NovelToon NovelToon
Benalu Di Dalam Rumah Tanggaku

Benalu Di Dalam Rumah Tanggaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Maya menikah dengan Ryan yang berasal dari desa. Setelah menikah mereka tinggal di rumah Maya yang di beli sebelum dia menikah.

Awalnya adik Ryan dan istrinya datang, mereka bilang hanya menumpang sebentar sampai mendapatkan kontrakan baru di Jakarta. Namun sudah sampai sebulan mereka menginap, bukannya pergi malah ibunya Ryan yang dari kampung datang dan ikut tinggal di rumahnya.

Mereka tidak mau bekerja, mereka justru menjadikan Maya sebagai pembantu.

Puncaknya, adik Ryan menampar Maya, sementara Ryan hanya diam saja tanpa membelanya. Saat itu Maya sadar, ia bukan lagi seorang istri di rumah tangganya sendiri.

Maya yang marah akhirnya memilih menjual rumah itu, dan menggugat cerai suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Ruang makan rumah itu terasa lebih sempit dari biasanya pagi itu. Aroma sisa nasi goreng yang ada di atas piring masih menyengat di udara, bercampur dengan bau kopi hitam yang menguap dari cangkir Rian.

Kayla duduk di kursi tingginya, sibuk memasukkan potongan pisang ke mulutnya dengan tangan kecil yang masih kotor.

“Kenapa tidak pulang kampung? Kalau di sini juga gimana nanti dengan makannya?” tanya Mia. Suaranya pelan, tapi jelas. Jujur saja, dia sedikit keberatan adik suaminya akan menumpang di rumahnya.

Rian yang sedang mengaduk kopinya berhenti sejenak. Ia mengangkat kepala, menatap Mia dengan alis yang sedikit berkerut.

“Kamu kenapa? Kamu tidak setuju adikku menumpang di sini? Selama ini kan aku yang kerja, tidak masalah jika harus ngasih makan mereka,” ucap Rian. Nada suaranya tegas, hampir seperti sedang memberi perintah.

Mia mengepalkan tangannya kuat di bawah meja. Jari-jarinya pucat karena ditekan terlalu keras. Ia menunduk sebentar, menatap piring yang berisi sisa nasi yang belum habis. Di kepalanya, berbagai kenangan berputar cepat.

Dulu, sebelum menikah, Mia adalah perempuan yang mandiri. Ia bekerja di sebuah perusahaan swasta dengan posisi yang cukup bagus. Gajinya besar, cukup untuk mencicil rumah kecil di pinggiran kota dan membeli mobil baru dari toko. Ia bangga dengan pencapaiannya. Setiap bulannya dia tidak perlu memberi uang untuk orang tuanya, karena mereka masih mampu. Sehingga semua gaji yang dia miliki dia pegang sendiri.

Tapi semuanya berubah setelah menikah.

Rian yang saat itu masih bekerja sebagai staf administrasi di kantor kecil merasa minder. Suatu malam, beberapa bulan setelah pernikahan, ia duduk di tepi ranjang dengan wajah serius.

“Mia… aku minta kamu resign saja,” katanya pelan waktu itu. “Aku merasa tidak nyaman. Gajimu lebih besar dariku. Aku mau jadi kepala keluarga yang sesungguhnya. Biar aku saja yang bekerja. Kamu di rumah saja, urus anak kita nanti.”

Mia sempat menolak. Ia menangis malam itu. Tapi Rian terus membujuk, mengatakan bahwa itu demi keharmonisan rumah tangga. Demi ego laki-laki yang merasa harus lebih unggul. Akhirnya, Mia mengalah. Ia mengundurkan diri. Rumah dan mobil yang dulu dibeli dengan keringatnya sendiri kini masih atas namanya, tapi suaminya yang selalu memakai mobil itu.

Sekarang, tiga tahun kemudian, mereka punya Kayla. Kehidupan tampak harmonis dari luar. Tapi jika berurusan dengan keluarganya, Rian akan membelanya mati-matian.

Dan sekarang, adiknya tiba-tiba ingin menumpang. Lukman baru saja kehilangan pekerjaan di kota ini. Mereka tidak punya tempat tinggal sementara. Rian tanpa berpikir panjang langsung menawarkan rumah mereka.

