NovelToon NovelToon
Chef Do

Chef Do

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Romantis / Balas Dendam / Konflik etika / Gadis Amnesia
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: originalbychani

Seorang wanita bernama Eun Chae hampir memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang membosankan setelah mendapatkan diagnosa mengidap penyakit linglung atau amnesia di usianya yang baru 30 tahun. Terlebih parahnya, Eun Chae tidak ingat bagaimana dirinya telah kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu, dalam sebuah kecelakaan saat berlibur ke luar negeri. Siapa sangka pria yang menolongnya ternyata seorang chef terkenal di media sosial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon originalbychani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 7 : Mari Memasak!

Setelah 3 hari berlalu, Eun Chae mulai risih karena tidak sempat membawa barang pribadi sebelum menumpang di rumah Chef Do.

"Aduh.. Apa yang harus kukatakan padanya? Dia pasti curiga jika aku membawa terlalu banyak barang," pikir Eun Chae, dengan gerak-gerik cemas.

Apapun alasannya, Eun Chae masih tidak ingin pulang ke rumahnya.

"Aha, aku bisa membawa barang sedikit demi sedikit, lalu kubawa pulang, lalu kembali lagi..," celotehnya, dan terdiam seketika melihat Chef Do menuruni anak tangga.

Rumah Chef Do cukup luas untuk ditinggali dirinya seorang, apalagi dia hanya menggunakan kamar lantai dua. Di lantai satu nampak dua pintu kamar yang mungkin saja kosong. Eun Chae paling terkesan oleh Chef Do yang bahkan melakukan pekerjaan rumah dengan ahli, karena selama ini Eun Chae hanya membayar jasa pembersih rumah.

"Apa kau sudah siap?" tanya Chef Do tiba-tiba.

"Apa?" respon Eun Chae bingung.

"Kuberi dua pilihan. Pertama, latihan membuat mi kacang pinus. Kedua, ikut aku pergi mencari bahan dan berjumpa dengan rekan."

Mendengar kalimat itu, pikiran Eun Chae semakin buntu.

"Anu.. Itu..," gumamnya tidak jelas.

"Ya, kenapa?" balas Chef Do cepat.

"Sebenarnya, ada tempat yang ingin kudatangi hari ini.. Bolehkah aku pergi sebentar dan kembali lagi? Aku takkan berlama-lama, janji," tawar Eun Chae penuh harap.

Chef Do nampak berpikir singkat, lalu menatap wajah Eun Chae.

"Tidak boleh."

Mendengar ucapan Chef Do, hati Eun Chae langsung menciut.

"Begini, Chef.. Sebenarnya, aku sakit. Jadi, aku harus pergi membeli obat dan kembali lagi," dustanya.

"Kalau begitu, bilang saja dari awal. Cepatlah. Kutunggu selama 15 menit," kata Chef Do.

"Lima belas menit? Chef, ini keterlaluan! Mana mungkin aku bisa bergerak secepat itu, aku bukan Chef Do!" rengek Eun Chae.

Chef Do mengerutkan kening. Dia jelas-jelas tidak suka, sehingga Eun Chae mulai bimbang dan menelan ludah.

"Memangnya separah apa penyakitmu?" tanya Chef Do akhirnya.

"Aku sering pusing dan kehilangan keseimbangan.. Selain itu, aku juga perlu obat penenang-- Maksudku, vitamin, ya vitamin!" jelas Eun Chae kalang kabut.

"Pusing, hilang keseimbangan, kekurangan vitamin?" ulang Chef Do.

Eun Chae mengangguk dengan hati bergemuruh.

Tenanglah, Kim Eun Chae! Semuanya akan baik-baik saja! benaknya.

"Kalau begitu, mi kacang pinus sudah sempurna. Kau hanya perlu belajar membuatnya untuk menjaga dirimu sendiri," putus Chef Do.

Ditatap dengan yakin, Eun Chae tidak berkutik lagi.

"Kenapa wajahmu lesu begitu? Ayo cepat," desak Chef Do.

Eun Chae tidak mampu berpikir lagi dan hanya melakukan perintah Chef Do.

"Kalau begitu, tolong ajari aku cara membuat mi sayur.. Lalu, izinkan aku pergi setelahnya, Chef," lirih Eun Chae pelan.

"Ok. Kuralat, masakanku bukan sekedar mi sayur. Yang ingin kuajarkan padamu adalah mi kacang pinus," ujar Chef Do.

"Iya, iya. Ayo cepat, Chef," geram Eun Chae.

