NovelToon NovelToon
AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Obsesi / Romansa / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: sang pengomen

Udah Tamat, lagi di Revisi.

Di sebuah kerajaan yang makmur, tinggallah seorang ratu yang bernama Rose Margaretta, dirinya sangat di benci oleh suaminya yang merupakan raja kerjaaan tersebut.

Rose berharap dia tidak di benci oleh suaminya, karena dia tahu bahwa orang yang akan di nikahinya merupakan sahabat lamanya sewaktu kecil.

Namun harapan itu musnah, dia di benci oleh teman masa kecilnya.

Wanita itu di hina, di tuduh, di benci, dan di siksa secara mental oleh suaminya.

Suaminya berharap, bahwa istrinya mati.

Rose bertahan cukup lama, dia bertahan karena sesuatu yang memberinya semangat.

Suatu ketika, dia mendengar kabar bahwa seseorang yang membuat dia bertahan, telah tewas di bunuh, rose pun semakin depresi dan dia memutuskan untuk pergi dari kerajaan tersebut.

Setelah kepergiannya, suaminya pun mengetahui bahwa perempuan yang dia siksa adalah orang yang dia cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang pengomen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 21 (Revisi)

Brayen mencoba membuka mulutnya, tetapi tidak ada yang keluar.

Rose melihat sekeliling sejenak, lalu menghela napas panjang, mencoba memahami situasinya.

Kebingungan terlihat di wajahnya ketika dia melihat kearah Brayen. Brayen pun menatap Rose, dan dia berdehem.

" Ekehm.....

Hanya setelah dia berdehem beberapa kali, Brayen dapat berbicara.

" ...…6 hari telah berlalu sejak kamu tidak sadarkan diri karena panah beracun. Bagaimana tubuhmu, Ratu? " Tanya Brayen serius.

" Selain merasa sedikit sakit di bagian punggung, dan kepala. Aku baik-baik saja. " Jawab Rose masih lemah.

Meskipun dia berbicara perlahan dan lemah, dia terlalu tenang untuk seseorang yang terkena panah.

Penampilannya seperti memicu kecurigaan atau bahkan spekulasi Brayen. Aneh bahwa dia dipanah dan tidak bertanya apa-apa, itulah yang di pikirkan Brayen.

" Kamu bertingkah seolah kamu tahu dalang di balik insiden ini. " Ucap Brayen dengan wajah curiga.

Rose memejamkan matanya sebentar. Melihat kelopak matanya yang gemetar, Brayen bertanya lagi.

" Apakah kamu mengetahui dalang dari insiden ini? Tapi, jika kau mengetahuinya...

" Kenapa kau tidak membiarkan Viona yang tertembak panah itu? " Tanya Brayen penasaran.

Rose perlahan membuka matanya lagi. Bahkan dengan pertanyaannya yang sangat tidak ramah dan terang-terangan, Rose menatap lurus, dan tajam ke arah Brayen tanpa merasa terkejut.

" Saya sudah tahu dalangnya Yang mulia....

" Saya tahu, bahwa dalang di balik semua ini adalah anda yang mulia, racun dan panah itu milik anda. " Itu adalah nada yang tidak emosional, seperti biasa, Rose hanya berkata seakan dia tidak peduli.

| Ah...Aku lupa akan hal itu. Tapi itu sudah terlanjur keluar dari mulutku. | Pikir Rose mengenai perkataannya.

Brayen terkejut mendengar pengakuan Rose, dia yakin bahwa racun dan panah itu hanya 3 orang yang tahu.

Tapi kenapa Rose bisa mengetahui itu semua. Dengan tatapan tajam dan curiga, Brayen bertanya.

" Bagaimana bisa kau?.....

" Siapa kau sebenarnya?....

Rose diam untuk sementara, lalu dia menjawab dengan nada acuh.

" Anda tidak perlu tahu siapa saya....." Ucap Rose acuh tanpa ekspresi.

Rose menoleh untuk melihat apakah perkataannya membebani brayen, meskipun dia menatapnya tanpa mengatakan apa-apa. Bahkan itu mencurigakan.

