Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Warisan Su Yulan
Pagi masih berembun saat Xuan Hao melatih Mei Yun dan Lan Xi.
Latihan pagi ini hanya permulaan, tapi karena kedua pelayan sudah memiliki dasar beladiri, Xuan Hao hanya melanjutkan apa yang perlu dilanjutkan.
“Dasar-dasar kalian sudah sempurna, tinggal mengasah keterampilan apa yang ingin kalian kuasai!” ungkap Xuan Hao.
“Pangeran, hamba memiliki kelebihan dalam kekuatan, itu hamba cocok dengan keterampilan pedang besar,” ucap Mei Yun.
“Pangeran, hamba memiliki kelebihan dalam kecepatan dan kelincahan. Dengan kelebihan itu, hamba merasa cocok dengan ketrampilan senjata ringan,” ucap Lan Xi.
[Ding!]
[Tuan, Mei Yun lebih cocok melatih jurus tombak. Sedangkan Lan Xi, dia cocok dengan jurus yang menggunakan senjata berupa pedang tipis ataupun belati ganda.]
‘Aku ingat. Jurus-jurus itu ada di perpustakaan Paviliun ini, tapi tempat itu sudah bertahun-tahun lamanya tidak aku buka,’ batin Xuan Hao.
“Latihan hari ini cukup sampai disini! Besok kita lanjutkan latihan di tempat ini, di waktu yang sama!” ucap Xuan Hao yang sebenarnya ingin cepat-cepat pergi ke perpustakaan warisan mendiang ibunya.
“Baik, Pangeran~. Kalau begitu kami undur diri!”
Mei Yun dan Lan Xi segera meninggalkan Xuan Hao, membuat pria itu bisa langsung pergi ke perpustakaan yang berada di lantai bawah tanah Paviliun.
Tempat itu sudah bertahun-tahun lamanya tertutup rapat, bahkan Xuan Hao sendiri belum melihat keseluruhan apa saja yang ada di dalam perpustakaan itu, dimana bertahun-tahun lalu ia hanya melihat barusan buku di dekat pintu masuk, dimana di barisan itu berisikan deretan kitab jurus, termasuk kitab jurus yang menurutnya cocok untuk dipelajari oleh kedua pelayannya.
Ada dua kunci yang harus dimiliki untuk bisa sampai ke dalam perpustakaan, dan kunci itu hanya dimiliki Xuan Hao, dimana semalam ia telah menyimpan barang-barang penting miliknya ke dalam ruang penyimpanan Sistem, termasuk dua kunci yang menurutnya sangat penting.
Kunci pertama berguna untuk membuka pintu rahasia yang mengarah ke dalam ruangan bawah tanah.
Lalu kunci kedua gunanya untuk menonaktifkan sistem senjata rahasia yang membuat tidak sembarangan orang bisa mendekati pintu perpustakaan.
Sebenarnya ada kunci ketiga, tapi kunci ketiga adalah yang paling istimewa, dikarenakan begitu kunci itu aktif, maka hanya dengan darah Xuan Hao kunci itu akan terbuka.
Jadi bisa dipastikan tidak sembarangan orang bisa memasuki perpustakaan, termasuk Pangeran Ketiga Xuan Lie yang bergelar Jenderal Agung.
Pintu rahasia menuju ruang bawah tanah berada tepat di bawah tempat tidur di kamar Xuan Hao, dan setelah tiba di kamar dan memastikan pintu kamarnya tertutup rapat, Xuan Hao langsung menggeser tempat tidurnya, membuka karpet penutup lantai, baru setelah itu terlihatlah sebuah pintu yang bentuknya tampak samar-samar.
Hafal letak kunci pintu, Xuan Hao mengeluarkan kunci pertama dari ruang penyimpanan dan langsung membuka pintu.
Begitu pintu terbuka, Xuan Hao seolah melihat sebuah keajaiban.
“Meski sudah bertahun-tahun lamanya tertutup rapat, obor masih menyala, bahkan tempat ini sama sekali tidak berdebu.” Xuan Hao takjub pada apa yang dilihatnya.
Melihat tangga menuju ruang bawah tanah, Xuan Hao tidak langsung turun, melainkan ia lebih dulu menonaktifkan mekanisme jebakan yang langsung aktif begitu siapapun itu menginjak anak tangga teratas.
Begitu mekanisme itu aktif, kunci kedua sama sekali tidak berguna.
“Untungnya aku masih ingat langkah-langkah pergi ke perpustakaan,” gumamnya.
