Armoire
Qi darah iblis Jiji napa ga dilawan pake Qi darah iblis kakek hitam ja ??? /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
mantab Shen Luo lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
Neng Surya
jangan ada percintaan atau asmara thor... klo udah knl cinta ujungnya" ga fokus...kan MC nya jadi serba salah... oke thor jauhi yg namanya wanita ga seru jadinya klo sudah ada wadon😄😄😄😄
Neng Surya: ditunggu slalu cerita" nya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!