"..…Kau bergumam dalam tidurmu dan memanggil nama panggilanku. " Brayen menatap Rose dengan penuh harapan.

Brayen melihat wajah Rose mengeras sesaat. Dia merespons terlalu cepat sehingga terasa tidak sabar.

" Yang Mulia pasti salah dengar....." Bantah Rose cepat.

Itu benar-benar konyol. Sikap aneh Rose malah memicu spekulasi gila untuk Brayen.

" Aku mendengarnya dengan jelas!! " Brayen berteriak menegaskan

" Apa kau pikir aku tuli?!! " Sekali lagi Brayen berteriak.

"..….." Rose hanya diam, ketika dia di bentak Brayen.

" Jawab aku?!!! Siapa kau?!! " Tanya Brayen.

" Aku Rose Margaretta, putri dari Count Ferdi Margaretta, apa anda puas? " Jawab Rose tenang.

" Ha!.." Brayen menghela nafas kasar, dia mulai mengusap wajahnya tidak terima.

" Jika kau tidak mau mengatakannya, aku akan menyelidikinya sendiri!! " Dengan suara penuh ketidak percayaan, Brayen mengancam Rose.

—Bagaimana jika kau telah salah menuduhnya.

—Jika kau tidak mencintainya lebih baik kau melepaskannya.

Suara Alex melayang di kepala Brayen. Bayangan seorang perempuan, yang dia rindukan muncul di benaknya.

" Dari tadi anda terus memberi pertanyaan yang bertubi-tubi kepada saya, sekarang giliran saya untuk bertanya. " Ucap Rose dengan mata yang melirik Brayen.

" Untuk apa anda di sini? Bukankah anda sangat membenci saya? " Pertanyaan yang tiba-tiba keluar begitu saja dari mulut Rose.

Brayen sendiri bingung, dia gugup.....

" A—aku...

Baru kali ini Brayen terlihat gugup, dia pun tidak tahu mengapa dia ada di sini.

"......" Brayen diam.

" Yang mulia tenang saja, jika anda mengkhawatirkan bahwa saya akan mati, dan anda tidak bisa membalaskan dendam anda kepada saya.....

" Anda tidak perlu khawatir, saya akan tinggal di istana ini dengan tenang, jadi anda bahkan tidak akan mendengar suara napas saya.

" Ini akan bermanfaat bagi Yang Mulia dan bagi istri anda Viona, saya akan hidup sebagai Ratu orang-orangan sawah atau sebagai boneka yang di permainkan oleh Yang Mulia. "

Mendengar perkataan Rose, Brayen berteriak, dan bertanya apakah dia bisa sekejam itu.

" Apa kau berpikir aku sekejam itu! " Tanya Brayen dengan temperamen yang tinggi.

" Bukankah anda yang bilang kepada saya, bahwa anda tidak akan membiarkan saya mati!! Anda ingin saya hancur sampai tenggelam dalam kegelapan yang lebih menakutkan dari pada kematian!! Itu yang anda katakan kepada saya." Ucap Rose serius dengan tatapan tajam.

Brayen menyadari kata-katanya sendiri, dia tidak bisa berkata apa-apa.

" Aku tidak habis pikir bahwa seseorang yang sakit, bisa berbicara seperti itu dengan lancar. Kau hebat..... " Ucap Brayen.

Brayen tidak mau berdebat lagi, dia juga tidak tahu harus mengatakan apa perihal perkataannya dulu.

" Istirahat dengan tenang, baru kau boleh bicara banyak kepadaku, aku tidak tahu kenapa aku terus datang ke tempat ini, meski aku membencimu. " Ada raut kesedihan di wajah Brayen ketika berbicara, entah dia benci atau tidak, hanya dia yang tahu mengenai perasaannya.

" Dan satu lagi, ayahmu Count Ferdi menemuiku. " Brayen berkata mengenai Count Ferdi.

" Saya yakin beliau bukan menanyakan saya, tetapi dia menanyakan uang! " Tebakan Rose benar.

" Kau benar, istirahatlah. " Ucap Brayen sedikit tenang.

Brayen pergi dari kamar Rose.

Kini hanya Rose yang ada di dalam ruangan itu.

