Saat ia membuka matanya ia berada di dunia lain yang belum sama sekali ia lihat, ditambah lagi seseorang pelayan memanggil nya permaisuri !??
itu membuat nya semakin bingung dengan keadaannya, Dia Qian Seorang anak mafia yang terkenal kejam dizamanya melintas ruang waktu ke zaman kuno
~dynasti~
Seorang permaisuri yang lemah dan mudah ditindas? ayo kita ubah dia menjadi lebih kuat, itu janji Qian dia akan membalaskan dendam Permaisuri tersebut.
ia juga akan menguak sebuah kebenaran, yang tidak ditaburi dirinya, sebuah konflik dan permasalahan lain yang akan ia selesaikan
"Permaisuri yang kejam"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Alikaa chubby", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Xin Qian hanya bersantai di paviliun sambil meminum Teh, lalu Bimbim datang dan berusaha mengagetkan Qian.
"Qian" Panggil Bimbim yang berusaha mengagetkan Qian, Tapi tak berhasil.
Qian Sibuk meminum teh nya tanpa memperdulikan, Bimbim disebelah nya, Dan ia juga belum sadar akan kedatangan Bimbim Disebelah nya.
"Hei!!, Hei!!" Berapa kali Bimbim Memanggil Qian tetapi tidak dihiraukan, Qian hanya sibuk pada pikirannya.
"QIAN" teriaknya tepat ditelinga Qian.
"Hmm.. Apa?" Tanya Qian santai.
"Haduh, ayo ikut aku sesuatu yang ingin ku beritahu padamu!" Ucap Bimbim Dam menarik jari manis Qian
"Baik Baik ayo" Kata Qian lalu berdiri dan mengikuti Arah Bimbim pergi.
Bimbim mengajak Qian ke sebuah Istana Dingin di mana Xia He dikurung.
"Qian Ayo masuk, Seperti nya wanita yang ada di dalam Kesakitan, Aku merasa kasian ayo bantu dia" Ucap BimBim.
"Biarkan dia usah sendiri, kau jangan Memggangu ku" kata Qian dan akan berlalu pergi, tetapi Bimbim menghalang nya.
"Qian, Aku hanya merasa Kasihan padanya, saat aku tengah berjalan untuk melakukan tugas ku, aku melewati tempat ini, dan terdapat seorang yang masuk kedalamnya, Dan yang lebih aku khawatir kan Seperti nya ia melakukan sesuatu terhadap nya, Seperti nya wanita itu hamil" Kata BimBim.
"Siapa yang berani masuk kedalam sini??" Tanya Qian pada dirinya sendiri
Tanpa ia berpikir panjang Qian melangkah kan kakinya,. tetapi di halangkan oleh kedatangan Liu Mei.
"Permaisuri?? Apa yang anda lakukan disini" Tanya Liu Mei.
"Dan apa yang kau lakukan Kesini, bukannya kau hari ini ada latihan?" Qian Balik Bertanya
"Ah iya kebetulan aku mau ke tempat pelatihan ku dan Melawati tempat ini, tanpa sengaja aku melihat mu disini sendirian" Jawab Mei.
"Baik, Kau pergilah!!" Kata Qian lalu melangkah pergi.
SKIP
"Qian!!!, apa yang kau lakukan kenapa tidak masuk kedalam" protes Qian.
"kau diam lah, dia tidak akan kenapa kenapa, aku sudah memberikan nya mantra pelindung" Ucap Qian.
"Syukurlah" Ucap Bimbim, Qian Menyuruh Bimbim untuk masuk kedalam tubuhnya, ia tak mau melihat Bimbim berkeliaran.
Tak berapa lama Selir Na masuk kedalam tanpa mengetuk pintu dan Marah marah.
"Hei kau wanita Jala**, kau seharusnya mati Berani Sekali kau meracuni ibu suri, kau tau dia hampir mati kau tau" ucap selir Na Yang emosi nya menggebu ngebuh.
"oh benarkah??, Lalu untuk apa kau menolong nya, Bukannya kau Sanggat Membenci nya, Dan sekarang kau malah melindungi nya, apa jangan jangan kau-" Ucapan Qian Berhenti Dengan teriakan Selir Na.
"DIAM!!, JANGAN LANJUTKAN KATA KATA MU, LIHAT SAJA AKU SUDAH MEMBERI TAU KAN PADA KAISAR DAN SEBENTAR LAGI KAU AKAN DIHUKUM, KARENA PERCOBAAN MEMBUNUH IBU SURI!!" Bentak selir Na.
Qian hanya Menghela napas Kasar lalu , Mencekik leher Selir Na, Dan mendorong nya ke dinding.
"Hei!! Kau Jawab pertanyaan ku, Untuk apa kau memanggil pembunuhan bayaran hanya karena ingin Membunuh ku, dan untuk apa kau memasukan serbuk racun didalam makanan ibu suri" Ucap Qian Yang masih mencekik Selir Na.
"Omong kosong" Kata Selir Na yang berusaha melepaskan genggaman tangan Qian di leher nya karena ia kesulitan untuk bernafas.
"Benarkah" Ucap Qian Lalu tersenyum licik.
FLASHBACK ON
Saat Qian pulang Dari tempat ayahnya ia melewati Kediaman selir Na Yang sedang bicara Berdua Pada Seseoran.
"Ingat Malam ini, Habisi Nyawa Qian, Lagipula jika dia mati tidak ada yang peduli padanya" Ucap Selir Na, Qian hanya menguping di sela sela Pembicaraan Mereka dari balik pintu.
"Baik kita tunggu malam ini"
________
Dan waktu itu saat Qian ingin kedapur dan ingin mengirimkan sup itu pada ibu suri ,tetapi ia memergoki Selir Na Yang sedang meracik.
"Lihat saja, Cara ini pasti akan berhasil, dia akan dihukum mati" Kata Qian Sambil ia tersenyum Licik.
"Oh, Baik kita nikmati permainan mu"
FLASHBACK OFF
Qian Terus Mencekik Seli Na, sampai ia tidak bisa bernafas
PLAK
Sebuah tamparan Mendarat dipipi Qian, dan membuat dirinya melepaskan cekikan nya itu.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa di like, komen, rate And Vote
terimakasih :')