NovelToon NovelToon
Hacker Cantik Incaran Mafia

Hacker Cantik Incaran Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Ibu Pengganti
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

💗🤗 Assalamualaikum semua! Ayo mampir baca pelan-pelan aja ya! jika suka jangan lupa tinggalkan jejak kalian!👇🤗😍

Di balik wajah cantiknya, Alana menyimpan identitas mematikan: seorang hacker genius sekaligus penembak jitu bayaran yang tak pernah meleset. Namun, ia terpaksa menggantung senapannya demi satu tujuan baru yang tak pernah ia rencanakan—menjadi ibu pengganti bagi keponakannya yang mendadak yatim piatu.

​Di sisi lain kota, Sang Bos Mafia penguasa dunia bawah tanah sedang murka. Pembantaian brutal baru saja menewaskan tangan kanan kepercayaannya, dan sepasang anak kembar sang tangan kanan menghilang tanpa jejak.

Dalam perburuannya mencari anak-anak itu dan menuntut balas, sang Mafia juga memburu seorang hacker misterius yang terus-menerus meretas sistem keamanan kartelnya.

​Takdir mempertemukan mereka dalam kejar-kejaran yang mematikan. Sang Bos Mafia tidak tahu bahwa wanita cantik yang mati-matian melindungi sepasang anak kembar di dekapannya adalah penembak jitu yang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Kabin SUV hitam antipeluru yang melahap aspal jalanan pagi itu terasa canggung. Sangat canggung.

Alih-alih membiarkan Jace yang mengemudi, Elvano justru mengambil alih kemudi secara sepihak. Pria itu menyetir dalam diam, kacamata hitam aviator bertengger di hidung mancungnya, menutupi sebagian ekspresi wajahnya yang keras.

Di kursi penumpang sebelah kiri, Alana duduk bersedekap, menatap lurus ke luar jendela seolah trotoar jalanan jauh lebih menarik daripada pria tampan di sebelahnya. Wajah wanita itu masih sedikit memerah jika mengingat celetukan Nyonya Besar Lidya di meja makan tadi.

Sementara itu, di kursi belakang, Kael, Kai, dan Lea duduk berjajar dengan tenang. Terlalu tenang untuk ukuran anak-anak yang sedang dalam perjalanan ke sekolah.

"Denyut nadi Paman El pasti masih di atas seratus beats per minute," bisik Kai tiba-tiba, memecah keheningan. Bocah itu mencondongkan tubuhnya ke arah Kael, namun suaranya sengaja tidak diturunkan.

"Lihat cengkeramannya di setir kemudi. Buku-buku jarinya memutih. Itu tanda penekanan emosi."

Kael yang sedang memangku tabletnya mengangguk setuju tanpa menoleh. "Atau menahan malu karena digoda Oma Lidya soal cincin pertunangan. Secara psikologis, pria dominan alfa seperti Paman El sangat benci jika wilayah pribadinya dikendalikan orang lain... kecuali oleh orang yang ia sukai."

Alana seketika memejamkan mata, memijat pangkal hidungnya yang tiba-tiba berdenyut. "Kael, Kai, berhentilah menganalisisnya seperti objek laboratorium. Dan matikan sensor termal di tabletmu, Kael."

Elvano berdeham keras, mencoba menutupi kegugupannya, meski sudut bibirnya berkedut menahan senyum tipis. Telinganya mungkin panas, tapi ia tidak bisa membenci kepintaran dua bocah kembar itu.

"Tidak apa-apa, Alana. Biarkan saja. Analisis mereka cukup akurat," sahut Elvano santai, melirik Alana melalui ekor matanya. Pria itu sengaja memutar kemudi dengan satu tangan saat berbelok, menampilkan garis otot lengannya yang tercetak jelas dari balik kemejanya yang pas badan.

"Kecuali di bagian 'dikendalikan'. Tidak ada yang mengendalikanku."

Alana mendengus pelan, menatap Elvano dengan tatapan meremehkan. "Benarkah? Lalu siapa yang tiba-tiba berganti profesi menjadi supir pagi ini hanya karena... apa tadi? Protokol keamanan dari titik buta?"