“Mereka cuma butuh beberapa bulan,” kata Rian tadi malam. “Nanti setelah Lukman dapat pekerjaan baru, mereka akan pindah.”

Mia menarik napas dalam-dalam. Ia ingin bilang banyak hal. Ingin bilang bahwa rumah ini dulu dibeli dengan uangnya. Ingin bilang bahwa ia sudah mengorbankan kariernya. Ingin bilang bahwa menambah dua orang dewasa, dan satu anak kecil akan membuat pengeluaran membengkak, sementara gaji Rian saja sudah pas-pasan untuk kebutuhan mereka.

Tapi baru sempat Mia ingin membuka mulut, suaminya sudah pergi begitu saja meninggalkan ruang makan.

Kursi Rian berdecit keras ketika didorong ke belakang. Ia berdiri, mengambil jaket yang tergantung di dekat pintu dapur, lalu berjalan keluar tanpa menoleh.

“Aku pergi sebentar,” katanya datar, tanpa menjelaskan ke mana.

Brak.....

Pintu rumah tertutup dengan suara yang agak keras.

Mia terdiam. Tangannya masih mengepal di pangkuan. Di kursi tinggi, Kayla menatap ibunya dengan mata bulat.

"Papa malah?” tanya anak itu dengan suara kecil.

Mia segera menghapus ekspresi tegangnya. Ia tersenyum dipaksakan, lalu mengusap rambut putrinya.

“Tidak, sayang. Papa cuma… ada urusan. Ayo, makan dulu pisangnya sampai habis.”

Tapi di dalam hati, Mia merasa dada sesak. Ia memandang sekeliling ruang makan yang dulu ia desain sendiri. Meja kayu yang ia pilih, gorden yang ia jahit, foto keluarga yang digantung di dinding. Semua itu terasa seperti milik orang lain sekarang.

Ia berdiri, mengumpulkan piring-piring kotor, dan membawanya ke wastafel. Air mengalir deras, tapi pikirannya lebih deras lagi.

Apakah salah jika ia merasa keberatan? Apakah salah jika ia ingin menjaga ruang privat keluarga kecilnya? Ataukah ia memang harus terus mengalah, seperti dulu ketika diminta resign?

Di luar, suara mesin mobil Rian menyala. Kendaraan itu menjauh, meninggalkan Mia dan Kayla di rumah yang tiba-tiba terasa terlalu sunyi.

Mia menatap bayangannya sendiri di kaca jendela. Wanita yang dulu mandiri, yang dulu bisa membeli rumah dan mobil dengan tangannya sendiri, kini hanya bisa berdiri di dapur, menerima semuanya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Ting tong...

Ting tong...

Ting tong...

Pagi-pagi sekali, bel rumah Mia sudah berbunyi berkali-kali. Suaranya bahkan membuat suasana rumah yang masih tenang menjadi sedikit terganggu.

Rian yang baru saja selesai mandi langsung berjalan menuju pintu. Ia sudah tahu siapa yang datang. Sejak beberapa hari lalu, adiknya, Lukman, memang sudah memberi tahu bahwa dirinya dan sang istri akan datang pagi ini.

Ceklek...

Pintu terbuka.

“Lho, kalian sudah datang?” Rian tersenyum melihat adiknya berdiri di depan pintu bersama Sonya. “Ayo, masuk.”

“Terima kasih, Kak,” jawab Lukman.

Sonya yang membawa sebuah tas langsung melangkah masuk terlebih dahulu. Tak lama kemudian, Lukman menyusul sambil mengangkat beberapa koper dan kardus yang tampaknya berisi hampir seluruh barang mereka.

Rian membantu mengambil sebagian barang bawaan adiknya.“Biar aku bantu.”

“Tidak usah, Kak. Aku masih kuat,” jawab Lukman sambil tertawa kecil.

Sementara itu, Sonya melihat sekeliling rumah dengan tatapan penuh perhatian. Ia kemudian menoleh ke arah Rian.

“Kak, kamu sudah bilang sama Kak Mia, kan?” tanyanya.

“Sudah.” jawab Rian sambil tersenyum.

“Kak Mia beneran mengizinkan kami tinggal di sini? Aku sebenarnya takut merepotkan kalian.” ucap Lukman.

