Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahabat ku sendiri
Pukul 07.00 Dirga sudah rapi dengan stelan kantor nya dan bersiap turun untuk sarapan dengan menenteng jas nya,namun Alessia masih juga setia tertidur di ranjang terlihat masih begitu nyenyak.
Ia berfikir mungkin karna Alessia yang masih baru keluar dari rumah sakit,sehingga memiliki tubuh yang masih lemah dan obat tidur yang masih mempengaruhi nya.
Karna sejak dulu Alessia bukan tipe istri seperti itu,Ia selalu disiplin waktu,Ia selalu 2 jam lebih dulu bangun daripada suaminya dan kemudian akan menyiapkan semua kebutuhan suami,mulai dari pakaian nya yang selalu di pilih dengan cermat kemudian menyiapkan sarapan yang berkualitas tinggi karna Ia selalu khawatir dengan kesehatan suaminya,yang selalu bekerja tanpa kenal lelah.Baru setelah itu semua selesai Ia akan mengurus dirinya sendiri, bahkan Ia akan selalu mempunyai kesempatan untuk olah raga ataupun yoga,karna baginya penampilan adalah yang paling terpenting agar pantas berdampingan dengan status suaminya sebagai seorang CEO dan pewaris utama keluarga Adhitama yang begitu terkenal,jadi Ia selalu berusaha tampil sempurna dimanapun dan kapan pun.
Ia masih berusia 26 tahun,tapi orang-orang selalu berfikir usianya lebih tua dari itu, bahkan banyak orang berfikir kalau usianya sudah 30han karna terlalu sempurna menjadi seorang istri seorang Dirgantara Adhitama, penampilan nya, perawakan nya yang bak model dan make up nya yang selalu mempertajam garis wajah nya membantunya terlihat lebih dewasa dari usianya.gerak-gerik nya dan sikapnya yang elegan dan berkelas setiap kali mendampingi seorang Dirgantara Adhitama dalam acara apapun membuat nya terlalu pandai dalam hal itu,jadi wajar jika orang berfikir dia sudah 30han tahun karna terlalu matang dalam segala hal itu.
Tapi sekarang,Istri sempurna itu kini bukan seperti dirinya yang dulu.Dia masih tertidur pulas hingga matahari sudah bergerak naik.
Sampai seorang pelayan masuk ke kamar dan membangunkan nya,karna khawatir dengan keadaan sang nyonya yang tidak seperti biasanya apalagi Ia juga masih baru keluar dari rumah sakit,jadi Ia membangunkan nya khawatir kalau ada apa-apa.
"Nyonya bangun,apa saya perlu menelfon dokter agar datang memeriksa nyonya?",tanya sang pelayan dengan hati-hati menyentuh tubuh majikan nya yang masih terbungkus selimut.
Perlahan wanita yang lebih terlihat seperti mayat hidup itu membuka matanya perlahan,"Apa aku terlihat jelas seperti wanita yang tidak sehat?"
Pelayan itu terkejut mendengar ucapan sang majikan, hingga Ia langsung berlutut dan minta maaf."Bu...bukan begitu nyonya,saya hanya khawatir dengan nyonya"
Alessia tersenyum tipis, kemudian bangun dari tidur nya."Tidak apa-apa jika kau menganggap ku seperti itu,aku memang tidak sehat sejak dulu.Aku seharusnya masuk rumah sakit jiwa karna kehilangan akal"
Pelayan itu semakin merasa bersalah,hingga memukul-mukul kepalanya ke lantai dan meminta maaf.
Melihat itu Alessia sedikit terkejut, sepengetahuan nya dari orang kepercayaan nya selama Ia berada rumah sakit, wanita yang Ia lihat bersama Dirga sebelum Ia kecelakaan itu sering mengunjungi mansion itu,dan para pelayan sangat menyukai nya dan menginginkan nya menjadi nyonya baru mereka.
Entah Ia kehilangan tenaga untuk marah, rasanya Ia terlalu lelah untuk membenci banyak orang-orang yang bekerja di rumah itu hanya karna lebih menyukai wanita yang menjadi kekasih hati suaminya, bagaimana pun Ia juga sadar sifatnya selama ini pada para pelayan wanita cukup berlebihan.Jadi tidak salah kalau mereka membenci nya kan?
Ia menarik nafas panjang karna merasa sesak,"Berhenti melakukan itu,dan keluar lah"
"Baik nyonya"
Sepeninggalan pelayan itu,air matanya kembali mengalir dadanya juga masih sesak hingga memukul-mukul dadanya lagi lebih keras,berharap rasa sakit itu segera menghilang.Rasanya masih sulit menerima kenyataan pahit pernikahan yang selama ini Ia anggap sempurna.
Membiarkan air matanya terus mengalir,Ia tersenyum getir."Sepertinya saat keadaan ku seperti ini pun di depan mata mu memang biasa saja ya,bahkan perhatian kecil pun tidak ada sama sekali."
