Update Minggu dan Rabu
Karya ini adalah misi kepenulisan dari NOVELTOON yang di adaptasi komik dengan Judul serupa, "Menantu Laki-Laki Pertama."
Qinli adalah seorang pemuda yang menikah dengan salah satu putri keluarga berada. Ia menjadi menantu tunawicara di keluarga Chu. Sayangnya selama menjadi tunawicara ia tidak bekerja dan hanya mengandalkan nafkah dari istrinya Chu Qingyin.
Sampai ahirnya karena usaha yang sangat keras selama sepuluh tahun, ia berhasil menyempurnakan ilmu tenaga dalamnya.
Mulai sejak itu ia memulai kehidupan yang baru! Mengobati penyakit aneh, dan menguji barang berharga.
Meskipun banyak wanita cantik, tetapi hanya istrinyalah yang selalu menempati urutan pertama dihati Qinli.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 21
Sementara itu di lantai bawah tak sengaja Qinli melihat ada sebuah tanaman hias disana.
"Hampir saja tadi, kalau bukan karenamu, Jiangran mungkin ... Keluarga Jiang berhutang budi lagi padamu," seru Jiangjun.
Lalu Qinli mengambil sesuatu dari dalam sakunya dan menaruhnya disana.
"Tidak masalah, kau juga sebelumnya sudah banyak membantuku, tidak perlu khawatir tentang hal-hal kecil ini," seru Qinli sambil meletakkan sebuah benda kecil berwarna hijau didalam pot itu.
Lalu benda kecil berwarna hijau itu mulai menyerap energi jahat dari ruangan itu.
.
.
...Lima menit kemudian......
"Aku dengar dari putriku bahwa selalu ada terjadi masalah baru-baru ini."
"Jadi tolong Master Cheng bantu aku lihat."
"Jangan hawatir Tuan Jiang, jika benar masalah ini di Fengshui, aku akan membereskannya dengan caraku sendiri, aku akan melihatnya dengan teliti."
Sambil memelintir jenggotnya, Master Cheng mulai menerawang hotel dengan tenaga dalamnya. Ia pun terkejut akan hasil penglihatannya.
"Ini ...!"
"Sepertinya orang yang menaruh formasi sihir ini bukanlah orang biasa ... tidak lebih dari dua orang yang bisa melepaskan formasi sihir ini."
Kemudian Tuan Jiang dan Master Cheng segera masuk ke dalam hotel. Kebetulan Jiangran sedang menelpon.
"Ran ..." panggil ayahnya.
Jiangran segera menoleh.
"Ayah? Kenapa ayah di sini?"
"Aku dengar terjadi masalah di hotelmu, jadi aku segera kesini dan membawa Master Cheng untuk membantu melihat-lihat."
Sementara itu mata Master Cheng melihat benda yang ditaruh Qinli di bawah tanaman hias tadi.
"Siapa yang menaruh botol labu giok disini?" gumam Master Cheng.
Master Cheng kemudian mengambil botol labu giok tadi.
"Darimana asal botol labu giok ini?"
"Se ... sepertinya orang yang datang bersama Tuan Muda Jiang yang meletakkannya disana," Ucap Manager Niu.
"Kenapa dia lagi?" gumam Jiangran.
"Kalau bukan karena botol labu giok ini, takutnya orang yang berada di ruangan ini akan mengalami kematian mendadak," ucap Master Cheng mengagetkan semua orang.
"He he he, benarkah?" ucap Jiangran meragukan perkataan Master Cheng.
"Hng, perkataannya sangat tidak masuk akal, dasar penipu! Kalau bukan karena ayahku disini pasti sudah mengusirmu dari sini."
Karena Jiangran itu lebih percaya sains. Sedangkan ayahnya tampak cemas.
"Apa maksud Master Cheng?"
"Sepertinya hanya orang berbakat yang meletakkan labu giok ini yang bisa menghancurkan formasi ganas ini," ucap Master Cheng.
Lalu ayahnya segera bertanya pada Jiangran.
"Ran, Qin dimana?"
"Tidak tahu, kakakku barusan membawanya pergi..."
“Kalau begitu cepat telpon dia!” perintah ayahnya.
“Apa perlu berbuat seperti ini?”
Meski hatinya menolak, Jiangran tetap menelpon kakaknya.
TUT ... TUT ...
Beberapa saat kemudian, Jiangjun bersama Qinli datang ke tempat itu.
“Ayah, ada apa? Kenapa ayah tergesa-gesa menyuruh kami kembali kesini?” ujar Jiangjun.
“Master Cheng sudah menemukan masalah hotel Ran, tapi ada sesuatu yang perlu ditanyakan pada Qin.”
Lalu Paman Jiang segera memperkenalkan Master Cheng pada Qinli.
“Cheng Taiyuan, Master Fengshui di Yangcheng.”
“Barusan aku melihat energi jahat di luar hotel ini, tapi aku juga menemukan sesuatu yang tidak beres.”
“Sampai aku menemukan ini?”
“Hmm, bukankah ini botol labu giok yang aku taruh di pot bunga hotel,” ucap Qinli.
“Master, apa ada masalah dengan botol labu giok ini?" tanya Jiangjun.
"Puft, ha ha ha ... tidak disangka ada pahlawan muda, ahirnya ada juga penerus metafisika."
"Kalau bukan karena Junior Qin yang meletakkan botol labu ini, takutnya akan ada orang yang mati sekarang."
"Tidak disangka Qin menggunakan botol labu giok ini untuk menekan formasi sihir, seharusnya tidak akan terjadi masalah tidak terduga ke depannya nanti kan?"