Sambil mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan, Eun Chae sesekali melirik ke arah Chef Do yang sedang serius melihat ponselnya.

"Apa yang ditonton orang ini sampai lupa ada orang yang sudah tidak sabar menunggu di sebelahnya?" gerutu Eun Chae.

Terusik oleh pendengarannya, Chef Do meletakkan HP dan mendekat kepada Eun Chae.

"Nah, sekarang peganglah pisau ini," arahnya.

Dengan ragu, Eun Chae menerima pisau dapur dari tangan Chef Do.

"Sebelum mulai memasak, kuajari kamu cara memotong dan membersihkan bahan agar layak dipakai," kata pria itu.

Eun Chae mengangguk, lalu memberi posisi kepada Chef Do yang juga mengambil pisau dapur lainnya.

"Pertama, kacang pinus. Bahan ini sangat berperan penting untuk kesehatanmu, karena tinggi vitamin dan magnesium. Selain sebagai obat, kamu juga harus melihatnya seperti bahan yang tidak ada duanya dalam dunia memasak," jelas Chef Do.

"Ya, Chef."

"Bersyukurlah karena terlahir sebagai orang Korea. Jika tidak, akan sulit bagimu mencoba masakan kacang pinus yang sangat khas ini," tambah Chef Do.

"Benarkah? Bukankah saat ini masakan Korea cukup terkenal di dunia?" terka Eun Chae.

"Benar. Tapi, kamu takkan pernah bisa menemukan kacang pinus dengan aroma dan rasa khas Korea di tempat lain. Kita mulai sekarang. Apa kamu masih ingat langkah pertama yang kulakukan saat itu?" alih Chef Do.

"Ya, Chef. Pertama, Chef Do menyangrai kacang ini di atas wajan," kata Eun Chae, sembari memperagakan teknik tersebut.

"Bagus. Lalu?" uji Chef Do.

"Berikutnya... Tunggu kacang ini matang dan aromanya muncul," jawab Eun Chae.

Eun Chae memproses makanan itu dengan berhati-hati dan cukup teliti, bahkan bagi seorang profesional seperti Chef Do.

"Rupanya, daya ingatmu tidak buruk."

Menerima pernyataan, penilaian, hingga teguran dari Chef Do, tanpa sadar pikiran Eun Chae terasa jernih.

Dengan sikap tegas dan kata-kata sebatas seorang guru, perlahan Eun Chae memahami keinginan, kegigihan, serta pola berpikir Chef Do. Seolah-olah, gaya memasak pria itu kelak dapat diwariskan kepada Eun Chae.

Kini, masakan yang belum pernah dikenali dan digarap oleh Eun Chae sebelumnya telah jadi.

"Wah," desah wanita itu, tercengang.

"Bagaimana menurutmu? Cobalah, itu hasil masakan pertamamu," kata Chef Do.

Eun Chae yang menyadari perutnya sedang lapar, akhirnya memakan sesuap.

"Uhm.. Enaknya," serunya gembira, hingga matanya kembali berbinar.

Chef Do tersenyum singkat, lalu berkata akan pergi setelah Eun Chae telah siap pergi.

"Terima kasih, Chef Do."

Kalimat pendek itu diucapkan dengan tulus oleh Eun Chae, sedetik sebelum bergerak cepat demi menyelesaikan urusannya.

Beberapa saat kemudian, keduanya telah berada di luar dan pergi ke arah jalan yang berlawanan.

"Yah, seharusnya aku berterima kasih dengan lebih pantas. Padahal, dia sudah sebaik ini padaku," gumam Eun Chae, sedikit menyesali sikapnya.

Sementara itu, Chef Do mengendarai mobil ke sebuah tempat yang cukup jauh dari kota. Mobilnya menyusuri jalanan dengan lancar, hingga nampak rerumputan hijau dan pepohonan lebat. Tak lama kemudian, area perkebunan yang luas terbentang di depan matanya.

Pria itu memarkirkan mobilnya di sisi jalan lebar, mematikan mesin dan berjalan menuju sebuah rumah di tengah penghijauan.

"Ha-chan, ini aku. Tolong bukakan pintu," panggil Chef Do dalam bahasa Jepang.

"Oh, Chef Do! Rupanya kau sudah tiba," sahut seorang wanita paruh baya yang entah sedari kapan sibuk mengurus tanaman, gerakannya amat gesit hingga nyaris tak nampak.

Wanita itu bernama Hase, yang telah lama akrab dipanggil Ha-chan oleh Chef Do. Dari dalam rumah berbahan kayu tebal, suami Hase yang berdarah campuran muncul sambil melambaikan tangan.