"Kau juga pasti senang selama aku berada di rumah sakit tidak perlu ada lagi yang mengikuti mu seperti seekor anjing kan?haha menyedihkan sekali"
Seperti seorang yang kehilangan semangat hidup nya, Alessia melakukan semua hal dengan sangat lambat, membersihkan diri, memakai pakaian semuanya seperti slow motion, tatapan nya kosong, wajahnya nya hampa tanpa ada ekspresi seperti manekin.
Benar-benar kehilangan arah dan sinar hidup yang biasanya selalu menerangi hidupnya dan langkahnya menuju ke depan sangat terang,saat ini semua nya menghilang meninggalkan nya dalam kegelapan yang tiada ujung.
"Selama ini aku hanya sebuah mainan untuk mu?",tanya nya untuk kesekian kalinya dengan tersenyum getir dan tatanan meremehkan pada dirinya sendiri yang ada di cermin.
"Jika kau memang tidak menyukai ku,kenapa tidak bilang saja ha?,kenapa menyakiti ku sedalam ini?.Apa begitu menyenangkan untuk mu mempermainkan ku?"
"Kalau kau meminta ku berhenti sejak awal,aku akan berhenti tanpa rasa sakit"
"Tapi kau memberikan ku kebahagiaan semuanya dan membuat hidup ku bergantung pada mu, setelah itu..., setelah itu kau menjatuhkan ku sedalam ini hiks..."
Tubuhnya merosot ke lantai,dan kembali menangis terisak-isak hingga memukul dadanya lagi dan lagi karna rasa sakit itu sangat sakit sampai membuat bernafas saja rasanya sangat sulit.
Pada akhirnya Ia hanya bisa memeluk lukanya sendiri,sama seperti 14 tahun lalu ketika Ia kehilangan seluruh anggota keluarganya dalam satu malam.
"Kenapa hidup setidak adil ini?"
Nyatanya,sama seperti 14 tahun lalu tidak ada tempat nya menumpahkan tangis nya dan keluh kesah nya.Tidak ada lagi keluarga,kerabat,sahabat,teman.
Ia kembali hidup sendiri dalam dunia fana ini dengan luka yang selalu menghancurkan hidup nya.
2 jam kemudian
Ia akhirnya turun ke lantai utama untuk sarapan,melihat rumah itu rasanya tidak ada lagi vibe kebahagiaan lagi seperti dulu, rasanya hampa sehingga membuat nya tak ingin berada di sana membayangkan bagaimana wanita itu selama ini berada di sana.
"Nyonya sarapan sudah di hangatkan"
"Aku tidak lapar,aku akan makan di luar"
"...,Baik nyonya"
Pelayan bernama Melati itu menunduk sedih,sejak masuk ke kamar sang nyonya beberapa jam yang lalu Ia sadar kalau benar-benar sudah terjadi sesuatu pada majikan nya itu."Nyonya tidak pernah bangun kesiangan seperti ini,dia juga tidak pernah membiarkan siapapun memasak sarapan untuk tuan selain masakannya sendiri.Dan penampilan ini,aku belum pernah nyonya berpenampilan seperti itu"
"Apapun itu aku selalu mendoakan yang terbaik untuk nyonya"
"Untuk apa mendoakan nya,aku bahkan berharap agar dia tidak kembali lagi ke rumah ini sehingga wanita yang di cintai tuan bisa mendapatkan posisi yang seharusnya sejak awal untuk nya",ujar seorang pelayan menghampiri pelayan bernama Melati itu bersama dua pelayan lainnya.
Melati tidak menanggapi mereka,Ia berbalik pergi tanpa mengatakan apapun karna Ia sudah biasa mendengar mereka mengatakan hal-hal seperti itu.
Di luar mansion,para pekerja tampak terkejut melihat sosok yang jelas tidak asing bagi mereka tapi sekarang terlihat seperti orang lain yang belum pernah mereka lihat.
Nyonya Alessia Leandra terlalu sederhana dan terlalu clean untuk penampilan nya saat ini,yang tidak seperti biasanya yang full kemewahan dari atas sampai bawah.
"Nyonya?"
"Kenapa?"
"Ah tidak apa-apa nyonya, silahkan masuk saya perlu mengantar nyonya ke kantor kan"
Supir yang selalu menjadi supir pribadi Alessia itu tampak masih tidak percaya kalau itu adalah majikan nya yang dulu."Apa mungkin nyonya Alessia terganti saat di rumah sakit?"
"Aku menyetir sendiri,kau tidak perlu ikut"
Sopir itu terkejut dan sadar dari lamunannya,namun Ia sudah terlambat karna sang majikan sudah masuk ke dalam mobil.
Dalam waktu singkat mobil sedan itu menghilang dari kawasan mansion megah itu.
"Mungkin saja aku tidak akan sesakit sekarang,jika wanita itu bukan sahabat ku sendiri"
***
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain