NovelToon NovelToon
Twins Revenge War

Twins Revenge War

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Balas Dendam / Anak Genius / Tamat
Popularitas:508.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nagi Sanzenin

Kaoru menghabiskan malam panas dengan CEO Organisasi tempat Sang Kakak menjualnya. Tanpa diduga peristiwa di malam tersebut memberikan Kaoru anak kembar yang sangat genius.

Sakaki Akira, CEO dingin dengan tatapan mata rajawali. Pria tampan yang menguasai alam semesta, menundukkan siapa saja yang berani menatapnya, menyibak habis semua status dan menjadikan mereka rakyat jelata.

Terjadi kesalahpahaman tentang peristiwa 8 tahun lalu diantara Si Kembar dan Sang Ayah...

Si kembar akan membalas dendam Kaoru. Hancurkan Organisasi Sakaki Akira, beri hukuman terberat pada Sang Kakak yang berani menjual ibu mereka.

Perang yang sebenarnya menanti, kita hidup dalam different world, tak ada yang tak mungkin dalam dunia Paralel. Petualangan balas dendam Twins menjadi kunci penghubung antar dunia.

Dimulailah perjalanan mereka melakukan pembalasan dan mencari kebenaran...


Novel ini adalah karya pertama dan masih dalam tahap pengembangan.

Genre: Action, Adventure, Comedy, Drama, Fantasy, Romance, School, Slice of Life, Thriller, Supernatural, Super power.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nagi Sanzenin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Kembalinya CEO Sakaki

Rei dan Rin terduduk di lantai ruang penyimpanan Red Diamond dengan lemari kaca itu sebagai sandarannya.

Darah mereka mengalir dari lubang di punggung akibat timah panas peluru. Darah Rei tercetak dengan bagusnya di lemari kaca penyimpan Red Diamond, berbentuk lintasan panjang karena dia merosot ke bawah.

Neko mengendap-endap ke belakang Rei dan Rin, kemudian menjilat luka tembak mereka.

"Pistol revolver Watson tipe ke-3, peluru 1.5 inci..." Neko berpikir dalam hati, dia menarik keluar peluru dari dalam tubuh Rei dan Rin dengan mulutnya.

"Anak manis, bagaimana kalian bisa melewati Drone di depan sana dan menemukan tempat ini?" Perempuan itu bertanya pada Rei dan Rin.

Rei dan Rin, diam tak tertarik menjawab.

"Tidak menjawab, baiklah... Biar kubuat kalian buka mulut." Perempuan itu mengambil pistol dari dalam saku jaketnya.

CKREK!

Perempuan itu memakai kemeja hitam, jaket abu-abu, dan celana panjang bewarna hitam. Dia mengarahkan pistol kearah Rei.

"Kau anak dia, ya? Bagai pinang dibelah dua..." Ucap perempuan itu pada Rei, "Kalian anak yang diculik oleh Yuki, 'kan? Masih hidup, Yuki memang tidak berguna... Jadi, bagaimana kalian bisa masuk ke dalam?

Perempuan itu menodongkan pistolnya pada Rei, merasa tidak senang melihat wajah Rei.

“Aku kena apes melulu gara-gara muka papa sialan itu, mentang-mentang mirip...” Rei mengumpat dalam hati.

"Tidak ada gunanya kuceritakan padamu." Ucap Rei pada perempuan itu.

"Pemberani sekali, aku salut... Mari kita beri sedikit hukuman untuk..."

Kalimat perempuan itu terhenti, Neko tiba-tiba muncul dari belakang Rei dan Rin. Perhatian perempuan itu teralih untuk sesaat, Neko sangat menarik minatnya...

"Kucing yang manis, Chimera odd-eye? Aku ingin coba memeliharanya... Menambah koleksi." Ucapnya.

Kemudian dia kembali menatap Rei dan Rin dengan senyum yang di manis-maniskan, senyum jahat.

"Aku harus membunuh kalian, kalian harus mati. Sebelum kalian mati, mari ku-perkenalkan diri... Namaku Yui Minami, kakak perempuan Yuki, kami tiga bersaudara... Yuki adik yang sangat tidak berguna." Kata perempuan itu, mari kita sebut saja Minami.