"Sebenarnya masalah ini belum di selesaikan secara tuntas," seru Qinli.
"Pada saat itu, energi jahat mengontrol orang itu untuk melompat dari atas gedung, jadi aku hanya meletakkan botol labu giok ini dulu di inti formasi ini untuk menekan sementara."
Lalu mereka semua naik ke atap hotel.
"Tempat ini sepertinya menjadi tempat formasi sihir yang paling lemah," ujar Qinli.
"Master, bolehkah aku meminjam tujuh koin tembagamu?"
"Ambillah junior."
"Terimakasih banyak."
Dengan tenaga dalamnya Qinli mulai beraksi. Tujuh koin tembaga milik Master Cheng mulai beterbangan berpadu dengan tenaga dalam Qinli.
WUSH ... WUSH ... WUSH ...
Lalu semua energi jahat mulai datang.
WU ... WU ... WU ...
"Semua sudah keluar semua ya, lumayan banyak juga."
Aaaa .... teriak para iblis.
"Ini ... energi jahat formasi ganas ini tidak disangka mirip seperti roh iblis yang sangat kuat," ucap Master Cheng.
Beruntung saat itu Qinli membawa pisau belati yang kapan hari diberikan pada Liang Qing. Pisau belati itu ia tancapkan tepat di tengah. Di saat yang bersamaan semua energi jahat berkumpul dan masuk ke pisau belati itu. Hingga semua energi jahat tersedot kesana.
"Huh ... ahirnya terselesaikan juga."
"Orang yang sebelumnya hendak melompat gedung ini, seharusnya tidak ada masalah besar lagi, kalian boleh menelpon dan bertanya padanya."
SYUT ... pisau belati itu ahirnya masuk kembali ke dalam sarungnya.
"Junior punya cara yang bagus! Ahirnya orangtua sepertiku bisa memperluas wawasanku."
"Untung saja hari ini ada Qin, kalau tidak hotel Ran akan ... ha ha ha, tidak perlu dilanjutkan lagi."
"Ran punya tempramen buruk, kalau dia mengatakan sesuatu yang salah, aku harap Qin tidak memasukkannya ke dalam hati," bisik Paman Jiang.
TUING TUING ..
"Ba ... baik."
.
.
Setelah semua urusan di hotel Ran selesai, mereka segera pergi ke "ISTANA KERAJAAN MING"
"Qin, aku belum sempat membawamu berkeliling dua hari kemarin, jadi hari ini aku akan membawamu ke tempat yang bagus."
Mereka segera memasuki istana tersebut. Sampai di lobby mereka bertemu dengan Manager Xie.
"Manager Xie, tolong siapkan ruangan pribadi untukku."
"Tu ... Tuan Muda Jiang," ucapnya terbata.
"Maaf sekali Tuan Muda Jiang, Istana Kerajaan Ming hari ini sudah penuh."
"Eh?"
"Penuh? Bukankah di luar masih ada tempat? Manager Xie, kau mempermainkanku ya?"
"Karena tamu itu ... kami tidak berani menyinggung perasaannya ..."
Sedangkan dari arah belakang, Zhouwei, Tuan Muda Shangjing, mulai mendekati mereka.
"Yo, aku pikir siapa, bukankah ini Tuan Muda keluarga Jiang?"
"Aku kira pemboros m, ana yang memesan seluruh ruangan ini ternyata Tuan Muda besar Zhou."
"Ha ha ha, ckck ..."
"He, tidak sepertimu Jiangjun, seharian bergaul dengan orang-orang kelas bawah."
"Hanya bisa menggertak orang di tempat kecil seperti ini di Jiangcheng," ledeknya pada Tuan Muda Jiang.
"Zhouwei, kau kira dirimu sehebat apa, kau benar-benar menganggap keluargamu orang terpandang di (Shangjing).
"Kalaupun keluarga zhou buruk, setidaknya kami punya reputasi di Sangjing).
"Lebih baik dibandingan Keluarga Jiang berusaha
keras untuk menyesuaikan diri terus di Shangjing,
tapi terus-terusan di usir kembali," ucap Zhouwei.
“Kalau berani, katakan sekali lagi!”
“Jangan lupa aku pernah memberimu pelajaran dengan menghajarmu sampai ke rumah sakit, satu tahun yang lalu.”
“Orang ini kelihatannya sangat kuat, tapi dia dipukuli oleh Jiangjun sampai masuk rumah sakit? Apa Jiangjun sekuat itu?” batin Qinli.
SWOSH ..
“Kau pikir aku masih seperti setahun yang lalu?”
BRAKK!!
Ternyata lelaki itu menendang dan menyerang Jiangjun.
SYUHH ... CCSSTT ... CCSSTT ...
Lengan yang terkena tendangan darinya memerah. Bahkan Jiangjun hampir menabrak dinding.
“Sial kenapa anak ini menjadi begitu kuat ...?”
TAP
Jiangjun pun kembali menyerang Zhouwei.
WUSH...
Zhouwei mengepalkan sebuah tinju untuk Jiangjun.
"Tidak heran, kalau Keluarga Jiang Shangjing mengusir kalian dari Shangjing, aku juga tidak mau punya cucu sepertimu."
"Hari ini biarkan aku menyingkirkan Keluarga Jiang satu persatu, orang tidak berguna!" seru Zhouwei.
Tiba-tiba saja ... Waaaa ...
PHIANG ...
Tubuh Zhouwei terbentur meja. Ternyata Qinli membantu Jiangjun dengan tenaga dalamnya.
.
.
...🌹Bersambung🌹...