NovelToon NovelToon
Goblin Emperor

Goblin Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Di dunia fantasi yang kejam, di mana hierarki ditentukan oleh kekuatan dan kemurnian garis keturunan, terlahir sebagai seekor Goblin adalah sebuah kutukan. Mereka adalah ras terendah-lemah, kotor, diburu sebagai ajang latihan para petualang amatir, dan dibantai tanpa ampun oleh umat manusia.

Namun, dari kedalaman keputusasaan ras yang nyaris punah di Hutan Misti, lahirlah sebuah anomali.

Bukan dengan kulit hijau menjijikkan atau tubuh bungkuk yang menyedihkan, melainkan dengan paras rupawan bagai seorang High Elf yang agung. Berambut pirang keemasan, bertelinga runcing yang elegan, dan dianugerahi ingatan serta kecerdasan dari dunia modern, ia adalah Altair-Sang Goblin Emperor pertama.

menyadari ras nya di ambang kepunahan altair pun bertekad membangkitkan kembali ras goblin yang hina, menjadi penguasa dunia dengan bantuan sistem manipulasi genetik dan kekuatan reproduksi nya sebagai sang kaisar goblin. bisakah dia menghadapi segala rintangan di depan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Tiga Kelahiran Pertama dan Pangeran Ungu

Bau darah pekat menyengat udara di dalam bilik batu. Jeritan parau Lyra yang telah bergema selama berjam-jam perlahan mereda menjadi isakan lemah yang menyayat hati. Keringat membasahi seluruh tubuh gadis bangsawan itu, menempelkan helaian rambut hitamnya ke dahi yang pucat pasi dan nyaris kehilangan rona kehidupan.

Altair melangkah masuk, menyibak tirai kulit di ambang pintu. Aura dingin dan absolut yang memancar darinya membuat dua bidan Goblin Hijau segera mundur, merangkak menjauh dan bersujud menempelkan wajah mereka ke lantai tanah.

Di atas ranjang batu yang dialasi tumpukan kulit binatang, tidak hanya ada satu, melainkan tiga sosok makhluk kecil yang baru saja terlahir ke dunia.

Inilah keunggulan biologis ras goblin yang paling ditakuti oleh dunia—kapasitas reproduksi yang mengerikan. Makhluk-makhluk itu tidak menangis meraung-raung seperti bayi manusia. Mereka hanya menggeliat, membersihkan sisa cairan ketuban dari wajah, lalu perlahan membuka mata kuning mereka yang menyala tajam di kegelapan.

Altair mendekat, mengamati hasil dari panen pertamanya.

Dua bayi di sebelah kiri memiliki kulit berwarna hijau pekat yang tebal. Anatomi mereka sedikit bungkuk, namun otot-otot di lengan dan kaki mereka sudah tampak padat sejak lahir. Mereka adalah Hobgoblin—prajurit tangguh yang kelak akan menjadi dinding daging di garis depan.

Namun, perhatian Altair sepenuhnya tersita oleh bayi ketiga.

Berbeda dengan kedua saudaranya, bayi ini memiliki kulit berwarna ungu gelap yang halus dan tanpa cacat. Postur tubuhnya tegak dan proporsional menyerupai anatomi manusia, meski telinganya memanjang runcing ke atas dan kuku-kukunya setajam obsidian. Mata bayi ungu itu memancarkan kecerdasan yang tidak wajar.

Di sudut pandang Altair, antarmuka sistem berkedip, memindai dan menampilkan panel absolut untuk bayi ungu tersebut:

[ [ Zyrus : Ras Goblin (Goblin Ungu - Garis Darah Bangsawan)

Umur : 0 tahun (Batas Usia: 300 Tahun)

Jenis kelamin : Laki-laki / Jantan

Peringkat Kekuatan : Rank D Hunter (Potensi Berkembang)

Serangan: 15 (+2)

Vitality: 20 (+5)

Mana: 45 (+20)

Kecerdasan: 50 (+25)

Ketahanan benturan: 10 (+2)

Ketahanan magic: 35 (+10)

Attribute: Api (Keturunan Altair), Manipulasi Mana Dasar (Keturunan Lyra)

Pekerjaan : - (Belum ditentukan)

Genetic Talent: [Afinitas Sihir Tinggi], [Pembelajar Cepat] ] ]

Altair menyeringai tipis. Sempurna, batinnya dingin.