"Keluarga Yui benar-benar... Kalian ini suka sekali mengusik ketenangan masyarakat..."

CKREK! DOR!

Minami menembak Rei, tapi meleset 3 cm dari kepalanya.

"Menyebalkan, sama menyebalkan-nya dengan ayahnya. Biar ku-gantikan Yuki untuk membunuhmu." Ucap Minami, memasang tatapan dingin dengan senyum sinis.

Wajah sinis-nya sama persis dengan Yuki, "Bagaimana kalau kubunuh anak perempuan cantik ini dulu..." Minami mengarahkan pistolnya kearah Rin.

Pip! Pip! Pip!

Terdengar bunyi handphone dari dalam saku jaket Minami sesaat sebelum menembak Rin.

"Cih... Ada yang menggangu kesenanganku..." Gerutu Minami, mengangkat teleponnya.

"Kepada Yui Minami di lantai bawah, Tuan DK ingin menemui Anda." Kata suara dari dalam telepon itu dan langsung di tutup.

"Sayang sekali anak manis, aku akan membunuhmu setelah urusan selesai... Mungkin setengah-setengah dulu." Ujar Minami,

"Bawa, borgol, dan masukkan dalam kurungan besi." Perintah Minami pada kedua anak buahnya.

Minami memasukkan kembali pistol ke dalam jaketnya dan bergegas pergi meninggalkan ruangan Red Diamond itu.

Kedua anak buah Minami yang membawa pistol revolver Watson tipe ke-3, mengangkut Rei dan Rin keluar dari ruang penyimpanan Red Diamond, membawa mereka ke sebuah sangkar raksasa tanpa perlawanan... Tentu saja, mereka membawa pistol, kita tak boleh bertindak gegabah.

Mereka di borgol dan di lempar masuk ke dalam kurungan itu. Pintu di kunci dengan otomatis. Para penjaga berjaga di depan pintu masuk ruangan kurungan itu.

"Apakah sayap lipat-mu tertembak?" Rei berbisik pada Rin dengan suara yang sangat pelan.

"Tidak, masih aman... Tak tergores sedikitpun." Rin balas berbisik.

"Mau bagaimana sekarang? Potong rantai borgol dan bobol kurungannya?" Tanya Rei, berbisik sambil melihat sekilas penjaga yang berjaga di depan pintu masuk ruangan itu.

"Tidak... Mereka lupa membawa Neko, dia akan mengatur rencana dan kita mengikuti saja. Sementara tunggu dulu..." Jawab Rin, bersandar di tiang besi sangkar itu, masih terbayang rasa sakit di tembak pada punggung...

Tak lama kemudian, Neko muncul dalam wujud harimau, dan langsung lompat menerkam seorang penjaga.

"Uwagghh!"

Penjaga itu berteriak, bahunya yang di gigit Neko, mengeluarkan banyak darah, dan remuk.

Temannya bertindak cepat, dia menembak Neko dengan pistol revolver Watson tipe ke-3, Neko menghindari peluru dengan cekatan dan menggigit tangan penjaga itu yang memegang pistol.

"Wahh!!" Penjaga itu berteriak, tangannya patah karena di gigit Neko... Taring Neko memiliki obat bius, maka penjaga itu tertidur, tak sadarkan diri untuk 5 jam ke depan.

"Kalian potong rantai borgol dan membobol kurungan ini, benda ini kunci otomatis dan timer buka masih 2 jam lagi." Ucap Neko, menarik para penjaga masuk ke dalam ruangan agar tidak menghalangi jalan.

"Kau sadis." Kata Rei, mengeluarkan alat las dari dalam jubahnya, "Sini Rin, aku potong dulu punyamu dan kau potong punyaku." Rei berdiri dan berjalan mendekati Rin.

"Aku hanya membalas perbuatan mereka, berani sekali melukai anak-anak Akira." Sahut Neko, merasa tidak bersalah.

Neko duduk di depan kurungan itu. Rei dan Rin saling memutuskan rantai borgol mereka...

Sementara itu, dilain pihak...

Mereka sudah pergi dari rumah lebih dari 5 jam dari rumah. Saat itu sudah jam 21.30 tapi Rei dan Rin belum pulang. Kaoru sangat khawatir, apa yang harus dia lakukan?