Pria itu tinggi besar dan bugar, berkulit coklat, berambut keriting, serta mampu berkomunikasi lancar dalam 5 bahasa. Namanya Ali Zhao. Ayahnya keturunan Tiongkok, sementara ibunya keturunan India. Berkat kedua orang tua yang mengajaknya bermigrasi 4 kali sepanjang hidup Ali sebelumnya, pria itu paham budaya, cara bertahan hidup di antah berantah, serta cara mencari nafkah melalui sarana dan prasarana.

Ali mempersilahkan Chef Do memasuki rumahnya, lalu seperti biasa, Hase menyeduhkan teh hijau untuk diminum bersama.

"Harumnya. Semua bahan di tempat ini memang tidak pernah mengecewakanku," puji Chef Do.

"Terima kasih, Chef muda yang genius," canda Hase, kemudian disambut dengan tawa bersahabat dari Chef Do dan Ali.

"Katakan, apa saja bahan yang kau perlukan kali ini?" tanya Ali.

"Benar juga, aku baru memikirkannya sekarang. Aku ingin membuat gamjatang," kata Chef Do.

Gamjatang adalah salah satu menu berbasis kentang, sayuran, daging, serta kuah berkaldu terpopuler di Korea. Namun, masakan itu tidak harus dibuat hanya dengan bahan lokal. Para ahli seperti Chef Do seringkali menggunakan bahan-bahan alami dari Jepang, Tiongkok, maupun negara Asia Tenggara seperti Vietnam, untuk membuatnya lebih lezat, walau tetap autentik.

"Ah, aku baru ingat. Bukankah Chef Do mengikuti lomba memasak yang sedang tren itu?" bahas Hase.

"Tenang saja. Dengan bakat luar biasamu dan agrikultur yang terus kukembangkan ini, tidak ada yang tak mungkin," dukung Ali.

- Bersambung -

1
henryy
Critanyaseru dan menarik +ga dangkal. jadi aku sukaa very good ideas /Good//Gift//Sun/
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
strawberryjam
karya yg menarik krn bnyak yg bs dipelajari soal kehidupan, ga hanya satu aspek romantis aja,.. jg ada humor.. kebutuhan khusus manusia... blm lg ada kuliner koreanya tuh mantap &unik banget /Good/sukaa sm chef do, karakter dia tuh cool bangett😍
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
bambam
Baru mulai baca ini, tapi sangat menarik, tulisan rapiii banget, suka sm jokes dlm series nya jg, sipp deh/Good//Heart/
ig@__02chani: wah makasih kak💜
total 1 replies
bambam
Wow tulisan yg rapi banget aku smpe irii 👍 keren, semangat author
Panda CEO
ngakak lols baru aje makan nengg🤣/Heart/
Panda CEO
ini tuh ya Chae sma kyak kamu pas ngeliatliatin chef Do si cogan kesayanmuu🤭
ig@__02chani: hehe iya kak
total 1 replies
Panda CEO
Wajj menu barat/Chuckle/
Panda CEO
ini mirip gw 🤣👍 cepetan search trs lets goo
Panda CEO
asa salutt ama eun chae Waahhh 👍Klo yg ngomg ini si Chef Do bakalan beda reaksinya 👍😍
Panda CEO
Ge bru tau boots bhs indonesiany sepatu bot👍
lily lin 裏
Aq jg laparr 🤣
lily lin 裏
Waouu hongdae girl 👧/Chuckle/👍
lily lin 裏
Aigoo tuh astagaa ya ampun yah guyzz. kalau agassi tuh Non atau Nona gituu
lily lin 裏
hwanja bun tuh pas q nonton drakor artinyah manggil pasien yaa guyzz jgn lostt 👍
Valeria
Welehh pantesan laperr tadinya keselek pas makan ama tmen cwo lama 🤣 lagian cuman pasta ya kan chae ya
Yuyu
Aigoo eun chae yaa🤣
Yuyu
Pinter jadinyaa diajarin pacarr tersyang 😍😍🤪
ig@__02chani: benar kak🤭
total 1 replies
Sung Ara
ternyata eun chae tuh cerdas jg loh guys 🤭 liatin dia bedain reaksi ke cwo laen. cuman chep do di hatinya uhuuii🤭😍🤣
Yuyu: yes yess
total 1 replies
Penulis Soi
ide cemerlang, cocok dgn kesukaan & keahlian authornya thd budaya korsel./Good//Heart/
Penulis Soi
perhatian sekalii🤭/Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!