NovelToon NovelToon
Wanita Terakhir Sang Playboy

Wanita Terakhir Sang Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Playboy / Angst / Obsesi / Romantis / Harem
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Swan

Gavin adalah seorang playboy yang tak bisa hidup tanpa wanita, entah sudah berapa banyak wanita yang berakhir di ranjangnya, hingga akhirnya ia bertemu dengan Kanaya, seorang gadis suci yang menggetarkan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Swan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raihan maju selangkah

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, Kanaya saat ini tengah bersiap untuk pulang, setelah keluar dari kelasnya, Kanaya nampak berjalan seorang diri, beberapa hari di kampus ini, Kanaya memang mengenal beberapa orang, namun entah kenapa mereka seolah menjaga jarak dengan Kanaya, hanya Karina yang terlihat bersikap baik dan ramah saat bertemu dengan Kanaya.

Kanaya terus berjalan keluar dari lorong fakultasnya santai, sampai tiba di persimpangan jalan antara fakultasnya dan Raihan, Kanaya melihat Raihan sedang berdiri menyandarkan tubuh ke sebuah tiang, dengan tangan yang terlihat sedang memegang ponsel milik nya.

"Raihan..."Sapa Kanaya.

"Eh Nay... Lo baru keluar?"tanya Raihan.

"Iya, lo... Lagi nunggu orang?"jawab Kanaya, namun balik bertanya.

"Mmm, iya nih nungguin lo!"jawab Raihan. Yang membuat Kanaya Sedikit terkejut.

"Hah... Memang ada apa?"tanya Kanaya bingung, seingatnya dia tak memiliki janji dengan Raihan.

"Mo ngajakin pulang bareng, kalo lo mau,"jawab Raihan sedikit gugup.

Kanaya yang mendengar ucapan Raihan tertawa, Kanaya pikir Raihan sedang menunggu seseorang dan tentu bukan dirinya.

"Kirain lo lagi nunggu siapa, ya udah yuk!"lanjut Kanaya. Tak ada alasan juga untuk Kanaya menolak ajakan teman lamanya ini.

Kanaya dan Raihan pun berjalan berdampingan menuju parkiran, tanpa mereka sadari dari kejauhan sepasang mata sedang menatapnya tajam.

"Kayaknya sekarang saingan lo bukan cuma si biawak Gavin sama Alex doang, ternyata si good boy kaya Raihan tertarik juga sama tu anak baru."ucap seorang pemuda, sambil menepuk bahu Brian.

Orang yang dari tadi memperhatikan Kanaya dan Raihan adalah Brian, Brian memang sengaja menunggu Kanaya untuk pulang bersama, namun tadi tiba-tiba seorang temannya memanggilnya, untuk menanyakan sesuatu, sampai Brian tak menyadari bahwa Kanaya telah keluar dari kelasnya beberapa menit yang lalu, namun saat Brian berusaha untuk mengejar Kanaya, ternyata di depan sana seorang pria yang sangat Brian kenali juga ternyata tengah menunggu Kanaya.

Brian mengepalkan tangan, kenapa dia harus ketinggalan langkah oleh seorang cupu seperti Raihan, Brian tahu betul seorang Raihan bukanlah pria yang pandai mendekati wanita, bahkan selama ini Raihan tak pernah terlihat dekat dengan gadis manapun, dan di mata Brian seorang Raihan jelas saja teramat cupu di banding dirinya yang sudah malang melintang sebagai pria sejati yang di kelilingi banyak wanita.

"Sialan lo... Cowok cupu kaya dia, gak pantes lo anggap saingan gue."jawab Brian, lalu pergi begitu saja meninggalkan temannya.

Sementara Kanaya dan Raihan, kini telah tiba di parkiran, dari kejauhan dapat Kanaya lihat, tampak Gavin dan Karina seperti tengah bicara cukup serius, Kanaya dan Raihan terus berjalan, sampai Karina menyadari kehadiran keduanya.

"Rai,Nay...?"Sapa Karina, sambil tersenyum ramah.

