Attar seorang OB, ia mampu menikahi atasannya sendiri. Atasanya bernama Syiera. Syiera sangat membenci Attar, tapi bagaimana bisa ia menikah dengan orang yang di bencinya.
Ingin tahu kisahnya ayo simak di novel yang berjudul Suami pilihan Daddy.
Tapi disarankan membaca novel yang berjudul Terpaksa Menikahi Pelacur, karena novel ini bersangkutan dengan novel sebelumnya. Terimakasih
Season 2
Lanjut kisah Aleta dan Dam
Seorang gadis yang mencintai adik dari kakak iparnya. Akankah Aleta masuk ke dalam hidupnya Dam? Yang ternyata Dam sudah memiliki kekasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
"Sebaiknya kita pulang sekarang?" ajak Syiera pada Arin sekretarisnya. Ia takut kalau itu benar-benar Alex.
"Tapi, Bu. Clain belum datang," seru Arin.
Syiera menghembuskan napas, ini meeting sangat penting. Namun hatinya tidak tenang dengan adanya orang yang terus memperhatikan dirinya. Mau tak mau, ia pun masih setia berada di sana sampai meeting ini selesai.
"Apa orang itu masih ada?" tanya Syiera
Arin menengok ke belakang atasannya, lalu menggeleng. Menandakan bahwa orang itu tidak ada. Syiera pun bernapasa lega. Hingga akhirnya meeting pun selesai.
"Senang bekerja dengan Anda." Tuan Juan menjabat tangan rekan kerjanya yang tak lain adalah Syiera. Sepertinya Syiera akan sibuk dengan bisnis yang akan dijalaninya dengan Tuan Juan.
Setelah perpisahan antar pengusaha itu. Mereka kembali ke kantor masing-masing, sedari tadi Syiera terus melihat ke arah belakang mobilnya, takut-takut orang yang ada di cafe tadi masih mengikutinya.
"Sepertinya orang itu tidak mengikuti kita, Bu," jelas Arin yang sedari tadi memperhatikan atasannya itu.
***
Syiera duduk termenung di kursi kebesarannya, dilihat di layar ponselnya. Banyak chat yang masuk, tapi sepertinya ia enggan untuk membacanya. Padahal ia ingin sekali mengakhiri hubungannya dengan Alex. Namun ia takut dengan reaksi Alex nanti.
Ponselnya berbunyi begitu nyaring, sampai membuyarkan dari lamunannya. Alex kembali menghubungi dirinya. Syiera menarik napas dalam-dalam sebelum menganggakat teleponenya.
"Kenapa baru diangkat! Bahkan pesan dariku tidak kamu baca sama sekali!" Alex mulai marah pada Syiera , sepertinya ia tak terima jika diabaikan begitu saja.
"Aku sibuk! Emangnya ada apa?" Separtinya ia tak bisa lepas begitu saja dari Alex.
"Aku ingin bertemu, bisakah kita bicara."
Mungkin ini kesempatan Syiera untuk mengakhiri hubungannya dengan Alex. Ini yang terakhir ia menemuinya, setelah ini ia bisa hidup tenang dengan suaminya. Pikir Syiera.
"Baiklah." Syiera pun mengiyakan keinginan Alex yang minta bertemu dengannya.
"Aku kasih alamatnya lewat chat."
Syiera segera bersiap-siap. Setelah berada di dalam mobil, ia langsung menyalakan mesin dan melajukannya. Setelah mobilnya berhasil keluar dari perusahaannya. Malik kembali mengikuti Syiera sesuai perintah bosnya.
Syiera langsung saja menuju tempat di mana ia akan menemui Alex, karena ia sudah mendapatkan alamatnya. Setelah menempuh perjalanan selama empat puluh lima menit, akhirnya ia pun sampai.
Syiera menarik napasnya dalam-dalam, mempersiapkan diri untuk mengakhiri hubungannya dengan sang kekasih yang sebentar lagi akan menjadi mantan. Tak peduli jika Alex marah, yang ia pedulikan sekarang rumah tangganya. Masa depan dengan sang suami, ia ingin menjalani layaknya berumah tangga.
"Maaf, menunggumu lama," kata Syiera setibanya di depan Alex.
Alex langsung berdiri dan menarik kursi untuk Syiera, tadinya Alex akan mencium Syiera, tapi sepertinya ia lagi tak ingin dicium olehnya, karena gadis itu memalingkan wajahnya. Pikirnya ini tempat yang cukup ramai. Tanpa curiga apa-apa, Alex kembali tersenyum pada kekasihnya itu.
"Mau pesan apa?" tanya Alex kemudian.
Syiera menggeleng, ia sengaja tak memesan apa-apa. Pikirnya ia tidak akan lama berada di sini. Tanpa mereka sadari, beberapa potretnya telah diambil oleh seseorang. Dari mulai Syiera datang sampai Alex yang hampir mencium Syiera.
"Alex, maaf. Sepertinya aku tidak bisa meneruskan hubungan kita. Aku tidak ingin membuat keluargaku kecewa." Syiera sengaja membawa nama keluarga, dengan begini mungkin Alex akan mengerti.
Alex terdiam, hatinya sangat sakit. Dadanya begitu sesak sampai ia tak bisa menjawab, lidahnya terasa kelu. Setetes cairan bening keluar begitu saja dari matanya. Mungkin ini terbilang lebay, akan tetapi, itulah yang dirasakan Alex saat ini. Hatinya hancur berkeping-keping. Bagaimana tidak, Syiera cinta pertamanya.
Melihat Alex menangis, Syiera langsung meraih tangannya dan menggenggam tangannya dengan erat, seolah memberi kekuatan. Walau ia tak lagi bersama, mereka masih bisa menjalin pertemanan.
