Nama ku ailin putri berusia 7tahun dan terkenal gadis yang periang dan sangat suka tertwa. . tapi sejak kecelaka, an Mobil itu semua pun berubah, ayah ibu meninggal dalam kecelakaan itu, dan mereka membawa semua tawa dan bahagia yang aku miliki.
Sejak saat itu aku harus hidup bersama bibiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21.
Plap!
Perlahan Ailin mulai membuka matanya dan mengerdip-ngerdipkan matanya mencoba menyesuaikan cahaya. di lihatnya Radja sudah tak berada di ruangan tersebut, Ailin pun segera mendudukkan tubuhnya di ranjang dan meraih ponselnya yang ada di meja samping ranjang, gesernya tombo layar ponsel tersebut. alangkah terkejutnya Ailin mengetahui ada 20 pangilan tak terjawab dari Sani, dan waktu mulia menunjukkan pukul 19.00
"Aku ketiduran selama ini, dan aku melewatkan jam pulang kerja." Gerutu Ailin jengkel sembari menepuk pelan jidatnya.
Ailin pun beranjak berdiri dan terlebih dulu membersihkan diri di kamar mandi yang ada di dalam ruangan tersebut,
"Radja adalah suamiku jadi sudah sepantasnya dia mendapatkannya." Ucap Ailin lirih dengan tubuh terbasuh air yang keluar dari shower.
Setelah selesai membersihkan diri, Ailin pun segera keluar dari kamar, dan di lihatnya Radja sedang sibuk mempelajari berkas, Ailin pun dengan malu-malu mulai melangkah kakinya pelan mendekati Radja yang terlihat tengah sibuk,
"Kenapa tidak membangunkan ku! Apa yang orang kantor ini fikirkan tentang ku, sejak pagi sampai malam aku berada di dalam ruangan CEO" ucap Ailin dengan raut wajah kesal.
"Sayang, bukankah aku yang seharusnya marah, kamu bukanya kerja malah tidur di dalam ruangan ku" Sahut Radja dengan mengerutkan keningnya
"Menghela nafas panjang, baiklah memang aku yang salah, tapi itu juga karna ulah mu." ucap Ailin dengan balik menatap Radja
Sudah lah ayo aku antar pulang, ajak Radja sembari memeluk tubuh Ailin, namun Ailin segera menepis pelan tangan Radja.
"Bagaimana jika ada yang lihat?" Ucap Ailin
"Ini sudah malam siapa yang akan lihat." Sahut Radja dengan kembali melingkarkan tangannya di pundak Ailin.
Beberapa saat kemudian, mobil Radja mulai berhenti di Villa MAYYFRONG, sejak Ailin menikah dengan Radja villa tersebut adalah tempat tinggalnya dengan Radja.
"Masuklah, besok akan aku siapkan mobil pribadi, untuk mengantar jemput mu ke kantor" Ucap Radja.
"Tidak perlu aku lebih nyaman naik kendaraan umum saja" Sahut Ailin.
Tanpa mengucapkan sepatah katah mobil Radja pun segera melesat dengan kecepatan tinggi, dan terlihat Ailin mulai memasuki rumah,
Setelah Ailin memasuki rumah, Ailin segera menyalakan lampu dan masuk ke dalam kamarnya, karna Ailin memang tak mempunyai asisten Ruman tangga, karna sejak kecil Ailin sudah terbiasa mengerjakan semua kebutuhannya sendiri,
Pagi hari
Ketika Ailin membuka pintu rumah, tanpa di duga Radja sudah berdiri di depan pintu dan menatap sinis ke arah Ailin,
"Apa kamu tau, aku sudah menunggu mu sedari tadi" Ucap Radja dengan melotot ke arah Ailin.
"Lalu kenapa kamu tidak masuk saja, dan juga aku sudah bilang aku akan pergi sendiri ke kantor." Sahut Ailin kesal
"Tutup mulut mu dan ikut aku." Ucap Radja dengan menggandeng tangan Ailin menuju ke mobil.
Mobil Radja pun melesat bak roket, dan Ailin kaget melihat mobil Radja tak menuju ke kantor namun menuju ke sebuah butik ZEN-ZEN,
"Sayang, kenapa kita tidak pergi ke kantor, tapi malah pergi ke butik semewah ini?" Tanya Ailin.
"Tentu saja memberikan mu baju!" Sahut Radja dengan suara renyah.
Ketika Radja hendak masuk ke dalam butik langkahnya pun segera di hentikan oleh Ailin, karna dirinya merasa tak pantas mengenakan baju mewah dan mahal karna dirinya hanyalah rakyat biasa.
namun Radja tak mengubris upacara Ailin dan meneruskan langkahnya memasuki butik mewah tersebut
order mertua model begini satu aja thor, kirim ke rumah ku ya 🤣🤣🤣
tenang ada CCTV rumah..kau mau berakting keren