"Aku hanya menjalankan tugasku sebagai kepala keluarga," jawab Elvano datar, namun kata 'keluarga' itu ia tekankan dengan cara yang aneh, seolah sengaja memasukkan Alana ke dalam definisi tersebut.

Sebelum Alana sempat membalas, Lea menyeletuk dari belakang. "Paman El memang supir yang baik! Nanti kalau Paman El dan Bunda Lana menikah seperti kata Oma, Paman El bisa jadi supir kita setiap hari, kan, Kai?"

Cittt!

Elvano tanpa sadar menginjak pedal rem sedikit lebih keras dari seharusnya saat lampu merah menyala. Tubuh mereka sedikit terdorong ke depan.

Alana menutupi wajahnya dengan kedua tangan, mengerang frustrasi di balik telapak tangannya. "Tuhan, tolong turunkan aku sekarang juga," rutuknya pelan.

Melihat reaksi salah tingkah Alana, sisa-sisa gengsi di dada Elvano akhirnya menguap. Bos mafia itu tak kuasa lagi menahan tawanya. Tawa berat yang serak dan maskulin memenuhi kabin mobil, membuat Alana mau tak mau menoleh dan terpaku sesaat melihat wajah pria itu yang tampak jauh lebih muda dan lepas saat tertawa.

"Tahan dirimu, Nona Hacker. Kita sudah hampir sampai," goda Elvano, menginjak pedal gas kembali saat lampu berubah hijau.

Suasana di depan gerbang Rosewood Academy pagi itu cukup padat.

Elvano menghentikan SUV-nya tepat di area drop-off VIP. Ia tidak membiarkan pengawal yang berjaga di sekolah membukakan pintu. Pria itu turun lebih dulu, kacamata hitamnya masih terpasang. Dengan postur tegap yang menjulang, Elvano memancarkan aura dominasi mutlak yang membuat beberapa orang tua murid lain—bahkan para pengawal pribadi mereka—tanpa sadar mengambil langkah mundur untuk memberi jalan.

Alana turun dari sisi lain, membukakan pintu untuk Kael, Kai, dan Lea.

"Ingat," bisik Alana pada si kembar sambil merapikan kerah seragam Kael. "Jangan meretas sistem bel sekolah lagi, dan Kai... tolong jangan buat guru olahragamu menangis hari ini."

"Aku tidak janji, Bunda," sahut Kai polos.

Elvano menghampiri mereka, berdiri menjulang di belakang Alana dengan posisi protektif. Ia menunduk, menatap si kembar. "Jika ada yang mencurigakan, tekan tombol panik di jam tangan kalian. Paman menyiagakan lima penembak jitu di radius lima ratus meter dari sekolah ini. Belajarlah yang benar, Jagoan."

"Siap, Paman El," jawab si kembar serempak.

Setelah memastikan ketiga anak itu masuk dengan aman melewati gerbang dan disambut oleh guru mereka, barulah postur tegang Elvano sedikit mengendur. Namun, ia tidak langsung masuk ke mobil. Ia menoleh menatap Alana yang masih berdiri menatap lurus ke arah lorong sekolah.

"Mereka aman, Alana," ucap Elvano pelan, berdiri di samping wanita itu.

"Aku tahu," Alana menghela napas panjang. Angin pagi menyapu helaian rambutnya yang terlepas dari ikatan.

"Hanya saja... setahun ini aku terbiasa memantau mereka setiap detik. Melepaskan mereka ke lingkungan terbuka seperti ini, meskipun dijaga ketat olehmu, rasanya tetap membuatku waswas."

Melihat sisi rentan yang jarang ditunjukkan Alana, insting Elvano kembali mengambil alih. Ia mengangkat tangannya, menyelipkan anak rambut Alana ke belakang telinga wanita itu. Sentuhan hangat jemari Elvano di kulit Alana membuat wanita itu sedikit tersentak, namun tak menepisnya.

