NovelToon NovelToon
Bloody General Sword

Bloody General Sword

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:141.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayzani01

Sesion 1

Gadis itu bernama lee Renzai, dia adalah putri ketiga dari seorang jenderal di istana, tetapi dia juga seorang jenderal di masa lalu yang kejam, yang berasal dari kerajaan Ochtosk.

Karena kekejamannya, dia akhirnya berubah menjadi buih karena meminum air keramat yang berasal dari sungai kyusu, siapapun orang yang kejam dan meminumnya akan menghilang bersama derasnya air sungai.

Mampukah Sang jenderal untuk merubah takdirnya, akankah dirinya yang kejam akan berubah ketika dia terlahir kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vol 21

Renzai berjalan di depan sesekali berbalik lalu menatap kepada Gun wu dengan jengkel.

"Ini semua gara-gara kau gun wu, seandainya kau membeli buku itu aku sudah memilikinya sekarang, bagaimana caranya aku memperoleh buku itu?" gumam Renzai.

"Renzai, lihat Renzai !"Teriak Gun wu.

"Apa?" Ucap Renzai kepada gun wu.

"Bukankah pria itu yang di sebutkan oleh penjual di toko buku itu?" ucap gun wu.

Seorang lelaki berjalan seorang diri di pasar, dia tinggi, bermata coklat dan memegang kipas, wajahnya pun tampan, Renzai dan gun wu mengikutinya, Mereka berdua sembunyi di belakang penjual sepatu ketika lelaki itu berhenti dan melihat-lihat bermacam-macam kipas yang di jual di sana.

"Dia memang tampan." Ucap Gun wu.

"Kalau begitu kau saja yang bertanya." Renzai mendorong tubuh gun wu ke depan dan hampir saja menabrak tutsima.

Tutsima berbalik dan menatap ke arah Gun wu.

"Ma..maaf." ucap gun wu, dia mundur dengan cara aneh dan menyingkir dari hadapan tutsima dan kembali sembunyi ke tempat Renzai berada.

Dasar Gun wu, si gendut itu membongkar tempat persembunyianku, Renzai keluar dari tempat sembunyinya dan menghampiri langsung ke tutsima yang masih menatap ke tempat sembunyinya gun wu.

Renzai menatap Tutsima lekat-lekat, tentu saja dia begitu terkejut karena di tatap oleh renzai, seketika pandangannya terjatuh ke bawah dan sedikit menunduk, meskipun dia tidak menyadari tingkahnya sendiri.

"Emm..." Renzai ingin bertanya kepadanya tetapi berkat keangkuhannya semasa kecil, dia begitu sulit berkomunikasi secara baik dan sopan dengan seseorang yang baru di kenalnya.

Tutsima menunggu Renzai untuk berbicara.

"Buku itu, bolehkah...bolehkah aku membelinya?" tanyanya.

"Buku?" ucap tutsima, dia kemudian menyadari buku yang dimaksud oleh Renzai yang sekarang di Pegangnya.

"Anda ingin buku ini?" tanyanya.

Renzai mengangguk. "Iya, aku ingin membelinya,".

Tutsima mengamati buku yang sedang di pegangnya, sebenarnya buku itu dia beli karena buku itu menuliskan kata kerajaan Ochtosk, selain itu dia tidak tertarik, dia sudah tahu betul bagaimana sejarah kerajaannya di masa lalu.

Ini kesempatan bagus, pikir tutsima. "Bagaimana kalau kita bertransaksi di sana, dia menunjuk ke penginapan tempat berkumpulnya para Akai.

"Jadi, anda ingin menjualnya?" tanya Renzai.

"Ya, aku ingin menjualnya, aku punya beberapa buku seperti ini." ucapnya menatap lekat-lekat wajah Renzai.

"Bagus, aku bisa membelinya, anda cukup baik mau menjualnya kepadaku." ucap Renzai memujinya.

"Te..terima kasih." ucap tutsima. Mereka bertiga berjalan menuju ke penginapan. Di ruangan itu hatachi sedang duduk sambil meletakkan kakinya di atas meja, sementara itu Otaru dan Rui berdiskusi tentang ayah Renzai jenderal Lee gemling, dan Matsue sedang duduk-duduk di jendela mengamati orang yang berlalu lalang.