"Hei Rin, Gav..."jawab Kanaya yang terlihat ramah pada Karina, namun terlihat canggung kepada Gavin.

"Lo mau pulang bareng Rai?"tanya Karina, mata Karina menatap Raihan tajam, kemudian tertawa.

"Haha... Baru kali ini gue lihat, Raihan Alfares berani deketin cewek, sepertinya dunia sedang tidak baik baik saja."ucap Karina dramatis. Yang langsung di jawab dengusan oleh Raihan.

"Sirik aja lo...Dari pada lo ngamar terus, gak sama cowok lo, gak sama dia!"ketus Raihan.

Sementara Gavin memalingkan wajahnya, menghindari tatapan Kanaya padanya. Gavin benar benar tak menyangka Raihan akan mengatakan hal itu di depan Kanaya, membuat ia merasa imagenya di buat hancur oleh sang sahabat.

Kanaya yang mendengar ucapan Raihan, tersenyum paksa, agak tidak nyaman juga mendengar nya, tentu Kanaya cukup tau ,apa yang di maksud oleh Raihan.

Plak..!

Tiba-tiba Karina memukul tangan Raihan, sama seperti Gavin, dia malu mendengar ucapan sarkas dari Raihan. Sementara Raihan hanya mengangkat bahunya acuh.

"Sorry Nay, itu si Raihan emang rada ember mulutnya, lo harus hati-hati makanya sama dia."ucap Karina sambil memelototkan matanya pada Raihan.

"Apa sih lo, kan fakta."jawab Raihan santai.

Mendengar ucapan Raihan, Karina akhirnya menghembuskan napas, Karina memang bukan type gadis munafik yang ingin terlihat baik di mata orang yang di kenalnya, Karina lebih senang orang orang tau seperti apa dirinya apa adanya .

"Ya tapi gak harus jujur banget gitu juga kali Rai," Jawab Karina, kemudian melihat ke arah Kanaya sambil tersenyum malu.

"Eh tapi Nay, lo emang harus hati-hati sama cowok-cowok di kampus ini, jarang ada yang bener-bener baikml." Lanjut Karina.

"Apalagi yang ada di samping gue ini, ini udah yang paling maks si modelnya, jadi jangan sampe lo jatuh cinta sama dia kalo gak mau patah hati."Karina kembali bersuara.

"Oh ya...?"ucap Kanaya dengan ekspresi kaget di buat-buat, membuat Karina dan Raihan terkekeh dan Gavin menatapnya sedikit tajam.

"Iya Nay, di kampus ini tuh ada 3 cowok yang spesiesnya sama persis, yang satu orang yang di sebelah gue ini, terus Alex, Brian, sama ada 1 cowok lagi, cuma gak tau kenapa dia gak masuk masuk sekarang, namanya Devano, ganteng-ganteng semua sih Nay, tapi penjahat kelam*n semua."Jelas Karina yang di akhiri dengan suara yang sedikit berbisik pada Kanaya.

"Waw...I did have a bad experience with a man like that, makasih udah ngingetin dan ngasih tau Rin."jawab Kanaya sambil menatap ke arah Gavin, yang terlihat terkejut dengan ucapannya begitu pun Raihan.

"Yuk ah Rai, Takut..keburu sore."Ajak Kanaya setelahnya, mengalihkan pembicaraan, lalu menatap Raihan. Raihan yang baru menyadari bahwa rencananya yang hampir gagal karna malah mengobrol di parkiran, menepuk kening nya.

"Eh iya, ayo Nay, gue sampe lupa kita mau pergi."Lalu menarik tangan Kanaya begitu saja, meninggalkan Gavin dan Karina yang kini menatapnya dari belakang, dengan Karina yang menatap dengan senyuman, sementara Gavin dengan kepalan tangannya. Jujur saja Gavin tak suka melihat kedekatan Raihan dan Kanaya, walaupun Raihan adalah sahabat nya.

Karina memalingkan wajah nya ke samping, dan melihat ke arah Gavin.