Potret itu diambil lagi, setelah berhasil Malik langsung mengirim gambar tersebut pada orang yang menyuruhnya.
Sementara yang menerima pesan langsung mengepalkan tangannya, ia merasa sudah dipermainkan. Hatinya begitu terkoyak.
Kemarin istrinya, melayangkan hatinya begitu tinggi, setelah tinggi, dengan mudahnya ia menjatuhkannya. Mungkin dengan apa yang sudah terjadi sekarang, Attar tidak mungkin lagi percaya pada yang namanya perempuan.
"Kamu begitu pintar, Syiera. Kamu berhasil membuat hatiku berkeping-keping." Attar tengah bersama Aleta, sedang menikmati makan malam bersama adik kesayangannya itu.
"Kak ... Kenapa makanannya tidak dimakan? Kakak gak suka?"
Namun sang kakak tak memberi response pada adiknya itu. Aleta terus memperhatikan kakaknya.
"Ada apa sih dengan handphone-nya itu?" Aleta langsung saja merampas ponsel kakaknya darinya. Aleta langsung membulatkan matanya tak percaya. Ini yang disebut sudah mulai berubah? Aleta tak terima jika kakaknya dikhianati.
"Kak, ceraikan saja wanita ini! Dia tidak pantas bersanding denganmu. Kakak terlalu baik untuknya."
Mendengar ucapan Aleta, Attar menajamkan kedua matanya pada adiknya, ia tak ingin bercerai. Ia hanya ingin menikah sekali dalam hidupnya. Attar pun beranjak dari tempat duduknya, meninggalkan sang adik penuh dengan kekecewaan. Ia pikir, adiknya akan memberikan solusi, tapi ia malah mengompori dirinya.
Aleta sangat kecewa dengan sikap kakaknya yang tak langsung mengambil keputusan. Karena ponsel milik kakaknya masih ada pada dirinya. Aleta membuka medsos milik kakaknya. Ia akan membuktikan pada wanita itu, bahwa seorang Attar bukan pria lemah.
Ia langsung membuat status di medsos, mengirimkan poto-potonya bersama sang kakak yang diambil tadi siang. Potonya cukup membuat orang mengira bahwa ia dan kakaknya seperti sepasang kekasih.
Poto berdua, Aleta bersandar di pundak kakaknya. Begitulah kira-kira gambar yang ia akan sebarkan. Dengan caption 'kesayanganku.'
Aleta tersenyum setelah berhasil mengunggah poto itu, pikirnya, gadis itu pasti akan melihat unggahan tersebut.
"Emang cuma kamu yang bisa kebakaran jenggot!" Aleta pun pergi menyusul kakaknya.
"Sudahlah, Kak. Jangan terlalu memikirkan perempuan itu," ucap Aleta sembari meletakan ponsel milik kakaknya di atas meja.
Kata-kata Aleta ada benarnya juga. Untuk apa ia harus memikirkannya? Perempuan itu juga tak memikirkan perasaannya.
Attar memcoba menuruti saran adiknya. Mungkin ia akan memutuskan untuk tinggal beberapa minggu di sini. Niatnya untuk menenangkan diri.
***
"Carilah kebahagianmu di luar sana! Maaf, mungkin kita tidak ditakdirkan untuk bersama." Syiera terus menenangkan Alex. Dengan penuh penyesalan karena Syiera kemarin memberikan kesempatan untuk Alex, pada dasarnya ternyata Syiera hanya emosi sesaat pada suaminya itu.
Cinta suaminya begitu besar, sampai ia terus bersabar sampai detik ini.
"Aku pulang, ya?" pamit Syiera.
Saat Syiera mulai melangkah pergi, dan hampir mendekati mobilnya. Alex mengejarnya, ia memeluk gadis itu dari belakang.
Lagi-lagi, Malik mengambil adegan itu dengan cameranya. Tanpa mendengar apa yang mereka bicarakan, karena Malik sedikit jauh dari mereka.
Attar kembali mengepalkan tangannya setelah mendapat gambar apa yang dikirimkan Malik. Tadi masih bisa ia tahan rasa sakitnya itu. Namun poto ini membuat hatinya terbakar.
bersambung
kasian nya... kenapa sih Thor cerita nyebelin 😞
sampai episode ini author tidak membuat syiera sadar kalau hubungannya dengan alex adalah sebuah perselingkuhan dan penghianatan
otor perlu belajar lagi tentang mana salah mana yang benar sebelum membuat novel biar tidak kelihatan egoisnya
syiera bilang suaminya berhianat dia kecewa lagi hubungan terlarang nya dengan alex itu apa namanya
sadar thor sadar sadar
ini masalah dalam otak wanita
jika suami meladeni berbicara pada wanita lain saja udah dibilang selingkuh, tapi kayak kasus syiera yang berhubungan rahasia lagi dengan alex dibelakang suaminya tidak dibilang selingkuh
author butuh di waras kan sedikit pola pikirnya
dan fakta lagi pacaran yang lama yang sudah terbiasa kissing tapi tidak melakukan lebih itu mustahil
*author bilang sama2 ego
*author hanya karena kesalah pahaman
thor pakai akal sehat sedikit jadi wanita
attar ini korban tidak ego pada tidak ada namanya kesalah pahaman
syiera yang selalu egois dan syiera jelas selingkuh dan berhubungan dengan lelaki lain jadi ini bukan salah paham tapi ini permasalahan yang menjijikan yang dibuat oleh syiera
jadi wanita tegas salah ya salah jangan melimpahkan kesalahan pada orang lain
jelas2 yang salah itu syiera seorang dan attar disini korbannya
jadi stop jadi wanita egois yang membuat seolah attar juga salah
pakai sedikit saja akal sehat sebagai wanita biar bisa berlaku adil sebagai novelis