Hanabi pembunuh bayaran berantai dan berdarah dingin , tapi siapa sangka di balik kehebatan yang di milikinya Hanabi di jebak oleh seorang pria Paruh baya hingga dia di masukkan kedalam penjara bawah tanah yang sangat menyeramkan .
Tidak sampai di situ saja di dalam penjara yang sangat menyeramkan itu Hanabi mengetahui rahasia besar yang selama ini tersimpan dengan rapat. kematian ayah nya dan juga siapa ibu kandung nya .
Kira-kira seperti apa ya ceritanya guysss 😁, yang penasaran mampir ya hehehee 😁 author menunggu kalian , jangan lupa Like , Komen , Vote dan beri dukungan nya 🤗🥰
Happy Reading 📖
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Lancar
.
.
Di keheningan malam yang dingin dan sunyi Hanabi menyamar dan memasuk kesalah satu rumah besar yang ada di Negaranya Hongkong .
gadis cantik yang kini berpenampilan seperti sopir pengantar makanan yang selalu mengantar stok makanan kesalah satu rumah besar yang ada di Hongkong dengan membawa mobil truk besar .
Setelah di persilahkan untuk masuk oleh para penjaga yang berjaga di rumah besar itu Hanabi tersenyum smirk di balik maskernya yang menutup sebagian wajah nya .
Hanabi memarkirkan mobil truk yang berisikan stok makanan itu dihalaman rumah besar . dan salah satu pelayan wanita paru baya menghampiri nya , Hanabi keluar dari mobil truk yang dibawanya itu dan menghampiri wanita paru baya yang memakai pakaian pelayan .
" pak Man nya dimana .... ? " tanya wanita paru baya itu mencari sosok pria paru baya yang setiap minggu mengantarkan stok makanan ke rumah majikannya .
Hanabi tersenyum di balik maskernya " oh ya saya lupa ... perkenalkan nama saya Helena saya putri Pak Man ... kebetulan ayah saya sedang tidak enak badan jadinya saya yang menggantikan nya untuk mengantarkan stok makanan yang anda pesan " jelas Hanabi
Wanita paru haya itu mengerutkan alisnya mendengar penjelasan Hanabi karena yang ia tahu pria yang bernama Pak Man itu belum menikah lalu bagaimana ia bisa memiliki seorang putri .
" bukannya pak Man itu belum menikah ya " ucap wanita paru baya itu
Hanabi kembali tersenyum di balik maskernya " ayah saya sudah menikah bibi tetapi ibu saya meninggal pada saat melahirkan saya , dan saya di titipkan kepada nenek saya yang ada di kampung dan baru dua hari ini saya berada di kota ini " jelas Hanabi ia berharap wanita paru baya yang memakai pakaian pelayan itu tidak bertanya lagi kepadanya .
Wanita itu menganggukkan kepalanya " tapi saya hanya sendiri saja Bibi dan saya tidak bisa membawa semua barang - barang ini masuk kedalam rumah majikan anda " ucap Hanabi lagi
wanita paru baya itu tersenyum lembut kepadanya " kau jangan khawatir nona cantik , penjaga lah yang akan membawa semua stok makanan yang kau bawa ke gudang penyimpanan makanan " ucap pelayan itu dengan lembut nya
Hanabi menganggukkan kepalanya seraya tersenyum di balik masker nya " bagus dia tidak mencurigai ku " ucap Hanabi dalam hati , malam ini juga ia harus menyelesaikan misinya sesuai permintaan dari klien nya .
Setelah nya wanita paru baya itu memanggil penjaga yang berjaga di kediaman majikan mereka untuk membawa semua stok makanan kedalam gudang penyimpanan .
Tak lama wanita itu kembali bersama dengan empat orang penjaga , Hanabi membuka belakang truk yang di bawanya itu dan terlihat lah banyak sekali stok makanan di dalam sana , keempat penjaga itu mulai mengangkat satu persatu kardus yang berisikan stok makanan , keempat nya sangat terlihat sibuk dan serius .
tanpa mereka sadari Hanabi menarik senyuman tipis nya di balik masker nya " oh ya bibi bisa kita mengobrol di sana ... Saya ingin tahu sedekat apa bibi dengan ayah saya " ucap Hanabi menunjuk salah satu kursi yang terletak sedikit jauh dari para penjaga
terlihat wanita paru baya itu tersenyum malu-malu tetapi ia mengiyakan permintaan gadis cantik yang berpenampilan biasa .