Rian langsung mengibaskan tangannya. “Tenang saja. Kak Mia sudah mengizinkan, kok. Anggap saja rumah sendiri.”

Mendengar ucapan itu, Sonya tersenyum lega.

“Wah, kalau begitu aku tenang.”

Namun, di balik senyum Sonya, ada seseorang yang justru sedang menahan kesal.

Dari arah dapur, Mia yang sejak tadi mendengar percakapan mereka hanya bisa menghela napas panjang.

“Anggap saja rumah sendiri? Dia bicara seperti itu seolah-olah rumahnya sendiri" Mia berdecak pelan. Ia menatap suaminya dari kejauhan dengan wajah tidak percaya.

Bukan kedatangan Lukman yang sebenarnya membuat Mia keberatan. Ia masih bisa menerima jika adik suaminya membutuhkan tempat tinggal sementara.

Yang membuat hatinya tidak nyaman adalah sikap Rian yang terlalu mudah memberikan izin tanpa benar-benar memikirkan perasaannya.

Apalagi Mia tahu, sekali seseorang sudah merasa nyaman tinggal di rumahnya, mengusir mereka bukanlah perkara mudah. Dan entah mengapa, pagi itu Mia memiliki firasat buruk.

Ia tidak tahu bahwa keputusan kecil yang dibuat suaminya hari ini akan menjadi awal dari perubahan besar dalam rumah tangga mereka.

1
Lee Mba Young
Trus Rian di pecat krn kerjanya jd lelet 🤣. tmbh mnderita 🔥
Oma Gavin
tinggal tunggu waktu keluarga rukmini jadi gembel jalanan
Ma Em
Bagus Mia kamu hrs berani dan tegas ambil keputusan jgn mau dijadikan pembantu di rumahmu sendiri , ada suami tdk pernah membela istrinya malah selalu berpihak pada keluarganya , daripada rumah tangga Mia selalu bertengkar dan tdk bahagia keputusan Mia sdh tepat untuk bercerai dgn Rian .
Agus Tina
Thor double up kalau bisa ya ...
Oma Gavin
jgn goyah jgn mundur jgn luluh sama rian bila perlu pakai pengacara yg baik biar proses cerai mu cepat dan tutup semua akses mediasi
Agus Tina
Bagus Mia
Anonim
rumah punya sendiri mobil punya sendiri orh tua juga punya…ngapain mia gpblok bget msih bertahan sm keluarga benalu suaminya…jd bosan baca ceritanya muter2 terus
Sasikarin Sasikarin
lanjuuuuuuuut
Putri Wulandari
lanjut thor udah dipukulin numpang tapu ga ada karmanya
Anita Rahayu
SI MIA BEGO KEBANGETAN UDAH TAU MASUK SARANG HARIMAU HABISLAH BODOH YG GK BERSUDAHAN 😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
THOR BUAT YG HAJAR MIA DI JEBLOSKAN PENJARA TANPA ADA NEGOSIASI BIAR IPAR DAN MANTAN MERTUA TAU ARTINYA K.A.R.M.A😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Susan Paulina
Lanjut Thor
Lee Mba Young
di pukul bisa buat laporan ke polisi itu.
Oma Gavin
laporkan polisi biar dipenjara orang ngga guna banget hidup cuma numpang napas aja
Lee Mba Young
mia lbih baik jng pulang apa lagi bawa anak nya, nnti pasti Ada pertengkaran kasian Kayla akn trauma.
Oma Gavin
sukurin kalian benalu parasit silahkan angkat kaki tanpa uang sepersen pun hbs ini mia gugat cerai jgn mau lagi hidup dgn suami ketoy plin plan ngga tegas
Agus Tina
Syukurin, nanti kalau Rian marah ajukan proses cerai saja langsung
Agus Tina
Jenf .. jeng .. jeng
Lee Mba Young
Surat Surat penting bawa rumah ortu, mending jng pulang lah. anakmu mental down nnti bisa bisa trauma. mending tinggal di rumah ortu mu lah.
Oma Gavin
sertifikat asli lebih baik disimpan di rumah ortu mu demi keamanan jgn sampai dibawa pulang lagi nanti di curi grandong
Agus Tina
Pergi saja, cerai ... ambil milikmu kembali ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!