Kaoru berpikir kritis, dan dengan berat hati memutuskan untuk menelepon Presdir Akira.

"Halo?" Terdengar suara Presdir Akira dari telepon, Kaoru menelepon nomor handphone pribadi Presdir Akira yang diberikan dari Rei dan Rin.

"A—Akira...?" Kaoru ragu-ragu memanggilnya Akira, wajahnya memerah. "Ma—maksudku... Sakaki..."

"Panggil namaku saja, jangan pakai nama keluarga dan jangan pakai formalitas..." Ujar Presdir Akira, "Ada apa? Kangen dengan-ku?" Lanjutnya, sedikit menggoda Kaoru, suaranya masih terdengar dingin seperti biasa.

"Kalau ku-telepon, pasti keperluan mendesak, aku membencimu." Ucap Kaoru, merasa sangat getir dan kesal.

"Baik, baik... Kenapa?" Presdir Akira sekarang bertanya dengan serius.

"Rei dan Rin menghilang sejak siang, saat aku keluar membeli makanan untuk hewan." Kaoru menjelaskan.

Presdir Akira berpikir sejenak...

"Mereka bertemu siapa sebelum menghilang? Membawa sesuatu sebelum menghilang?" Tanyanya dengan cepat.

"Mungkin... Kucing, mereka membawa pulang kucing dan hilang bersama kucing." Jawab Kaoru, mulai merasa curiga dengan kucing, mengapa tidak terpikir dari tadi...

"Kucing? Seperti apa?" Nada suara Presdir Akira semakin serius.

"Kucing... Belang-belang harimau, wajahnya berwarna hitam tapi sebelahnya berwarna kuning... Matanya juga sebelah biru sebelah kuning." Jawab Kaoru, mengenang wajah dan tubuh si kucing.

“Itu... Odd-thief cat 883, menjalankan misi mencuri Red Diamond... Sial, Rei dan Rin ikut dalam misi itu? Sangat berbahaya.” Presdir Akira berpikir dalam hati.

"Baik, aku segera pulang dan mencari mereka." Ujar Presdir Akira, menutup telepon tanpa basa-basi lagi, dan bergegas menyiapkan pesawat pribadi untuk pulang dari China.

"Kau sudah capek Rei? Sini ku-gantikan..."

Rin bertanya pada Rei yang dari tadi mengelas jeruji kurungan tebal itu.

"Tidak, tiga jeruji lagi... Tidak apa-apa, aku bisa sendiri." Jawab Rei, terus mengelas jeruji besi berdiameter 10 cm itu.

5 menit berlalu, dan akhirnya jeruji besi kurungan itu sudah cukup luas untuk mereka lewati, mereka merangkak keluar.

"Langsung saja, pergi ambil Red Diamond dan lari..." Rei memberi usul pada Neko dan Rin.

"Tidak semudah itu, mereka sudah memindahkannya dengan 30 pasukan bersenjata pistol revolver Watson tipe ke-3." Kata Neko, "Mungkin sudah dibawa ke lantai atas yang paling tinggi."

"Baik... Berada di lantai paling atas, dan mumpung sudah malam... Pakai saja sayap lipat kita untuk langsung terbang menuju atap, lewat jendela." Kata Rei.

Rei berjalan ke jendela ruang kurungan itu...

"Kau yakin tidak terlihat dan tidak akan tertangkap?" Tanya Neko.

"Yeah, ini lantai 8... 10 lantai lagi, kalau menggunakan sayap ini tidak sampai 30 detik." Jawab Rei, mengeluarkan sayap lipat dari dalam jubahnya.

"Baiklah, mari di coba... Ide-mu selalu membahayakan nyawa, tidak pernah realistis." Neko menghela napas dan kembali berubah menjadi kucing.

Rin menggendong Neko dan ikut mengeluarkan sayap lipatnya, mereka membuka jendela itu.

"Oke, dalam hitungan ketiga kita melesat dengan kecepatan penuh bersama-sama. Satu... Dua... Tiga!"

Mereka melesat dengan kecepatan tinggi menuju atap gedung ungu itu.