Keduanya kini duduk di salah satu kursi yang terletak di bawah pohon mangga , pencahayaan di tempat itu redup .
" bibi baru tau jika pak Man ternyata mempunyai seorang putri " ucap wanita itu
Hanabi hanya tersenyum tetapi ia masih belum melepas masker nya " dan saya juga baru tau jika ayah saya mempunyai langganan seperti anda bibi " ucap Hanabi
wanita paru baya itu kembali tersenyum malu-malu " oh ya aku punya permen .. Apa bibi mau " ucap Hanabi memberikan salah satu permen kecil yang masih terbungkus kepada wanita paru baya itu
tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun wanita itu mengambil sebungkus permen yang diberikan Hanabi kepadanya , lalu membuka nya dan memakan isi nya .
" apa rasanya manis bibi " tanya Hanabi
" sangat manis dan rasanya juga___ " ucapan wanita itu belum selesai tapi ia langsung tak sadarkan diri wanita itu pingsan dan Hanabi tersenyum tipis melihat nya.
Setelah nya ia melihat para penjaga yang kini masih sibuk mengangkat kardus satu persatu , dan ini kesempatan untuk nya untuk melakukan misi nya sebelum ada yang mencurigai nya jika ia adalah Hanabi pembunuh bayaran berantai dan berdarah dingin .
Hanabi masuk kedalam rumah besar itu lewat pintu belakang , suasana rumah besar itu terlihat sepi karena ini sudah menunjukkan jam dua belas malam dan penghuni nya pasti sudah tidur. Dan hanya ada para penjaga yang berjaga di luar .
Hanabi menuju kelantai dua malam ini juga ia harus membunuh target nya tanpa meninggalkan jejak sedikit pun .
Setelah sampai di depan salah satu kamar yang pintunya berbeda dari yang lainnya Hanabi yakin jika kamar itu adalah kamar utama rumah besar ini .
Hanabi memutar gagang pintu tetapi pintu kamar itu terkunci , ia tidak kehabisan akal ia mengambil pisau yang sangat kecil dari saku celananya lalu ia membobol Pitu kamar itu dan akhirnya berhasil .
ia melangkah masuk kedalam kamar itu di lihat nya sepasang suami istri tertidur sangat nyenyak di balik selimut tebal mereka.
tanpa berkata apapun Hanabi menghampiri pria paru baya yang kini tertidur membelakangi istri nya .
tangan kanan nya memegang pistol yang kapan saja pelurunya itu ia ledakkan di kepala target nya.
" waktu bermain - main mu sudah habis tuan Broto saat nya kau menuju alam barzah " gumam Hanabi seraya meletakkan pistol kecil nya tepat di pelipis pria yang bernama Broto itu dan
Dor
Peluru yang ada di dalam pistol kecil itu berhasil bersarang di kepala Broto hingga membuat pria paru baya itu langsung meninggal dengan mata yang terbuka , suara pistol Hanabi tidak terlalu terdengar karena ia memasangkan suppressor di ujung pistol kecil nya itu .
Darah segar mulai mengalir dari kepala Broto dan istri yang tertidur sangat nyenyak itu tidak menyadari sesuatu yang terjadi kepada suami nya , dengan cerdik nya Hanabi meletakkan pistol di tangan Broto supaya kematian Broto yang mengenaskan seperti ini di nyatakan jika pria itu menembak dirinya sediri .
Hanabi ia menggunakan kaos tangan karet hitam nya yang tebal jadi ia tidak harus khawatir saat jenazah Broto di autopsi .
Setelah nya Hanabi melangkah keluar dari kamar Broto dengan langkah santai nya seraya ia memencet alat penghubung yang melekat di telinga nya
" target sudah beres dan besok pagi sebarkan semua kejahatan yang di lakukan oleh Broto selama ini " ucap Hanabi seraya ia menuruni tangga dengan santai .
tetapi tidak sampai disitu saja Hanabi masuk kedalam ruang kerja Broto ia yakin rumah besar ini pasti ada cctv nya sebelum ia pergi dari sini ia harus menghapus rekaman cctv itu .
setelah nya ia kembali menghampiri mobil truk yang dibawanya itu tanpa ada yang mencurigai nya sendiri pun , misinya malam ini berjalan sangat lancar .
.
.
.
Hallo guysss 🤗🤗🥰 bertemu lagi dengan author semoga kalian menyukai Novel baru author yang ini ya , jangan lupa tinggalkan jejak Like , Komen , Vote dan berikan dukungan nya 🤗
Maaf jika masih ada typo nya 🙏🙏☺️.
.
.