Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tiga puluh lima
Arga menatap lurus ke arah Kayla yang tengah melahap makanannya, ia melirik ke arah samping di mana Bastian juga tengah fokus pada makanan di depannya.Saat ini mereka dan anak-anak panti asuhan sedang makan bersama,entah bagaimana ia dan Kayla berakhir duduk terpisah seperti ini.
Arga menekuk wajahnya,ia tak suka melihat Kayla duduk di samping Bastian, harusnya dia yang berada di sana.
"Makan, jangan liatin Kayla mulu. Tenang aja, Kayla gak akan hilang hanya karena Lo makan."
Arga melirik sekilas ke arah Sasha, kenapa juga ia harus duduk di samping gadis Sasha. Walaupun dia sahabat kekasihnya tapi ia tidak suka dengan gadis di sampingnya ini.
"Loh kamu gak makan Ga?"
Atensinya tertuju pada Kayla, lalu ia melihat ke makanannya yang masih utuh dan belum tersentuh sedikitpun.
"Aku lagi gak nafsu makan," ujar Arga berbohong. Mana mungkin ia tak nafsu melihat hidangan di depannya, hanya saja ia terlalu fokus melihat Kayla sampai tak sadar jika ia belum makan sedikit pun hidangannya.
"Kenapa kamu sakit?tumben banget gak nafsu makan."
Arga menggeleng. "Aku baik-baik aja, kayanya aku harus di suapin kamu deh supaya nafsu makan aku balik lagi."
Dari samping ia mendengar Sasha tersedak, gadis itu terbatuk-batuk lalu segera meminum airnya hingga tandas.
"Kaget gue denger dia ngomong, Kay pindah sini kita tuker tempat, urus ni pacar manja Lo."
Arga menatap sinis Sasha. "Biasa aja kali, kaya cowok Lo gak pernah manja aja."
Sasha mendelik mendengar perkataan Arga. "Sorry ya manjanya cowok gue gak se-alay lo, di sekolah tampangnya kaya cowok cool taunya menye-menye ke pacar."
"Suka-suka gue lah."
Kayla memijat keningnya mendengar Arga dan Sasha yang sejak tadi berdebat, ia beranjak menuju kursi Sasha dan bertukar tempat dengan gadis itu.
"Nah dari tadi kek kaya gini, kamu lagian kenapa malah duduk di sana bukan di samping aku."
"Kamu sendiri yang misahin diri dari aku, yaudah sini makanannya biar aku suapin kamu."
Dengan senang hati Arga memberikan makanan miliknya kepada Kayla, gadis itu pun menyendok sedikit demi sedikit makanan milik Arga dan memberikannya pada laki-laki itu.
"Kalah sama bocah Lo,liat mereka aja makan sendiri." Sindir Sasha.
"Berisik Lo," ujar Arga
Bastian hanya diam memperhatikan teman-temannya, ia beranjak dari kursinya.
"Kemana Bas?"tanya Kayla yang masih menyuapi Arga.
"Samperin anak-anak," ujar Bastian lalu ia menghampiri anak-anak panti yang masih menikmati hidangan.
"Ngapain si nanya-nanya Bastian segala, terserah lah dia mau kemana juga." Ujar Arga tak suka.
Kayla merasa heran dengan sikap Arga yang tiba-tiba berubah sangat manja dan mudah cemburu seperti ini.
"Kamu kenapa si?aneh banget tiba-tiba manja dan cemburuan gini."
"Emang gak boleh ya aku manja sama pacar sendiri, terus emangnya salah ya kalau aku cemburu kalau kamu perhatian ke cowok lain."
"Iya ya boleh."
Kayla pasrah, menghadapi sikap Arga yang seperti ini membuatnya pening.Lebih baik ia berhadapan dengan Arga yang narsis dan banyak tebar pesona walaupun hal itu juga membuatnya sedikit kesal.
Selesai makan mereka semua mengajak anak-anak bermain.Di sana Kayla sedang bermain masak-masak bersama beberapa anak panti,sedangkan Arga hanya duduk di samping Kayla dan memperhatikan kekasihnya yang sedang asyik bermain dengan beberapa anak itu.
Arga tersenyum ia jadi membayangkan mungkin beginilah gambarannya jika ia menikah dan memiliki anak bersama Kayla.
Di sini ia tau sisi lain dari Kayla, di sekolah ia memang gadis yang cukup pendiam tapi di sini ia bisa melihat Kayla yang sedikit cerewet namun penuh perhatian pada anak-anak panti, di sini juga ia bisa melihat sisi keibuan dari Kayla. Dari sini ia sadar selain gadis yang baik, Kayla juga pasti bisa menjadi ibu yang baik suatu saat nanti.
Arga terkejut ketika ada anak laki-laki berusia sekitar empat tahun datang menghampirinya sembari membawa dua mobil-mobilan di tangannya.
"Kakak, temenin aku main mobil-mobilan yuk," pinta anak itu padanya.
Arga bingung karena sebelumnya dirinya tak pernah menemani anak bermain,ia melirik ke arah Kayla yang masih asyik bermain bersama beberapa anak panti.
Terpaksa dirinya menuruti permintaan anak laki-laki ini untuk bermain bersama,ia beranjak memisahkan diri dari Kayla dan duduk tak jauh dari gadis itu.
"Kita si sini aja ya jangan jauh-jauh," ujar Arga pada anak laki-laki itu.
Anak itu mengangguk lalu memberikan satu mobil-mobilannya pada Arga. "Kakak namanya siapa?aku gak pernah liat kakak."
"Aku Arga, aku pacarnya kak Kayla.Nama kamu siapa?"
"Pacar?pacar itu apa?Aku Abay."
Arga menggaruk tengkuknya, ia bingung menjelaskan pada anak kecil ini mengenai apa itu pacar.