"Kau tidak berjuang sendirian lagi, Alana. Kau punya aku sekarang," bisik Elvano, suaranya sedalam lautan, menuntut kepercayaan absolut.

Alana mendongak, menatap sepasang mata elang yang menggelap karena intensitas emosi. Untuk sesaat, dunia di sekitar mereka—suara klakson, celotehan anak-anak sekolah, deru mesin—terasa senyap. Ada tarikan magnetis yang terlalu kuat di antara mereka, sebuah pemahaman tanpa kata bahwa takdir tengah mengikat nyawa mereka menjadi satu simpul yang rumit.

Namun, momen manis itu hancur berkeping-keping oleh dering nyaring dari ponsel di saku jas Elvano.

Elvano mengumpat tertahan, menarik tangannya menjauh dengan enggan. Ia melirik layar ponselnya. Nama Bastian berkedip di sana.

"Ada apa, Bas? Kau mengganggu waktuku!" geram Elvano saat menjawab panggilan itu.

Di seberang sana, suara Bastian yang biasanya penuh nada jenaka kini terdengar dingin, tajam, dan tegang. Sangat kontras dengan sikapnya di meja makan tadi.

"El, kau sedang bersama Alana sekarang?"

"Ya. Kami baru saja menurunkan anak-anak. Kenapa?"

"Bawa dia masuk ke mobil sekarang. Periksa sekitar kalian. Jangan sampai ada yang mencurigakan," perintah Bastian cepat, diiringi bunyi derak keyboard yang diketik secara brutal di latar belakang.

Elvano langsung menegakkan tubuh. Insting mafianya menyala dalam sekejap. Tanpa banyak bicara, ia menarik lengan Alana pelan namun tegas, menggiring wanita itu masuk ke dalam SUV antipeluru, lalu ia sendiri masuk ke kursi kemudi dan mengunci semua pintu secara otomatis.

"Jelaskan, Bastian," perintah Elvano tajam, menyalakan mode speaker agar Alana bisa mendengar.

Alana yang menyadari perubahan situasi, segera menajamkan pendengarannya. Matanya memindai sekeliling sekolah melalui kaca gelap mobil.

"Trojan Horse yang kau dan Alana tanam di server kepolisian semalam... umpan itu baru saja dimakan," suara Bastian terdengar bergema di dalam kabin mobil. "Sindikat Bayangan meretas server itu lima menit yang lalu untuk mencari jejak lokasi Alana."

"Lalu? Bukankah itu tujuan kita? Menyesatkan mereka?" sahut Alana cepat.

"Masalahnya, Lana..." Bastian menjeda kalimatnya, menarik napas berat yang membuat firasat buruk menggerogoti perut Elvano. "Virus itu berhasil memantulkan sinyal balik, dan aku berhasil menyusup masuk sedetik ke sistem internal mereka sebelum mereka memutus koneksinya. Aku menyedot satu file log yang baru saja mereka kirim ke agen lapangan mereka pagi ini."

"Apa isinya, Bas? Jangan berbelit-belit," geram Elvano, jemarinya mencengkeram setir hingga memutih.

"Mereka tidak lagi memburu Kael dan Kai secara membabi buta, El." Bastian terdiam sebentar, lalu melanjutkan dengan nada yang nyaris menyerupai bisikan maut. "Pagi ini, fokus target pembunuhan mereka telah berubah. Mereka menyadari bahwa Kael dan Kai sudah berada di bawah perlindungan mutlak klan Adhitama."

"Lalu siapa target utama mereka sekarang?" tanya Alana, firasat dingin merayapi tulang punggungnya.

"Kau, Lana."

Dunia di dalam mobil itu seakan berhenti berputar.

"Mereka tahu bahwa mengincar si kembar di dalam markas Elvano adalah misi bunuh diri," lanjut Bastian. "Jadi, mereka membalikkan strategi. Mereka akan menghancurkan sistem keamanan Elvano dari dalam. Target mereka adalah kepala sang hacker. Mereka mengeluarkan kontrak mati bernilai sepuluh juta dolar untuk kepalamu, Alana. Dan parahnya... dari log data yang kuretas, ada koordinat pergerakan agen mereka."