Sebagai manusia biasa tanpa keahlian tempur, kualitas rahim Lyra berada di tingkat menengah. Menghasilkan tiga anak—dua kasta petarung fisik dan satu kasta cerdas—adalah hasil yang sangat optimal. Batas usia tiga ratus tahun untuk kasta ungu yang baru lahir ini juga memuaskan; angka itu akan terus bertambah seiring mutasi kekuatannya di masa depan. Sedangkan keabadian mutlak, tentu saja, hanya milik Altair seorang.

Altair membungkuk, mengangkat bayi ungu itu dengan kedua tangannya yang ramping dan pucat. Bayi goblin ungu itu tidak memberontak. Ia menatap wajah memukau Altair dengan kepatuhan instingtual yang tertanam di dalam darahnya, mengenali eksistensi Sang Kaisar.

"Karena kau adalah yang terkuat dari kelompok pertamamu, dan kau membawa percikan sihir di dalam darahmu, kau berhak menyandang sebuah nama," suara Altair mengalun pelan, namun nadanya menggetarkan udara di dalam bilik. "Mulai detik ini, namamu adalah Zyrus. Tumbuhlah dengan cepat. Kau akan memimpin barisan sihir kekaisaranku."

Mendengar namanya ditetapkan, Zyrus kecil mengeluarkan suara geraman rendah yang terdengar seperti dengkuran tanda tunduk, sementara dua bayi Hobgoblin di bawahnya ikut menundukkan kepala instingtual mereka.

Di atas ranjang, Lyra memaksakan diri untuk menoleh. Matanya yang sembab menatap ketiga makhluk yang keluar dari rahimnya. Hatinya tercabik-cabik. Separuh kewarasannya menjerit ngeri melihat monster-monster itu, namun separuh jiwanya yang lain—naluri keibuan yang telah terpelintir secara genetik oleh benih sang Kaisar—membuatnya merasakan ikatan magis yang tak terbantahkan.

"A-Anak-anakku..." bisik Lyra parau, mengulurkan tangan rapuhnya yang gemetar.

Altair meletakkan Zyrus dan kedua Hobgoblin itu kembali ke pelukan sang ibu. Anehnya, begitu berada di dekapan Lyra, aura buas ketiga bayi monster itu mereda. Mereka menyusup mencari kehangatan layaknya bayi manusia biasa. Lyra memeluk mereka erat, air mata kembali mengalir membasahi pipinya—sebuah kepasrahan absolut pada takdirnya yang kini telah menjadi pilar fondasi bagi Hutan Misti.

Altair berbalik, membiarkan sang ibu dan ketiga anaknya beristirahat. Ia melangkah keluar dari bilik, menghirup udara malam yang dingin. Lyra telah menjalankan tugasnya, dan ia akan melahirkan lebih banyak pasukan di masa depan.

Namun sekarang, Altair memiliki target yang jauh lebih tinggi.

Di sel tahanan yang terletak tidak jauh dari lorong utama, Cassvia duduk meringkuk. Telinga ksatrianya menangkap suara geraman asing yang bersahutan dengan isak tangis Lyra di kejauhan. Napas Ksatria Perak itu tercekat. Jantungnya berdegup kencang bukan hanya karena teror, melainkan karena suara ketukan sepatu bot kulit yang kini terdengar meninggalkan bilik Lyra.

Langkah kaki itu menggema pelan, tenang, dan tanpa ampun. Terdengar semakin dekat... dan akhirnya berhenti tepat di depan jeruji besi sel tahanannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!