Begitu kerja sistem mekanisme jebakan dinonaktifkan dengan menggunakan kunci kedua. Xuan Hao bisa melangkah dengan tenang menuju perpustakaan.
Tiba di depan pintu perpustakaan yang menurutnya sangat misterius, Xuan Hao segera memasukkan jarinya ke sebuah lubang dan~
Tusk!!
Sebuah jarum menusuk ujung jari Xuan Hao, membuat beberapa tetes darah keluar, dan setelah beberapa saat pintu mulai bergetar, membuat Xuan Hao cepat menarik jari tangannya.
Pintu perpustakaan yang kokoh bergeser secara perlahan, dan begitu pintu terbuka, Xuan Hao langsung saja masuk ke dalam perpustakaan yang diterangi puluhan obor, juga ada kristal yang mengeluarkan cahaya terang.
Semua itu sudah pernah dilihatnya, jadi Xuan Hao tak begitu terkejut.
Saat ini fokusnya adalah menemukan kitab jurus yang cocok untuk kedua pelayannya.
[Ding!]
[Mendeteksi adanya gudang harta, gudang senjata kuno, gudang kitab kuno, gudang zirah kuno, dan gudang obat-obatan.]
Mendengar informasi yang begitu tiba-tiba, Xuan Hao cepat menghentikan langkah kakinya.
“Sistem, apa kamu sedang bercanda denganku? Bagaimana mungkin di tempat ini ada tempat-tempat yang menyimpan semua itu?” ujar Xuan Hao tak percaya pada informasi Sistem.
[Ding!]
[Tuan bisa pergi ke bagian ujung perpustakaan, dan Tuan akan melihat pintu menuju gudang yang sebelumnya telah aku informasikan.]
Penasaran, Xuan Hao langsung saja pergi ke ujung paling belakang ruang perpustakaan, dan benar saja, di tempat itu ia menemukan beberapa pintu, tepatnya lima pintu yang memiliki ukuran sangat kuno.
“Benar-benar ada!”
Seketika rasa ketidakpercayaan berubah menjadi rasa kagum pada Sistem, tapi Xuan Hao seketika dibuat bingung bagaimana caranya membuka pintu di depannya.
“Ini bagaimana cara membukanya?” tanya Xuan Hao bingung.
Mencari keberadaan lubang kunci, tapi ia tidak melihat adanya lubang kunci.
Bingung sendiri, ia tanpa sengaja mendorong pintu di depannya, dan saat itu juga terjadi kejadian yang membuatnya bengong seperti orang bodoh.
“Jadi cukup didorong perlahan dan pintu ini langsung terbuka?!”
Xuan Hao tiba-tiba tertawa, menertawakan dirinya sendiri yang terlalu dipusingkan dengan pikirannya sendiri.
“Hah~, karena pintu sudah terbuka, lebih baik lihat isi di dalamnyaaa~”
Pintu baru terbuka setengah, tapi saat itu juga Xuan Hao dibuat terperangah oleh tumpukan emas, baik itu koin emas, emas batangan, perhiasan seperti cincin, kalung, gelang dan hiasan kepala, yang mana semuanya terbuat dari emas.
Auuh!!
“Ini bukan mimpi!” seru Xuan Hao setelah mencubit lengannya sendiri, memastikan jika yang dialaminya saat ini bukan mimpi.
[Ding!]
[Harta benda di tempat ini adalah milik Su Yulan, Ibu Tuan.]
[Tanpa terkecuali, Su Yulan telah mewariskan semua harta di tempat ini pada Tuan.]
“Jadi semua ini adalah milikku?” tanya Xuan Hao.
[Benar, semua ini adalah milik Tuan.]
Gluk!!
Xuan Hao menelan ludahnya, tidak menyangka Ibunya meninggalkan warisan yang begitu luar biasa untuknya.
[Ding!]
[Terdeteksi adanya kekuatan yang mengincar warisan Su Yulan.]
[Informasi lebih lengkap masih terkunci.]
[Naikkan Level Sistem untuk mendapatkan informasi lebih lengkap!]
Mendengar itu seketika Xuan Hao merasa was-was, merasa ada tanggungjawab besar yang menantinya begitu menerima warisan sang Ibu.
“Dibalik segala hal luar biasa yang ditinggalkan untukku, pastinya ada tanggungjawab besar yang harus aku lakukan, termasuk melindungi peninggalan Ibundaku dari mereka yang bisa saja menyalahgunakan semua ini!”
Demi keamanan, Xuan Hao segera menyimpan seluruh harta di ruangan ke dalam ruang penyimpanan Sistem, dan ia akan melakukan hal serupa pada barang-barang di ruangan lainnya.