"Di mana koordinatnya?" tanya Elvano dingin, aura membunuhnya meledak memenuhi kabin mobil.

"Tiga ratus meter dari posisimu sekarang, El. Mereka mengirim tim penembak jitu, dan mereka sudah mengunci posisi SUV-mu."

BRAK!

Sebuah hantaman timah panas kaliber besar menghantam kaca depan SUV bagian kemudi, tepat di depan wajah Elvano. Kaca antipeluru itu tidak pecah, namun menyisakan retakan jaring laba-laba raksasa yang mengerikan, membuktikan bahwa ancaman itu bukan gertakan semata.

"Tunduk!" teriak Elvano, menarik tubuh Alana dengan satu tangan yang kokoh, menekan kepala wanita itu ke pangkuannya saat peluru kedua dan ketiga menghujam badan mobil dengan suara memekakkan telinga.

Permainan baru saja berubah haluan. Kini, bukan hanya si kembar yang diburu. Singa betina itu baru saja menjadi target nomor satu di dunia bawah tanah.

 Bersambung...

1
neny
Marco bersikap begitu Krn gk tau siapa Alana,,dan setelah tau,dia pun di buat kicep sm ratu Aditama tersebut
Lucyana H
di tggu kelanjutannya thor....semakin hari semakin menarik ceritamu thor,👍💪😘
riniasyifa: Jadi makin semangat author, siap kak👍
total 1 replies
Lucyana H
👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼,seneng bgt akhirnya Alana JD milik si elvano sang ketua klan Adhitama....😘😍💪👍
riniasyifa: 🤭 Terima kasih kakakku dah ngikutin kisah Alana dan Elvano😍
total 1 replies
Erna Wati
aku suka...aku suka...🤭
Lucyana H
thor...bisa tambah punya ga sih...plisss,klo udah baca cerita ini selalu kurang thor..pengen lagi terus
riniasyifa: Hehe sabar kakaku🤭😍 lanjut baca besok 👍
total 1 replies
Lucyana H
keren thor ceritamu..baca marathon...berasa kurang ....di tggu kelanjutannya
riniasyifa: Siap😄😍
total 1 replies
Lucyana H
thor hebat bgt kmu bikin cerita mafia yg sangat menarik dan keren....aku suka sm karakter si Alana yg pintar,tegas ,Badas jg ...top markotop thor😍
Dessy Rinda: semangat kak thor up nya
total 3 replies
Lucyana H
se7 ...bas
Lucyana H
alur ceritanya bener bener keren thor ,seru bikin deg degan ,ky nonton film action di tv,suka cerita mafia ky gini ga ngebosenin,bikin penasaran terus thor,soalnya ceritanya emang seru,👍😘😁💪
wo te
dri sehari 3x,ke 2x lama2 1x up sehari 🤔🤔🤔
riniasyifa: karena makin panjang ceria makin buntu jalan pikiran author 🤭🤣
total 5 replies
Lisa
Semangat y Al, El ada 1 org lg yg perlu kalian selamatkan
Lisa
👍👍 Hebat banget nih Alana & Elvano..wah mrk emg pasangan yg kompak 😊
riniasyifa: Terima kasih kakaku dah dah mampir😍👍
total 1 replies
Lisa
Seru banget nih..
Lisa
Seru banget nih
Inang
bagusss, jgn lupa dilanjutkan thor ditunggu
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Wkwkwk Bener bgt, Bas 🤣🤭👍
Lucyana H: se7 bas👍
total 1 replies
Dewi kunti
wis sak karepmu Ellllll🤣🤣🤣🤣🤣
Dewi kunti
mencekam tp romantis ,posesif 😘😘😘😘😘
neny
bagus cerita nya,,alur nya tertata rapi,,menarik untuk dibaca,, semangat terus akak💪💞
neny
iya El,,tau Alana itu milik mu,,tp setidak nya km jg harus bs mendapatkan hati Alana spy bisa menjadi milikmu,,bkn sekedar mengaku-ngaku doang😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!