...----------------...

Ayahku count ferdi.....

Ayah yang paling ku benci!!

Aku adalah anak haram, dari Count Ferdi Margaretta.

Waktu itu aku tinggal di sebuah gubuk di tengah hutan, dan nama ku sebenarnya adalah Carla bukan Rose.

Aku memasuki keluarga margaretta pada usia 8 tahun, dan adikku waktu itu masih kecil sekitar 4 tahun, ketika aku datang ke sana bersama adikku.

Aku berharap ayahku akan memperlakukan kami berdua dengan baik, memberi makan dengan makanan yang layak..

Tapi itu tidak sesuai dengan harapanku, dia mengurung kami berdua di penjara layaknya seorang tahanan yang melakukan kejahatan.

Kami tidak keluar dari penjara itu, bukan berarti kami tidak mau, dan tidak berusaha.

Kami ingin keluar, tapi...

Jika kami di ketahui oleh count mencoba melarikan diri, kami akan dipukuli oleh Count sampai kami bahkan tidak bisa mengangkat satu jari pun.

Aku berpikir, kenapa Ibuku mati saat itu, jika dia tidak mati. Mungkin, aku tidak akan datang kemari, dan menjadi tahanan.

2 tahun berlalu, dan aku berumur 10 tahun, adikku 6 tahun, Count datang ke tempat kami di penjara.

Seperti biasa, aku berharap dia akan mengakui kita sebagai anaknya dan membebaskan kami.

lagi-lagi, harapan itu tidak terjadi.

Dia hanya mengeluarkanku dari penjara itu, adikku yang waktu itu berumur 6 tahun terlihat sangat sengsara, aku sangat sedih meninggalkannya.

Dia di penuhi dengan luka, dia tidak merengek, karena jika dia merengek, dia akan di cambuk oleh penjaga penjara itu.

Count mengeluarkanku dari penjara, buka untuk di jadikan putri.

Setelah aku keluar dari penjara itu, aku di kirim ke medan perang untuk ikut berperang. Aku tidak mau pergi, adikku sangat membutuhkan ku.

Aku terus memohon kepadanya, tapi dia bilang jika aku tidak pergi, dia akan terus mencambuk adikku sampai aku mau pergi berperang.

Bagaimana bisa dia mengirim anak berumur 10 tahun yang tidak memiliki kemampuan berperang di kirim ke medan perang.

Aku bahkan tidak pernah memegang pedang sekali pun.

Dia sama saja dengan mendorong anak yang tidak tahu apa-apa untuk mati.

...----------------...

BERSAMBUNG............

JANGAN LUPA COMMEN DAN LIKE

BIAR AUTHOR SEMANGAT.........

SEE YOU NEXT CHAPTER

BULAN DESEMBER UPDATE LAGI......

SAYA AKAN HIATUS DULU.....

jika sibuk

1
Livi Maydelle
makamm nya 😭🗿
💜 OT7 💜
🤣🤣🤣 jadi ngelawak
💜 OT7 💜
tiba tiba ada kodok air mata yg turun jd naik lagi
Siti S
Luar biasa
MashMellow🍭
🤣🤣🤣
Pichaacha
taro bawangnya kebanyakan nih si authornya, jadi pedih kan mataku 😭😭😭
MFay
g'sabar nunggu kaisar menyesal
Santhi Agung
cerita nya bagus apalagi ada gambar hidupnya
rika comell
tunggu kau bocah tengik 😆
rika comell
wkwkwk rasain ibu suri jahat👻
rika comell
ibu suri memang sadis ygy😮‍💨
rika comell
count berengsek😡
rika comell
penasaran deh siapa ya yang membunuh adik brayen🤔
Isty Haruharunyan
keren
ciplut
msak raja gk bsa nemuin istri dan anak²nya,aku ttp gk rela sama leon 😭😭😭
ciplut
aku gk ikhlas thor sm hdupnya leon 😭😭
Ni Ketut Patmiari
ya ampuuun ku menangiiiiiisssss.....😭😭😭
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Fitriyah
Kecewa
Siti Masruroh
bagus , biarkan bintang yg bicara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!