Dilain pihak, Presdir Akira sudah sampai dan langsung menghubungi anggota Organisasi, memerintahkan untuk mengepung gedung ungu tempat Rei dan Rin berada.

"Tak peduli Red Diamond bagaimana, pokoknya kedua anak itu harus selamat." Presdir Akira memberi perintah kepada anggota Organisasi lewat woki-toki.

"Siap!" Jawab anggota Organisasi dari dalam woki-toki.

Presdir Akira menaiki mobil dan segera menuju lokasi, sudah memakai jas anti peluru untuk mengantisipasi terjadinya hal yang sama.

"Suka sekali berpetualang..." Gumam Presdir Akira dengan getir.

Brumm! Dia mengendarai mobil dengan kecepatan penuh.

Rei, Rin, dan Neko mendarat mulus di atas atap gedung... Tak ada yang menjaga, terdapat beberapa helikopter di atap gedung ungu itu.

"Hei, itu alat kabur mereka, hancurkan..." Ucap Rei, melipat kembali sayap dan menyembunyikan-nya dalam jubah.

"Jangan, pasti dipasang alarm dan akan berbunyi kalau kita menyentuhnya, lebih baik cari dulu Red Diamond itu, baru hancurkan kendaraan ini." Sahut Neko, melompat dari pelukan Rin yang juga sudah melipat sayapnya.

"Hei Rin, ini juga sudah ketahuan..." Rei menoleh ke arah Rin, "Pasti mereka akan segera pergi, bagaimana kalau kau telepon papa sialan itu dan minta dikirimkan anggota Organisasi?" Tanyanya.

"Sudah kulakukan tadi, tapi di sini ada alat pengacau sinyal... Kita tak bisa menelepon." Jawab Rin, sedikit frustasi.

"Baiklah, ayo maju... Tidak bijak berlama-lama di sini." Kata Neko.

Rei, Rin, dan Neko berjalan masuk ke gedung ungu itu lewat tangga di atapnya.

To be continued...

[*Halo semua, cuma mau kasih tahu kalau episode di bawah episode ini belum kena revisi, jadi kalian bisa memilih untuk menunggu, atau tetap lanjut baca walau tulisan amburadul, sekian... Mungkin revisinya beberapa hari lagi ( ╹▽╹ )]

1
mellamello
gantung🥺
Kita_Yama
kalo adik lu dijual, siapa yang bakal nafkahin ente
Kita_Yama
Tiba-tiba keinget lagu LaoNeis
Kita_Yama
jangan bilang situ kalo dah nikah istrinya yang disuruh kerja
Gissa_Chieko
bagus
@Ay_k02
👍👍👍👍👍👍👍👍
Tara
Pengen dech punya anak jenis seperti ini.. Uhuy🤭😉🌹😱🥰🙏
Tara
Untung cuman 1 nyawa. Anyway, turut berduka cita. Sore sore gini enaknya ngopi Cantiq.. Here gift 4 ur kak.. Semangat🎁👍🥰🤭😱🙏💐🌹💕
Tara
Ingat jurit malam waktu itu ada ploncoan😅😱🤭
Tara
Ya lah.. Sing lish dipake.. Ini yg bloon siapa. Bujug bune😤
Gubrak!
Tara
Hadeuh.. Pusying aku Baca ini.. Huibat idenya.. Tapi bisa bisa kutintut guru nya Buat soal ancur Kaya gitu.. Hadeuh.. Gilingan😤😱🙈🤭😉😡🥺🤯
Tara
Gila. Soal apaan tuch.. Yg Buat soal lagi mabuk yach.. Ada Ada aja.. Hadeuh🙈😱😤🤭😉🤔🤯
Tara
Katanya Sultan. Kalo aku mah uda Buat gelang atau kalung dengan GPS didalamnya.. With money u can make it all.. 🤔🙈🤗😉👌
Tara
Betul.. Hajar Bozz...
Tara
Keren
Tara
Wah jadi selebriti terkenal dach🤭😱😉
kak, itu cover nya Soraru sama Mafu ya?
Aisyah Suyuti
seru juga
(◕ᴗ◕✿) CH
Ayo, kapan diupdate?
(◕ᴗ◕✿) CH
Ehem, apaan tuh? Aku aku benci dengan pikiranku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!