Bunyi pedangnya membuat ketiganya berbalik menatap matsue, "Kau kenapa Matsue?" tanya Rui kepadanya.

Matsue menunjuk ke jalanan di bawah, tampak wajahnya keheranan melihat semua itu. "Ada apa sih Matsue, siapa yang kau tunjuk." tanyanya.

"Tutsima membawa Lee Renzai kemari." ucapnya. Seketika mereka berempat berdiri.

"Apa yang terjadi kenapa tutsima bisa membawanya ke tempat ini?" ucap Otaru. Tiba-tiba terdengar ketukan dari luar pintu. Hatachi membuka pintu, tetapi sebelumnya mereka membereskan kekacauan di ruangan itu karena sejak tadi barang-barang berserakan di mana-mana.

Tutsima masuk dan diikuti oleh Gun wu dan Renzai, dilihatnya ada empat orang pria dewasa yang berdiri di hadapannya seolah-olah mereka menyambutnya.

"Silahkan duduk." Ucap tutsima sopan. Renzai mengamati mereka berempat yang masih berdiri di sana.

"Selamat siang." ucap Gun wu sedikit menunduk.

Gun wu menyenggol Renzai untuk berlaku sopan di hadapan orang yang lebih tua. Dia melirik Gun wu dan mengucapkan dengan suara kecil. "Apa kabar." ucapnya.

"Selamat siang." Ucap Rui menatap Renzai lekat-lekat. Mereka berlima masih berdiri dengan wajah yang aneh, tutsima kemudian mengambil alih pembicaraan dan menyuruh

agar kelima Akai kembali ke tempatnya semula.

"Bukankah kalian bertiga prajurit di istana? yang selalu mengawal putri," ucap Renzai menatap mereka.

"Iya, betul Nona Renzai, mereka adalah prajurit di istana."

"Oh ya, erm mana bukunya?" tanya Renzai

"Dan makanannya." sambung gun wu.

Renzai memandang sangar kepada gun wu untuk menutup mulutnya.

Tutsima lalu memberikan buku dengan judul, 'Mitos dan kebenaran Kerajaan Ochtosk.' tutsima meletakkannya di atas meja, serentak mereka berempat menatap buku yang diletakkan tutsima di atas meja. Renzai mengeluarkan kantung uangnya dan memberikannya 20 keping uangnya, "Aku hanya memiliki uang sebanyak ini, jika kurang aku bisa membawanya besok dan menyuruh gun wu untuk mengantarkan kemari." ucapnya.

~

Penginapan Para Akai

"Tidak bisa kupercaya." ucap Hatachi, ada nada kejengkelan di suaranya.

"Renzai dapat kau undang kesini dengan mudahnya hanya karena sebuah buku?" ucap Hatachi jengkel.

Tutsima menimbang-nimbang uang yang kini ada di tangannya lalu tersenyum, "Ternyata dia menyukai buku." ucapnya.

Matsue melirik uang yang ada di genggaman tutsima. Sedangkan Rui menatap jengkel senyum yang menghiasi wajah tutsima. "Aku akan ke istana, sepertinya raja akan mengadakan rapat mengenai keberangkatan dirnya dan putra mahkota untuk pergi berburu bersama.

"Aku ikut," Ucap Hatachi dan Matsue. Tinggal Tutsima sendiri di penginapan masih menatap uang yang ada di hadapannya.

"Kita jangan terlalu senang dulu tutsima, meskipun Rui mengatakan dia sangat mirip Jenderal, tetapi kita masih belum bisa memastikannya." Ucap Otaru.

~

Gun wu sedang berjalan-jalan di pasar seorang diri menyaksikan atraksi-atraksi dari sekelompok orang yang memamerkan keterampilannya baik dalam kungfu, permainan pedang dan bahkan melompat dari jarak yang begitu tinggi di seutas tali panjang.

Sambil bertepuk tangan Gun wu berteriak-teriak menyaksikan atraksi itu. Tiba-tiba ada keributan di salah satu penjual yang ada di pasar yaitu di penjual perhiasan.