"Keren ya si Raihan, kayaknya dia beneran suka deh sama Kanaya, ya gimana gak suka sih orang ceweknya sempurna banget gitu, gue denger Kanaya itu masuk jajaran mahasiswi terpintar lo, bahkan mendapatkan beasiswa penuh di kampusnya dulu."ucap Karina, yang hanya di jawab keheningan oleh Gavin.

"Eh, udah ya gue cabut, inget yang gue bilang tadi ya sama lo,njangan sampe lo bahayain orang lain karna sikap brengsek lo,"ucap Karina.

Karina memang tadi sedang bicara cukup serius dengan Gavin, tentang sikap Hera yang semakin terlihat terobsesi padanya.

Tadi Karina tak sengaja mendengar pembicaraan Kanaya dan Hera di toilet, termasuk ancaman Hera pada Kanaya,Karina yang sudah cukup lama di kampus ini tentu tau seperti apa seorang Hera, dan sepertinya, Hera mulai merasa posisinya yang selalu menjadi sentral, sedikit akan tergeser oleh kehadiran Kanaya.

Dan sepertinya Hera cemburu dengan tatapan Gavin pada Kanaya, tak seperti saat Gavin melihatnya maupun Karina, Hera bahkan tak pernah mencemburui hubungan Karina dan Gavin maupun Alex, karena tau seperti apa hubungan itu, namun sepertinya saat ini Hera melihat sesuatu yang berbeda dengan Gavin pada Kanaya. Karena itulah Karina sengaja memberi tahu Gavin tentang semua yang di ketahuinya.

Gavin hanya menganggukankepalanya, kemudian pergi begitu saja meninggalkan Karina, sepertinya ada banyak hal yang Gavin pikirkan hari ini.

Sementara itu di sebuah mobil, tampak Raihan dan Kanaya, tengah asik mengobrol sambil bercanda, Raihan terlihat begitu senang dengan keberadaan Kanaya di sampingnya.

"Eh kita mau makan dulu ga Nay, gue laper?"Tanya Raihan.

"Boleh Rai, gue juga laper, tapi terserah lo aja sih,"jawab Kanaya.

"Oya Nay, lo tau gak, kalo waktu sekolah dulu sebenarnya gue sempet naksir lo sama lo?"

"Hah...?"

Kanaya terlihat terkejut." Masa sih Rai?"Lanjut Kanaya, terlihat tak percaya dengan ucapan Raihan.

"Heem gue serius, Nay...makanya gue agak speechless tau waktu ketemu lagi sama lo."jawab Raihan sambil terkekeh.

"Ah, lo bisa aja, lagian itu udah lama banget kan, waktu kita berdua masih bau kencur kalo kata orang tua mah."jawab Kanaya sambil terkekeh.

"Eh tapi gue kurang percaya deh kalo lo sempet naksir gue, soalnya lo kayak ngilang gitu aja gak sih pas balik ke jakarta, lo kayak yang hindari gue gitu kan, padahal saat itu gue sempet beberapa kali ke rumah lo yang di bandung lo, buat bisa komunikasi lagi sama lo, tapi kayaknya lo yang justru ga mau."Lanjut Kanaya.

Sementara Raihan menghela napas kemudian menganggukan kepalanya. Merasa bersalah pada Kanaya, dengan sikapnya dulu.

"Iya, gue pengecut banget waktu itu, gue cuma takut perasaan gue makin dalem aja waktu itu, terus juga namanya ABG labil, malah jadi gitu, gak tau deh gue kenapa waktu itu."jawab Raihan seadanya.

Kanaya menganggukan kepala."Gak apa-apa Rai santai, itu udah lama juga kan."

"Iya sih,"Ucap Raihan gugup.

"Oya Nay, lo punya pacar gak sekarang?"tanya Raihan. Membuat Kanaya Sedikit terkejut dengan pertanyaan Raihan.

-Bersambung

1
Supri Yanto
bagus alur ceritanya menarik pingin baca terus kelanjutannya😊
Supri Yanto
lanjut👍
D
Lanjut
D
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!