"Pacar itu orang yang paling di sayang."
Anak kecil itu mengangguk. "Berarti Kak Bastian juga pacar Kak Kayla ya."
Arga melotot, apa-apaan anak kecil ini.
"Bastian bukan pacarnya Kak Kayla, gak semua orang bisa di sebut pacar ya.Kamu masih kecil jadi gak akan ngerti."
"Oh gitu ya,padahal Kak Kayla bilang kalau dia sayang kak Bastian,kak Bastian juga suka peluk kak Kayla kalau lagi nangis.Kalau gitu aku juga bukan pacarnya kak Kayla dong,tapi Kak Kayla sayang banget tau sama aku."
Arga merasa gemas dengan anak kecil ini, walaupun perkataan anak ini membuatnya kesal.Jadi sedekat itu ya Bastian dan Kayla?
"Kak Arga nanti datang lagi ke sini ya sama kak Kayla, nanti kita main sama-sama."
Arga mengangguk,ia mengusap kepala anak itu.Jadi seperti ini ya rasanya punya adik?selama ini ia selalu sendiri dan tak pernah merasakan punya saudara.
"Kakak pasti datang lagi nanti,kamu mau apa?biar nanti kakak bawa sesuatu buat kamu kalau mampir lagi ke sini."
Anak itu menggeleng. "Aku gak mau apa-apa,aku mau kakak datang aja temenin aku main sambil cerita-cerita."
Arga tersenyum,kini ia mengerti kenapa Kayla mengajaknya ke tempat ini.Di sini ia merasa hangatnya keluarga yang ia rindukan,makan bersama,bermain bersama hal yang sudah lama tak pernah ia lakukan bersama orang tuanya.
___
"Di minum ya dek."
Arga yang tengah bermain ponsel karena bosan menunggu Kayla dan teman-temannya ke ruang pengurus yayasan,mendongak saat seseorang mengantarkan teh untuknya.
"Loh den Arga?"
Arga tersenyum. "loh bi Inah di sini?"
Bi Inah adalah mantan suster yang mengasuhnya,wanita paruh baya itu berhenti bekerja ketika dirinya duduk di kelas dua SMP.
"Iya den saya sudah lama di sini,aden apa kabar?"
"Saya baik bi,bibi apa kabar?sudah lama tak bertemu."
"Alhamdulillah saya selalu baik den,nyonya dan tuan gimana kabarnya?"
Arga sempat terdiam ketika Bi Inah bertanya mengenai orang tuanya. "Seperti biasa bi sibuk sama kerjaannya," ujar Arga ga tersenyum getir.
Melihat itu Bi Inah mengusap pundaknya dan berkata. "Gak apa-apa den,kamu kan sudah besar bisa mengurus dirimu sendiri.Nyonya dan tuan juga kerja untuk masa depan kamu."
Arga mengangguk.
"Den Arga ke sini sama siapa?"
"Sama pacar aku bi, Kayla namanya."
Mata bi Inah berbinar. "Oh Kayla pacar kamu den?"
"Loh bibi kenal Kayla?" tanya Arga,dirinya jadi bertanya-tanya apakah Kayla sering datang ke sini?sejak kapan?
Bi Inah menepuk pundaknya "Kenal dong,nak Kayla dan dua temannya selalu mampir ke sini setiap tiga bulan sekali. Mereka sering bagi-bagi mainan atau makanan ke sini."
"Oh sejak kapan Kayla sering ke sini?"
Bi Inah tampak berpikir sebentar. "Bibi gak tau pasti sejak kapan,tapi dari awal bibi ke sini nak Kayla sering datang ke sini,dulu mereka datang bersama orang tuanya."
"Kalau gitu bibi kenal juga dong sama Kanaya?"
Arga melihat bi Inah tampak mengerutkan keningnya.
"Kanaya siapa ya den?"
"Loh bibi ini gimana,masa kenal sama Kayla tapi gak kenal adiknya."
"Oh adiknya nak Kayla,dia pernah datang ke sini tapi hanya beberapa kali gak sesering Kakaknya,jadi bibi kurang kenal sama adiknya nak Kayla."
"Oh gitu ya bi."
"Iya den,yaudah bibi tinggal ke belakang dulu ya."
Arga mengangguk mempersilahkan bi Inah untuk melanjutkan kegiatannya.
Mengetahui fakta ini ia jadi semakin ragu untuk melepas Kayla,bagaimana mungkin ia melepas gadis sebaik Kayla.Tapi balik lagi,ia sudah terlanjur berjanji pada Kanaya, seharusnya Kayla mengajaknya ke sini sebelum perjanjian itu.Jika sudah begini ia tak bisa mengubah keputusannya.
iya begitulah tapi sebagian besar cintanya untuk Kanaya
so i didn't understand but memang related sihh dikalangan remaja
tapi ya ga terkejut juga
dalam dunia nyata lelaki ringan tangan susah sembuh contoh sodaraku Ampe di segel polisi pun ttp aja main gampar sama istri nya
manusia g ada otak n egois mcam km... g akn prnah ketemu yg nmanya bahagia dan hidup tenang... krna hobi merebut milik org lain.... klo sdh bosan... cari lgi mngsa baru🙄🙄
maunya smuanya km kekepin demi kbahagiaanmu sndiri....
tanpa mau tau perasaan org lain...
km dgn entengnya mmprmainkan smua orang....
manusia modelan km itu bisa cm modal air mata🙄🙄
mungkin kelak klo km di balas di sakiti & di hianati pasanganmu... baru km tau rsanya...😅😅😅
yakinlah... kelak yg hidup bahagia itu kayla dgn pasamgannya.... buksn km dgn kanaya...
tapi anak SMA cerita nya begini🤣🤣🤣