"Bibi apa kau tidak melihat kantung uangku?" tanya seorang gadis terlihat panik ketika dia ingin membayar tetapi kantung uangnya sudah lenyap.

"Tidak Nona, apa nona lupa membawanya?" ucap bibi yang ada di sampingnya.

"Bagaimana mungkin aku bisa melupakan kantung uangku, kau tahu? di dalamnya ada giok pemberian dari putra mahkota untukku. Nona terpandang itu tidak lain adalah putri mahkota yaitu Park Ji Eun dan merupakan calon ratu masa depan di Juseon, dia selalu menyamar dan berjalan-jalan di keramaian pasar di ibukota.

Dengan panik dia memeriksa kantung di balik pergelangan tangannya, tetapi sayangnya dia tidak menemukannya. "Tak ada, tidak kutemukan bibi, apa yang harus kulakukan? di kantung itu ada giok berbentuk cincin pemberian putra mahkota untukku."

"Apa ini? sepertinya punya seseorang yang terjatuh." Gun wu mengambil kantung uang berwarna merah, lalu secara mendadak bibi penjual perhiasan itu menunjuk ke arah Gun wu.

"Nona, lihat itu, dia pencurinya," Ucap sang bibi. Dengan berteriak kencang Park Ji Eun menyebut Gun wu sebagai pencuri.

"Pencuri... Pencuri, para penjaga berlari menuju Gun wu dan menangkapnya, "tangkap orang itu, dasar pencuri, jangan biarkan dia keluar dari penjara, 100 pukulan tidak cukup untuknya, dia harus di penjara seumur hidupnya, aku tidak akan memaafkannya." Teriak park jie un.

1
Tiana
wah tanpa belas kasihan
azka aldric Pratama
hadir 😉😉😉
MAWAR BERDARAH
Semangat
Kadek Mudiastini
thor,aku suka ceritamu ini.gak bertele-tele.aku harap renzai lahir kembali dg sifat baik dan menemukan cinta sejatinya.apakah season 2 udah keluar?
Crzalia00
makasih kak,, ceritanya seru👍
ditunggu season 2 nya😁😁
Crzalia00
seru
Qimti Sa
good
Allessha Nayyaka
keren
Riri
g ada karya baru lagi ya disini ay....
Afrilho
Mmm penuh misteri ternyata sang Jendral seorang wanita
Ray
Semangat terus buat Outhor 💪🙏
Sehat selalu 🙏🙏
Ray
Sungguh ironi sekali endingnya, tapi banyak hikmah dan pelajaran yg positif bisa diambil dari ceritamu Outhor 🙏👍
Semoga dikehidupan nanti mereka berubah menjadi lebih baik👍🙏
Semangat terus berkarya Outhor, Qutunggu cerita2x yg lainnya💪🙏👍
Ray
Apakah seorang ayah sekaligus Jendral dimana musuh dari anaknya sendiri yg tubuhnya telah dikuasai sepenuhnya oleh Jendral Kimi Ga, sanggup membunuh🤔? Semangat up
Ray
Semakin tegang, seru dan semakin keren Outhor, selalu kutunggu💪🙏👍
Ray
Apakah ke5 Akai bisa mematahkan kutukan dalam diri Jendral Kimi Ga?
Dan apakah Jendral Geem ayah dari Renzai tidak bisa membuat anaknya kembali menjadi baik🤔? Semangat Up dan sehat selalu buat Outhor💪🙏
Ray
Jendral Kimi Ga sudah mulai menguasai Renzai, kegelapan dalam diri Jendral sudah terjadi, dan AQ penasaran kelanjutan ceritanya Thor🤔
Semangat terus ya Thor🙏👍
Ray
Apakah pangeran ada rasa suka dan cemburu liar Renzai dengan lelaki lain?
Semangat selalu outhor💪🙏
Ray
Wakil Kapten Cheon ibarat lagi makan buah simalakama 😱🙏Serba salah, mau gsk mau harus turuti omongan dan perintah Renzai🙏 Terus Up🙏👍
Ray
Keren habis Thor, lanjut up🙏
Ray
Pangeran lihat Renzai dan ke5 Akai 🤔👍
Lanjut Up dan Up, semangat 💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!